
Letnan 1 Andrian menghubungi Kapten Galih melalui radio kemudian setelah itu menyusul ke kediaman Putri Ririn…….
“Pegasus 1 masuk, ini Pegasus 2 Over……” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Pegasus 2 masuk, solid copy…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Kapten, kami sudah di kediaman Duta Besar Rachel sejak pagi tadi…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Sudah sejauh mana prosesnya ?…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Kami hanya tinggal memasang dan menyiapkan ruang bawah tanahnya saja…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Perkiraan selesai ?.......” ….Ucap Kapten Galih….
“kami akan sedang memasangnya, kira-kira akan selesai siang ini…….”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Baiklah, bisa kirim seseorang untuk menjeput kami disini untuk pergi ke Kekaisaran ?......” ….Ucap Kapten Galih….
“Bisa Kapten, akan saya kirim Sersan Sultan untuk menjemput anda nanti……”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Hampir lupa kau juga ikut ke Kekaisaran bersama kami…….”….Ucap Kapten Galih….
“Copy….Pegasus 2 Over and Out……”….Ucap Letnan 1 Andrian dan menutup radionya….
Setelah itu, Kapten Galih bertemu yang lain di ruang makan kediaman Putri Ririn untuk mengisi perut dulu…..
“Apa jamuan ini tidak terlalu berlebihan ?.......” ….Ucap Kapten Galih sambil duduk….
“Untuk tamu yang spesial, ini sudah biasa di keluarga bangsawan……” ….Ucap Putri Ririn yang sudah dari tadi menunggu Kapten Galih bersama yang lain….
“Begitu rupanya…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Makan saja sepuas kalian sampai kenyang…..” ….Ucap Putri Ririn kepada tamu spesialnya….
“Baiklah……” ….Ucap Kapten Galih….
“Ini sangat enak, aku baru mencoba yang seperti ini…..” ….Ucap Elf Lulala….
“Benar sekali…..” ….Ucap Dewi Rara….
“Meskipun ini enak tapi kalau dengan masakan punya dunia dibalik gerbang ini sangat berbeda…..”….Ucap Penyihir Nana….
“Memang benar dan saya juga telah mendengar masakan yang anda punya Komandan Galih juga Asisten Dimas yang ada di Bukit Avatra termasuk dunia dibalik gerbang…….” ….Ucap Kepala Pelayan Astorius….
“Tolong jangan merendah seperti itu, Kepala Pelayan Astorius…….” ….Ucap Asisten Dimas….
“Tidak….Tidak tapi memang seperti itu kenyataannya dan lagi saya ingin mencoba masakan dari
dunia dibalik gerbang…….” ….Ucap Asisten Dimas….
“Kalian semua, jaga sikap dan perilaku kalian semua……” ….Ucap Kapten Galih kepada Lulala dan Rara….
“Maafkan kami……” ….Ucap Lulala dan Rara kepada semuanya…..
“Merepotkan orang lain saja….” ….Ucap Kapten Galih….
“Sudah….Sudah, Aku yakin mereka sudah mengerti itu……” ….Ucap Asisten Dimas….
“Senang rasanya ada orang spesial yang bisa diajak berbicara secara santai seperti ini dan lagi bisa makan bersama……” ….Ucap Putri Ririn….
“Ehhh……” ….Ucap dalam hati Kapten Galih dan terkejut mendengarnya….
“Hah…….”…..Ucap Asisten Dimas yang sama seperti Kapten Galih…..
“Jarang – jarang ada yang mau berkunjung ke kediamanku kalaupun ada paling hanya ingin melamarku dan hal-hal mengenai politik atau pasukan khusus……” …..Ucap Putri Ririn….
“Ternyata memang merepotkan juga……” ….Ucap Asisten Dimas….
“Benar lebih baik di medan perang dibandingkan disini…….” …..Ucap Putri Ririn…..
“Bagaimana dengan rencana hari ini ?”….Ucap Kapten Galih….
“Hampir saja lupa, rencana hari ini kita akan menemui Raja sekaligus ayahku dan kurasa dia akan menilai dulu kalian sebelum pertemuan berikutnya baru bisa membahas rencana kedepannya……” ….Ucap Putri Ririn….
__ADS_1
“Kami tidak masalah dengan itu…….” ….Ucap Asisten Dimas….
“Komandan Galih tentang obrolan yang kemarin malam aku sudah mengerti apa maksudnya dan lagi aku ingin meminta maaf soal kemarin malam……”…..Ucap Putri Ririn…..
“Tidak masalah kalau sudah paham dan jangan pernah meminta maaf seperti itu lagi karena akan
dianggap menunjukkan kelemahan diri sendiri……”….Ucap Kapten Galih….
“Peraturan Komandan Galih nomor 0, Jangan pernah meminta maaf karena tanda kelemahan……” ….Ucap
Asisten Dimas….
“Peraturan seperti apa itu ?.......” …..Ucap Putri Ririn…..
“Peraturanku tapi mereka juga harusnya mengerti…..”….Ucap Kapten Galih….
“Mereka ?.....” …..Ucap Putri Ririn…..
“Tidak, bukan siapa-siapa……”….Ucap Kapten Galih….
“Beberapa peraturan itulah yang pernah menyelamatkan kami dari ancaman atau hal yang lain…..” ….Ucap Asisten Dimas kepada Putri Ririn dan Kepala Pelayan Astorius….
“Kadang – kadang dan sisanya tergantung kalian……..” ….Ucap Kapten Galih….
“Mari ambil contoh saja, peraturan nomor 15 selalu bekerja secara tim dan peraturan nomor 3 jangan pernah sampai tidak bisa dihubungi…….”….Ucap Asisten Dimas….
“Peraturan yang sangat menarik sekali……..” ….Ucap Kepala Pelayan Astorius….
“Sederhana tapi sangat menolong sekali di keadaan tertentu bagi orang yang mempercayai Komandan Galih dengan sepenuh jiwa……” ….Ucap Asisten Dimas….
“Begitu rupanya……” ….Ucap Putri Ririn….
Sedangkan di markas utama Bukit Avatra, Jenderal Isekawa sedang berbicara dengan Duta Besar Rachel bersama Mayor Vipta……
“Apa ada kabar dari Kapten Galih ?......” ….Ucap Jenderal Isekawa….
“Kabar terakhir dari Kapten Galih adalah bahwa hari ini ada kunjungan ke Raja Kekaisaran……” ….Ucap Mayor Vipta….
“Antara itu kabar bagus atau kabar buruk……” ….Ucap Jenderal Isekawa….
“Mari berharap saja ada kabar bagus dari Kapten Galih…..”….Ucap Jenderal Isekawa….
“Kita selalu berharap padanya dari dulu seperti itu…..”….Ucap Duta Besar Rachel….
“kalau berbicara tentang dia, hanya dia ahlinya saat situasi seperti ini….”….Ucap Mayor Vipta….
“Bagaimana dengan status pemindahan tawanan kembali ke kekaisaran ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….
“Jika memindahkan tawanan kembali ke kekaisaran perlu menunggu hasil dari Kapten
Galih tapi kalau proses pemindahan seluruh tawanan sudah hampir selesai…….”….Ucap Duta Besar Rachel….
“Lanjutkan seperti seharusnya…..”….Ucap Jenderal Isekawa….
“Apa ada kabar dari rumah dibalik gerbang, Mayor Vipta ?.....” ….Ucap Duta Besar Rachel….
“Ada tapi saya tidak tahu ini berita bagus atau buruk…….”….Ucap Mayor Vipta….
“Katakan saja dihadapan kami……”….Ucap Jenderal Isekawa….
“Pasukan yang kita minta akan memobilisasi besar – besaran mulai besok kesini itu berita bagusnya…….”….Ucap Mayor Vipta….
“Ohhhh…….Aku mencium kata “tapi” atau “berita buruknya”…….” ….Ucap Jenderal Isekawa….
“Berita buruknya, terjadi peningkatan skala di pasukan Serigala Hitam Kapten Galih……”….Ucap Mayor Vipta….
“Sudah kuduga akan terjadi juga……”….Ucap Jenderal Isekawa….
“Saat ini situasinya akan semakin memanas kedepannya sampai sesuatu terjadi, aku benci ini tapi itu pasti akan terjadi cepat atau lambat……”….Ucap Mayor Vipta….
“Memangnya ada apa ?......” ….Ucap Duta Besar Rachel….
“Keseimbangan dunia akan berubah kalau mereka bangkit…….Hanya orang-orang yang tahu tentang pasukan ini, kita menunggu datangnya pasukan dari neraka ke dunia ini…….”….Ucap Jenderal Isekawa….
__ADS_1
“Army of Hell…..Itu sebutannya bagi pasukan Kapten Galih…..”….Ucap Mayor Vipta….
“Apa tidak ada cara untuk menghentikan atau mengantisipasinya ?.....” ….Ucap Duta Besar Rachel….
“Ada dengan Kapten Galih itu sendiri atau perlu setidaknya sekitar semua pasukan yang kita punya akan terbantai habis dengan pasukan seperti itu…….”….Ucap Mayor Vipta….
“Jika anda berniat menghalangi jalan mereka jangan harap anda bisa hidup karena mereka akan menghabisi siapapun atau apapun yang menghalangi jalan mereka untuk bertemu dengan Kapten Galih…….”….Ucap Jenderal Isekawa….
“Semengerikan itukah pasukan itu ?....” ….Ucap Duta Besar Rachel….
“Ya, mereka sangat mengerikan belum ditambah 10 komandannya yang sangat sama dengan kaptennya……”….Ucap Mayor Vipta….
“Ini yang dimaksud buah jatuh tidak jauh dari pohonnya…..”….Ucap Duta Besar Rachel….
“Sudah sejauh mana informasinya ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….
“Mulai dari Kapten Galih yang diincar sampai rumahnya meledak dan dikirim misi khusus ke kekaisaran……”….Ucap Mayor Vipta….
“Sudah sampai sejauh itu rupanya….”….Ucap Jenderal Isekawa….
“Situasi terburuknya adalah memobilisasi umum dan mereka memaksa untuk dikirim kesini, ini sudah bukan perang lagi namanya tapi pembantaian…..”….Ucap Mayor Vipta….
Kembali lagi kepada pasukan Kapten Galih yang sedang bersembunyi dan membuka toko obat di
tempat persembunyian sambil mencari informasi……
“Sersan Wica, kita sudah siap membuka tokonya……” ….Ucap Letnan 2 Irhamna….
“Baik, tunggu sebentar……” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Wah……Anda benar-benar menjadi orang lain……..” ….Ucap Letnan 2 Irhamna dan melihat Sersan Maayor Wica
yang memakai pakaian sipil….
“Demi mencari informasi, aku harus berubah manjadi orang lain bukan militer lagi……” ….Ucap Sersan Mayor
Wica….
“Pakaian itu sangat cocok…..”….Ucap Letnan 2 Irhamna….
“Terima kasih banyak, sekarang kita buka tokonya….”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Baik, Sersan……”….Ucap Letnan 2 Irhamna….
Setelah itu, datang pengunjung kepada Sersan Mayor Wica dan meminta obat yang sangat langka…..
“Permisi, kudengar ini toko dari Bukit Avatra yang sekarang baru buka disini…..” ….Ucap seorang wanita yang cukup menggoda….
“Ya itu benar dan silakan duduk dulu……” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Namaku Elia dan aku ingin bertanya apakah ada obat untuk itu ?......” ….Ucap Elia sambil duduk disampingnya….
“Apa bisa lebih detail lagi dalam menjelaskan obatnya ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Aku seorang pekerja malam dan tidak ingin hamil, apa kamu punya obat seperti itu ?.....” ….Ucap Elia….
“Ahhh……Tentu……Apa anda yakin ?......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Ya karena ini demi pekerjaanku juga….”….Ucap Elia….
“Baiklah…..Ini obatnya…….”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Berapa banyakaku harus membayar ?.....” ….Ucap Elia….
“Itu gratis tapi sebagai gantinya aku menginginkan informasi…….”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Tentu….Informasi apa yang ingin kamu inginkan ?.....” ….Ucap Elia….
“Semua yang anda tahu tentang perang di Bukit Avatra sampai semua kejadian yang sedang terjadi disini….”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Tentu…..”….Ucap Elia….
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Bagimana kelanjutan kisah dari Kapten Galih ?
Tunggu...........Episode 116 ?????????????.........