
Mayor Vipta dan Duta Besar Rachel masih membicarakannya.......
Mayor Vipta : “Masalah itu aku juga paham dan mengerti karena aku juga ikut bertanggung jawab.......”
Duta Besar Rachel : “Berbicara tentang hal pasukan Serigala Hitam dengan seluruh anggota pasukan Big Seven lain.......”
Mayor Vipta : “Ada apa ?.......”
Duta Besar Rachel : “Bila membuat pasukan non-resmi diluar pemerintah, apakah ada syarat atau hak yang harus dipenuhi ?........”
Mayor Vipta : “Tidak ada tapi itu adalah hak khusus ketika menjadi anggota Big Seven karena mereka bisa dibilang pasukan swasta dan non-pemerintah lalu tanggung jawab mereka adalah menjaga keamanan beserta kestabilan dunia apapun resikonya. Pasukan militer pemerintah perlu meminta izin untuk bergerak tapi sedangkan pasukan Big Seven sebaliknya karena sudah dipercaya dalam menjaga keseimbangan dunia. Hak spesial lainnya adalah jumlah pasukan yang tidak terbatas entah itu menyelamatkan seseorang dan masuk kedalam pasukan itu atau tidak diterima di masyarakat umum baru di rekrut masuk.........”
Duta Besar Rachel : “Begitu, jadi apakah tidak bisa membicarakan hal ini pada Kapten Galih sekali lagi ?......”
Mayor Vipta : “Ini tidak akan mudah.......”
Duta Besar Rachel : “Setidaknya dicoba dulu.......”
Mayor Vipta : “Baik........Baiklah. Aku akan mencobanya tapi jika tidak berhasil, aku akan angkat tangan mengenai ini jadi baik aku dan dia akan memerlukan waktu.......”
Duta Besar Rachel : “Terima kasih banyak.......”
Mayor Vipta : “Kau berhutang budi lagi padaku.......” ....Sambil minum....
Duta Besar Rachel : “Aku akan mengingatnya. Terima kasih.......”
Mayor Vipta : “Hari sudah hampir sore tapi kemana perginya Letnan Andrian dan ajudanmu itu......”
Duta Besar Rachel : “Mungkin mereka sedang dijalan menuju kesini......”
Mayor Vipta : “Harusnya, terpaksa kita harus menunggu mereka......”
Duta Besar Rachel : “Yahhh.......Apa boleh buat......”
Mayor Vipta : “Pelayan........” ....Memanggil pelayan....
Pelayan : “Ya ????......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Berapa harga semuanya ?.......” ....Melihat pelayan....
Pelayan : “Semua menjadi 2 keping koin tembaga dan 5 keping koin perak.......”
Mayor Vipta : “Baik, ini dia dan ambil saja kembaliannya.......” ....Memberikan 7 keping koin perak....
Pelayan : “Terima kasih......”
Mayor Vipta : “Sama-sama......”
__ADS_1
Duta Besar Rachel : “Hoohhh.......Menarik sekali dalam pembayarannya......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Hah.......Ooohhh.......1 keping koin perak itu sama dengan 100.000 di dunia kita.....” .....Melihat Duta Besar Rachel....
Duta Besar Rachel : “Apa ????!!!!!......Aku tidak salah dengar ???.....”
Mayor Vipta : “Tidak. Ini ilmu pengetahuan dasar disini tentang mata uang yang mereka gunakan. 1 keping koin tembaga sama dengan 10.000, 1 keping koin perak sama dengan 100.000, 1 keping koin emas setara 1.000.000 sedangkan 1 keping koin platinum sama dengan 10.000.000.......”
Duta Besar Rachel : “Wahhh......Mahalnya......”
Mayor Vipta : “Itu karena kau memesan makanan yang ada dengan harga koin peraknya......”
Duta Besar Rachel : “Dimana kau menukar mata uangnya ?.....”
Mayor Vipta : “Ohhhh itu ada di markas karena ada sistem penukaran mata uang khusus disini.....”
Duta Besar Rachel : “Aku mengerti......”
Mayor Vipta : “Untuk nanti malam, makan di kantin yang ada ruangan khusus VIP dan perwira selama disini kecuali bila ingin ke kota juga perlu dengan pengawalan ketat......”
Duta Besar Rachel : “Baiklah......”
Mayor Vipta : “Ayoo......Kita menunggu mereka diluar saja.....” ....Sambil berdiri....
Duta Besar Rachel : “Tentu saja......”
Kapten Galih : “Haaachuuuu......” ....Bersin....
Penyihir Nana : “Ada apa dengan anda ?......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja tapi kurasa seseorang yang berada di markas sedang membicarakanku.......”
Penyihir Nana : “Kembali berlatih dan tetap fokus......”
Kapten Galih : “Baik guru !!!!......”
Dewa Rara : “Enaknya.......”
Sedangkan di tempat lain, Letnan 1 Andrian bersama dengan Asisten Dimas yang dalam perjalanan menemui Mayor Vipta dan Duta Besar Rachel......
Letnan 1 Andrian : “Aku ingin bertanya sesuatu padamu, Dimas......” ....Sambil menyetir....
Asisten Dimas : “Ya ????......Silakan saja. .....”
Letnan 1 Andrian : “Selama Kapten Galih menghilang dan masa kecilnya, apakah dia mempunyai teman ?.......” ....Melihat Asisten Dimas....
Asisten Dimas : “Saat masa kecilnya, dia memiliki banyak teman tapi perlahan-lahan seiringnya waktu. Mereka semua menghilang dan ketika Kapten Galih menghilang, dia berhasil membuat banyak teman baru diluar sana yang siap membantu yang tidak memikirkan harus mengorbankan waktu dan jarak bahkan dengan nyawanya masing-masing.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
__ADS_1
Letnan 1 Andrian : “Begitu, tadi saat kau bilang kami dipilih dan dibentuk oleh Kapten Galih karena apa ?????.....”
Asisten Dimas : “Ohhh.....Itu karena Kapten Galih ingin membuat sebuah lingkungan keluarga bersama kalian yang mempunyai berbagai karakter dari kalian atau biasa dia sebut sebagai warna-warni dalam lukisan yang dia buat. Bukan karena kalian hanya seorang diri tapi dia ingin mengingatkan kalian untuk saling bahu-membahu terhadap keluarga kalian yang sekarang......”
Letnan 1 Andrian : “Warna-warni ?......”
Asisten Dimas : “Ketika saat pertama kali bertemu Kapten Galih sendiri, dia bisa membaca karakter dan sosok orang itu tanpa disadari kalian. Aku yakin awalnya kalian tidak seakrab ini malah lebih tidak bisa diatur bukan ?......”
Letnan 1 Andrian : “Benar, setiap dari kami dan waktu yang berbeda. Dia menyatukan kami dalam 1 keluarga untuk pasukan dan pasukan untuk menang dalam pertempuran.......”
Asisten Dimas : “Sudah kuduga, dia sebenarnya ingin melebur kalian menjadi 1 kesatuan yang tidak bisa dihancurkan bersama kalian sebagai mata, telinga, dan lainnya dia......”
Letnan 1 Andrian : “Lalu kenapa saya yang diangkat menjadi wakil pepimpin dan pemimpin berikutnya dalam pasukan ini ?......”
Asisten Dimas : “Jika kau sendiri bisa membaca pola dia akan mudah ditebak tapi untuk orang baru bertemu tidak akan bisa menebaknya. Yang kutahu pasti kau adalah orang kepercayaannya dan orang pertama bertemu dengan Kapten Galih adalah kau pastinya ditambah kau juga orang kedua yang paling berpengalaman di pasukan ini sehingga kau dapat memutuskan keputusan dan strategi apa yang akan digunakan.......”
Letnan 1 Andrian : “Waktu itu, pangkat saya masih Prajurit 1 ketika bertemu dengan Kapten Galih yang sekarang dan pangkat dia dulu adalah Mayor lalu saya menjadi bawahannya setelah dia menghilang saya menjadi Letnan 2 kemudian sekarang menjadi Letnan 1. Saya berhutang nyawa dan budi kepadanya karena waktu itu unit saya dijebak dan dijepit dari 2 arah, saya kehilangan hampir separuh anggota dan sebagian lainnya moralnya jatuh lalu datanglah Kapten Galih menolong......” ....Sambil mengingat kembali....
Asisten Dimas : “Aku juga mengerti perasaan itu , tentu bukan hanya kau saja bukan yang diselamatkan oleh Kapten Galih ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Benar, beberapa anggota lainnya juga dan sisanya adalah anak baru lalu Kapten Galih juga melatih masing-masing dari kami juga.......”
Asisten Dimas : “Melatih masing-masing dari kalian berarti kalian adalah keluarga keduanya setelah keluarga aslinya jadi jaga hubungan itu agar tidak terputus sampai kapanpun.......”
Letnan 1 Andrian : “Baik !!!!.....”
Asisten Dimas : “Apa kau ingin mendengar saran dariku ?......”
Letnan 1 Andrian : “Saran apa ?......”
Asisten Dimas : “Saranku adalah untuk selalu ada disisinya sekarang ini selama dia masih ada karena dia adalah orang yang paling berbahaya di dunia kita dan disini. Berhati-hatilah tentang hal ini.......”
Letnan 1 Andrian : “Apa yang kau maksud ?.....”
Asisten Dimas : “Dengar, Letnan Andrian dan bahkan harusnya kalian semua. Para anggota pasukan Kapten Galih, suatu hari kalian akan mengerti apa yang kumaksud saat ini tapi jika saat itu terjadi maka bersiaplah ada sesuatu yang akan mengguncang jiwa dan mental kalian nanti entah kapan tapi mulai sekarang bersiap saja untuk itu.......”
Letnan 1 Andrian : “Hah......Baik......”
Asisten Dimas : “Nanti kau juga akan tahu sendiri apa maksudku yang sebenarnya hanya masalah waktu saja dan aku rasa beberapa orang juga sudah mulai khawatir dengan keadaan yang cepat berubah disini. Cepat atau lambat........” ....Sambil melihat ke arah jendela mobil....
Apa maksud dari Asisten Dimas ?
Apakah Letnan 1 Andrian mengerti yang Asisten Dimas bilang ?
Bagaiman kelanjutan ceritanya ?
Tunggu.............Episode 76 ????????????
__ADS_1