
Kemudian setelah dibukakan pintu senat ternyata terjadi adu argumen dari kedua belah pihak yang anti-perdamaian dan pro-perdamaian.......
Senat anti-perdamaian : “Bagaimanapun juga ini adalah tanah kita, kita juga harus mempertahankannya dari orang-orang barbar seperti mereka !!!!!......” ....Berdiri....
Senat pro-perdamaian : “Tidak setuju !!!!!......Kita harus berdamai dengan mereka dan segera membangun hubungan dengan mereka !!!!......” ....Berdiri....
Senat anti-perdamaian 2 : “Apa maksudmu dengan sikap pengecutmu itu ????!!!!!.......” ....Berdiri....
Senat pro-perdamaian 2 : “Apa ????!!!!.......Mau bertartung ????!!!!!......” ....Berdiri....
Senat anti-perdamaian : “Sini......Maju !!!!.....” ....Berdiri....
Senat pro-perdamaian : “Kemari.....Kau !!!!......” ....Berdiri....
Penasihat Senat Fai : “Baiklah, rin. Kurasa sudah cukup sampai disini......” ....Sambil mengajak Ksatria Ririn pergi keluar dan menutup pintu senat....
Ksatria Ririn : “Baik, aku mengerti situasinya......” ....Sambil berjalan keluar gedung senat....
Penasihat Senat Fai : “Aku antar sampai keluar dan bagaimana dengan rencanamu ?......” ....Sambil berjalan keluar gedung senat....
Ksatria Ririn : “Setelah dari sini, aku akan bertemu dengan para bangsawan yang mendukung pro-perdamaian dan semoga segera membuka hubungan juga negoisasi.......”
Penasihat Senat Fai : “Aku mengerti arah pembicaraanmu, kamu menginginkan aku untuk meyakinkan para senat itu dan membantumu.....”
Ksatria Ririn : “Ahhhh.....Benar tapi setelah melihat tadi sepertinya akan sulit dan rasanya tidak mungkin......”
Penasihat Senat Fai : “Benar tapi setidaknya kita harus mencoba dulu peluang kita dan hasil keputusan juga akan dipikir-pikir oleh Raja baru setelah itu dikerjakan......”
Ksatria Ririn : “Aku mengerti itu tapi sepertinya kakak pertama juga sedang menjalankan rencananya sendiri......”
Penasihat Senat Fai : “Sejak kita kecil, dia adalah selalu masalah besar bagi keluarga ditambah setelah kita kehilangan ibu yang melahirkanmu.....”
Ksatria Ririn : “Aku merasa bersalah terhadap ibu......”
Penasihat Senat Fai : “Sebagai kakak keduamu, itu bukanlah salahmu tapi memang kondisi ibu kita yang sudah tidak sehat bahkan para tabib dan penyihir sudah tidak mampu lagi. Ibu kita keras kepala, dia bilang sebelum wafat pada kita untuk melahirkan padamu dan itu bukan salahmu......”
Ksatria Ririn : “Baiklah.....”
Penasihat Senat Fai : “Permintaan terakhir ibu kepadaku adalah untuk menjaga kalian berdua tetap akur dan saling bekerja sama tapi saat ini aku merasa orang yang paling gagal menjalankan tugas tersebut.....”
Ksatria Ririn : “Baik.....”
Penasihat Senat Fai : “Baik, kita sampai di kudamu......”
Ksatria Ririn : “Apa kakak tidak ikut bersamaku pergi menemui para bangsawan ?.......” ....Sambil naik ke kudanya....
Penasihat Senat Fai : “Yahh.....Terima kasih atas undangannya tapi seseorang perlu menjaga orang-orang tua ini agar tidak melewati batasnya dan aku akan mencoba membantu dari sini yang bisa aku lakukan. Tadinya aku ingin ikut bersamamu tapi kamu lihat sendiri keadaannya......” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu kita bertemu lagi nanti dan aku minta tolong padamu......” ....Melihat kakak keduanya....
__ADS_1
Penasihat Senat Fai : “Aku mengerti, serahkan saja padaku........”
Ksatria Ririn : “Sampai jumpa lagi kak.....” ....Memacu kuda ke tempat bangsawan....
Penasihat Senat Fai : “Jaga dirimu dan hati-hati dijalan !!!!!.......”
Sementara itu di markas Bukit Avatra, Mayor Vipta yang telah beristirahat selama beberapa jam dan segera ke ruang komunikasi untuk memberi perintah baru yang sudah bertugas pembersihan tadi malam......
Mayor Vipta : “Hubungkan aku dengan seluruh unit yang ada di ibukota kekaisaran......” ....Melihat operator radio....
Operator Radio : “Baik, Mayor......Kepada seluruh unit, ini markas besar......Diulangi semua unit, ini markas besar......Tolong merespon segera.....Ganti......” ....Melalui radio....
Kapten Pengintai 1 : “Ini unit pengintai ke-1, ganti......” ....Melapor lewat radio....
Mayor Vipta : “Bagaimana dengan pembersihannya ?.......”
Kapten Pengintai 1 : “Baik, Mayor. Kami telah membersihkan dan menghilangkan jejak lalu tidak ada yang terluka dan saya bersama dengan unit pengintai ke-2, unit intel ke-1 dan 2, ganti......”
Mayor Vipta : “Dimana posisi kalian sekarang berada ?......”
Kapten Pengintai 1 : “Kami berada 30 menit diluar dari ibukota kekaisaran dan saat ini kami akan mau berjalan kaki untuk masuk kedalam, ganti......”
Mayor Vipta : “Aku punya tugas untuk masing-masing unit kalian setelah kalian bicarakan bersama tapi tunggu di kendaraan lapis baja kalian, ganti.......”
Kapten Pengintai 1 : “Kami mengerti, Mayor.....Ganti.....”
Mayor Vipta : “Aku memerlukan unit untuk pengintaian di seluruh gerbang yang yang ada di ibukota kekaisaran lalu aku ingin unit yang mengawasi dan mengintai gedung senat apapun segala pergerakannya dan apapun yang terjadi kemudian aku juga membutuhkan unit untuk mengawasi dan mengintai pergerakan Putra Mahkota Ele dan terakhir, aku membutuhkan unit untuk melacak kembali 5.000 warga sipil kita dimana negoisasi kita sedang terjalin.....Ganti.......”
Mayor Vipta : “Itu karena Duta Besar akan datang besok dan lebih cepat dari yang kita perkirakan terlebih masih ada 5.000 orang kita yang membutuhkan pertolongan jadi sekarang kita akan mengejar waktu dan kecepatan kita.......”
Kapten Pengintai 1 : “Baik, Mayor. Aku mengerti......Ganti.......”
Mayor Vipta : “Tetap jaga kondisi kesehatan dan selalu waspada juga menyalakan komunikasi kalian, markas ganti dan keluar.......” ....Menutup radio....
Kapten Pengintai 1 : “Roger......Keluar.....” ....Menutup radio....
Sersan Pengintai 1 : “Ada apa, Kapten ?......” ....Melihat Kaptennya....
Kapten Pengintai 1 : “Ada pekerjaan yang harus kita selesaikan lalu mimpi buruk dari yang kita pikirkan terjadi dan panggilkan Kapten dari unit pengintai 2 dan Letnan unit intel 1 dan 2 beserta wakil pemimpin mereka semua......” ....Melihat Sersan....
Sersan Pengintai 1 : “Baik, Kapten........”
Setelah beberapa menit kemudian, semua pemimpin dan wakil pemimpin unit berkumpul untuk merencanakan......
Kapten Pengintai 2 : “Ada apa memanggil kami lagi ?......” ....Melihat Kapten Pengintai 1....
Letnan Intel 1 : “Apakah ada pekerjaan lagi ?......”....Melihat Kapten Pengintai 1....
Kapten Pengintai 1 : “Berkumpul......Memang benar kita ada pekerjaan lagi....." ....Sambil membuka peta wilayah Putra Mahkota Ele yang sudah diambil dari pasukan pembunuh dan peta ibukota kekaisaran....
__ADS_1
Letnan Intel 2 : “Pekerjaan apa ?......”
Kapten Pengintai 1 : “Mayor Vipta memberikan beberapa tugas untuk seluruh unit yang ada disini dan kita akan membaginya secara rata......” .....Melihat ke semuanya....
Kapten Pengintai 2 : “Sebutkan......”
Kapten Pengintai 1 : “Mayor Vipta membutuhkan pengawasan dan pengintaian dari seluruh gerbang ibukota kekaisaran lalu pengintaian pergerakan terhadap gedung senat juga pergerakan dari Putra Mahkota Ele tentang rencana yang akan dilakukan kemudian melacak kembali 5.000 warga sipil kita, seperti itu tugasnya......”
Kapten Pengintai 2 : “Serahkan padaku untuk seluruh gerbang ibukota dan intinya kalau terjadi apa-apa unitku hanya perlu mengambil alih salah satu gerbang bukan ?......”
Kapten Pengintai 1 : “Baiklah, kuserahkan kepada Unit Pengintai ke 2. Lalu selanjutnya ?.....”
Letnan Intel 1 : “Untuk pengawasan dan pengintaian di gedung senat dan Putra Mahkota Ele pasti membutuhkan unit kecil yang bisa memobilitas bukan ?.....”
Kapten Pengintai 1 : “Benar.....”
Letnan Intel 2 : “Tugas mengintai dan mengawasi di gedung senat serahkan pada unit kami......”
Letnan Intel 1 : “Kalau begitu, unitku yang akan mengurus Putra Mahkota Ele......”
Kapten Pengintai 1 : “Sedangkan unitku yang melacak kembali 5.000 warga sipil kita di wilayah Putra Mahkota Ele.....”
Kapten Pengintai 2 : “Jadi apa rencananya ?......Mendobrak langsung ?......”
Kapten Pengintai 1 : “Tidak. Unit Intel ke-1 akan bersama ikut dengan kami pergi ke wilayah Putra Mahkota Ele tapi kami hanya mengantarkan sampai gerbangnya dan menyusup masuk ke kotanya saat malam hari sedangkan unitku akan mengambil jalan memutar dari wilayahnya dan bergerak ke arah Utara lalu kami harus melacak dari sana......” ....Melihat peta dan mengatur rencana....
Letnan Intel 1 : “Baik, aku setuju......”
Letnan Intel 2 : “Berarti unitku dan Unit Pengintai Ke-2 akan masuk ke ibukota kekaisaran saat tengah malam dan bergerak tanpa diketahui lalu berpencar menjadi tim-tim kecil.......” ....Melihat peta kekaisaran dan tembok yang dijaga....
Kapten Pengintai 2 : “Ya, kurasa itu yang tercepat......”
Kapten Pengintai 1 : “Benar, lalu seluruh jumlah kita ada 32 tapi dibagi 2 menjadi 16 orang. Unit Pengintai Ke-1 dan 2 masing-masing berjumlah 12 orang sedangkan Unit Intel Ke-1 dan 2 masing-masing ada 4 orang......”
Letnan Intel 2 : “Kalau begitu kita berpisah disini......”
Kapten Pengintai 2 : “Tunggu sebelum itu, kita harus menghitung persediaan kita lalu masing-masing dari kita wajib membawa peledak dan detonator untuk jaga-jaga.....”
Kapten Pengintai 1 : “Ada 1 hal lagi, Mayor Vipta bilang untuk jaga kesehatan kalian masing-masing kemudian istirahat yang cukup dan tetap selalu waspada dimanapun kalian berada dan tetap menyalakan dan menjaga komunikasi dengan markas......Itu saja, cukup.....Kita bubar.....” ....Bubar....
Letnan Intel 1 dan 2 : “Baik....” ....Sambil berjalan pergi....
Kapten Pengintai 2 : “Roger.....” ....Sambil berjalan pergi....
Apakah yang akan terjadi selanjutnya ?
Bagaimana dengan kabar Kapten Galih ?
Apakah yang direncanakan Ksatria Ririn akan berhasil ?
__ADS_1
Tunggu.........Episode 67 ????????