
Kemudian Letnan Galih beserta rombongan pergi ke dunia seberang diantar oleh Kopral Sultan lalu tidak lama kemudian sekitar 10 menit sampai pos penjaga depan gerbang dan harus melapor terlebih dahulu juga bertemu dengan orang suruhan Jenderal Isekawa......
Letnan 1 Galih : “Baik, semuanya turun dari kendaraan.....”
Rombongan Letnan Galih : “Baik.....” ....Turun dari kendaraan....
Letnan 1 Galih : “Terima kasih sudah mengantar kami sampai disini, Kopral Sultan.....” ....Sambil turun....
Kopral 1 Sultan : “Sama-sama Letnan.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 2 Andrian : “Pak, semuanya sudah turun !!!!....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Ahhh....Baik....” ....Melihat Kopral Sultan....
Kopral 1 Sultan : “Baiklah kurasa saya akan pergi menjemput Jenderal dan Mayor dulu dan satu lagi, Letnan. Mayor menitipkan pesan kepadaku “Jangan lupa untuk membuka suratnya” begitu katanya....”
Letnan 1 Galih : “Baik dan sampaikan terima kasih dariku.....”
Kopral 1 Sultan : “Baiklah, Letnan. Semoga sukses dan sampai jumpa lagi nanti lalu aku akan menjemputmu nanti !!!!!....” ....Sambil menyetir kembali ke seberang....
Letnan 1 Galih : “Kau juga.....”
Setelah itu Kopral Sultan kembali menyeberang lalu menjemput Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta yang pergi menyusul. Sedangkan Letnan Galih sedang mengurusi perizinan di pos gerbang.....
Letnan 1 Galih : “Ini adalah surat izin jalan dan surat dari Jenderal.....” ....Sambil memberikan berkas surat....
Prajurit jaga : “Mohon tunggu sebentar.....” ....Mengambil berkas surat dan mengeceknya....
Letnan 1 Galih : “Baiklah....”
Inspektur Lee : “Hahahahaha.....Apakah rombongan ini yang harus kukawal ?.....Hihihihihi.....” ....Melihat Letnan Galih dan rombongannya....
Letnan 2 Andrian : “Siapa kau ?......” ....Melihat orang itu....
Inspektur Lee : “Izinkan aku, memperkenalkan diri namaku adalah Inspektur Detektif Lee dan aku yang bertanggung jawab atas keamanan kalian lalu ini juga dari pemimpin tinggi kepolisian kami.....Hmmm.....Melihat kalian semua aku sudah tahu situasinya.....” ....Sambil mengeluarkan tanda pengenal kepolisian....
Letnan 1 Galih : “Baik, aku mengerti.....” ....Melihat Inspektur Lee....
Letnan 2 Andrian : “Apa orang ini dapat dipercaya, pak ?....” .....Sambil berbisik.....
Inspektur Lee : “Tentu saja aku dapat dipercaya dan lagi aku mengetahui tentang detailmu, Letnan 1 Galih....” ....Melihat Letnan Galih dan memasukkan kembali tanda pengenalnya....
Letnan 1 Galih : “Detail apa ?......”
Inspektur Lee : “Hehehehe.......awalnya anda ingin berhenti dari militer tapi karena sudah terlanjur masuk terlalu dalam apa boleh buat lalu anda mengikuti Sekolah Perwira dan Ranger tapi entah darimana anda lulus lalu mendapatkan gelar SS juga termasuk dalam “Big 7” yang lebih dikenal dengan julukan “Sang Dewa Perang”.......Hahahaha......” ....Mengambil buku kecil di sakunya dan membacanya....
Prajurit 1 Charen : “Apa ????.....Sekolah Perwira dan Ranger......Lalu anggota “Big 7” dan tingkat SS......Aku tidak percaya ini !!!!!......” ....Terkejut mendengar hal itu....
Inspektur Lee : “Bahkan anda juga pernah ditawari jabatan untuk menjadi Laksamana di Angkatan Laut oleh Jenderal Isekawa dan anda menolaknya lalu kembali ke satuan lama.....” ....Menutup buku kecilnya....
Letnan 1 Galih : “Ahhhh......Detail sekali.......”
Prajurit 1 Charen : “Apa-apaan jabatan setinggi itu !!!!!......Dia orangnya !!!!!.....” .....Terkejut....
__ADS_1
Letnan 1 Galih : “Maaf saja ya......” ....Melihat Prajurit Charen....
Elf Lulala : “Apa sehebat itu ?.....”
Prajurit 1 Charen : “Tentu saja......Melewati berbagai halangan dan rintangan lalu pikiran dan mentalmu harus sekuat baja seperti di neraka lalu termasuk ke dalam 7 orang terkuat di dunia ini. Lalu mendapatkan gelas SS dan ditawari jabatan setinggi itu !!!!!......” ....Melihat Elf Lulala....
Dewi Rara : “Itu artinya dia adalah ksatria terkuat di dunia ini......” ....Tersenyum ke Penyihir Nana yang disampingnya....
Sementara itu orang-orang dari bagian rombongan Letnan Galih hanya mendengarkan saja.....
Letnan 1 Galih : “Untuk sisa anggota Big 7 lainnya, kau harusnya sudah bertemu....”
Prajurit 1 Charen : “Dimana itu ?......” .....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Aku adalah yang pertama lalu yang kedua adalah Mayor Vipta lalu yang ketujuh adalah Jenderal Isekawa sendiri dan sisanya adalah orang-orang utusan PBB yang ikut bersama kita lalu masing-masing dari kami punya julukan sendiri.....”
Prajurit 1 Charen : “Apa ?.....Ada sedekat itu......Kenapa tidak ada yang memberitahu ?!!!!.....”
Letnan 1 Galih : “Maaf saja, ya......Secara teknis harusnya kami tidak pernah ada.....”
Inspektur Lee : “Berapa banyak lagi hal yang anda sembunyikan dan bagaimana cara anda ?....”
Letnan 1 Galih : “Rahasia dan caranya adalah seperti lebah pekerja.....” ....Melihat Inspektur Lee....
Inspektur Lee : “Mengikuti perintah ratu ya....”
Letnan 1 Galih : “Tidak. Keluar dari koloni dan memulai hidup baru, melampaui sebuah batasan hidup sampai tak terhingga selalu kejar terus......Terserah kalian memanggilku egois atau naif sekalipun aku tidak peduli tapi demi melindungi orang-orang yang kusayangi.....Itulah aku.....” ....Sambil melihat langit dan angin sepoi-sepoi.....
Inspektur Lee : “Baiklah, kalau begitu kukawal kalian dan itu bus kalian lalu kalau kalian ingin berhenti di suatu tempat bilang saja pada supir bus itu karena dia adalah bawahanku.....” ....Menunjuk bus kecil.....
Letnan 1 Galih : “Letnan 2 Andrian antar mereka semua naik ke bus itu, aku akan menyusul....” ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan !!!.....Ayo kalian semua naik ke bus itu.....”
Para rombongan : “Baik.....” ....Naik ke bus....
Letnan 1 Galih : “Sudahlah, kamu tidak perlu hormat kepadaku dan apa dokumen sudah selesai ?....” ....Melihat Prajurit jaga....
Prajurit jaga : “Ahhhhh.....Baik, Letnan. Ini dokumennya dan sudah selasai dicap.....” ....Melihat Letnan Galih dan memberi berkasnya....
Letnan 1 Galih : “Terima kasih....” ....Menerima berkas....
Prajurit jaga : “Sama-sama, Letnan dan hati-hati dijalan.....”
Letnan 1 Galih : “Terima kasih.....” .....Sambil berlari.....
Kemudian tamu VVIP dari balik gerbang melihat sebuah dunia dengan gedung-gedung tinggi dan kendaraan-kendaraan yang tidak dikenal......
Ksatria Ririn : “Lihat bangunan-bangunan itu lalu kendaraan itu dan orang-orangnya.....” ....Melihat gedung-gedung dan lainya dari bus....
Elf Lulala : “Lihat baju-baju itu dan panah......” ....Melihat toko yang berjualan panah dan baju....
Letnan 1 Galih : “Kuucapkan dengan bangga sebagai perwakilan dunia ini. Selamat datang di Kota Bogor dan negeri ini !!!!......” ....Sambil duduk diseberang Letnan Andrian di bus....
__ADS_1
Prajurit 1 Charen : “Hei, kira-kira kenapa Letnan semangat begitu ?.....” .....Berbisik ke Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Itu karena Letnan Galih sudah tidak pulang selama 2 bulan jadi wajar saja lalu hobi akutnya sendiri, dia lebih mementingkan hobi daripada pekerjaannya sendiri.....” ....Melihat prajurit Charen yang duduk di belakang....
Prajurit 1 Charen : “Begitu, ya.....”
Letnan 2 Andrian : “Ngomong-ngomong Letnan, anda dari tadi membawa tas hitam itu memangnya isinya ada apa ?.....” ....Melihat tas hitam....
Letnan 1 Galih : “Baik, mari berkumpul sebentar.....” ....Sambil berdiri....
Para rombongan : “Baik....”
Letnan 1 Galih : “Ini adalah alat perlindungan diri kalian selama disini jika seandaikan kami tidak disamping kalian.....Khususnya Lulala, Ririn, dan Boses yang tidak membawa senjata....” .....Menunjukkan senjata....
Ksatria Ririn : “Ada senjata apa saja ?.....”
Letnan 1 Galih : “Baton, semprotan merica, lipstik setrum dan pistol taser.....”
Ksatria Boses : “Hah.....Kenapa kami diberi senjata seperti ini ? dan apa fungsinya ?......” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Sudah kubilangkan bahwa di dunia ini ada yang ingin peperangan dan perdamaian. Baton untuk memukul, semprotan merica membuat mata menjadi panas, lipstik setrum untuk menyetrum dengan bentuk lebih kecil dan pemakaian bisa berulang lalu mudah digunakan, pistol taser seperti pistolku tapi mengeluarkan listrik hanya 1 kali pakai dan harus mengisi ulang dengan klip ini.......” .....Sambil menunjukkan cara kerjanya....
Letnan 2 Andrian : “Sepertinya akan ada ancaman serius dan lagi tidak mungkin Letnan Galih bertindak seperti ini......”
Prajurit 1 Charen : “Begitu, ya rupanya kalau begitu bukankah kita tinggal menghabisinya ?.....”
Letnan 2 Andrian : “Tidak semudah itu karena kita di tekan oleh politik dan akhir-akhir ini yang kudengar kabinet kali ini sedang mengalami kemunduran....”
Prajurit 1 Charen : “Meminta bantuan pasti akan sulit.....”
Letnan 2 Andrian : “Benar sekali.....”
Letnan 1 Galih : “Mau senjata apa ?....” ....Memperlihatkan senjata....
Ksatria Ririn : “Aku merica semprot dan lipstik setrum.....” ....Mengambil senjata....
Ksatria Boses : “Aku baton dan merica semprot.....” .....Mengambil senjata....
Elf Lulala : “Kalau begitu aku pistol setrum dan isinya....” ....Mengambil senjata....
Letnan 1 Galih : “Baiklah.....Supir bawa kami ke restoran padang dahulu lalu ke pusat pembelanjaan....” ....Melihat supir bus....
Supir bus : “Baik, Letnan. Mohon tunggu sebentar.....” ....Menyetir supir bus....
Letnan 1 Galih : “Ingat menyembunyikan senjata ini dibalik pakaian kalian agar tidak terlihat musuh dan hati-hati saat menggunakannya terutama taser yang memiliki tendangan balik....” ....Sambil duduk....
Para rombongan : “Baik......”
Bagaimana kelanjutan kisah Ksatria Ririn di dunia baru Letnan Galih ?....
Bagaimana pendapat Dewan Parlemen terhadap pandangan atas laporan Letnan Galih ?.....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?.....
__ADS_1
Tunggu......Episode 28 Dunia Diseberang Gerbang part 2....