Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 8 Dunia itu & Unit Pengintai ke-5


__ADS_3

Setelah itu, Mayor Vipta mengirimkan unit intel ke lokasi musuh dan kemudian Letnan Galih dan Mayor Vipta keluar dari ACM untuk ke pergi ke sisa medan perang. Sementara Jenderal yang mengambil alih komando....


Kemudian Letnan Galih & Mayor Vipta keluar dari ACM dengan persenjataan lengkap (berjaga-jaga) apabila musuh masih ada yang hidup...


Letnan 1 Galih : “Kudengar....Kita membunuh 100.000 pasukan kemarin malam....” ....Sambil berjalan diatas mayat musuh yang sudah tewas....


Mayor Vipta : “Serius....?”....Terkejut....Dan berjalan dengan Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Sepertinya....Aku hanya dengar dari beberapa tentara di garis pertahanan tadi pagi....”


Mayor Vipta : “Bahkan tanahnya masih terasa panas meskipun kita sudah memakai sepatu.”


Letnan 1 Galih : “Tunggu.....Lihat itu...” .....Melihat senjata-senjata yang ditinggalkan....


Mayor Vipta : “Apa ini...???”


Letnan 1 Galih : “Senjata ini sudah ditinggalkan.....kemungkinan saat terjadi peperangan semalam ada kekacauan di tengah musuh yang membuat sebagian pasukan musuh lari dari medan perang...” ....Sambil memegang senjata musuh.....Sebuah bilah pedang dan tombak....


Mayor Vipta : “Dasar pengecut....Lalu mereka lari kemana ???”


Letnan 1 Galih : “Dari jejaknya mereka. Sepertinya lari ke arah belakang pasukan kemudian mungkin pergi ke suatu tempat, ayo......Lebih baik kita pergi dan melapor pada jenderal....” ....Membuang pedang dan tombak tadi......


Mayor Vipta : “Yaaa, ayo kita pergi.....”


Sementara itu Letnan Galih dan Mayor Vipta pergi melapor kepada Jenderal.....Di Kaisar Kerajaan Mizucia yang bernama Raja Malto sedang berbicara dengan penasihat kerajaan....


Penasihat Kerajaan : “Paduka, kita kehilangan 100.000 pasukan di Bukit Avatra.....Beberapa ada yang selamat tapi melarikan diri menjadi bandit.....” ....Berlutut kepada sang raja....


Raja Malto : “Ahhh....baiklah......Aku punya rencana, racuni sumur disetiap desa, rekrut lebih banyak tentara kerajaan lalu perkuat gerbang disebelah Utara, Selatan, Barat, dan Timur...!!!” ....Duduk di singgasananya....


Penasihat Kerajaan : “Baik....Paduka...”


Kemudian secara tiba-tiba anak ketiga dari Raja Malto yang bernama Ririn masuk ke ruangan raja, seorang gadis muda komandan ksatria khusus “Bunga Mawar Putih” yang berisikan ksatria khusus Kerajaan Mizucia dan kebanyakan adalah gadis ksatria....


Ksatria Ririn : “Ayah, sudah saatnya mengirimku ke medan perang....” ......Sambil berdiri.....

__ADS_1


Raja Malto : “Tidak anakku kutugaskan Engkau untuk mempertahankan Kota Venezia...”


Ksatria Ririn : “Baik.....Ayah....” ......Keluar dari ruangan raja.....


Kemudian anak pertama dari Raja Malto masuk ke ruangan dengan paksa, namanya adalah Putra Mahkota Elle. Seorang putra mahkota yang sombong, tamak, menjijikan, dan penuh tipu daya....


Putra mahkota Elle : “Ayah....Bagaimana kabarmu??”


Raja Malto : “Baik sekali. Ada apa kau kemari ?....”


Putra mahkota Elle : “Ayah, kita harus segera membalas mereka....”


Raja Malto : “Aku sudah menyusun strategi, tenang saja anakku....”


Putra mahkota Elle : “Bagus....Ayah...”


Sementara itu, Ririn menguping dan mendengar pembicaraan sang raja dan putra mahkota.....


Ksatria Ririn : “Cihhh....Dasar kakakku memang jahat...” ....Sambil pergi dari luar ruangan.....


Kemudian Letnan Galih dan Mayor Vipta menemui Jenderal untuk laporan di ACM. Bersiap dengan “Operasi Kilat 2” yang akan terjadi.....


Mayor Vipta : “Kami juga menemukan pakaian jirah yang mereka pakai juga tidak anti peluru dan peledak...”


Jenderal Isekawa : “Pekerjaan kalian berdua sudah bagus.....Saya juga ingin memberitahukan kepada kalian bahwa kita akan melaksanakan “Operasi Kilat 2” juga pembuatan “Wolfden” yang sudah direncanakan dari awal dan ini giliranmu, Letnan Galih...”


Letnan 1 Galih : “Siap, pak...”


Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta, berapa lama perkiraan menurutmu untuk membuat markas dan “Operasi Kilat 2” sambil kita mengirim unit intel kedalam jauh lokasi musuh berada...."


Mayor Vipta : “Menurut saya, kira-kira membutuhkan waktu 1 bulan paling cepat lalu dengan ditambahnya unit intel untuk mencari tahu tentang apa yang ada disini dan bahkan cukup untuk memetakkan wilayah disini, pak...”


Jenderal Isekawa : “Sesuai dugaanku ternyata membutuhkan 1 bulan....”


Mayor Vipta : “Itu sudah paling cepat pak...”

__ADS_1


Jenderal Isekawa : “Baiklah.....Karena aku sudah mengirim unit intel ke markas pasukan musuh dengan senjata lengkap...”


Tiba-tiba Unit Intel menghubungi Jenderal Isekawa melalui radio...


Komandan intel : “Jenderal, ini komandan intel....Ingin laporan....” .....Lewat radio.....


Jenderal Isekawa : “Silakan, komandan intel. Aku mendengarkan dengan Mayor Vipta dan Letnan Galih... “ ....Membalas radio....


Komandan intel : “Pak, di markas musuh tidak orang lagi dan semuanya ditinggalkan. Lalu ada peta, saya rasa tentang wilayah ini kemudian bahasa yang mereka gunakan sama tapi terbalik. Saya tidak tahu bahasa apa ini......”


Jenderal Isekawa : “Komandan intel, bawa saja semua yang ada disana ke markas kita sekarang juga....Lalu Mayor Vipta yang akan memberi perintah selanjutnya....”


Komandan Intel : “Siap, pak....”


Jenderal Isekawa kemudian menutup radio....


Jenderal Isekawa : “Menurut kalian, apakah ini jebakan....”


Mayor Vipta : “Mungkin saja pak..”


Letnan 1 Galih : “Menurut saya, tidak pak. Karena apabila ini jebakan harusnya unit intel menghubungi kita secara mendesak tapi tadi tidak.....”


Mayor Vipta : “Benar juga...”


Jenderal Isekawa : “Baiklah, ini yang akan kita lakukan. Mayor Vipta akan bekerja sama dengan Divisi Pengintai, Unit Intel, dan Spesial Task Alpha One. Sedangkan Letnan Galih akan mulai mengintai setelah pembangunan markas selesai jadi dan detail misimu kuberikan nanti menunggu Unit Intel. Sedangkan saya akan fokus untuk mulai memindahkan aset-aset milik kita kesini dengan cepat juga pada pembangunan markas termasuk pertahanan dan fasilitas lainnya lalu saya juga akan melapor pada presiden tentang apa yang terjadi disini dan meminta PBB mengirimkan operatornya setelah 1 bulan kedepan yang bergabung dalam Spesial Task One dan memberikan detail anggota lainnya kepada PBB......Kalian setuju ?”


Mayor Vipta dan Letnan Galih : “Sir, yes sir.....”


Jenderal Isekawa : “Saatnya bekerja, anak-anak....Dan satu lagi Letnan, berhati-hatilah saat diluar sana...”


Letnan 1 Galih : “Ayeee.......Sir”


Setelah pembangunan markas selesai selama 1 bulan dan Unit Intel telah mengumpulkan banyak sekali info-info tentang dunia ini dari bahasa, sumber daya, makhluk-makhluk di dunia ini. Sementara itu Letnan Galih yang pergi menyeberang “GATE” untuk pergi ke baraknya dan melihat hobinya karena Letnan Galih sudah 1 bulan bertugas tanpa hari libur. Sementara pasukan Letnan Galih juga sudah bersiap dimutasi ke dunia seberang dan Jenderal Isekawa memberikan info kepada presiden dan PBB yang bersiap untuk kemungkinan yang ada. Mayor Vipta juga sudah mengutuskan Unit Intel bergerak maju ke ibukota Mizucia sebagai pengamat dan pendengar apa yang terjadi serta tidak boleh mencolok oleh orang-orang sekitar karena takut membocorkan informasi kepada sang raja. ...Sementara itu, ditempat lain Bangsawan Lugia berhasil selamat tapi kehilangan tangan sebelah kiri dan kaki sebelah kanan lalu ditanyai oleh Ksatria Ririn yang akan pergi ke Kota Venezia tentang penyerangan ke Bukit Avatra....


Bagaiman pertemuan tentang Letnan Galih dan seorang gadis ksatria Ririn ?

__ADS_1


Apakah Letnan Galih membuka lembaran baru dan menemukan kunci kebahagiaannya sendiri ?


Tunggu.....Episode 9 Misi Pertama


__ADS_2