Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 79 Perwakilan Utusan


__ADS_3

Setelah itu, Letnan 1 Andrian beserta pasukan Kapten Galih bertemu dengan Ksatria Boses dan lainnya......


Letnan 1 Andrian : “Lama tidak bertemu Ksatria Boses ?......” ....Sambil turun dari mobil dan berjalan ke arahnya....


Ksatria Boses : “Ahhh......Anda yang waktu itu bersama kami......” ....Melihat ke arah Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Benar, saya adalah tangan kanan Kapten Galih sekaligus wakil di pasukannya jadi jika tidak keberatan kami akan mengantar dan melindungi kalian selama disini jadi kita pergi ke tempat kalian bermalam sampai ada instruksi lebih lanjut dari atasan kami ataupun kekaisaran......”


Ksatria Boses : “Baiklah, kalau begitu saya dan ksatria lain akan merepotkan kalian lagi.......”


Letnan 1 Andrian : “Tidak masalah sebagai jaminan dari utusan kekaisaran......”


Kemudian Letnan 1 Andrian dan pasukan Kapten Galih mengantar utusan kekaisaran ke tempat penginap tamu utusan yang ada di dalam markas utama.......


Sersan 1 Sultan : “Letnan, Apa anda yakin menjamin mereka semua ?........” ....Sambil menyetir mobil....


Letnan 1 Andrian : “Mau bagaimana lagi namanya juga sudah perintah dari Mayor Vipta. Jangan hormat kepada orangnya tapi hormat kepada jabatannya........” ....Melihat Sersan 1 Sultan....


Sersan Mayor Wica : “Lalu apa yang diinginkan Mayor Vipta ?......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Ahhhh......Dia meminta kita untuk menjaga mereka selama beberapa hari kedepan dan mengajak jalan-. Tidak, mengajak berkeliling di sekitar sini sama seperti Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas yang aku anggap seperti saudara laki-lakiku sendiri......”


Prajurit 1 Charen : “Apa hanya itu saja sepertinya gampang sekali ?.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Mungkin bagi orang yang tidak berpengalaman tampak biasa tapi berbeda lagi dengan orang yang sudah bertahun-tahun berpengalaman dalam hal ini. Singkatnya, ini tidak dapat diduga jika ada kejadian yang janggal dapat mengganggu jalannya perjanjian dan kita selalu diberi tugas yang seperti ini.......”


Sersan Mayor Wica : “Pertanyaannya adalah kenapa ?, bukan begitu Letnan ?.......”


Letnan 1 Andrian : “Ya tapi ini hanya hipotesaku saja jika benar ada seseorang atau sesuatu yang mereka jadikan target seperti mereka. Mereka adalah sasaran empuk bagi orang yang berpengalaman seperti Kapten Galih ditambah untuk melawan mereka membutuhkan orang dalam dari kekaisaran untuk melumpuhkan utusan pro-kedamaian. Kita yang diperintahkan untuk menjadi tameng dan tombak selama mereka disini......”


Sersan 1 Sultan : “Belum lagi jika kita sampai gagal malah menjadi aib Kapten Galih dan hukumannya juga bukan main-main......”


Letnan 1 Andrian : “Haaaahhhh.......Itu juga termasuk dan mereka incar semakin bertambah targetnya maka peluangnya juga semakin besar selama mata-mata musuh atau pasukan pembunuh kekaisaran belum ditemukan di kota.......”


Prajurit 1 Charen : “Pasti ada cara untuk menyingkirkan mereka semua dari sini.......”


Letnan 1 Andrian : “Berbicara memang mudah tapi kita tidak tahu bagaimana berkomunikasi satu sama lain dan sudah sedalam apa termasuk informasi yang mereka dapatkan juga sudah sejauh apa. Jujur saja saat pertemuan dengan Jenderal dan Duta Besar Rachel, intel kita masih kurang dan Mayor Vipta mengirim beberapa pasukan kecil ke beberapa tempat.......”

__ADS_1


Sersan Mayor Wica : “Jika membangun komunikasi musuh maka jarak dari tempat ini yang terdekat adalah Kota Venezia yang berada di antara Kekaisaran berada dan wilayah putra mahkota pertama....”


Letnan 1 Andrian : “Itu juga bisa mungkin terjadi tapi kita harus tahu dulu siapa saja orang-orang yang bermain dalam hal ini. Kita tidak bisa langsung menuduh tanpa ada bukti atau kejadian yang menyangkut......”


Sersan 1 Sultan : “Merepotkan.....”


Letnan 1 Andrian : “Bagiku sendiri ini permainan yang sangat melelahkan.....”


Sementara itu, Mayor Vipta bertemu dengan Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel termasuk Asisten Dimas di ruangan kantor Jenderal......


Duta Besar Rachel : “Ada masalah sampai memanggilku kesini, Jenderal ?.......” ....Sambil duduk di ruangan kantornya bersama Asisten Dimas....


Jenderal Isekawa : “Saya juga mendengar hal yang sama dari ajudan Mayor Vipta katanya ada utusan kekaisaran di markas ini dan Mayor Vipta membawa pesannya jadi dia meminta kita untuk berkumpul disini.....” ....Melihat Duta Besar Rachel....


Duta Besar Rachel : “Ahhh......Rupanya begitu......” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Silakan diminum tehnya dulu, Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas.....Jadi kita menunggu Mayor Vipta yang dalam perjalanan kesini......”


Asisten Dimas : “Terima kasih, Jenderal......” ....Mengambil cangkir teh untuk Duta Besar Rachel dan dirinya....


Mayor Vipta : “Permisi, Jenderal.....” ....Mengetuk pintu ruangan Jenderal Isekawa....


Mayor Vipta : “Baik.....” ....Sambil berjalan masuk ke ruangan Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Ada apa Mayor Vipta sampai mengumpulkan kami disini ?......”


Mayor Vipta : “Pertama-tama, saya meminta maaf kepada Jenderal dan Duta Besar karena memanggil secara tiba-tiba dan saya berterima kasih telah mau datang ke sini karena tadi pagi utusan kekaisaran sampai disini di gerbang markas dan membawa pesan yang masih tersegel dengan cap kekaisaran diantar oleh beberapa pasukan Ksatria Khusus Komandan Ririn sekaligus menjadi perwakilan perdamaian kekaisaran dan putri ketiga dari anak kekaisaran Raja Malto.......” ....Melihat ke arah semuanya dan sambil berdiri....


Duta Besar Rachel : “Aku sama sekali tidak ada masalah malahan aku ingin tahu apa isi suratnya......” ....Melihat Mayor Vipta....


Jenderal Isekawa : “Begitu juga denganku. Jadi apa isi suratnya ?.....”


Mayor Vipta : “Saya harap Jenderal Isekawa yang mau membuka dan membaca suratnya......” ....Memberikan suratnya kepada Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Baiklah.....” ....Mengambil suratnya dari Mayor Vipta dan membuka suratnya....


Tidak lama kemudian Jenderal Isekawa membaca isi suratnya......

__ADS_1


Jenderal Isekawa : “Jadi begitu.....” ....Memberikan suratnya kepada Duta Besar Rachel....


Mayor Vipta : “Tentang apa ?, Jenderal......”


Jenderal Isekawa : “Nanti kita jelaskan bersama.....”


Duta Besar Rachel : “Jadi begitu, aku mengerti.......” ....Memberikan suratnya kepada Asisten Dimas....


Jenderal Isekawa : “Mereka menerima janji perdamaiannya dengan syarat kita akan mengembalikan seluruh tawanan yang kita tangkap pada saat mereka menyerang kota kita dan akan berjanji penuh untuk membantu mencari hilangnya seluruh warga sipil kita akibat peperangan waktu itu......”


Mayor Vipta : “Permintaan itu ? Apakah anda akan menyetujuinya ?.....”


Jenderal Isekawa : “Itu bukan hak saya tapi Duta Besar Rachel......”


Duta Besar Rachel : “Ahhhh.....Tanggung jawab yang besar tapi disini juga tertulis kemungkinan juga warga sipil yang kita cari benar adanya di wilayah putra mahkota pertama sesuai yang kita duga dan sebagai niat baik kita untuk mengirim Kapten Galih ke ibukota kekaisaran untuk perwakilan dari kita sementara waktu ini selama beberapa waktu kedepan......”


Asisten Dimas : “Terdengar seperti perangkap untuk Kapten Galih......”


Duta Besar Rachel : “Tidak. Kalau dilihat lagi lebih dekat, ini ditanda tangani oleh Ksatria Ririn dan dicap oleh pro-kedamaian dan dia juga bilang sedang merencanakan sesuatu dengan bangsawan yang Pro-kedamaian.....” ....Melihat Asisten Dimas....


Mayor Vipta : “Berarti ini hanya sekedar formalitas saja untuk menampilkan sebuah pertunjukkan didepan pro-perang dan anti kedamaian ?......”


Jenderal Isekawa : “Benar, Mayor Vipta jika sekalipun ini jebakan kita hanya perlu menyingkirkannya tapi yang patut kita waspadai adalah orang yang berbahaya, yaitu Putra Mahkota Pertama Ele jadi sumber masalah utama kita......” ....Melihat Mayor Vipta....


Duta Besar Rachel : “Baiklah, aku setuju mengembalikan seluruh tawanan yang kita tangkap lagipula Putri Kekaisaran Ririn juga telah menanda tangani dokumennya saat waktu kunjungan ke negara kita......”


Jenderal Isekawa : “Kapan dalam membawa semua tawanan kesini dan kita kembalikan mereka ?....” ....Melihat ke arah Duta Besar Rachel....


Duta Besar Rachel : “Benar juga. Kira-kira sebelum kita mengirim Kapten Galih dan Asisten Dimas kesana......” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Baiklah, aku setuju. Mayor Vipta dalam beberapa hari kedepan kita akan mengadakan rapat operasi besar-besaran bersama seluruh pemimpin pasukan jika ada yang berhalangan hadir maka beritahu saja hasil rapatnya dan beritahukan hal ini kepada Kapten Galih jika sudah selesai berlatih dan kembali ke markas ini dengan sesegera mungkin......”


Mayor Vipta : “Sir, yes sir !!!.....”


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Bagaimana dengan kelanjutannya ?

__ADS_1


Apa operasi besar-besaran yang dimaksud ?


Tunggu........Episode 80 ???????


__ADS_2