Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 53 Perjanjian Kapten Galih


__ADS_3

Kembali kepada Kapten Galih yang meminta kepada orang yang ia percaya untuk melaksanakan tugas ini.....


Kapten Galih : “Soal permintaanku akan aku bicarakan nanti karena beberapa dari kalian ada yang emosional akan hal itu tapi sekarang kita fokus dulu kepada misi kita. Misi pertama kita adalah kita semua akan pergi ke ibukota kekaisaran secara terang-terangan dan aku sendiri sebagai duta perwakilan akan menemui raja kekaisaran sebelum asisten duta besar dan duta besar kita datang kesini. Lalu misi yang kedua, kita akan berpisah yang sudah kukatakan di awal, Letnan 1 Andrian yang akan memimpin pasukan ini dan Letnan 2 Irhamna sebagai wakil pemimpin, terlepas dari itu bila kalian bertemu kembali denganku aku akan mengambil alih hanya sementara sampai tidak lagi dibutuhkan alias aku sendiri akan pergi sendiri lagi.....Misi kalian adalah mengawasi, memantau, dan membantu penduduk setempat di bagian luar dinding kedua, rakyat miskin ada kemungkinan mereka juga tahu soal hilangnya 5.000 warga sipil kita sedangkan aku sendiri akan mengawal duta besar dan menunjukkan kekuatan kita pada pro-kedamaian....” ....Melihat ke arah pasukannya....


Letnan 2 Irhamna : “Bagaimana dengan respon kekaisaran ?.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Kemungkinan besar, Putra Mahkota Pertama Ele sudah memerintahkan pergerakan karena sudah jelas dan diperkuat menurut laporan unit intel kita yang bekerja sebagai koki kerajaan. Markas pro-perang juga sudah diketahui tapi belum dengan hilangnya penduduk kita....”


Letnan 1 Andrian : “Apa misi selanjutnya, Kapten ?.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Ini masih hipotesaku saja tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi kudeta raja dan perwakilan kita akan menjadi sandera, tugas kita akan menyelamatkan duta besar dan pro-kedamaian lainnya kalau soal raja kurasa dia akan ditempatkan di penjara lain mengingat posisi dia sebagai raja dan membutuhkan raja sebelumnya untuk melantik raja baru......”


Sersan 1 Sultan : “Apa benar ini akan terjadi kudeta ?.....”....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Kemungkinan besar hipotesaku 80 % sampai 90 % akan terjadi tapi kusarankan kalian setelah menyelamatkan orang-orang penting itu. Segera pergi jauh dari sana bersama pasukan lain. Yang kutakutkan bukan kekuatan mereka tapi jumlah mereka, ini masih rumor tapi sebelum kalian datang kesini kudengar jumlah pasukannya 2 kali lipatnya kita. Itu bagian yang merepotkan jadi kita seperti tembak musuh, selamatkan sandera, dan lari secepat-cepatnya sebelum pasukan bantuan mereka datang.....”


Sersan Mayor Wica : “Lalu apa permintaan anda, Kapten ?......” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Baiklah yang boleh berada di ruangan ini hanya Letnan Andrian, Sersan Wica, Sersan Sultan, dan Prajurit Charen sedangkan sisanya bisa keluar dari ruanganku.....” ....Sambil mengambil cangkir tehnya dan minum teh....


Letnan 2 Irhamna : “Baik, Kapten. Ayo kalian semua yang namanya tidak disebutkan oleh Kapten.....Silakan keluar.....” ....Sambil berdiri dan keluar ruangan....


Pasukan Kapten Galih : “Sir, yes sir.....” ....Keluar ruangan kantor Kapten Galih....


Setelah itu, hanya tinggal 4 orang di ruangan itu bersama dengan Kapten Galih sedangkan sisanya keluar dan bertemu dengan Mayor Vipta juga sedang menguping dari tadi.....


Letnan 2 Irhamna : “Ehh....Mayor, sedang apa anda ?.....” ....Melihat Mayor Vipta yang sedang menguping dari luar....

__ADS_1


Mayor Vipta : “Berisik.....Jangan berisik kalian semua.....Apa kalian semua tidak penasaran ?......” ....Melihat Letnan 2 Irhamna dan yang lainnya keluar....


Letnan 2 Irhamna : “Tentu, kami penasaran kalau begitu geser sedikit. Mayor....”


Mayor Vipta : “Baik.....Baik.....”


Sedangkan di dalam ruangan kantor Kapten Galih suasananya seketika menjadi hening.....


Kapten Galih : “Orang-orang yang berkumpul di ruangan ini sudah tahu bahwa aku sedang mencintai seseorang di seberang sana tapi aku sendiri yang meminta ini kepada kalian berempat untuk memenuhi permintaan ini walaupun kalian tidak melakukannya juga tapi dengarkan ini.....” ....Sambil meletakkan kembali cangkir tehnya....


Sersan Mayor Wica : “Dengan senang hati, kami menerima permintaan itu karena kami juga sudah banyak berhutang budi, jasa, dan nyawa kami kepada anda.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Tapi maaf kalau permintaan ini agak sedikit naif dan egoisku sendiri tapi ini adalah janji rahasia kita lalu tidak boleh seorang yang tahu akan hal ini....” ....Membungkuk di hadapan mereka....


Letnan 1 Andrian : “Ya, ampun. Benar-benar menyusahkan saja, anda adalah orang yang mau menampung dan menerima orang seperti kami bahkan tidak segan-segan mengorbankan nyawa anda sendiri sebagai keluarga. Kami disini bukan menunggu permintaan seseorang yang seakan-akan pergi menemui kematiannya sendiri, angkat kepala anda !!!!!....... Anda adalah pemimpin kami !!!!.....Seorang pemimpin tidak boleh menundukkan kepalanya kepada bawahannya sendiri !!!!.....Itu yang anda ajarkan sendiri kepada kami......Kami disini akan mendengarkan dan melaksanakan apapun itu entah janji, perintah atau permintaan dari orang bodoh sekalipun !!!!.....Jadi angkat kepala anda dan tatap wajah kami semua lalu kami akan mendengarkan anda !!!.....” ....Berdiri dan melihat Kapten Galih yang membungkuk di hadapannya....


Kapten Galih : “Aku mengerti, permintaan ini dari lubuk dalam hatiku sendiri. Aku sudah mengatakan di awal bila aku “MIA” atau “KIA” bahkan kalian tidak pernah mendengar kabar lagi tentangku. Aku mohon kepada kalian untuk tetap berada di sisi Ksatria Ririn dan apapun yang terjadi kalian harus melindunginya dengan seluruh tenaga kalian sampai titik darah penghabisan. Kedua, jangan pernah membicarakan hal ini di depan pasukan kita, pasukan lain, dan Ksatria Ririn yang artinya ini sifatnya adalah rahasia. Ketiga, kalian tidak boleh menangis baik itu kalian ataupun Ksatria Ririn artinya jangan buat dia menangis bila aku sudah tidak ada. Keempat, apapun yang terjadi selanjutnya selama kedepannya agar kalian tidak pernah terpecah belah karena kita adalah keluarga. Kelima, ini adalah yang terakhir. Aku ingin kalian semua berpendirian teguh, kuatkan tekad kalian, siapkan mental kalian untuk membantu dia agar tidak jatuh dalam kesedihan sama seperti aku lakukan sejak lama lalu belajar untuk melupakanku sendiri agar kalian sendiri bisa maju terus kedepan karena aku sendiri tidak ingin melihat kalian semua menangis karena aku sendiri.....”


Sersan Mayor Wica : “Permintaan seperti itu.....” ....Sambil menahan air mata....


Prajurit 1 Charen : “Kapten.....” ....Duduk dan terdiam....


Kapten Galih : “Yaahhh.....Aku tahu bagi kalian berempat, permintaan ini terlalu sulit tapi tolong terima permintaan ini.....” ....Kembali tegak dan melihat orang-orang yang dihadapannya....


Letnan 1 Andrian : “Baik, kami menerima permintaan itu.....Tidak.....Kami berjanji melaksanakannya apapun yang terjadi selanjutnya.....Kami siap menghilangkan perasaan emosional ini.....” .....Menahan air matanya dan melihat Kapten Galih....


Sersan 1 Sultan : “Letnan......” ....Melihat Letnan Andrian....

__ADS_1


Letnan 1 Andrian : “Kalian dengar sendiri bukan ?.....Akan aku katakan ini bukan permintaan atau perintah tapi sebuah perjanjian, perjanjian yang pertama dan terakhir diberikan kepada kita sebagai keluarga dia sendiri jadi penuhi janji tersebut.....Aku juga tidak menyukainya tapi apa boleh buat akan aku lakukan begitu juga dengan kalian bertiga......Kuatkan tekad, mental, dan hati kalian semua....Ini adalah janji keluarga....” ....Sambil menangis....


Kapten Galih : “Atas nama aku sendiri, aku berterima kasih kepada kalian yang ada di ruangan ini.....” ....Kembali membungkukkan badan di hadapan semua orang itu....


Sersan Mayor Wica : “Dasar Kapten.....” ....Sambil menangis....


Sersan 1 Sultan : “Janji adalah permintaan yang harus ditepati sampai matipun.....” ....Sambil menangis....


Prajurit 1 Charen : “Kapten sialan.....” ....Sambil menangis....


Kapten Galih : “Menangislah sepuas kalian karena di ruangan ini tidak ada yang bisa mendengarkan suara tangisan kalian kecuali aku......” ....Kembali ke badan tegak dan melihat jendela lalu langit yang penuh dengan bintang-bintang....


Sedangkan di luar ruangan kantor Kapten Galih......


Letnan 2 Irhamna : “Aku tidak mendengar apa-apa sejak tadi. Apa anda mendengar sesuatu ? , Mayor....” ....Sambil menguping....


Mayor Vipta : “Ada yang datang, cepat pergi....” ....Berpura-pura mendengar ada yang datang padahal tidak ada untuk menipu pasukan Kapten Galih....


Letnan 2 Irhamna : “Gawat, kalian semua cepat lari.....Aku permisi, Mayor....” ....Sambil berlari....


Mayor Vipta : “Cihhh, menyusahkan saja tapi aku mendengar semua dengan jelas dan tentu aku tidak bisa menerima semua itu. Kapten bodoh.....” ....Sambil duduk terdiam dan menahan semua air mata yang keluar....


Apa akan terjadi selanjutnya ?


Apa maksud Kapten Galih bahwa semua itu akan terjadi ?


Apa Kapten Galih akan tiada ?

__ADS_1


Bagaimana dengan rencana lanjutan ?


Tunggu..........Episode 54 ???????


__ADS_2