
Kemudian Kopral Sultan dan Prajurit Yuda pergi menjemput dan Letnan Galih turun dari menara pengawas gerbang.....
Kopral 1 Sultan : “Pak, anda sudah ditunggu....”
Prajurit 1 Yuda : “Biar kubawa senjatamu, Letnan...” ....Mengambil senjata Letnan Galih...
Letnan 1 Galih : “Baik....Terima kasih, Letnan....” ....Menyerahkan senjatanya....
Setelah itu Letnan Galih kembali ke aula mansion....
Letnan 1 Galih : “Maaf, aku terlambat.....” ....Sambil membawa senapan jitunya....
Ksatria Ririn : “Apa lengan anda sudah baik-baik saja ?...”
Letnan 1 Galih : “Jangan khawatirkan lengan saya lebih baik khawatirkan Kota ini....”
Penasihat Yuri : “Apa maksud anda ?...”
Letnan 1 Galih : “Musuh akan menyerang di Gerbang Timur atau Barat. Saya yakin karena mereka, pengintai bandit....”
Kepala pelayan Marika : “Kenapa anda begitu yakin ?”
Letnan 1 Galih : “Karena mereka sedang pengintai pertahanan kota ini lalu saya juga yang membunuhnya sendiri dengan senapan ini.....” ....Menunjukkan senapan dan tatapan dingin.....
Serka Irhamna : “Sepertinya Iceman berulah lagi....”
Letnan 2 Andrian : “Diam....”
Letnan 1 Galih : “Lagipula jika pengintai mereka tidak kembali berarti menandakan bahwa mereka akan menyerang dengan kekuatan penuh....”
Penasihat Yuri : “Baik, mari kita sudahi perundingan ini....”
Jam 09.00
Setelah itu, Letnan Galih mengambil Night Vision dan peluru tambahan untuk senapan serbu dan senapan jitunya lalu kembali ke menara pengawas sementara ksatria lain sedang bersiap bersama pasukan Galih.....
Ksatria Ririn : “Kemana Galih ?...”
Sersan 1 Wica : “Letnan pergi kembali mengawasi....”
Sersan 1 Hikmal : “Dasar Letnan kita dia tidak pernah berubah sejak dulu sang “Dewa Kematian”....” ....Sambil memeriksa senjatanya....
Lalu Ksatria Ririn, Penyihir Nana, Dewi Rara, Elf Lulala mendengarkan kisah Letnan Galih.....
Ksatria Ririn : “Dewa kematian...???”
Kemudian ruangan tersebut menjadi senyap.....
Letnan 2 Andrian : “Mungkin ada baiknya jika kuceritakan kepada kalian....
Elf Lulala : “Cerita apa ?.....” ....Melihat Letnan Andrian....
__ADS_1
Letnan 2 Andrian : “Untuk kalian berempat mungkin belum tahu kisah masa lalu yang sebenarnya dari Letnan Galih dan kami semua mengetahui kisah itu....”
Ksatria Ririn : “Kisah tentang apa ?.....”
Kemudian Letnan Galih kembali dari menara pengawas untuk membagi tugas jaga tapi mendengarkan pembicaraan mereka.....
Letnan 2 Andrian : “Sesudah kekasih Letnan Galih tewas, dia berubah menjadi seseorang yang tidak mengenal harapan, cinta, atau bahkan kematian sekalipun karena hati serta jiwanya sudah rusak. Akhirnya dia memiliki banyak julukan “Kirin”, “ACE”, “Raja Iblis”, “Monster”, “Sang Penghancur Dunia”, “Vampir Berdarah”, dan masih banyak lagi karena Letnan Galih mampu dan sanggup membunuh 1.000 musuh dalam 1 malam dan Galih bisa disebut “Senjata Pamungkas” dari dunia kami. Sejak saat itu, Sikapnya berubah menjadi dingin dan beban yang ia tanggung sendiri menjadi penderitaan baginya karena dia belum bisa merelakan kekasihnya.....Kalau Letnan mau juga, dia mampu menyerang kerajaan sendiri, itu adalah tugas yang paling mudah baginya....” ....Melihat semua orang yang ada di ruangan....
Ksatria Ririn : “Apakah ada obatnya ?....”
Sersan 1 Wica : “Baginya, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan hati yang sudah lama mati dan terluka...”
Elf Lulala : “Kenapa dia mau menyelamatkan kami ?....”
Sersan 1 Wica : “Itu karena sebagian dari hobinya dan sebagian lain dari sisi manusia yang masih ada padanya....”
Lalu tiba-tiba Letnan Galih masuk karena sudah mendengar pembicaraan mereka dan mereka semua terkejut.....
Letnan 1 Galih : “Hoohhh.....Jadi ini pembicaraan kalian jika aku tidak ada ?....”
Sersan 1 Wica : “Bukan begitu, Letnan....”
Letnan 1 Galih : “Tidak apa-apa, Sersan. Kalian ingin cerita yang sebenarnya, baik akan aku ceritakan sebuah cerita. Pada suatu hari, ada seorang pemuda memiliki keluarga dan seorang kekasih akan tetapi dia harus pergi karena perang. Saat itu, pemuda itu berperang di garis depan tanpa diduga-duga musuh menjatuhkan bom dari pesawat yang menewaskan keluarga dan kekasihnya lalu pemuda itu bergegas kembali tapi ternyata sudah terlambat, nyawa mereka sudah tidak tertolong lagi. Pemuda itu hanya menangisi keadaannya dan pada malam itu dia berubah menjadi sosok yang tidak diinginkan dan membunuh banyak pasukan musuh dalam 1 malam. Sebuah pembalasan bagi kekasihnya, pemuda itu mengingat pesan terakhir dan banyak kenangan indah tapi itu semua menjadi penderitaan, kesedihan, kegelapan tanpa ada cahaya yang menerangi dia dan pemuda itu adalah aku....”
Letnan 2 Andrian : “Letnan, maksudku bukan seperti itu....”
Letnan 1 Galih : “Aku mengerti, Letnan. Pada akhirnya, dia meninggalkan lubang yang sangat dalam dihatinya. Sebuah luka yang tidak bisa ditutup begitu saja....."
Letnan 1 Galih : “Ahhhh.....Tidak apa-apa....Akan kujelaskan detail pertahanan kita nanti pada Letnan Andrian agar letnan yang menyampaikan saja......Kalau begitu aku pergi dulu.....kalian makanlah dulu....Aku permisi.....” .....Meninggalkan ruangan.....
Sersan 1 Hikmal : “Dasar bodoh.....Kau masih saja suka blak-blakkan....”
Letnan 2 Andrian : “Maafkan aku....”
Sersan 1 Wica : “Rin, kejar dia. Kembalikan dia....”
Kemudian Ksatria Ririn mengejar Letnan Galih lalu melihat Letnan Galih yang sedang menangis di pojok lorong lalu memeluknya.....
Ksatria Ririn : “Tidak apa-apa. Itu wajar jika berat....” ....Sambil memeluk Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Terlalu sakit, terlalu berat....” ....Sambil menangis dan memeluk....
Ksatria Ririn : “Kamu harus belajar merelakan dia dan melupakan dia. Aku tahu rasanya susah tapi ini yang terbaik untukmu dan anggap aku sebagai Dewi Penyelamatmu, kamu boleh menceritakan semua penderitaanmu kepadaku....” ....Sambil mengelus kepala Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “.............” ....Menangis....
Ksatria Ririn : “Dibalik sosok ksatria hebat pasti dia memiliki penderitaan yang hebat.....”
Lalu pasukan Letnan Galih dan pasukan Ksatria Ririn melihat kejadian itu.....
Ksatria Ririn : “Hush....Kalian semua jangan berisik....”....Memberikan isyarat kepada seluruh pasukan....
__ADS_1
Ksatria Ririn : “Kurasa aku semakin lama semakin jatuh cinta padamu, aku ingin selalu berada disampingmu.....Galih.....” .....Melihat Letnan Galih dan berbicara dalam hatinya....
Setelah 30 menit kemudian.....
Letnan 1 Galih : “Terima kasih, Rin....” ....Melihat Ririn....
Ksatria Ririn : “Sama-sama, Galih......” ....Sambil mengusap air mata Galih dan menatapnya....
Letnan 2 Andrian : “Ekhmmm....Maaf kalau mengganggu tapi kita punya misi......Pasukan Letnan Galih....Siap gerak !!!.....”
Letnan 1 Galih : “Sejak kapan kalian disini ?....” ....Sambil berdiri....
Sersan 1 Wica : “Kira-kira setengah jam yang lalu.....”
Letnan 2 Andrian : “Apa perintahnya ?, pak...”
Letnan 1 Galih : “Pindahkan Unit 2 dan 3 ke Gerbang Barat lalu Unit 4 ke Gerbang Timur lalu perkuat pertahanan dan untuk Gerbang Selatan aku sendiri yang urus bila memerlukan bantuan hubungi lewat radio. Suruh warga kota untuk tetap tinggal di dalam rumahnya lalu 2 orang dari kita menjaga disini....Kira-kira seperti itu !!!....”
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir....”
Ksatria Ririn : “Perkuat Gerbang Barat dan Timur lalu suruh para warga tetap tinggal di dalam rumahnya masing-masing.....”
Seluruh ksatria khusus : “Baik, komandan....”
Setelah itu, mereka melakukan yang diperintahkan oleh Letnan Galih. Sersan Wica dan Prajurit Charen tinggal di mansion sementara yang lain memperkuat Gerbang Barat dan Timur tapi Letnan Galih memberikan informasi palsu karena musuh akan menyerang di Gerbang Selatan.....
Letnan 1 Galih : “Semuanya dengarkan aku....Ganti” ....Lewat radio.....
Seluruh anggota pasukan : “Baik, pak....Ganti....” .....Membalas lewat radio....
Letnan 1 Galih : “Ucapanku yang tadi jangan dilakukan....Pindahkan Unit 2,3,4 ke Gerbang Selatan....Ganti.....”
Letnan 2 Andrian : “Memangnya ada apa ?, pak...Ganti...”
Letnan 1 Galih : “Musuh akan menyerang Gerbang Selatan.....Ganti....”
Prajurit 1 Yuda : “Apa alasan anda ?, pak....Ganti......”
Letnan 1 Galih : “Hanya feeling tapi kalau ini masuk akal sebab dari semalam pengintai musuh hanya mengintai Gerbang Barat dan Timur tapi tidak Gerbang Selatan lalu aku sendiri yang menghabiskan pengintai musuh di Gerbang Barat dengan total 21 orang lalu Gerbang Timur dengan total 20 orang......Ganti.....”
Letnan 2 Andrian : “Jadi, maksud anda memperkuat Gerbang Barat dan Timur sebagai tipuan karena hanya ingin mereka menyerang Gerbang Selatan yang lemah penjagaan....Ganti....."
Letnan 1 Galih : “Tepat sekali, itu yang kumau adalah dengan jumlah kita yang sedikit pasti akan memancing mereka dengan mudah masuk jebakannku....Over & out....” ...Menutup radio....
Seluruh anggota pasukan : “Ayee...Sir...”
Bagaimana kisah selanjutnya ?
Apakah Letnan Galih akan mundur atau sebaliknya ?
Tunggu......Episode 19 Pertahanan Hati Venezia.....
__ADS_1