
Masih dalam rapat yang diadakan bersama dari tadi pagi......
Duta Besar Rachel : “Berapa jumlah dukungan jika dari total 100 % bangsawan yang termasuk ke dalam 30 % segitiga titah raja ?......” ....Minum teh....
Mayor Vipta : “Gelar Viscount memiliki dukungan sebanyak 50 %, Duke sekitar 20 %, Marquis 15 %, Count 10 % dan Earl hanya 5 %. Jika dibawah itu berarti yang menyandang gelar Knight, Baron, dan Baronet akan mengikuti wewenang suara secara keseluruhan......”
Asisten Dimas : “Berarti kalau kita mendapatkan dukungan yang banyak harus ada seseorang yang menyandang gelar Viscount ?.....”
Mayor Vipta : “Ya, ada masalah juga mengenai tentang hal itu tapi peraturan disini karena jarang ada bangsawan yang memiliki gelar Viscount maka keputusannya akan jatuh pada gelar Duke sebanyak 70 % jika disatukan dengan wewenang Viscount atau bisa juga raja kekaisaran juga mengambil alih suara itu jadi hitungannya adalah raja memiliki suara sebanyak 70 % yang tidak bisa dimasukkan ke dalam titah raja......”
Jenderal Isekawa : “Berarti orang-orang yang dibutuhkan untuk mendapatkan suara atau dukungan adalah para bangsawan dan raja itu sendiri sedangkan sisanya mengikuti.......”
Mayor Vipta : “Benar dan ini seperti permainan papan catur atau semacam itu karena memikirkan strategi lebih lanjut.......” ....Sambil duduk dan minum teh....
Jenderal Isekawa : “Hahhh......Banyak yang harus dicerna.......Hmmm......Letnan Andrian, kenapa dari tadi anda diam saja ?........” ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Maafkan saya, Jenderal karena sebenarnya saya dan Sersan Mayor Wica sudah tahu tentang itu. Jurnal Kapten Galih sebenarnya dibawa dan ditulis oleh dia sendiri untuk dijadikan dasar bahan laporan waktu kami pergi ke desa-desa untuk evakuasi.......” ....Melihat Jenderal Isekawa dan semua orang yang ada di ruangan itu....
Mayor Vipta : “Apa yang sebenarnya diketahui dan sebanyak apa dari Kapten Galih ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Saat kami menerima misi itu, Kapten Galih berbicara secara empat mata dengan kepala desa juga sesepuh di desa-desa tersebut sementara kami sibuk membantu warga. Kemungkinan informasi yang dia kumpulkan berasal dari sana dan Kapten Galih bilang kepada kami berdua untuk memberikan jurnal itu kepada Mayor Vipta atau Jenderal sendiri kalau memang yang dikhawatirkan terjadi.......”
Mayor Vipta : “Ternyata si bodoh itu memikirkan sampai situ. Dia sudah melangkahi 2 sampai 3 langkah sebelum kita........”
Jenderal Isekawa : “Lalu Letnan Andrian, Bagaimana dengan tawanan kita ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Ya. Waktu itu, Kapten Galih bilang bahwa beberapa warga desa pernah melihat sebanyak sekitar 5.000 orang dengan 10.000 tentara kekaisaran dari Bukit Avatra ke wilayah putra mahkota pertama tapi mereka juga tidak tahu itu berasal dari warga desa mana. Berdasarkan saksi mata yang melihat dari jauh salah satu yang bisa diidentifikasi adalah bahwa tawanan itu memiliki rambut hitam yang sama seperti kita dibandingkan seluruh warga yang disini dengan memiliki warna rambut rata-rata adalah cokelat tua......”
Duta Besar Rachel : “Itu info yang sangat berguna. Kenapa tidak beritahukan pada kami sebelumnya ?.....” ....Melihat ke arah Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Maafkan saya sebelumnya, tapi karena alasan bahwa ada mata-mata musuh yang sedang menyamar disini dan Kapten Galih juga bilang informasi ini hanya dibagikan kepada saya sebagai wakil pemimpin pasukan dan Sersan Mayor Wica sebagai orang yang terpercaya termasuk kerahasiaan informasi ini......”
Mayor Vipta : “Apa yang dikatakan Letnan Andrian dan Kapten Galih ada benarnya karena kami masih belum bisa mengidentifikasi siapa yang menjadi mata-mata musuh disini jadi wajar kalau Kapten Galih menceritakannya hanya kepada tangan kanan dan orang terpercayanya lalu dituliskan di dalam jurnal ini. Sekarang aku mengerti, kenapa dia menulis laporannya di jurnal ini......”
Asisten Dimas : “Berarti informasi yang dikumpulkan oleh Kapten Galih sudah pasti dan legit......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Benar.......”
Jenderal Isekawa : “Sebenarnya saya juga memiliki usulan dan minta izin kepada Duta Besar Rachel karena anda adalah VIP disini.....” ....Melihat Duta Besar Rachel....
__ADS_1
Duta Besar Rachel : “Ada apa, Jenderal ?.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Saya ingin mengebom kecil-kecilan untuk merusak mental kekaisaran sedikit demi sedikit dan keuntungannya adalah kita bisa mendapatkan dukungan semua suara dari senat kekaisaran. Mayor, apa kamu masih ingat waktu itu ketika berperang melawan orang-orang yang tidak setuju di perbatasan ?......”
Mayor Vipta : “Tentu karena saya masih mengingatnya, anda memerintahkan untuk pesawat tempur menjatuhkan bom di tempat penting tapi bangunan itu kosong lalu anda mengebom lagi secara berkala sehingga orang-orang itu keluar untuk menyerah.....”
Jenderal Isekawa : “Ya tapi bedanya disini untuk mendapatkan dukungan suara. Bagaimana menurut kalian ?.....” ....Melihat ke arah semua orang pada saat itu....
Mayor Vipta : Saya rasa itu bisa dilakukan karena mengingat masih ada orang-orang yang keras kepala dan menaikkan tingkat keberhasilan kita dalam mencapai kesepakatan 2 pihak......”
Duta Besar Rachel : “Baiklah, saya setuju tapi bangunan-bangunan tersebut harua kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa yang akan mengganggu kesepakatan nantinya......”
Mayor Vipta : “Kalau begitu akan saya persiapkan karena saya rasa saya satu-satunya orang yang ahli taktik di dalam ruangan ini selain Kapten Galih ?......”
Duta Besar Rachel : “Berbicara tentang Kapten Galih, kemana dia sekarang ?......”
Mayor Vipta : “Saat ini dia........” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Dia sedang pergi mengintai di wilayah lain untuk mencari sumber daya yang belum dilihat oleh kita bersama orang-orang lokal sekitar sini selama seminggu berarti sudah dari kemarin kalau dihitung......”
Duta Besar Rachel : “Baiklah.......”
Asisten Dimas : “Kalau begitu, saya akan bergabung dengan pasukan Kapten Galih mengenai misi pertama dan misi penting lainnya ?.....”
Mayor Vipta : “Ahhhhhhh........Untuk masalah itu, kita akan rapat dengan seluruh pasukan Spesial Task Alpha One di lain waktu karena ada beberapa yang harus dijelaskan secara detail dan terperinci mengenai tugas masing-masing nantinya ditambah saat ini mereka ada tugas kecil-kecilan. Bukan begitu Letnan Andrian ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Hahaha.....Seperti apa yang anda katakan......”
Asisten Dimas : “Baiklah, saya mengerti......”
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta silakan duduk dan kalau begitu, rapat ini selesai bila ada yang kurang jelas atau tidak mengerti bisa bertanya kepada Mayor Vipta, saya, dan/atau Letnan Andrian......”
Mayor Vipta : “Siap, terima kasih.....”
Duta Besar Rachel : “Saya mengerti.....”
Asisten Dimas : “Izinkan saya untuk berbicara dan maaf kalau saya memotong pembicaraan karena ada hal yang ingin saya tahu......”
Mayor Vipta : “Tentang hal apa ?, Asisten Dimas......”
__ADS_1
Asisten Dimas : “Apa benar Kapten Galih dengan putri kekaisaran mempunyai hubungan spesial ?......”
Duta Besar Rachel : “Asisten Dimas.......”
Mayor Vipta : “Tidak apa-apa. Ya memang mereka berdua memiliki hubungan spesial ditambah kalau mereka benar-benar bertunangan mungkin Kapten Galih akan dijadikan bangsawan tapi masih terikat dengan kita. Ini baru perkiraan saja, masalahnya adalah putra mahkota pertama. Bukan begitu, Letnan Andrian ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Benar karena Kapten Galih juga sudah merencanakan pembunuhan dan lagi orang yang seperti dia mempunyai dendam sendiri.....”
Mayor Vipta : “Dia memang seperti itu makanya waktu itu juga dia bisa disebut “Mr. Reaper” atau “Undertaker”. Tipe Kapten Galih adalah dia menyimpan dendamnya dulu lalu menumpuknya setelah itu baru meluapkannya.......”
Duta Besar Rachel : “Baiklah, sudah cukup. Pembicaraan ini harus diselesaikan oleh orangnya sendiri terlebih Kapten Galih juga mempunyai alasan sendiri dan pembicaraan ini sudah terlalu berat tapi yang menjadi penasaran saya adalah jika Kapten Galih menjadi bangsawan akan diangkat menjadi gelar apa ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih juga sudah memperkirakan hal ini yang akan terjadi dan dia menjawab akan menyandang gelar Viscount kemudian dinobatkan lagi dengan gelar Knight tapi hanya kemungkinan saja jika diurut berdasarkan peristiwa yang akan terjadi hal itu bukan hal yang mustahil tapi disini belum pernah ada bangsawan yang memegang 2 gelar atau lebih sekaligus jadi termasuk dalam kejadian tertentu seperti yang Mayor Vipta katakan.....”
Mayor Vipta : “Jadi begitu, tapi memang yang dipikirkan dia juga sebenarnya masuk akal. Banyak orang-orang yang berjasa ketika skenario terburuk terjadi.....”
Duta Besar Rachel : “Jadi begitu, saya rasa pembicaraan hanya sampai sini dulu......”
Jenderal Isekawa : “Apakah anda punya rencana hari ini Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas ?.....”
Duta Besar Rachel : “Saya ingin melihat kota disini karena katanya dibangun kota dan tempat tinggal di sekitar sini......”
Asisten Dimas : “Sedangkan saya ingin berkenalan dengan pasukan Kapten Galih setelah itu baru menyusul Duta Besar Rachel di kota.....”
Jenderal Isekawa : “Baiklah. Mayor Vipta dan Letnan Andrian !!!......”
Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian : “Siap !!!......”
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta, antarkan Duta Besar Rachel keliling markas dan kota lalu kamu sendiri bertanggung jawab atas keamanannya termasuk tur sedangkan Letnan Andrian akan membawa Asisten Dimas berkenalan dengan seluruh pasukan Spesial Task Alpha One setelah itu akan menyusul ke kota dan sama seperti tanggung jawab Mayor Vipta......” ....Melihat Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian....
Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian : “Sir, yes sir !!!!!......” ....Berdiri dan hormat kepada Jenderal Isekawa....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Bagaimana pertemuan Asisten Dimas dengan pasukan Kapten Galih ?
Apa reaksi Duta Besar Rachel saat di Kota Bukit Avatra ?
Tunggu.........Episode 70 ????????
__ADS_1