Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 63 Persiapan


__ADS_3

Kembali kepada Mayor Vipta yang sedang berbincang dengan Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica.....


Letnan 1 Andrian : “Jadi begitu, pantas saja waktu itu di villa milik Jenderal. Kapten membawa kacamata penglihatan khusus Wolf Brigade seakan-akan dia......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Tahu dan membutuhkannya lalu cara untuk mengatasinya. Bukan begitu ?......” ....Merokok dan melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Benar, Mayor tapi jujur saja saat pertama kali bertemu dengannya bahwa ada aura yang berbeda....”


Mayor Vipta : “Yahh.....Tidak ada yang tahu seperti apa dirinya lalu satu-satunya keluarga yang dia punya adalah adik perempuannya......”


Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica : “Kapten Galih punya adik perempuan ???!!!!.....” ....Terkejut....


Mayor Vipta : “Benar, dia ditemukan hidup tapi pingsan setelah pengeboman terjadi dan Kapten kalian langsung mengirimnya ke luar negeri untuk mengamankan adiknya dari medan perang lalu sekarang yang kudengar terakhir kali pekerjaan adiknya adalah menjadi penasihat perdana menteri. Ohh.....Dia juga tahu bahwa mempunyai seorang kakak dan kalau mereka bertemu seperti pasangan ditambah 80 % keuangan kita semua dipegang olehnya bukan hanya itu dia adalah pemegang saham tertinggi.....”


Sersan Mayor Wica : “Siapa nama adiknya ?......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Mariani Saputri lalu panggilan yang terkenalnya adalah Ani si Ratu Es karena ada sifat kakaknya sebagian jadinya seperti itu......”


Sersan Mayor Wica : “Ternyata kakak dan adik sama saja sifatnya......”


Mayor Vipta : “Benar bahkan kalau ada terjadi masalah pada salah satu, mereka langsung pergi entah itu kapan atau dimana......” ....Melihat mereka bedua....


Letnan 1 Andrian : “Kenapa dia tidak datang mengunjungi Kapten pada saat itu ?.....”


Mayor Vipta : “Waktu itu adalah masa-masa yang sulit dan sekarang keduanya sama-sama berhasil dan super sibuk jadi tidak pernah berkomunikasi sedikitpun ditambah kalian juga tahu sendiri sifat Kapten kalian.....”


Sersan Mayor Wica : “Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya, Mayor......”


Mayor Vipta : “Sersan Mayor Wica untuk masalah itu aku tidak berani membicarakannya dan aku lebih suka melihatnya mengalir seperti daripada harus membahasnya tapi ada 1 hal yang ingin kulihat......”


Letnan 1 Andrian : “Petualangan siapa, Mayor ?.......”


Mayor Vipta : “Kapten Galih dengan Ksatria Khusus Ririn dari kekaisaran. Aku lebih menanti petualangan dan jalan mereka yang ditempuh mereka berdua......”


Sersan Mayor Wica : “Aku juga sependapat, Mayor.....”


Letnan 1 Andrian : “Apakah anda belum tidur, Mayor ?.......”


Mayor Vipta : “Sama seperti Kapten kalian, aku tidur jika masalahnya sudah selesai tapi semakin hari semakin bertambah saja. Aku juga belum sempat laporan kepada Jenderal masalah besok dan hari ini.....” ....Sambil mematikan rokoknya....


Letnan 1 Andrian : “Jadi apakah masalah tentang pasukan unit ini sudah selesai ?. Kalau sudah, kami juga mau membuat rencana......”


Mayor Vipta : “Baik....Maaf.....Maaf.....Baiklah kalau begitu, Unit Khusus Spesial Task Alpha One kuperintahkan kalian untuk membuat rencana berikutnya dan Letnan 1 Andrian sebagai wakil pemimpin dan pemimpin di misi yang akan datang sampai perintah selanjutnya diturunkan lalu tetap bersiaga dimanapun kalian berada dan apapun situasinya.....” ....Berdiri....


Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica : “Selalu siap menjalankan tugas !!!!!.......Sir.....” ....Berdiri dan hormat....


Mayor Vipta : “Baiklah......Kembali ke tempat kalian.....”


Letnan 1 Andrian : “Kalau begitu, kami permisi dulu. Mayor.......” ....Sambil membuka pintu ruangan Mayor Vipta....

__ADS_1


Mayor Vipta : “Baik, aku mengerti dan selanjutnya tunggu informasi lanjutan tentang misi kalian yang berikutnya.....”


Sersan Mayor Wica : “Baik, Mayor......”


Letnan 1 Andrian : “Terima kasih, Mayor....”


Mayor Vipta : “Sama-sama dan tetap awasi Kapten kalian.....”


Letnan 1 Andrian : “Baik, Mayor.......”


Mayor Vipta : “Baiklah. Sekarang, apa yang akan kau lakukan sendiri Kapten Galih ?.....” .....Berbicara sendiri dan melihat jendela ke arah luar.....


Sedangkan di tempat lain yang berbeda, Kapten Galih dan yang lainnya juga sudah sampai......


Kapten Galih : “Akhirnya sampai juga.......” ....Sambil turun dari kendaraan....


Dewi Rara : “Kalau begitu, kita mulai saja.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Tidak, berlatihnya besok saja. Sekarang, kita akan membangun tempat camping dan masih banyak lagi.....” ....Sambil melepas tangki air yang dibawa....


Dewi Rara : “Hah ??......Apa ??......”


Penyihir Nana : “Yang dikatakan Kapten ada benarnya juga sekarang adalah membangun tempat kita dulu dan lainnya setelah semuanya selesai baru kita latihan.....” ....Melihat Dewi Rara....


Dewi Rara : “Baik.....”


Kapten Galih : “Kalian berdua bisa menurunkan barang-barang kalian dan barang-barang ini nanti kujelaskan tapi turunkan saja dulu.....” ....Sambil menurunkan barang-barang dan perlengkapannya....


Setelah beberapa jam kemudian dan semua barang selesai diturunkan.....


Kapten Galih : “Ini adalah tenda kalian dan ini adalah tendaku kalau terjadi sesuatu pada kalian bisa minta tolong ke tendaku dan aku ingin memasang papan target dulu lalu memasang barisan keamanan di sekitar kita.....” ....Sambil membawa peralatan keamanan....


Dewi Rara : “Lalu apa yang kita bisa lakukan dan bantu ?.....”


Kapten Galih : “Tidak ada, kalian bisa makan siang dulu atau ingin beristirahat dulu sambil menjaga barang-barang kita.....” ....Memberikan ransum MRE....


Penyihir Nana : “Kami mengerti, Kapten tapi berhati-hati karena diluar sana ada hewan-hewan buas......”


Kapten Galih : “Baiklah, aku mengerti. Sampai jumpa beberapa jam lagi......” ....Sambil berjalan pergi meninggalkan mereka berdua....


Dewi Rara : “Tapi bagaimana kami bisa menghubungimu ?.....”


Kapten Galih : “Ohhh untuk masalah itu......Gunakan saja alat itu yang ada disamping Nana untuk memanggil aku, tinggal dipencet saja tombolnya.....” ....Melihat berbalik....


Penyihir Nana : “Baik, kami mengerti......”


Kapten Galih : “Baiklah, Berhati-hatilah kalian juga dan jangan membuat kekacauan disekitar tenda kalian......”


Dewi Rara : “Baik.....” ....Wajah kesal....

__ADS_1


Kapten Galih : “Aku masih disini dan melihatmu.....Yahhh, kalau kalian sudah mengerti. Aku pergi dulu......” ....Berjalan pergi....


Penyihir Nana : “Masih ada aku jadi tenang saja.....”


Kapten Galih : “Baiklah.....”


Dewi Rara : “Cihhhh......”


Kapten Galih : “Baiklah, harusnya kamu sudah bergerakkan Ksatria Ririn ?. Karena kami semua mengandalkanmu, nasib kekaisaran dan begitu juga nasib tawanan-tawanan kami itu sekarang ada di tanganmu. Aku selalu menunggu keputusanmu......” ....Melihat ke langit dan berbicara sendiri....


Kemudian kembali lagi di markas, Mayor Vipta datang menemui Jenderal Isekawa untuk membahas beberapa hal tadi pagi.....


Mayor Vipta : “Permisi, Jenderal......” ....Sambil mengetuk pintu....


Jenderal Isekawa : “Ya....Silakan masuk.....” ....Duduk di kursinya....


Mayor Vipta : “Terima kasih Jenderal......” ....Sambil masuk ke ruangannya....


Jenderal Isekawa : “Ada apa Mayor ?.....Hmmmm......Tampaknya kau juga belum beristirahat sejak semalaman penuh kemarin.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Untunglah kalau Jenderal sudah bangun......Tidak tapi ada yang lebih penting dari itu, Jenderal.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Memangnya ada apa, Mayor ?......”


Mayor Vipta : “Ada laporan dari tadi pagi, Jenderal. Pertama-tama, ini ada surat dari Duta Besar Rachel untuk anda.....” ....Sambil memberikan suratnya....


Jenderal Isekawa : “Baiklah. Aku terima surat ini......” ....Mengambil suratnya....


Mayor Vipta : “Hal yang kedua, Kolonel Fauzan dan bala bantuan bersama persenjataan baru telah sampai tadi pagi dan membawa beberapa ahli kesini. Semuanya karena alasan dari Duta Besar Rachel ke Menhan dan Presiden untuk mempercepat. Hal yang ketiga, Duta Besar Rachel akan datang besok lalu kita juga belum menerima laporan utusan dari kekaisaran sampai saat ini juga dan menunggu perintah selanjutnya dari anda......”


Jenderal Isekawa : “Jadinya lebih cepat dari jadwal yang kita perkiraan ya ?......”


Mayor Vipta : “Benar, Jenderal......”


Jenderal Isekawa : “Dengar baik-baik, Mayor. Ini yang akan kita lakukan, kita akan menunggu sampai utusan dari kekaisaran tiba dan menjelaskannya juga kepada Duta Besar Rachel besok dan kita tidak akan melakukan pergerakan apapun sampai disini dan perintahkan semua pasukan untuk bersiaga baik yang ada disini atau yang ada dilapangan lalu tugaskan pasukan di kekaisaran membuat denah dan pengintaian lebih rinci secara detailnya.....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal.....”


Jenderal Isekawa : “Urusan dengan Duta Besar Rachel itu biar saya yang urus dan kau pergilah beristirahat, Mayor. Tidak perlu memikirkan hal ini, kau kelihatan sangat lelah sekali......”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal mungkin setelah ini. Saya akan beristirahat, saya permisi dulu......” ....Sambil berjalan pergi....


Jenderal Isekawa : “Terima kasih atas kerja kerasnya, Mayor.....”


Mayor Vipta : “Baik, Terima kasih Jenderal.....” ....Menutup kembali pintu kantor Jenderal Isekawa....


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Dimanakah utusan kekaisaran ?

__ADS_1


Apa yang sedang dilakukan Ksatria Ririn ?


Tunggu........Episode 64 ????????


__ADS_2