
Kembali kepada Jenderal Isekawa, Mayor Vipta, Duta Besar Rachel, dan Asisten Dimas.....
Jenderal Isekawa : “Saya harap rencana kita ini bisa berhasil sepenuhnya, Duta Besar Rachel.......” ....Melihat ke arah Duta Besar Rachel....
Duta Besar Rachel : “Saya dan Asisten saya juga berharap begitu dan untuk mencoba kejadian yang terburuk atau tidak diinginkan......” ....Melihat Ke arah Jenderal Isekawa....
Mayor Vipta : “Bagaimana kalau ada yang menghalangi kita, Jenderal ?.........”
Jenderal Isekawa : “Cukup lakukan seperti hal biasanya bukan ?. Kutipan dari Kapten Galih “Jika ada yang menghalangi jalan, singkirkan baik itu musuh atau teman sendiri apapun caranya”......”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Kalau begitu saya permisi dulu......” ....Sambil berjalan pergi dari ruangan Jenderal....
Jenderal Isekawa : “Ya dan tetap berhati-hati.....” ....Melihat Mayor Vipta yang keluar dari ruangannya....
Duta Besar Rachel : “Lalu bagaimana dengan surat ini ?......” ....Memberikan suratnya kepada Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Apa boleh buat dan tidak ada lagi yang boleh tahu tentang ini selain kita bukan ?......” ....Mengambil korek dan membakarnya di asbak rokok....
Duta Besar Rachel : “Benar.....” ....Melihat suratnya terbakar....
Jenderal Isekawa : “Dengan begini berarti tahap awal sudah selesai lanjut ke tahap pertama......” ....Melihat suratnya terbakar menjadi abu....
Sedangkan di tempat Kapten Galih berlatih bersama Penyihir Nana dan Dewi Rara........
Penyihir Nana : “Tidak kusangka dalam 3 hari ini, anda dapat menggunakan sihir setara Raja Iblis atau Pahlawan dan dilihat dari daya hancurnya ini lebih dari tingkat Agung......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Apakah akan berbahaya kalau digunakan ?......” ....Melihat Penyihir Nana dan Dewi Rara....
Dewi Rara : “Tentu saja jelas sangat berbahaya bagi musuh dan teman sendiri tapi jika penggunaan sihirnya ingin berbuat seperti itu termasuk mengendalikan sihir sebesar itu perlu waktu yang lama juga kapasitas sihirnya juga harus besar......”
Kapten Galih : “Kapasitas sihir ????......”
Penyihir Nana : “Seperti mangkuk atau wadah tempat penyimpanan anggap saja seperti itu jika kapasitas sihir dan sihir yang dikeluarkan berbeda hasilnya adalah sihirnya akan gagal dan wadah penyimpanan tidak sanggup menampung kapasitas sihir seperti itu apalagi mengeluarkan sihir kegelapan dan cahaya secara bersamaan menyebabkan seluruh kapasitas sihir mengurang dengan cepat secara drastis bukan hanya itu juga tapi menyebabkan bentrokan antara 2 sihir spesial yang berbeda......”
Kapten Galih : “Kalau dikeluarkan bersamaan, apa yang terjadi ?......”
Penyihir Nana : “Entahlah, mungkin dapat melenyapkan ibukota kekaisaran dalam 1 malam.......”
Kapten Galih : “Yang benar saja.....”
Dewi Rara : “Wadah penyimpanan juga dapat dibuat atau ditambahkan dari latihan fisik atau kemampuan sihir yang sudah jauh. Sihir kegelapan ada berbagai macam tapi yang paling ditakuti oleh manusia saat itu dan sekarang disini adalah “Death Skull” dan “Death Knight” jika sebaliknya, sihir cahaya memiliki “Bloom Healing” dan “Holy Knight”......”
Kapten Galih : “Sihir seperti apa itu ?......”
__ADS_1
Penyihir Nana : “Sihir terkuat milik Raja Iblis “Death Skull” adalah sihir kematian instan, siapapun yang terkena mantra kutukan dari sihir itu dalam beberapa detik akan dijamin mati selanjutnya “Death Knight” adalah ksatria pasukan kegelapan dapat dipanggil dan kekuatan tempurnya juga lumayan tidak bisa dilawan manusia biasa. Sihir cahaya milik pahlawan “Bloom Healing” adalah menyembuhkan seseorang dari kematian tapi tidak bisa membangkitkan orang yang sudah mati lalu “Holy Knight” adalah seperti “Death Knight” tapi melawan kegelapan dan dapat melawan “Death Knight”. Itu hanya beberapa sihir dari Raja Iblis atau Pahlawan lalu ada beberapa sihir lainnya bisa disebut 13 sihir larangan atau tersegel baik milik Raja Iblis atau Pahlawan.....”
Kapten Galih : “Lalu apa itu ?....”
Dewi Rara : “Kami tidak tahu itu sihir seperti apa tapi yang dapat menggunakan 13 sihir larangan itu adalah setara bahkan melewati Raja Iblis ataupun Pahlawan itu sendiri.......”
Penyihir Nana : “Ini hanya legenda dahulu, mereka dianggap sebagai penyeimbang dunia. Raja Iblis dari kegelapan dan Pahlawan dari cahaya yang diutus oleh Dewa untuk menyelamatkan dunia ini.....”
Kapten Galih : “Begitu rupanya.....”
Dewi Rara : “Ada alasan tesendiri lagi kenapa 13 sihir larangan itu tidak bisa dipakai oleh manusia biasa mungkin ini salah satunya, saat memakai salah satu sihir tersebut mungkin menghabiskan kapasitas yang besar dalam wadah penyimpanan dan menyerap energi kehidupan sesuatu atau seseorang penggunanya ditambah penukaran jiwa jika ingin menyelamatkan sesuatu atau seseorang.....”
Penyihir Nana : “Intinya 13 sihir larangan itu berbahaya saat digunakan dan tidak ada yang tahu jenis sihir seperti apa itu. Jika menggunakan sihir tersebut ada harga yang harus dibayar dan itu bukan kekayaan tapi pengguna sihir itu sendiri......”
Kapten Galih : “Aku mengerti, mengorbankan sesuatu atau seseorang demi menyelamatkan sesuatu atau seseorang. Seperti itu bukan ?.....”
Penyihir Nana : “Benar.....”
Kapten Galih : “Kita latihan apa selanjutnya ?.....”
Penyihir Nana : “Jujur saja, saya tidak tahu lagi harus latihan apa karena yang saya berikan juga sudah melebihi ekspetasi saya sendiri dalam beberapa hari ini......”
Dewi Rara : “Selanjutnya adalah latih tanding bersamaku sebelum kita pulang ?......”
Kapten Galih : “Baiklah.....”
Kapten Galih : “Ahhhh......Aku pernah melihat itu beberapa kali tapi kenapa tidak bisa menggunakan sihir padahal adalah dewi kematian.....”
Dewi Rara : “Saat 2 kali reinkarnasi menjadi sekarang mungkin saat itu aku adalah seorang penyihir terkuat makanya dibutuhkan pengorbanan dari sihir dan bentuk tubuhku termasuk ingatan......”
Kapten Galih : “Begitu rupanya.......”
Penyihir Nana : “Apa boleh buat lagi. Hari ini, kita cukup sampai disini dan beristirahat untuk latih tanding nanti.....”
Kapten Galih : “Baiklah, tepat pada saat memasak untuk kita makan.....”
Penyihir Nana : “Baik tapi anda perlu ingat untuk kapan saatnya untuk tidak menahan diri dalam menggunakan sihir itu seperti segel sementara saja......”
Kapten Galih : “Aku mengerti.......”
Dewi Rara : “Ini sangat menyenangkan......”
Kapten Galih : “Aku merasa dalam waktu dekat ini akan terjadi pertempuran lebih berdarah yang akan terjadi nanti.....” ....Sambil merasakan angin yang berhembus kencang....
__ADS_1
Penyihir Nana : “Orang yang dapat melihat masa depan hanya orang-orang yang mempunyai keajaiban khusus yang diberikan kepadanya disini jarang ada orang tersebut.....”
Kapten Galih : “Begitu, ternyata disini juga sama.......”
Dewi Rara : “Sedang memikirkan sesuatu ?......”
Kapten Galih : “Tidak, bukan apa-apa. Kita kembali ke camp untuk beristirahat.......” ....Sambil berbalik dan berjalan kembali menuju camp mereka....
Sementara itu di ruang mess VIP, Letnan 1 Andrian sampai mengantarkan Ksatria Boses dan beberapa ksatria lainnya bersama pasukan Kapten Galih lainnya.......
Letnan 1 Andrian : “Ini adalah tempat kalian beristirahat selama disini dan kami juga yang mengantarkan kalian berkeliling di sekitar sini maupun di kota......” ....Menunjukkan mess....
Ksatria Boses : “Baik, kami mengerti.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian dan mess....
Letnan 1 Andrian : “Kalian bisa meninggalkan barang bawaan kalian di dalam dan mengikat kuda kalian masing-masing di sebelah sana karena kita akan menaiki kendaraan ini......”
Ksatria Khusus 1 : “Wah.......”
Sersan Mayor Wica : “Aku tidak menyangkanya......” ....Melihat Ksatria Khusus Kekaisaran....
Letnan 1 Andrian : “Apa ?......” .....Melihat Sersan Mayor Wica.....
Sersan Mayor Wica : “Kebanyakan ksatria khusus kekaisaran adalah wanita......”
Letnan 1 Andrian : “Aku juga sama dengan pemikiranmu dan mulai sekarang kau dengan Prajurit 1 Charen akan tinggal bersama mereka juga......”
Prajurit 1 Charen : “Aku ???.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Memangnya siapa lagi ?. Kalau tidak mau akan kuberikan kepada yang lain, lihat saja seperti Sersan 1 kita sepertinya bersemangat sekali.......” ....Melihat Prajurit 1 Charen....
Sersan 1 Sultan : “Kalau aku tidak masalah dan tidak merepotkan.......”
Letnan 1 Andrian : “Masalahnya tidak datang sekarang tapi nanti.......” ....Sambil naik kembali ke mobil....
Sersan 1 Sultan : “Wahh.......Kalau aku mengingat itu benar juga apa yang dikatakan anda, Letnan......”
Ksatria Boses : “Kami sudah siap.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Baiklah, Sersan Mayor Wica dan Prajurit 1 Charen antar mereka naik ke mobil ini......” ....Melihat Sersan Mayor Wica dan Prajurit 1 Charen....
Prajurit 1 Charen dan Sersan Mayor Wica : “Siap......”
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Bagaimana cerita selanjutnya ?
Tunggu........Episode 81 ??????????