Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 20 Cinta dan Perang


__ADS_3

Ksatria Avi tiba-tiba menyela momen yang sangat indah karena waktu dan suasana yang tepat...


Ksatria Avi : “Bisa singkirkan tanganmu darinya ?....”


Letnan 1 Galih : “Benar juga aku harus bersiap....” ....Melepaskan pelukan....


Ksatria Ririn : “Terima kasih....”


Letnan Galih hanya bisa tersenyum dan Kopral Sultan yang datang ke menara pengawas membawa banyak sekali pedang.....


Kopral 1 Sultan : “Pak, saya membawa banyak pedang berjaga-jaga kalau anda sudah kehabisan peluru dan saya menemukan tanpa ada pemiliknya....” ....Sambil membawa beragam jenis pedang....


Letnan 1 Galih : “Terima kasih, Kopral Sultan. Saya akan memilih....” ....Sambil memilih pedang....


Ksatria Ririn : “Anda bisa menggunakan pedang ?....”


Kopral 1 Sultan : “Jangankan pedang, Letnan Galih bisa menggunakan semua jenis senjata.....”


Letnan 1 Galih : “Kurasa tak selebih itu....” ....Sambil memilih pedang....


Ksatria Ririn : “Pedang seperti apa yang anda gunakan ?”


Letnan 1 Galih : “Pedang seperti ini dan ini......” ....Sambil menunjukkan pedangnya....


Ksatria Boses : “Kenapa pedang seperti itu ?”


Letnan 1 Galih : “Karena pedang ini disebut pedang samurai. Tajam, ringan, dan kuat lalu untuk pedang ini seperti kalian. Tajam, tebal, dan sangat kuat sebagai pengganti perisai......”


Ksatria Avi : “Ksatria, kami juga bisa menggunakan 2 pedang....”


Letnan 1 Galih : “Saya tahu betul Ksatria ataupun prajurit lainnya karena mereka tidak bisa menggunakan 2 pedang sekaligus juga dalam menggunakan 2 pedang membutuhkan skill khusus....” ....Menatap pedangnya....


Kopral 1 Sultan : “Itu benar karena Letnan Galih sudah keliling dunia menguasai berbagai macam senjata dan bela diri....”


Kemudian para Ksatria itu terkejut dan ketakutan....


Letnan 1 Galih : “Hentikan....kau terlalu melebih-lebihkan dan membuat takut....”


Kopral 1 Sultan : “Maafkan saya kalau begitu dan saya permisi dulu untuk menjemput 3 gadis lainnya ke sini....” ....Meninggalkan mereka.....


Letnan 1 Galih : “Baiklah.....Maafkan saya atas sikap anak buah saya....”


Ksatria Ririn : “Tidak apa-apa....”


Setelah itu Kopral Sultan pergi menjemput Penyihir Nana, Dewi Rara, Elf Lulala yang masih berada di Serikat Dagang lalu Letnan Andrian yang menyiapkan peledak terakhir untuk pertahanan dibantu dengan anggota lain.....


Letnan 2 Andrian : “Yoshaaaa......Ini peledak terakhir.....” ....Sambil memasang peledak....


Serka Irhamna : “Menurut kalian, apa ini akan bekerja sepenuhnya ?....” ....Sambil membantu memasang peledak....


Sersan 1 Hikmal : “Menurutku, ya karena mengingat bahwa Letnan Galih ingin memancing seluruh musuh kesini akan sukses besar lalu sisanya hanya masalah keberuntungan....”


Letnan 2 Andrian : “Untuk saat ini, kita fokus untuk mengurangi jumlah musuh sebanyak yang kita bisa lalu sisanya pada Letnan Galih.....”


Serka Irhamna : “Baiklah....”


Letnan 2 Andrian : “Pertahanan selesai.....” ....Sambil menutupi peledak....


Sersan 1 Hikmal : “Baiklah....”


Kemudian Kopral Sultan mengantar Penyihir Nana, Dewi Rara, Elf Lulala dari Serikat Dagang ke menara pengawas, tempat Letnan Galih mengawasi 3 gerbang sekaligus....


Kopral Sultan : “Silahkan, Letnan Galih berada di atas sana sedang bersama Ksatria Ririn dan 2 ksatria lainnya..."


Dewi Rara : “Wah.....Aku sungguh cemburu sekali....”


Elf Lulala : “Lebih baik kita keatas.....”


Penyihir Nana : “Lebih cepat, lebih baik.....”

__ADS_1


Sementara di sisi musuh yang sedang mempersiapkan penyerangan ke Kota Venezia.....


Komandan musuh : “Bagaimana pertahanan Kota Venezia ?....” ....Sambil mengatur strategi....


Komandan pengintai musuh : “Pertahanan Gerbang Barat dan Gerbang Timur sangat kuat bahkan tidak bisa ditembus dan ada yang aneh.....”


Komandan musuh : “Apanya yang aneh ?.....”


Komandan pengintai musuh : “Pengintai dan pengawal di Gerbang Barat dan Timur, tidak ada satupun yang kembali....”


Komandan musuh : “Itu artinya mereka sudah melihat kita lalu bagaimana dengan Gerbang Selatan ?....” ....Melihat komandan pengintai musuh....


Komandan pengintai musuh : “Saya rasa Gerbang Selatan tidak dijaga karena tidak memiliki penjagaan yang ketat.....”


Komandan musuh : “Baiklah, kita kirim semua pasukan ke Gerbang Selatan dan berapa jumlah seluruh pasukan kita.....”


Wakil komandan musuh : “Jumlah pasukan kita 2.000 orang....”


Komandan musuh : “Baik, kirimkan semua....”


Kemudian ke-3 gadis itu pergi ke menara pengawas dan melihat Letnan Galih dan Ksatria Ririn sedang mengawasi lalu tiba-tiba Dewi Rara langsung memeluknya dari belakang.....


Dewi Rara : “Aku sudah mencari-carimu dari tadi loh.....” ....Sambil memeluknya.....


Letnan 1 Galih : “Tunggu sebentar.......Banyak yang melihat.....”


Dewi Rara : “Tidak apa-apa....”


Letnan 1 Galih : “Saatnya pertunjukkan....” ....Sambil menunjuk musuh.....


Tidak lama kemudian Letnan Andrian menghubungi Letnan Galih menggunakan radio.....


Letnan 2 Andrian : “Pak, musuh terlihat dengan jumlah 2.000 orang.....Ganti.....”


Letnan 1 Galih : “Bagus, mereka memakan umpan.......Kalian semua, tunggu tembakan pertama dariku.....Over & Out.....” .....Sambil mengambil senapan jitunya....


Setelah itu Letnan Galih membiarkan musuh mendekat dan menunggu berada dalam jangkauan senjatanya lalu Letnan Galih menembak penyihirnya.....Dorrrrr......


Letnan 1 Galih : “Tembak !!!!......Jangan sisakan satupun !!!.....”


Seluruh anggota pasukan : “Baik.....” .....Mulai menembak....


3 jam kemudian.....Musuh menjebol pintu Gerbang Selatan dan pasukan Letnan Galih mundur ke ring 2.....


Letnan 2 Andrian : “Pasang bayonet dan tutup telinga kalian !!!!!....”


Seluruh anggota pasukan : “Baik !!!!....”


Letnan 2 Andrian : “Fire in hole !!.....” .....Memencet tombol detonator yang terhubung dengan bahan peledak.....


Setelah itu Ring 1 telah jebol.....


Letnan 1 Galih : “Aku butuh bantuan kalian semua dibawah sana.....”


Ksatria Ririn : “Baik, ayo kita pergi.....”


Setelah itu, mereka semua pergi kecuali Letnan Galih yang masih menggunakan senapan jitunya untuk menyingkirkan penyihir musuh.....


Dewi Rara : “Wah.....Wah....lihat ini....minuman darah.....” .....Sambil membunuh....


Ksatria Ririn : “Maju !!!.....Serang !!!....”


Letnan 2 Andrian : “Lindungi gadis-gadis itu.....Senapan berat tembakan perlindungan beruntun dari Unit 2 sampai 4.....”


Seluruh pasukan : “Siap, pak...” .....Menembakkan senapan berat.....


Kemudian tidak lama kemudian Letnan Galih menghubungi lewat radio....


Letnan 1 Galih : “Aku sudah membersihkan penyihirnya.....Aku akan segera ke bawah sana membantu kalian.....Bertahanlah.....”

__ADS_1


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir....”


Setelah itu Letnan Galih mengganti senapan jitunya dan mengambil senapan serbunya juga 2 pedangnya lalu bergegas turun kebawah.....


Letnan 2 Andrian : “Lempar granat kalian !!!!......”


Seluruh anggota pasukan : “Baik.....” ....Melempar granat....


Letnan 2 Andrian : “Serangan jarak dekat dan penembak senapan berat lindungi kami.....”


Seluruh anggota pasukan : “Baik !!!...” .....Menyerang maju.....


Kemudian Letnan Galih tiba menemui Letnan Andrian.....


Letnan 1 Galih : “Bagaimana situasinya ?....” ....Melihat Letnan Andrian....


Letnan 2 Andrian : “Untuk sekarang masih sanggup bertahan....” .....Sambil menembak....


Letnan 1 Galih : “Sudah saatnya minta bantuan.....”


Letnan 2 Andrian : “Benar.....”


Letnan 1 Galih : “Tembak manual dan hemat peluru....”


Letnan 2 Andrian : “Baiklah....”


Setelah itu Letnan Galih berlari menuju Unit 1 untuk memanggil bantuan dari markas....


Letnan 1 Galih : “Cormorant 1 to Wolfden.......Wolfden....Over....”


Mayor Vipta : “Wolfden here.....Cormorant 1 go head.....Over....”


Letnan 1 Galih : “Irene......Irene.....Irene....Over....”


Mayor Vipta : “Confirm Irene....Over....”


Letnan 1 Galih : “Irene Confirm....Over...”


Mayor Vipta : “Roger.....ETA 1 half hour....Over & Out....”


Letnan 1 Galih : “Roger....Over & Out....”


Kemudian dengan cepat Mayor Vipta menekan tombol alarm markas dan Unit Penyerang ke-4 segera bersiap bersama Kolonel Denis dan Mayor Vipta yang menyusul ke Helipad.....


Kolonel Denis : “Mayor, apa kau sudah siap ?....” ....Sambil duduk di helikopter....


Mayor Vipta : “Sangat siap.....” ....Sambil duduk di helikopter....


Kolonel Denis : “Unit Penyerang ke-4 berangkat !!!....”


Seluruh pasukan : “Sir, yes sir !!!!....”


Setelah itu helikopter penyerang dan pengangkut pergi bersama Unit Penyerang ke-4 lalu Letnan Galih pergi menemui Letnan Andrian


Letnan 1 Galih : “Bantuan sedang dalam perjalanan....” ....Sambil menembak musuh....


Letnan 2 Andrian : “Baguslah.....Reload !!....” .....Mengisi ulang peluru....


Letnan 1 Galih : “Covering fire.....Ini belum selesai, aku akan membantu mereka di ring 1.....”


Letnan 2 Andrian : “Baiklah....Hati-hati Letnan....” ....Sambil menembak.....


Letnan 1 Galih : “Aaahhh......” ....Sambil menganggukkan kepala....


Apakah Letnan Galih akan selamat ?....


Apakah Letnan Galih menunjukkan sisi gelapnya dalam perang ini ?....


Tunggu......Episode 21 Cinta dan Perang part 2..

__ADS_1


__ADS_2