
Kemudian Letnan Galih dan rombongannya menuju Restoran padang dan pusat pembelajaan sedangkan di sisi lain gerbang Mayor Vipta melapor kepada Jenderal Isekawa tentang keberangkatannya.....
Mayor Vipta : “Jenderal, Letnan Galih sudah berangkat dan salah satu anak buah Letnan Galih kembali untuk menjemput kita....” ....Sambil berdiri.....
Jenderal Isekawa : “Baik, kita pergi menyusul dan mengawasi tamu-tamu kita sesuai yang kita rencanakan.....Apa pasukan nanti sudah siap ?.....” .....Sambil duduk.....
Mayor Vipta : “Kolonel Fauzan dan pasukannya sekarang sedang bersiap dan akan pergi dahulu mencari titik pengamatan.....”
Jenderal Isekawa : “Aku mengerti.....”
Mayor Vipta : “Kendaraan jemputan sudah tiba, Jenderal....”
Jenderal Isekawa : “Ayo, berangkat....” ....Sambil berdiri dari kursinya.....
Mayor Vipta : “Baik. Setelah anda, Jenderal....” ....Mengikuti Jenderal dari belakang....
Sedangkan ditempat lain, Letnan Galih dan rombongannya sampai di restoran padang......
Supir bis : “Letnan, kita sudah sampai.....”
Letnan 1 Galih : “Letnan Andrian dan Prajurit Charen antar mereka semua kedalam. Sementara aku akan menyusul kalian.....” ....Sambil berdiri....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Baik, pak....” ....Berdiri....
Ksatria Ririn : “Tunggu, anda mau pergi kemana ?....” ....Sambil berdiri dan memegang tangan Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Aku pergi sebentar dan kamu pergilah bersama mereka....”
Ksatria Ririn : “Baiklah tapi berhati-hati.....”
Letnan 1 Galih : “Aku mengerti.....” ....Turun dari bus....
Letnan 2 Andrian : “Ayoo....Kalian semua, kita turun dari sini.....”
Para rombongan : “Baik.....” ....Turun dari bus....
Kemudian Letnan Galih menemui Inspektur Lee yang berada di mobilnya dan mengobrol sebentar lalu Letnan Galih akan menyusul rombongan.....
Letnan 1 Galih : “Tidak mau masuk kedalam ?.....” ....Berdiri dari luar mobil Inspektur....
Inspektur Lee : “Tidak lagipula saya masih bertugas melindungi rombongan kalian....” ....Duduk di dalam mobil....
Letnan 1 Galih : “Jadi siapa yang mengincar kami ?.....”
Inspektur Lee : “Terlalu banyak kemungkinan tapi yang jelas itu Amerika, Rusia, dan China.....” ....Sambil mengambil dan menyalakan sebatang rokok....
Letnan 1 Galih : “Hanya segitu saja ??.....”
Inspektur Lee : “Ini masih kemungkinan ditambah dengan kelompok-kelompok yang ingin memanfaatkan situasi seperti ini dan yang kudengar mereka memiliki senjata kelas militer atau kelas 4 lalu begitu juga dengan peralatannya....”
Letnan 1 Galih : “Kapan mereka beraksi ?.....”
Inspektur Lee : “Menurut intel, selesai dari laporanmu di gedung parlemen tapi tenang saja. Saya sudah menyiapkan kendaraan tipuan seperti bus kalian lalu kami memancing pergi menjauhi kalian seandaikan masih menemukan kalian. Kami akan mengganti kendaraan kalian....”
Letnan 1 Galih : “Heeh.....Rencana yang bagus.....”
Inspektur Lee : “Benar dan sebaiknya anda menyusul mereka.....Hahahaha....” ....Melihat ke dalam retoran.....
Letnan 1 Galih : “Benar juga.....” ....Melihat ke dalam restoran....
Inspektur Lee : “Kemana tujuan kalian berikutnya ?.....”
__ADS_1
Letnan 1 Galih : “Setelah ini ke pusat pembelanjaan setelah itu ke gedung parlemen kemudian sisanya berjalan-jalan di kota lalu mungkin sisanya akan buruk....” ....Sambil berjalan pergi ke restoran....
Inspektur Lee : “Aku mengerti dan ingat berhati-hatilah jika ada apa-apa, panggil kami !!!!.....”
Letnan 1 Galih : “Baiklah.....”
Setelah itu Letnan Galih menyusul rombongan yang ada di dalam restoran untuk makan....
Letnan 2 Andrian : “Kenapa kita makan disini ?, pak....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Uang yang diberikan Jenderal sangat pas-pasan lalu ditambah dengan gajiku selama 3 bulan untuk membeli pakaian mereka karena tidak mungkin masuk ke gedung parlemen dengan pakaian itu....”
Letnan 2 Andrian : “Benar juga....”
Letnan 1 Galih : “Makan sesuka hati kalian saja karena aku yang membayarnya....”
Ksatria Boses : “Ini apa ?.....” .....Melihat makanannya.....
Ksatria Ririn : “Sudah makan saja....”
Ksatria Ririn dan Ksatria Boses : “Ini enak.....” .....Sambil makan.....
Letnan 2 Andrian : “Bukankah sebaiknya mengirim tagihan ke markas.....” ....Sambil makan dan duduk disebelah Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Hasilnya sama saja lagipula mengirim tagihan ke markas lalu selanjutnya aku juga yang membayar ditambah serangan kaisar ke dunia ini membuat banyak kerugian makanya senjata tempur kalian lama dan bahkan beberapa para perwira seperti kita malah potong gaji....” .....Sambil makan.....
Letnan 2 Andrian : “Susah juga ya.....”
Prajurit 1 Charen : “Gajiku juga sepertinya sedikit.....” ....Sambil makan dan duduk disebelah Letnan Andrian....
Letnan 1 Galih : “Masalahnya adalah kabinet sekarang sangat lemah itu yang membuat kita seperti ini dan biaya pemindahan, pembuatan markas, dan ekspedisi di dunia sana berasal dari pemotongan gaji......”
Kemudian Letnan Galih dan rombongan makan dengan nikmat dan senang. Setelah itu melanjutkan pergi ke pusat pembelanjaan.....
Letnan 2 Andrian : “Kau makan seperti gorila jadi wajar saja kan.....” .....Melihat Prajurit Charen.....
Letnan 1 Galih : “Sudah......Sudah kita lanjutkan perjalanan...” ....Melerai mereka berdua....
Para rombongan : “Baik.....” ....Naik ke bus.....
Letnan 1 Galih : “Supir, kita pergi ke pusat pembelanjaan.....” ....Melihat supir bus....
Supir bus : “Baik, Letnan.....”
Setelah itu Letnan Galih dan rombongan melanjutkan perjalanan ke pusat pembelanjaan......
Letnan 2 Andrian : “Kenapa kita harus pergi ke pusat pembelanjaan ?.....” .....Sambil duduk di bus....
Letnan 1 Galih : “Mana ada seseorang pergi dengan pakaian seperti itu ke gedung dewan.....” .....Melihat baju Lulala.....
Letnan 2 Andrian : “Benar juga.....” ....Melihat baju mereka....
Prajurit 1 Charen : “Lalu apa anda akan membayarnya dengan gaji anda.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Haahhh.......Yahhhh mau bagaimana lagi......”
Kemudian Letnan Galih dan rombongan sampai di pusat pembelanjaan......
Ksatria Ririn : “Tempat apa ini sebenarnya ?......” ....Melihat pusat pembelanjaan....
Letnan 1 Galih : “Kita sudah sampai disini untuk membeli dan mengganti pakaian kalian.....” ....Sambil turun dari bus.....
__ADS_1
Ksatria Boses : “Ada yang salah dengan pakaian kami memangnya ?....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Tidak ada tapi beberapa dari kalian memakai pakaian kurang formal.....”
Ksatria Boses : “Baiklah....”
Letnan 1 Galih : “Prajurit Charen ikuti dan bantu mereka dan Letnan Andrian tetap waspada sedangkan aku akan tunggu didepan dekat dengan kasir.....” ....Melihat 2 bawahan andalannya....
Prajurit 1 Charen dan Letnan 2 Andrian : “Baik, pak.....” .....Melihat Letnan Galih....
Elf lulala : “Lihat baju ini....Apa ini tampak formal ?....” ....Melihat setelan jas yang dipakainya.....
Prajurit 1 Charen : “Benar sekali, disini pakaian itu memang khusus untuk acara formal.....” ....Melihat Lulala....
Penyihir Nana : “Memang bagus sekali.....” ....Melihat Lulala....
Dewi Rara : “Benar-benar......” ....Melihat Lulala....
Prajurit 1 Charen : “Apa kalian yakin tidak membeli baju ?.....” ....Melihat Nana, Rara, dan Ririn....
Penyihir Nana : “Saya sudah cukup dengan apa yang saya kenakan....” ....Sambil melihat Prajurit Charen.....
Dewi Rara : “Aku juga......” ....Sambil melihat Prajurit Charen....
Ksatria Ririn : “Kami juga sudah pakai pakaian formal ala kami sendiri.....”
Prajurit 1 Charen : “Baiklah bila itu sudah menjadi keputusan kalian.....”
Setelah itu mereka semua bertemu di kasir dengan Letnan 1 Galih.....
Letnan 1 Galih : “Sudah tidak ada yang dibeli lagi ?.....” ....Melihat ke arah mereka semua.....
Letnan 2 Andrian : “Sudah, pak dan tidak ada lagi....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Baiklah, kalian pergi naik bus dan tunggu aku disana.....”
Para rombongan : “Baiklah.......” ....Sambil naik ke bus.....
Letnan 1 Galih : “Permisi, aku ingin membayar pakaian itu.....” ....Menunjukkan pakaian yang dikenakan Lulala....
Petugas kasir : “Pakaian itu totalnya 1,5 juta, pak.....” ....Melihat setelan jas Lulala....
Letnan 1 Galih : “1,5 juta ????.....Baik, aku pakai kartu bisa ?.....” ....Mengeluarkan kartu ATMnya....
Petugas kasir : “Bisa, pak. Mohon tunggu sebentar......Pakai tanda tangan atau nomor pin ?....” ....Menunjukkan struknya....
Letnan 1 Galih : “Tanda tangan saja......”
Petugas kasir : “Silakan tanda tangan disebelah sini....”
Letnan 1 Galih : “Baik.....”
Petugas kasir : “Terima kasih sudah berbelanja di toko kami, semoga datang kembali.....”
Letnan 1 Galih : “Tidak akan pernah lagi.....” .....Didalam hati.....
Bagaimana tentang laporan Letnan Galih nanti di gedung parlemen ?
Apakah isi dari laporan itu ?
Apakah pertanyaan Dewan Parlemen mengenai dunia diseberang Gerbang ?
__ADS_1
Tunggu......Episode 29 Dunia Diseberang Gerbang part 3......