Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 22 Dunia Modern


__ADS_3

30 menit kemudian akhirnya pertempuran yang panjang usai.....


Dewi Rara : “Turunkan aku, kau memegang dadaku......” .....Sambil malu.....


Letnan 1 Galih : “Ahhh.....Maaf.....Maaf....Aku tidak sengaja.....” .....Sambil terkejut dan menurunkan Dewi Rara.....


Ksatria Ririn : “Apa kamu baik-baik saja ?.....” ....Melihat Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Tentu saja....”


Letnan 2 Andrian : “Pak, Mayor Vipta dan Kolonel Denis akan segera turun dari helikopter bersama Unit Penyerang ke-4.....”


Letnan 1 Galih : “Laporan diterima dan kepada seluruh anggota jika melihat musuh yang masih hidup, tangkap & kumpulkan segera di satu tempat lalu kita akan menghitung korban jiwa dan memperbaiki Gerbang ini. Semua paham ?!!!!......”


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir.....”


Mayor Vipta dan Kolonel Denis yang masih di dalam helikopter.....


Mayor Vipta : “Sudah berakhir....” .....Melihat kebawah....


Kolonel Denis : “Ahhh.....Benar.....Pilot turunkan kami.....”


Pilot : “Baik Kolonel....”


Kolonel Denis : “Kepada seluruh pasukan Unit Penyerang ke-4 setelah dari sini akan kutraktir kalian bir.....” .....Lewat radio.....


Seluruh anggota pasukan : “Terima kasih, pak....” ....Membalas radio....


Setelah itu Mayor Vipta dan Kolonel Denis menemui Letnan Galih di Gerbang Selatan.....


Letnan 1 Galih : “Aku permisi dulu.....” ......Meninggalkan ksatria Ririn.....


Ksatria Ririn : “Baiklah....” .....Melihat Letnan Galih.....


Mayor Vipta : “Bagaimana dengan lukamu ?....”


Letnan 1 Galih : “Sudah membaik dan terima kasih atas bantuannya....” .....Melihat Mayor Vipta......


Mayor Vipta : “Baguslah kalau begitu....”


Kolonel Denis : “Puuufftttt.......Wahh....Wahh....Apa ini pekerjaanmu ?” .....Bersiul dan melihat mayat-mayat yang berhamburan.....


Mayor Vipta : “Ganas seperti biasanya......” ......Melihat mayat.....


Letnan 1 Galih : “Biasa saja......”


Kolonel Denis : “Sepertinya julukanmu tidak bisa dianggap remeh begitu saja dan dipandang sebelah mata oleh musuh-musuh kita.....”


Mayor Vipta : “Seperti itulah “Senjata Pamungkas” dunia kita.....”


Kolonel Denis : “Kalau begitu, aku permisi dulu ingin melihat anak buahku.....” .....Meninggalkan Letnan Galih bersama Mayor Vipta.....


Mayor Vipta : “Baiklah, terima kasih Kolonel.....”


Kolonel Denis : “Sama-sama !!!!....”


Letnan 1 Galih : “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan ?”


Mayor Vipta : “Jadi kau sudah tahu alasan aku kesini ?”


Letnan 1 Galih : “Hanya menebak setengahnya dan bila ingin bicara denganku harusnya tidak perlu repot-repot bertemu disini....”

__ADS_1


Mayor Vipta : “Benar, ada yang ingin kubicarakan denganmu....”


Letnan 1 Galih : “Tentang apa ?....”


Mayor Vipta : “Kau dipanggil pulang untuk melapor bukan ke hadapan Jenderal tapi ke Dewan Parlemen di Gedung Parlemen dan bahkan laporanmu akan disiarkan secara langsung oleh berbagai media lalu Jenderal dan Presiden sedang mengulur-ulur waktu sampai kau kembali....” .....Menatap Letnan Galih.....


Letnan 1 Galih : “Laporan tentang apa ?”


Mayor Vipta : “Tentang semuanya......Tentang apa yang ada disini dan tentang apa yang terjadi kemungkinan kau diberi pertanyaan yang sulit.......Dasar mereka, tidak tahu diri juga membuatku ingin mengebom Dewan Parlemen.....” .....Sambil marah.....


Letnan 1 Galih : “Baiklah kalau begitu. Aku ingin segera pulang.....”


Mayor Vipta : “Jangan senang dulu, masih ada 1 hal lagi......Menurut intel kita, bahwa negara-negara lain sedang mengincarmu bahkan sampai mengirimkan agen-agen elit pembunuh mereka untuk membawamu pergi......”


Letnan 1 Galih : “Haaahhhh.....Kukira hari liburku.....”


Mayor Vipta : “Yaaa......Memang begitu keadaannya tapi anggap saja sebagai liburanmu.....”


1 jam kemudian......Kolonel Denis menghampiri Mayor Vipta karena Unit Penyerang ke-4 telah menuntaskan misi......


Kolonel Denis : “Mayor Vipta, kita harus segera kembali ke markas....” .....Melihat Mayor Vipta.....


Mayor Vipta : “Aku mengerti....Baiklah seperti itu saja, Letnan Galih....”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih atas infonya.....”


Mayor Vipta : “Seperti biasanya....”


Kolonel Denis : “Kembalilah dengan utuh, Letnan....” .....Naik ke helikopter.....


Letnan 1 Galih : “Aku tahu itu....”


Mayor Vipta : “Sayonara, Letnan....” .....Sambil naik ke helikopter.....


Pilot : “Sir, yes sir......”


Kolonel Denis : “All units Return To Base......” .....Lewat radio.....


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir....” .....Membalas lewat radio.....


Letnan 1 Galih : “Kopral Sultan, tolong letakkan semua senjataku di Unit 1....”


Kopral 1 Sultan : “Baik lalu bagaimana dengan 2 pedang itu ?....”


Letnan 1 Galih : “Yang satu ini buang saja sedangkan pedang samurai ini bersamaku....”


Kopral 1 Sultan : “Baik, Letnan....”


Setelah itu, para penduduk kota mengucapkan terima kasih banyak dan ucapan selamat tinggal kepada Unit Penyerang ke-4 pergi dari Kota Venezia dan Letnan Galih mengumpulkan pasukannya di aula mansion bersama bangsawan juga Ksatria Khusus.....


Letnan 1 Galih : “Kami akan pergi dari kota ini secepatnya......” .....Melihat semua yang ada di aula....


Penasihat Yuri : “Kenapa terburu-buru sekali ?.....”


Kepala pelayan Marika : “Bukankah kita harus merayakannya ?”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih atas ajakannya tapi ada hal yang harus diselesaikan....”


Ksatria Ririn : “Hal tentang apa ? kalau saya boleh tahu....”


Letnan 1 Galih : “Saya dipanggil pulang oleh Dewan Parlemen untuk laporan saya.....”

__ADS_1


Tiba-tiba semua pasukan Letnan Galih menjadi terkejut.....


Ksatria Ririn : “Apa maksudnya ?”


Penyihir Nana : “Maksudnya adalah Galih telah dipanggil oleh senatnya untuk bilang apa yang terjadi disini dan tentang apa pada dunia ini.....”


Ksatria Ririn : “Apaaa ????!!!!!......Berarti satu ucapan yang keluar dari mulutnya akan menggerakkan seluruh pasukan dengan kekuatan mengerikan itu.......” ......Berbicara dalam hati.....


Letnan 1 Galih : “Memang seperti itu kenyataannya dan tawanan yang kami bawa ke tempat kami adalah wanita lalu sisanya terserah kalian tapi tolong perlakukan mereka secara manusiawi.....”


Penasihat Yuri : “Apa maksudnya ?....”


Penyihir Nana : “Maksudnya adalah memperlakukan mereka sama seperti kalian yang ada disini lalu memperhatikan kondisinya.....”


Penasihat Yuri : “Baiklah, aku...mengerti....Serahkan saja padaku....”


Ksatria Ririn : “Apa saya boleh ikut dengan anda ?......”


Letnan 1 Galih : “Tidak boleh, saat ini.......Aahhhh.....Kurasa tidak perlu dijelaskan.....”


Sersan 1 Wica : “Pak, luka anda terbuka.....”


Letnan 1 Galih : “Tidak apa-apa.....Kalau begitu kami permisi dulu.....Ayoo....”


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir.....” .....Pergi dari aula.....


Ksatria Ririn : “Apa anda akan pergi untuk selamanya ?”


Letnan 1 Galih : “Saya tidak tahu tapi semoga saja tidak.....”


Ksatria Ririn : “Tunggu !!!!.....Aku akan pergi bersamamu !!!!....”


Letnan 1 Galih : “Untuk apa ?.....” .....Sambil terkejut......


Ksatria Ririn : “Anda sudah melihat dunia kami sekarang giliran saya melihat dunia anda !!!!.....”


Ksatria Boses : “Aku juga akan ikut sebagai pengawal komandan.....”


Letnan 1 Galih : “Baiklah tapi saat disana tetap disampingku....”


Ksatria Ririn : “Aku mengerti.....”


Setelah itu, Letnan Galih pergi ke Bukit Avatra untuk pulang dan bersama seluruh pasukannya termasuk Nana, Rara, dan Lulala juga 2 tamu VIP yaitu Ksatria Ririn dan Ksatria Boses.......


Letnan 1 Galih : “Benar-benar merepotkan saja.....” .....Berbicara dalam hati.....


Letnan 1 Galih : “Sudah kularang untuk pergi bersama kita, tahu-tahunya malah ikut bersama kita....” ....Duduk disamping supir.....


Kopral 1 Sultan : “Memangnya ada apa, pak ?.....” .....Sambil mengemudi.....


Letnan 1 Galih : “Beberapa negara sudah bersiap menerjunkan agen pembunuh milik mereka karena mendengar tentang mereka dan dunia ini. Tentang kita yang bekerja dan sambil melindungi mereka....”


Kopral 1 Sultan : “Menurut Letnan sendiri, apa mereka akan merepotkan ?.....”


Letnan 1 Galih : “Entahlah, aku ingin lihat nanti saja.....”


Bagaimanakah keadaan rumah Letnan Galih yang sekarang ?


Apa maksud negara lain sedang bergerak ?


Bagaimana reaksi mereka tentang dunia diseberang gerbang sana ?

__ADS_1


Tunggu......Episode 23 Panggilan Pulang


__ADS_2