Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 6 Sebuah Mimpi Indah & D-day on The GATE


__ADS_3

Pukul 24.00....Saat Letnan Galih sedang tidur di baraknya dan beberapa jam sebelum penyerangan Letnan Galih sedang bermimpi kemudian kemudian terbangun akibat mimpi tersebut. Sebuah mimpi indah dan makna pesan dari hati Letnan Galih...


Letnan 1 Galih : “Apa ?????.....Dimana ini ????”


Letnan 1 Galih : “Tempat apa ini ?????”.....Sambil kebingungan.....


Kemudian ada suara yang Letnan Galih kenal, suara yang indah nan merdu di telinga Letnan Galih ternyata suara itu adalah suara Rianai yang kemudian ia muncul di hadapan Letnan Galih.....


Rianai : “Tenang saja Darling, kamu ditempat yang aman dan jauh dari medan perang..."


Letnan 1 Galih : “Kamu dan suara itu.....” ....Sambil melihat Rianai dan tidak percaya bahwa itu dia....


Rianai : “Benar darling, selama ini aku selalu melihatmu dari atas sini. Semua yang kamu lihat dan kamu rasakan selama ini...” ......Sambil berjalan kearahnya.....


Letnan 1 Galih :


“Semua....Semuanya....” ....Berlutut sambil menangis....


Rianai : “Benar darling, Semuanya.......Kesedihan, Kemarahan, Penderitaan, dan hal-hal lainnya yang kamu alami.....Aku tahu semuanya.....” .....Sambil mengangkat wajah darling dan mengusapnya....


Letnan 1 Galih : “Kenapa....Kenapa kamu meninggalkanku lebih dulu ?..”


Rianai : “Darling, tidak ada yang tahu kapan dan dimana kita akan pergi untuk selamanya....Itulah “TAKDIR”, My Love...”


Letnan 1 Galih : “Yang, Apa maksudmu dengan “Lupakan aku & Carilah jalan terbaikmu” apa artinya ? sampai sekarang aku tidak mengerti...”


Rianai : “Aku mengerti darling, aku hanya sebagai pengisi hidupmu saja bukan sebagai pasangan hidupmu dan aku mengerti bahwa pesan terakhirku menjadi salah satu penderitaanmu...”


Letnan 1 Galih : “Benar, salah satu penderitaan yang paling sakit bagiku....”


Rianai : “Aku mengerti perasaanmu darling, dibalik sisimu yang sekarang. Kamu masih memiliki hati yang rapuh dan aku tak sanggup menjadi obatmu dan lagi aku bukanlah yang terbaik buatmu juga kamu harus mencari jalan terbaik untuk masa depan & takdirmu...”


Letnan 1 Galih : “Bagaimana caranya ?”


Rianai : “Hanya kamu seorang yang bisa menemukan kunci dari kebahagiaanmu sendiri....Aku percaya itu, darling....Sebuah kisah yang akan kamu ceritakan kepadaku tapi tidak disini...”


Letnan 1 Galih : “Apa maksudmu ?”


Rianai : “Ahhhh......Waktunya sudah habis, kamu harus segera ke duniamu yang sekarang..”


Letnan 1 Galih : “Apa maksudnya ?” .....Sambil mimpi itu memudar....


Rianai : “Intinya, kudoakan selalu perjalanan dan keberuntunganmu menjadi yang terbaik...Selamat tinggal darling.....Terima kasih telah mengunjungiku....”


Kemudian Letnan Galih terbangun dari tidurnya. Dan melihat jam.....


Letnan 1 Galih : “Apa yang sebenarnya terjadi padaku ?”


Letnan 1 Galih : “Ahhhh.....Sudah jam 4 pagi....Terima kasih, nai......Sekarang aku tahu jawabannya...”


Kemudian Letnan Galih bangun dari ranjangnya dan mencuci muka setelah itu Letnan Galih mempersiapkan senjata & perlengkapannya lalu Letnan Galih bersih-bersih juga Letnan Galih memakai pakaian perangnya dan rompi anti peluru juga memakai sepatu militernya....

__ADS_1


Letnan 1 Galih : “Sudah beres dan lengkap.....”


Saat jam 06.59 pagi......Alarm di barak militer berbunyi dengan keras......Seluruh tentara yang akan dikirim ke dunia itu menaiki kendaraan tank, lapis baja, dan APC untuk pergi kesana....Letnan Galih berangkat ke tempat yang telah ditentukan oleh Mayor Vipta setelah itu Letnan Galih, Mayor Vipta dan Jenderal Isekawa berangkat naik Armored Command Mobile Pos....


Tentara 1 Infanteri : “Cepat-cepat....Naik ke kendaraan....!!!!” .....Bersemangat...


Tentara 2 Infanteri : “Sudah saatnya......”


Tentara 3 Infanteri : “Serang dengan kekuatan penuh...!!!!!” ....Bersemangat....


Komandan Tank : “Ayo jalankan tanknya, mari kita lihat ada apa di seberang sana....!!”


Tentara 1 tank : “Baik pak....”


Tentara 2 tank : “Saatnya menembak....”


Sementara itu, di Armored Command Mobile (ACM) dan beberapa APC berangkat.......


Jenderal Isekawa : “Bagaimana keadaan kalian berdua ?”


Mayor Vipta : “Baik, pak...”


Letnan 1 Galih : “Siap bertempur pak...!!!”


Jenderal Isekawa : “Bagus.....”


Pukul 08.30.....Jalanan di kota sudah dikosongkan kemudian saat perjalanan, Divisi Infanteri Angkatan Darat bertemu dengan Divisi Tank & Artileri Medan Angkatan Darat yang setelahnya menuju ke “GATE” menunggu perintah operasi Jenderal Isekawa juga melihat gedung-gedung yang disekitarnnya menjadi sepi sekali. Sementara itu ACM dan APC datang 1 jam setelahnya.....Pukul 09.30.....Kemudian Jenderal Isekawa keluar dari ACM untuk memberikan beberapa kata pidato sebelum pergi kesana.....


Tentara 1 : “Habisi mereka....!!!”


Tentara 2 : “Jangan berikan ampun....!!!”


Tentara 3 : “Hooooorah.....!!!”


Pukul 10.00.....Sudah saatnya berangkat. Jenderal Isekawa kembali kedalam ACM dan memerintahkan semua berangkat lewat radio, Mayor Vipta sebagai operator radio dan Ajudan Jenderal....


Jenderal Isekawa : “Divisi Tank & Artileri berangkat.....Dilanjutkan dengan Divisi Infanteri.....Kemudian ACM dan APC yang terisisa...."


Letnan 1 Galih : “Kulihat media berita sedang meliput kita dari atas kurasa kita akan menjadi terkenal padahal kenyataannya tidak seperti itu....”


Mayor Vipta : “Benar-benar keterlaluan.....”


Jenderal Isekawa : “Dasar kalian disaat ini, masih bisa saja bercanda....Tetap fokus....”


Mayor Vipta dan Letnan 1 Galih : “Sir, yes sir.....”


Kemudian perlahan-lahan, Kami masuk kedalam sana yang didalamnya gelap sekali sampai menggunakan lampu dari kendaraan masing-masing. Entah berapa lama , kira-kira 8 menit kemudian akhirnya ujung dari gerbang itu terlihat...


Letnan 1 Galih : “Lihat, ujungnya sudah mulai terlihat dan keadaanya masih malam...”


Mayor Vipta : “Benar...Kurasa ada perbedaan waktu.....”

__ADS_1


Jenderal Isekawa : “Setelah operasi ini selesai, segera kirim Divisi Intel dan kuserahkan padamu Mayor Vipta....”


Mayor Vipta : “Baik, pak...”


Tiba-tiba dari jarak 5-12 KM terlihat posisi dengan jelas musuh berada karena musuh membawa semacam cahaya obor dan yang melihat musuh berada adalah komandan tank karena berada paling depan barisan dengan segera Jenderal Isekawa mengeluarkan perintah untuk membuat pertahanan disekitar gerbang....


Jenderal Isekawa : “Divisi Tank segera buat parimeter dengan bentuk setengah lingkaran lalu Divisi Infanteri keluar dari kendaraan masing-masing serta segera buat parit pertahanan kemudian siapkan artileri medan lapangan.....”


Para tentara : “Baik, pak...”


Mayor Vipta : “Lapor pak, musuh mendekat pak...”


Jenderal Isekawa : “Letnan 1 Galih, saatnya giliranmu. Kami akan menunggu tembakan aba-aba darimu kemudian kami akan menembak !”


Letnan 1 Galih : “Ayeee....Sir....”


Dengan cepat, Letnan Galih keluar dari ACM menuju ke parit pertahanan yang telah dibuat dan Letnan Galih mengambil senapan jitunya dan mulai membidik....


Letnan 1 Galih : “Jarak 2 KM, angin 3 knot dari barat......” ....Melihat jarak musuh dangan teropong senapan jitunya.....


Letnan 1 Galih : “Lepaskan pengaman.....Tarik pemicu......Membidik......Tarik pelatuk......” .....Tarik nafas....


Letnan 1 Galih : “Tembak.....” .....Doooorrrrrr.......Suara tembakan keras terdengar ke seluruh pasukan....


Kemudian perintah Jenderal Isekawa kepada Mayor Vipta untuk memerintahkan pasukan melepas semua tembakan lewat radio.....


Mayor Vipta : “Semua tembakan dilepas, hancurkan semua musuh...!!!!”


Seluruh pasukan : “Tembak.....”


Setelah itu bunyi dari senapan mesin, senapan jarak menengah, tembakan dari tank dan tembakan artileri.....DOOORRRRR........BANG-BANGGG.......DOOORRR.......DOOOOOORRRRRR........


Tentara 1 : “Reload......Reload....!!!!” .....Mengisi ulang magazin.....


Tentara 2 : “Cover fire......!!!!”


Kemudian Letnan Galih berganti senjatanya dari senapan jitunya ke senapan serbu SSV-2 Custom.....Sedangkan yang lain memakai senapan mesin dan senapan serbu Type-89.....


Letnan 1 Galih : “Lapor pak, disini GSR55. Aku melihat musuh mempunyai bantuan udara dan jumlah musuh sebanyak 10.000 tentara musuh...!!!” ....Sambil menembak musuh....


Mayor Vipta : “Laporan diterima...!!!!....Jenderal, musuh mempunyai bantuan udara dan jumlah musuh sebanyak 10.000 tentara musuh....”


Jenderal Isekawa : “Baik segera persiapkan Anti Serangan Udara Angkatan Darat kalau perlu hancurkan dengan roket.....”


Mayor Vipta : “Baik, pak...”


Kemudian senapan meriam berat anti serangan udara menembak.....Terjadi kekacauan di pasukan musuh.....Sebanyak 10.000 musuh tewas dalam pertempuran itu lalu Letnan Galih juga tinggal mempunyai setengah magazin lagi.......Sementara di pasukan Jenderal Isekawa, tidak ada yang tewas apalagi terluka sedikitpun. Jenderal Isekawa memerintahkan kepada para pasukan untuk memperkuat pertahanan dan Divisi Logistik pun tiba dengan amunisi dari balik gerbang.......setelah itu bersiap untuk serangan berikutnya.....


Bagaimana tentang kelajutan pertempuran dibalik gerbang ? Apakah Letnan Galih akan berhasil ?


Tunggu......Episode 7 Operasi Kilat 1......

__ADS_1


__ADS_2