Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 40 Rumah Pahlawan part 3


__ADS_3

Kemudian Letnan Galih dan yang lainnya makan malam bersama dan beristirahat. Tidak lama setelah itu, Letnan Galih memisahkan diri dan mengambil kotak P3K yang ada di rumahnya lalu menuju gazebo sambil membawa foto mendiang Rianai juga pemantik api.....


Letnan 1 Galih : “Prajurit Charen, aku mau ke gazebo sebentar. Kalian lanjutkan tanpa aku.....” .....Berdiri mengambil jaketnya dan pergi ke gazebo....


Prajurit 1 Charen : “Baik, Letnan...” ....Pergi berkumpul bersama yang lainnya....


Sementara itu, di gazebo Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Haahhh.....Belajar melupakan, ya ?.....” ....Duduk dan merenung sambil melihat foto Rianai....


Letnan 1 Galih : “Lebih baik aku mengurus diriku dulu.....” ....Meletakkan foto diatas meja dan membuka baju beserta rompinya untuk mengobati luka akibat terserempet peluru....


Setelah itu Letnan 2 Andrian kemudian menyadari bahwa tidak ada Letnan 1 Galih.....


Letnan 2 Andrian : “Heiii, Apa kalian melihat Letnan Galih ?...... ” ....Melihat seisi ruangan itu....


Dewi Rara : “Tidak....” ....Melihat Letnan Andrian....


Ksatria Ririn : “Tidak....” ....Melihat Letnan Andrian....


Prajurit 1 Charen : “Ohhh.....Ya, Letnan Galih pergi ke gazebo.....” .....Sambil duduk dan membagikan teh hijau hangat.....


Seketika ruangan itu menjadi hening.......


Letnan 2 Galih : “Kira-kira, apa yang dipikirkan Letnan Galih ?.....” ....Duduk dan melihat semua orang di ruangan itu....


Ksatria Boses : “Memangnya ada apa ?......” ....Duduk....


Prajurit 1 Charen : “Setiap kali, kami berkumpul bersama saat sedang bahagia atau berduka. Letnan Galih selalu memisahkan diri dan merenung untuk sementara lalu besoknya dia kembali lagi seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa. Hal itu terus terjadi sejak kehilangan dia dan berbagai macam misi terutama misi yang mengancam banyak orang.....” ....Melihat semua orang di ruangan itu....


Dewi Rara : “Bukankah itu hal yang wajar ?.....” ....Duduk....


Penyihir Nana : “Wajar jika dilakukan sekali atau 2 kali tapi tidak seterusnya.....” ....Duduk....


Ksatria Ririn : “Benar tapi mungkin saja, ini menyangkut tentang beban yang ia tanggung sendiri selama ini dan tanggung jawabnya sebagai ksatria hebat ditambah kehilangan keluarganya pasti dia juga akan terpukul. Kalau aku di posisinya, aku akan lebih depresi.....”


Elf Lulala : “Kalau tidak salah, dia sudah menyelamatkan kita beberapa kali bahkan tanpa memikirkan nyawanya sendiri.....” ....Duduk....


Letnan 2 Andrian : “Ya, bukan hanya kalian tapi kami juga. Letnan Galih memberikan alasan untuk hidup lagi dan alasan kami bertempur jadi kami akhirnya mengikuti dia. Saat itu kami tidak mengenal Letnan Galih tapi kami menjadi salah satu bagian menjadi keluarganya. Ketika bertugas Letnan Galih selalu orang yang paling terakhir keluar dari pertempuran dan orang yang pertama masuk ke medan pertempuran.....”


Ksatria Boses : “Beban seperti itu mungkin yang ditanggungnya dan itu sudah sangat lama waktunya.....” ....Sambil minum teh....


Penyihir Nana : “Hal-hal semacam itu yang mungkin memberatkan hatinya....”


Prajurit 1 Charen : “Baik-baik....Ini sudah terlalu larut.....Ayo bereskan ini semua agar kita juga bisa pergi beristirahat.......” ....Berdiri....


Letnan 2 Andrian dan semua orang yang ada di ruangan itu : “Baik....”

__ADS_1


Kembali lagi kepada Letnan Galih yang berada di gazebo dan Letnan Andrian juga yang lainny sudah beristirahat tapi Ksatira Ririn tidak bisa beristirahat karena terus memikirkan Letnan Galih, akhirnya Ksatria Ririn menyusul Letnan Galih.....


Letnan 1 Galih : “Enaknya jadi mereka sedangkan aku yang harus terus berjuang demi masa depan tidak berujung. Kamu terlalu baik kepadaku dan terlalu sempurna....Harusnya segalanya menjadi sempurna hanya tinggal 1 langkah lagi, dear my love......” ....Sambil melihat foto Rianai lagi.....


Ksatria Ririn : “Masih belum beristirahat ?......” ....Sambil berjalan ke gazebo dan melihat Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Tidak.......Maksudku belum, aku tidak bisa tidur. Bagaimana dengan anda ?.....” ....Melihat Ksatria Ririn....


Ksatria Ririn : “Sama sepertimu lagipula kalau sendiri itu tidak enak bukan ? dan apa salahnya berjuang demi orang yang kita cinta....” ....Menatap Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Hahaha.....Anda rupanya mendengarkan ucapanku....”


Ksatria Ririn : “Tidak perlu formal.....Ini bukan pertemuan khusus.....” ....Berdiri....


Letnan 1 Galih : “Baiklah, jadi ada apa keperluanmu ?.....”


Ksatria Ririn : “Butuh bantuan di pundakmu ?......” ....Melihat luka yang ada di pundaknya....


Letnan 1 Galih : “Tentu akan sangat membantu sekali....” ....Memberikan P3Knya....


Ksatria Ririn : “Baik, sepertinya aku akan terbiasa dengan peralatan ini.....” ....Sambil mengobati lukanya....


Letnan 1 Galih : “Hahaha.....Mungkin saja....Ahhhaaaa.....Perih....”


Ksatria Ririn : "Maaf.....Maaf....."


Setelah itu, ternyata Letnan 2 Andrian terbangun dari tidurnya karena mendengar suara tertawa dari arah gazebo dan mengintip mereka juga Prajurit 1 Charen yang ingin minum air....


Letnan 2 Andrian : “Diamlah......Lihat itu.....” ....Berbalik dan melihat Prajurit Charen lalu membungkam mulutnya....


Prajurit 1 Charen : “Apa ???....Bukankah itu...” ....Melihat Letnan Galih dan Ksatria Ririn....


Letnan 2 Andrian : “Iya, aku juga tahu itu.....Sebenarnya aku diberikan tugas rahasia dari Mayor Vipta untuk mengawasi Letnan Galih.....”....Sambil melihat Letnan Galih dan Ksatria Ririn lalu melepaskan bungkaman tangannya....


Prajurit 1 Charen : “Baik, untuk menjaga hubungan dengan dunia seberang ?......”


Letnan 2 Andrian : “Bukan tapi mencari obat untuka hati Letnan Galih. Kita semua tahu sendiri sejak kejadian itu, Letnan Galih tidak pernah bangkit lagi malahan dia berubah menjadi sesuatu yang lain....”


Prajurit 1 Charen : “Aku mengerti itu tapi kenapa dia ??.....”


Letnan 2 Andrian : “Mana ku tahu. Kita awasi saja dari sini dan kecilkan suaramu.....”


Prajurit 1 Charen : “Baik, Letnan.....”


Kembali lagi kepada Letnan Galih dan Ksatria Ririn.....


Letnan 1 Galih : “Terima kasih atas bantuannya. Maaf kalau ada perilaku yang tidak enak di hati.....”

__ADS_1


Ksatria Ririn : “Sama-sama dan tidak ada perilaku yang tidak enak di hati.......Baik, sudah selesai.....” ....Memberikan P3Knya....


Letnan 1 Galih : “Terima kasih....” ....Sambil memakai bajunya lagi dan mengambil kotak P3Knya....


Ksatria Ririn : “Sama-sama.....” ....Duduk di gazebo....


Letnan 1 Galih : “Apa kamu baik-baik saja ?.....Diluar sini sangat dingin...." ....Menyelimuti Ksatria Ririn dengan jaketnya yang duduk kedinginan....


Ksatria Ririn : “Aku baik-baik saja, Terima kasih....Apa lukamu terjadi saat melindungi kami semua ?.....”


Letnan 1 Galih : “Hanya tergores sedikit nanti akan baik-baik saja....”


Ksatria Ririn dan Letnan 1 Galih : “Sebenarnya ada hal yang ingin kubicarakan....” .....Wajah memerah menyala dan tersipu malu....


Ksatria Ririn : “Tidak.....Tidak.....Anda duluan.....”


Letnan 1 Galih : “Tidak.....Kamu duluan....Hehehehe.....”


Ksatria Ririn : “Apa anda masih memikirkan dia ?.....”


Letnan 1 Galih : “Tentu tapi bukankah aku harus melangkah lagi dan melupakannya. Ini tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, banyak kenangan indah yang kami lalui bersama....” ....Memperlihatkan foto dan membalikkan telapak tangannya....


Ksatria Ririn : “Aku mengerti itu. Apa anda tidak mencari penggantinya ?....” ....Mengambil foto itu dan meletakkannya diatas meja....


Letnan 1 Galih : “Aku pernah memikirkan hal itu tapi belum ada yang sesuai....”


Ksatria Ririn : “Bagaimana kalau aku jadi pengganti dia ?.....” ....Memegang tangan kanan Letnan Galih dengan tangan kirinya...


Letnan 1 Galih : “Tapi aku..........” ....Memalingkan wajahnya....


Ksatria Ririn : “Ooooo......Hush.....Hei....Tatap wajahku.....Kita akan mejalaninya bersama, anda tidak perlu takut terpaku pada masa lalu saatnya membuka lembaran baru bersama denganku.....” ....Berdiri dan masih memegang tangannya....


Letnan 1 Galih : “Tapi apakah kamu bersedia menerima aku apa adanya ? Apa kamu tidak apa-apa selama tidak berada di sisiku ? Apa kamu siap jika ditinggal olehku ? Apa kamu menerima aku dan rahasiaku ?.......” ....Berdiri dan sambil menatap Ksatria Ririn....


Ksatria Ririn : “Aku bersedia dan aku sudah menunggu hal ini sejak pertama kali kita bertemu meskipun aku tidak mengetahui banyak tentang anda tapi bagaimana dengan perasaan anda sendiri ?....”


Letnan 1 Galih : “Aku......Aku.....Aku berterima kasih banyak kepadamu dan terima kasih telah memilihku.....” ....Mulai menangis....


Ksatria Ririn : “Sama-sama aku juga. Aku menyukaimu, Letnan Galih.....Aku juga harus berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkanku beberapa kali....” ....Memeluk Letnan Galih dengan erat....


Letnan 1 Galih : “Tidak....Itu semua berdasarkan perasaanku dan aku juga sudah lama ingin mengatakannya bahwa aku menyukaimu....” ....Menangis dan memeluk Ksatria Ririn....


Ksatria Ririn : “Baik-baik, anda menangis seperti anak kecil tapi aku sangat menyukainya jadi tetaplah jujur terhadap perasaanmu.....” ....Sambil mengelus kepalanya....


Bagaimana kelanjutan lembaran baru yang akan dibuka oleh Letnan Galih ?


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

__ADS_1


Apa yang akan terjadi terhadap Letnan Galih dan Ksatria Ririn ?


Tunggu......Episode 41 Arti Hati Pahlawan.....


__ADS_2