Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 87 Persiapan Spesial Task Alpha One


__ADS_3

Kemudian Letnan 1 Andrian bertemu dengan seluruh anggota pasukan bersama dengan ksatria khusus kekaisaran di barak pasukan Kapten Galih........


Letnan 1 Andrian : “Apa kalian sudah berkumpul semua ?......” ....Melihat semua anggota pasukan....


Sersan 1 Sultan : “Sudah semuanya, Letnan......” .....Melihat Letnan Andrian.....


Letnan 1 Andrian : “Ada beberapa hal ingin aku katakan dengan kalian semua jadi dengarkan baik-baik.......”


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir.......”


Ksatria Boses : “Sedang apa mereka ?......” ....Berbicara pada Penyihir Nana....


Penyihir Nana : “Itu yang biasa mereka lakukan ketika sebelum berangkat untuk melalukan misi atau berperang untuk setiap pasukan.......”


Ksatria Boses : “Berperang ????!!!!!......” ....Terkejut mendengarnya....


Penyihir Nana : “Ya, biasanya komandan mereka akan memberikan sebuah tugas ke masing-masing anggotanya.......”


Ksatria Boses : “Kita akan menyerang ke ibukota kekaisaran sekarang ???!!!!.....”


Penyihir Nana : “Tidak, lihat baik-baik. Mereka tidak membawa senjata atau perlengkapan jadinya tidak akan mulai berperang sekarang ini......”


Ksatria Boses : “Berarti tentang pertemuan tadi ?......”


Penyihir Nana : “Itu adalah rencana dari aliansi ini......”


Letnan 1 Andrian : “Pagi ini, Kapten Galih telah kembali ke markas ini buktinya dengan adanya Nana dan Rara disana tapi sayangnya hari ini juga adalah hari terakhir kita karena liburan kita sudah selesai. Rapat tadi adalah rapat operasi kita yang menuju ibukota kekaisaran dan operasi lainnya, aku hanya ingin bilang manfaatkan waktu kalian di sisa hari ini lalu kita akan rapat kecil-kecilan bersama dengan Kapten Galih termasuk para Ksatria Khusus nanti malam. Soal kalian yang ingin menjaga Ksatria Khusus akan kita lakukan dengan bergantian jaga untuk sekarang kita masih bebas tugas jadi beberapa diantara kalian ada yang ikut bersamaku ke kota mungkin hanya segitu saja dariku, laksanakan perintah. Bubar.......” ....Sambil melihat anggota dibawahnya....


Seluruh anggota pasukan : “Baik, Letnan.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Sersan 1 Sultan, tugas seperti biasa....” ....Melihat Sersan 1 Sultan....


Sersan 1 Sultan : “Baik, Letnan.....”


Sersan Mayor Wica : “Letnan, kami berdua ikut ke kota.....”


Letnan 1 Andrian : “Aku sudah menduga hal ini akan terjadi tapi baiklah, kalian ikut denganku juga dan sekarang sebaik-baiknya kalian bersiap-siap dulu......”


Sersan Mayor Wica : “Baiklah, Letnan......”


Letnan 1 Andrian : “Maaf, kalian jadi menunggu sedikit lama dari yang kuduga......” ....Melihat Ksatria Boses dan lainnya....


Ksatria Boses : “Kalian sedang membahas apa ? ........” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Kami sedang membahas akan mengajak kalian kalian untuk ke tempat biasa milik kami. Bar dan resto milik salah satu penduduk yang ikut dievakuasi ke sini bersama dengan Penyihir Nana dan Dewi Rara.....”


Ksatria Boses : “Ahhhhhh......Baiklah, aku mengerti sekarang apa yang anda maksud adalah mengajak jalan-jalan di tempat kalian sukai bersama dengan kami.....”


Letnan 1 Andrian : “Yahhhh......Kira-kira seperti itu......”


Penyihir Nana : “Tunggu.......Aku rasa ada yang masih kurang, Lulala bagaimana ?.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Rara itu bagianmu untuk ikut bersama kita.......”


Dewi Rara : “Baiklah.......Aku mengerti tidak perlu menyuruhku lagi......”

__ADS_1


Sersan 1 Sultan : “Letnan, kita sudah siap untuk pergi.....” ....Sambil duduk di mobil....


Letnan 1 Andrian : “Baguslah, Sersan Sultan. Kita jalan duluan sampai bertemu di tempat biasa......” ....Sambil naik ke mobil....


Dewi Rara : “Tentu......” ....Melihat Letnan Andrian dan yang lainnya....


Sedangkan di ruangan Jenderal Isekawa bersama dengan Duta Besar Rachel dan lainnya.......


Duta Besar Rachel : “Saat rapat tadi, kenapa kalian tidak ikut dalam perburuan naga itu ?......” ....Melihat Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta....


Jenderal Isekawa : “Ada beberapa alasan tersendiri, Mayor Vipta......”


Mayor Vipta : “Pertama, urusan naga itu memang menjadi prioritas kami tapi mengingat hubungan diplomasi kita dengan kekaisaran sedang dibuat saat ini akhirnya kami memutuskan untuk mengurus naga itu nanti. Kedua, apabila kita membawa banyak pasukan ke wilayah kekaisaran maka kita akan dianggap berperang. Ketiga, hubungan diplomasi dan segala macam birokrasi harus diselesaikan melalui anda jadi jika kami bergerak duluan akan menimbulkan pro dan kontra disini selagi hubungan dengan kekaisaran belum dibangun akan berbahaya menjadi bumerang bagi kita karena banyak alasan ini hanya beberapa petinggi dan perwira tentang masalah ini jadi dirahasiakan......” ....Melihat Duta Besar Rachel yang duduk....


Duta Besar Rachel : “Seperti itu rupanya.......”


Jenderal Isekawa : “Lokasi terakhir naganya, Mayor Vipta.......”


Mayor Vipta : “Lokasi terakhir naga itu berada 988 KM dari arah Timur markas ini tepatnya di wilayah bagian pegunungan tinggi dan jadi salah satu wilayah bangsawan yang ikut berperang di bukit ini saat kita datang........”


Asisten Dimas : “Tapi bagaimana caranya mengalahkan seekor naga ?........” ....Melihat Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta....


Jenderal Isekawa : “Naga ini berada di daerah pegunungan maka pasukan yang tercepat datang adalah squadron tempur dan helikopter tempur lalu kami sudah menyiapkan berbagai senjata berupa misil dan roket bahkan rudal sekalipun untuk mengalahkan naga ini bahkan memakan anggaran lebih dari yang kita prediksikan......”


Mayor Vipta : “Rudal AGM, Griffin, Tomahawk, TOW, Sidewinder, Javelin bahkan misil dari AL Yakhont dan macam-macam segalanya dari sumbangan AD, AL, dan AU......”


Duta Besar Rachel : “Hanya untuk 1 naga saja......”


Jenderal Isekawa : “Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Seperti melawan beberapa MBT sekaligus di tempat yang dia kenal.......”


Duta Besar Rachel : “Secara teori berapa besar kemungkinan menang ?......”


Mayor Vipta : “Secara teori sekitar 60 % sedangkan secara realitanya tidak tahu berapa besar kemungkinan menang.......”


Duta Besar Rachel : “Artinya untuk saat ini kita akan diam saja untuk masalah itu......”


Jenderal Isekawa : “Kira-kira seperti itu lagipula ada masalah yang lebih penting saat ini jadi kita harus prioritaskan dulu dan mengesampingkan masalah itu hanya ada 1 orang gila yang mau melanggar perintah lalu menghadapi masalah tersebut di markas ini.....” ....Berdiri dan melihat ke arah luar jendelanya....


Kembali lagi kepada Letnan 1 Andrian dan yang lainnya menuju kota........


Sersan Mayor Wica : “Letnan, apa anda yakin untuk menyuruh Rara mencari Lulala ?......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Memangnya kenapa ?......” ....Sambil membaca laporan Kapten Galih sebelumnya....


Sersan Mayor Wica : “Masalahnya ada pada sifatnya sendiri......"


Letnan 1 Andrian : “Ahh.....Tenang saja sejak dia membantu kita dengan kekuatannya kudengar dia akan diangkat menjadi Polisi Militer (Military Police/MP) disini bersama dengan beberapa penyihir yang sudah menyerahkan diri di kota Venesia waktu itu.....”


Prajurit 1 Charen : “ Apa ?.......Aku baru mendengar hal itu.......”


Letnan 1 Andrian : “Saat ini kekuatan yang kita butuhkan adalah mereka untuk menjaga keamanan di sekitar markas lagipula kalau dari kita lagi akan menimbulkan kecemburuan sosial maka untuk menjaga itu dibuatlah hal ini.......”


Sultan 1 Sultan : “Ide siapa, Letnan ?.......”


Letnan 1 Andrian : “Ide siapa lagi kalau bukan Kapten kita yang tercinta.....”

__ADS_1


Sersan Mayor Wica : “Apa ???!!!........”


Letnan 1 Andrian : “Walaupun orangnya kelihatan sangat malas dan santai seperti itu tapi kalau sedang serius bisa jadi sangat berbahaya........”


Penyihir Nana : “Kita pergi kemana ?.......” ....Melihat Letnan Andrian....


Letnan 1 Andrian : “kita pergi ke tempat biasa milik kami berkumpul sambil minum.......”


Penyihir Nana : “Begitu ya......”


Letnan 1 Andrian : “Berbicara tentang hal itu, bagaimana dengan hasil latihan Kapten Galih dalam seminggu bersama kalian.....” ....Melihat Penyihir Nana....


Penyihir Nana : “Itu menjadi rahasia kami bertiga tapi saat latih tanding bersama di hari terakhir dengan Rara hasilnya adalah Kapten Galih menjadi pemenangnya menggunakan pedangnya itu......”


Ksatria Boses : “Apa ???!!!....Bahkan bisa menang dari Dewi Kematian, ksatria macam apa dia ?......”


Letnan 1 Andrian : “Ksatria seperti dia sudah biasa menghadapi hal itu baik secara tekanan mental atau batin dalam menghadapi musuh yang jauh lebih kuat bagi Kapten Galih menjadi terkuat bukan dengan latihan terus menerus tapi menantang orang yang jauh lebih kuat diatasnya.....”


Ksatria Boses : “Begitu rupanya......”


Penyihir Nana : “Saat itu juga aku merasakan aura yang kuat dari pedangnya saat Kapten Galih menggunakannya. Ketika melihat itu aku mengukur kekuatannya mungkin setara dengan monster kelas bencana disini.......”


Ksatria Boses : “Apa bisa seperti itu ?.......”


Letnan 1 Andrian : “Tentu bisa. Dia adalah ahli dalam semua jenis senjata, dia tidak menganggap senjatanya sebagai alat untuk berperang tapi sebagai bagian dirinya sendiri lalu ikatan yang terbentuk itu akan menjadi lebih kuat menjadi sekitar 4 sampai 8 kali lipatnya dari biasanya dengan si pengguna apabila menggunakan emosinya bisa lebih berbahaya lagi......”


Ksatria Boses : “Sangat mengerikan......”


Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih juga tidak meletakkan senjata-senjata itu di sembarang tempat karena akan berbahaya jika tidak tahu cara memakainya dengan benar......”


Sersan 1 Sultan : “Dimana senjata-senjata itu, Letnan ?.......”


Letnan 1 Andrian : “Semua senjata itu disimpan di bawah rumahnya waktu kita pergi ke rumahnya waktu itu, ada sebuah ruangan khusus ke bawah tanah dengan pintu besi isinya adalah gudang titanium senjata khusus milik Kapten Galih dan anti nuklir. Kira-kira ada 100 lebih jenis senjata mematikan dengan berbagai varian baik senjata api dan tajam lalu orang yang ingin masuk ke gudang itu hanya 1 petinggi militer, bawahan terpercayanya dan beberapa orang lainnya.......”


Prajurit 1 Charen : “Bagaimana Letnan bisa tahu ?........”


Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih pernah menunjukkannya kepada salah satu petinggi militer kita, teman tepercayanya, dan bawahan yang sangat dia percaya lalu orang itu adalah aku........”


Penyihir Nana : “Ini hanya firasatku saja tapi kalau benar dia sudah melewati batas manusia biasa disini bahkan sekelas komandan ksatria bukan tandingannya......”


Letnan 1 Andrian : “Benar, kita bukan lagi tandingannya......”


Ksatria Boses : “Bagaimana jika kekaisaran lama dipimpin oleh Putra Mahkota Ele melawan kalian ?......”


Sersan 1 Sultan : “Memang kita akan berperang tapi melihat lagi ke pasukannya sebelum perang terjadi bahkan bisa menebak pemenang perang sebelumnya dan berikutnya.......” ....Sambil tersenyum dan mengendarai mobilnya....


Letnan 1 Andrian : "Selagi masih ada kami dan dia maka tenang saja semua akan baik-baik saja...." ....Melihat Ksatria Boses....


Apa maksud dari Letnan 1 Andrian ?


Apa yang dilakukan Kapten Galih sekarang ini ?


Bagaimana kelanjutannya ?


Tunggu.....................Episode 88 ???????

__ADS_1


__ADS_2