
Pada saat itu, mereka tidak menyadari bahwa mereka berbicara sudah hampir lewat dari matahari terbenam dan semuanya menjadi hening karena anak-anak pengungsi sudah kembali ke tempat tinggal mereka bahkan sampai teh dan cemilan Ksatria Ririn dan Boses tidak ada lagi.......
Ksatria Boses : “Berarti besok adalah hari penentuan dan semua itu tergantung dari jawaban anda....”
Letnan 1 Galih : “Benar lalu saat disana mungkin akan ada laporan yang harus kututupi dan kalian berdua harus mengingat ini bahwa pembicaraan ini tidak pernah ada.....Apa kalian mengerti maksudku ?......” ......Melihat mereka berdua.....
Ksatria Ririn : “Baik, aku mengerti kalau begitu kami permisi dulu....” .....Berdiri....
Letnan 1 Galih : “Baiklah dan disini ada pemandian air panas umum. Kalian bisa bertanya kepada Lulala dan meminta untuk mengantarkan kalian yang berada di kantor jaga di depan sana.....” .....Berdiri.....
Ksatria Boses : “Sekali lagi, kami berterima kasih.....”
Letnan 1 Galih : “Tidak, lupakan tentang itu dan aku tahu kalian lelah maka dari itu aku ingin kalian beristirahat untuk besok......”
Ksatria Ririn : “Baiklah.....Terima kasih atas semuanya.....” .....Sambil malu-malu dan meninggalkan Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Hati-hati dijalan !!!!.......” ....Sambil melambai tangan....
Ksatria Boses : “Baik....Baik !!!!....”
Kemudian Letnan Galih menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasi dirinya sejak tadi......
Letnan 1 Galih : “Tidak perlu lagi menyembunyikan auramu, aku tahu kau sudah disana dari tadi......”
Mayor Vipta : “Baik.....Baik.....Aku sudah ketahuan memang anggota nomor 1 dari “Big 7 (Seven)” tidak bisa ditipu....” .....Keluar dari kegelapan....
Letnan 1 Galih : “Berapa banyak yang kau dengar ?.....” ....Berbalik dan melihat Mayor Galih....
Mayor Vipta : “Hampir semuanya lalu setidaknya kau tidak menceritakan secara jujur kepada mereka berdua tentang semuanya......” .....Melihat Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Yaa karena mengingat mereka adalah masih menjadi musuh kita tapi lebih ke sekutu kita......”
Mayor Vipta : “Biar kutebak karena kita masih membutuhkan mereka sebagai pemberontak di kekaisaran dan lebih memilih kepada kita yang bisa disebut sekutu perdamaian.....”
Letnan 1 Galih : “Benar dan terlebih untuk menutupi gerakan kita di kekaisaran. Lalu ada apa gerangan malam ini ?......”
Mayor Vipta : “Sekali lempar 2 burung jatuh, ya.....Aku kemari untuk memberikan ini....Cepat bawakan barangnya kalian berdua....” .....Melihat kedua ajudan Mayor....
Ajudan Mayor 1 dan 2 : “Baik, Mayor.....” .....Mengambil barang....
Letnan 1 Galih : “Barang apa ?.....”
Mayor Vipta : “Nanti juga lihat sendiri.....”
Ajudan Mayor 1 dan 2 : “Mayor, ini barang yang anda minta.....” .....Membawa kotak peti besi.....
Mayor Vipta : “Baik, Terima kasih. Sekarang tinggalkan kami berdua dan kembali ke tempat kalian....”
__ADS_1
Ajudan Mayor 1 dan 2 : “Sir, yes sir....” ....Meninggalkan Mayor Vipta dan Letnan Galih.....
Mayor Vipta : “Lihat ini.....” ....Sambil membuka kotak peti besi.....
Letnan 1 Galih : “Lalu untuk apa ini semua ?.....” .....Melihat kedalam kotak peti besi.....
Mayor Vipta : “Ini ada 3 rompi kevlar, 1 buah MP-5, 1 buah MP-7, amunisi juga magazin untuk senjatanya, granat asap, pistol setrum dan clipnya, gas merica, 3 buah pisau standar kita dan sarungnya, 3 buah baton, holster bagian belakang dan tentu senjata dua handgun lama yang kau pakai lalu kau modifikasi yang akhirnya selesai kau pesan dan custom “Black Horn” dengan 12 peluru dalam 1 magazin dan peluru khusus yang kau minta “Black Bullet” sejak perang besar kita berakhir......Kurasa ini cukup untuk pengawalan nanti.....”
Letnan 1 Galih : “Kukira ini hanya pengawalan biasa tapi ternyata terlalu sangat luar biasa. Memangnya apa yang terjadi ?....”
Mayor Vipta : “Aku mendapatkan laporan dari masing-masing intel kita yang ditugaskan dan melaporkan seluruh agen elit dari 4 negara akan menggunakan persenjataan militer setara dengan pembunuh bayaran dan masing-masing agen elit ini tidak menyangka akan bertemu agen elit lain....”
Letnan 1 Galih : “Maksudmu keuntunganku adalah lari dan sembunyi lalu membiarkan mereka saling membunuh satu sama lain kalaupun masih tersisa agen elit, aku hanya perlu membereskannya.....”
Mayor Vipta : “Tepat sekali.....”
Letnan Galih : “Baiklah......”
Mayor Vipta : “Bukan itu saja bila kalian mulai terdesak, kami mengawasi kalian dan akan memberikan bantuan darat secepatnya. Lagian mereka belum tahu siapa Letnan Galih sebenarnya lalu yang palin penting adalah saat memberikan laporan ke Anggota Dewan. Menurut bawahanku yang berada di gedung parlemen, kau akan diberi pertanyaan sulit dan dapat memojokkan dirimu bahkan akan memojokkan mereka bertiga.....”
Letnan 1 Galih : “Tidak, aku yakin sekali mereka bertiga bisa melakukannya karena mereka adalah gadis-gadisku......”
Mayor Vipta : “Satu hal lagi, tamu VVIP kita setelah menurunkanmu di gedung parlemen mereka ke gedung perdana menteri dan Jenderal, aku yang mengawasi kalian dari drone beserta Kolonel Fauzan yang memimpin bantuan darat.....”
Letnan 1 Galih : “Begitu, ya. Aku mengerti.....”
Letnan 1 Galih : “Kau juga......” ....Melihat Mayor Vipta....
Kemudian hari menjadi malam dan Letnan Galih mengambil radio lalu menghubungi Letnan Andrian dan Prajurit Charen.....
Letnan 1 Galih : “Letnan Andrian, Prajurit Charen, apa kalian mendengarku ?.....Over......”
Letnan 2 Andrian dan Prajurit Charen : “Sir, yes sir.....Over....” ....Membalas lewat radio....
Letnan 1 Galih : “Melapor tugas ke barakku segera......Over & out.....” .....Menutup radio.....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Copy.....On The Way.....Over & out.....” ....Menutup radio....
Letnan 1 Galih : “Kurasa aku akan mengambil senjata dan perlengkapanku dulu lalu mengambil senjata jaga diri untuk mereka.....” ....Sambil mengambil senjatanya.....
Setelah itu tidak lama kemudian Letnan Andrian dan Prajurit Charen datang melapor ke Letnan Galih di baraknya....
Letnan 2 Andrian : “Lapor, Letnan. Kami berdua ingin melapor tugas.......” .....Sambil hormat.....
Letnan 1 Galih : “Turunkan tangan kalian berdua, tidak perlu terlalu formal......” ....Melihat mereka sambil hormat....
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan tapi sebenarnya apa yang terjadi lalu apa itu ?......” ....Melihat kotak peti besi di ruang tamu Letnan Galih.....
__ADS_1
Letnan 1 Galih : “Kalian berdua masuk dulu nanti aku jelaskan......” .... Sambil mendorong mereka masuk dan menutup pintu.....
Prajurit 1 Charen : “Tapi apa yang anda mau sampaikan ?.....”
Letnan 1 Galih : “Letnan Andrian, buka peti besi itu.....” ....Sambil duduk.....
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan......Ini.....Ini.....” .....Membuka kotak peti besi dan melihat kedalamnya....
Letnan 1 Galih : “Benar, itu adalah senjata pengawalan kalian berdua dan masing-masing satu lalu taruh senjata dibelakang baju dinas kalian nanti juga pakai rompi itu dibalik baju dinas kalian berdua.....” ....Melihat mereka berdua....
Prajurit 1 Charen : “Kukira ini hanya misi pengawalan biasa....” ....Sambil mengambil senjata MP-5, magazin, dan perlengkapan lainnya.....
Letnan 1 Galih : “Rencananya memang seperti itu tapi akan ada beberapa kejutan untuk kita nanti. Itu adalah perlindungan diri kalian dan melindungi tamu kita......”
Letnan 2 Andrian : “Aku mengerti maksud anda yang sebenarnya......” .....Mengambil senjata MP-7, amunisi, dan perlengkapan lainnya.....”
Prajurit 1 Charen : “Hahhhh......Apa maksudnya ???......”
Letnan 2 Andrian : “Kalau begitu kami permisi dulu untuk mempersiapkan kejutan besok....” ....Sambil menarik Prajurit Charen.....
Letnan 1 Galih : “Baiklah, sampai bertemu besok di gerbang “Gate” dan hati-hati dijalan saat kalian kembali.....”
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan.....” ....Meninggalkan barak Letnan Galih dan menarik Prajurit Charen sambil berlari......
Prajurit 1 Charen : “Tapi aku tidak mengerti maksudnya apa.....” ....Sambil ditarik Letnan Andrian menjauh dari barak Letnan Galih....
Letnan 2 Andrian : “Kurasa di sini saja.....” ....Melepas Prajurit Charen....
Prajurit 1 Charen : “Sebenarnya apa maksud kalian berdua !!!!......” .....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Akan kujelaskan tapi jangan berisik.....” ....Sambil menutup mulut Prajurit Charen dan melepaskannya....
Prajurit 1 Charen : “Jadi apa maksud dari “Kejutan untuk kita” dan apa artinya ?.......” ....Menatap Letnan Andrian.....
Letnan 2 Andrian : “Maksud Letnan Galih bahwa akan ada penyergapan atau semacam ancaman bagi tamu VVIP kita yang kita kawal nanti dan melihat senjata, amunisi, perlengkapan yang diberikan kepada kita juga bukan main-main.....”
Prajurit 1 Charen : “Itu artinya mengancam nyawa tamu kita ?.....”
Letnan 2 Andrian : “Benar dan kalau begitu aku ingin pergi ke barakku dulu untuk persiapan besok, sampai jumpa besok.....” .....Meninggalkan Prajurit Charen.....
Prajurit 1 Charen : “Baik, begitu juga denganku. Sampai jumpa juga.....” ....Pergi ke baraknya....
Bagaimana Letnan Galih yang akan menghadapi Dewan Parlemen bersama 3 gadis dari dunia sana ?
Apakah Ksatria Ririn menerima persetujuan perdamaian dari Dunia Letnan Galih ?
Apakah saat disana akan menemui masalah baru ?
__ADS_1
Tunggu.......Episode 26 Sebuah Rumah Part 3.......