Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 54 Perjanjian Kapten Galih part 2


__ADS_3

Kembali lagi kepada Kapten Galih bersama 4 orang yang ada di ruangan itu.....


Letnan 1 Andrian : “Tapi anda tidak perlu berbuat seperti itu.....” .....Melihat Kapten Galih.....


Sersan 1 Sultan : “Benar-benar.....” .....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Tidak, aku harus melakukannya secara fisik dan mental kalian sudah siap tapi tidak dengan emosional kalian yang selalu membuatku khawatir kalau kalian terguncang dengan kepergian atau kematian seseorang. Sebagai calon pemimpin yang hebat kalian harus mengendalikan emosional kalian.....” ....Melihat ke arah mereka....


Sersan Mayor Wica : “Jadi ini alasan anda ?.....” .....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Ada beberapa alasan lainnya tapi tidak bisa kukatakan kepada kalian karena ini rahasia. Aku yakin pada kalian semua akan mengerti pada suatu saat nanti tapi aku minta maaf kepada kalian bahwa aku bukan menjadi komandan yang terbaik bagi kalian semua.......”


Prajurit 1 Charen : “Tidak. Anda sudah menjadi komandan kami selama ini, harusnya kami yang berterima kasih kepada anda....” .....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Haaaaaa.....Kalian tidak perlu melakukannya, aku sudah senang melihat kalian hidup itu sudah cukup....”


Letnan 1 Andrian : “Kapten kita memang terbaik dari yang terbaik....”


Sersan 1 Sultan : “Tidak peduli jabatan dan julukan yang anda punya anda tetap Kapten kami.....”


Kapten Galih : “Kalian semua benar-benar......”


Sersan Mayor Wica : “Beberapa dari kami sudah mengenal anda sejak kecil dan bertugas sudah lebih dari 6 tahun bersama kami semua......”


Kapten Galih : “Kalian ini......Hari sudah hampir malam sebaiknya kalian menghapus air mata kalian dan menikmati cuti kalian.....Berhenti menangis seperti bayi.....” ....Sambil melihat ke arah luar jendela....


Letnan 1 Andrian : “Sir, yes sir.....” ....Sambil menghapus air mata....


Sersan 1 Sultan : “Terima kasih, pak....” ....Sambil menghapus air mata....


Kapten Galih : “Sudahlah kalian keluar dari sini dan menikmati cuti kalian.....”


Sersan Mayor Wica : “Baik, pak.....” ....Sambil menghapus air mata dan berdiri....


Letnan 1 Andrian : “Kalau begitu kami permisi dulu.....” .....Sambil membuka pintu ruangan kantor Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Baiklah......” ....Melihat mereka yang berjalan pergi keluar dari ruangannnya....


Sersan Mayor Wica : “Mayor Vipta.....Sejak kapan anda disini ?.....” ....Melihat Mayor Vipta sudah menunggu di luar kantor Kapten Galih....

__ADS_1


Mayor Vipta : “Sekitar 5 menit yang lalu dan bisa tinggalkan kami berdua dengan Kapten Galih....” .....Melihat Sersan Mayor Wica yang keluar dari ruangan kantor Kapten Galih.....


Letnan 1 Andrian : “Kami juga akan pergi, Mayor jadi silakan saja. Kami permisi dulu......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Baiklah, hati-hati di jalan kalian semua.....” .....Melihat Letnan 1 Andrian dan yang lainnya.....


Kapten Galih : “Ada yang ingin di bicarakan denganku, Mayor ?......” .....Melihat Mayor Vipta.....


Mayor Vipta : “Ya, tentu saja. Apa kita bisa bicarakan di dalam ?.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Tentu. Silakan masuk, jadi apa yang mau dibicarakan ?....”


Mayor Vipta : “Banyak hal yang terjadi bahkan untuk 1 hari saja......” ....Sambil menutup pintu ruangan kantor Kapten Galih....


Kapten Galih : “Tentu saja dan kurasa kau mendengar seluruh obrolan kami sejak tadi......” ....Sambil membuat teh....


Mayor Vipta : “Ketahuan yaaa......Hal itu yang ingin aku bicarakan karena terkait soal permintaanmu....” ....Sambil duduk....


Kapten Galih : “Kau juga mendengar hal itu ya.....” ....Sambil memberikan teh....


Mayor Vipta : “Yaa, tentang semuanya. Aku sendiri tidak keberatan mengenai soal permintaanmu tapi apa kamu yakin soal itu ?.....” .....Minum teh yang sudah diberikan.....


Mayor Vipta : “Maksudmu adalah segala kemungkinan yang tidak terjadi di kita akan terjadi disini dan kamu sudah melihat itu ?......”


Kapten Galih : “Bukan hanya sekedar melihat tapi merasakannya juga mengenai mereka, pasukanku, bahkan dia. Aku tidak takut dan tidak pernah mau tunduk pada siapapun tapi yang kutakutkan adalah aku harus kehilangan lagi orang-orang yang kusayangi dan aku tidak mau itu terjadi. Setidaknya saat menjalankan misi solo atau tim sekalipun, aku hanya ingin aku sendiri yang berkorban. Tidak peduli “KIA” atau “MIA” sekalipun di dunia ini......”


Mayor Vipta : “Jadi selama ini yang itu kamu takutkan di dunia baru ini ?.....”


Kapten Galih : “Ya, aku sendiri sudah kepikiran sejak lama tentang apakah ini merupakan tindakan yang benar atau sebaliknya bahkan memikirkan segala resiko yang akan terjadi sebagai penentu dalam perang. Setiap malam aku memikirkannya tentang apa yang terjadi dan tidak ada yang memikirkan perasaan itu daripada aku sendiri terus berlama-lama memikirkan itu yang kupikirkan adalah mereka dahulu.....”


Mayor Vipta : “Jadi selain mereka, apakah aku juga dapat surat juga ?......”


Kapten Galih : “Tentu saja, kau juga dapat dan tolong jangan beritahukan perihal ini pada Jenderal sekalipun.....” ....Sambil memberikan suratnya....


Mayor Vipta : “Aku mengerti dan siap bertanggung jawab tapi apakah kamu sendiri akan bilang kepada dia ???....” ....Sambil mengambil suratnya....


Kapten Galih : “Kepada Ksatria Ririn......Aku masih menyembunyikannya dan aku tidak akan pernah bilang tapi kuserahkan hal itu padamu.....”


Mayor Vipta : “Kau ini, pada akhirnya menyerahkan skenario terburukmu kepadaku tapi aku sendiri tidak bisa berani jamin bahwa semuanya akan terlihat baik-baik saja setelah kepergianmu dan ada kemungkinan di pasukanmu, jenderal, dan dia akan mengalami syok berat......”

__ADS_1


Kapten Galih : “Mungkin saja tapi untuk pasukanku sudah ku beritahu harusnya suatu saat nanti mereka siap lalu untuk Jenderal juga sudah memikirkan itu tentang rasio kematian di dunia ini kemudian untuk dia sendiri. Dia akan menjadi seorang pemimpin negeri ini, aku yakin sekali tapi seorang pemimpin tidak boleh ragu atau menangis di hadapan rakyatnya tidak peduli apapun itu perintahnya......”


Mayor Vipta : “Kalaupun terjadi kudeta, hanya ada 2 pilihannya. Ini tentang pengangkatan tampu berikutnya kurasa kau benar dibutuhkan sosok seperti dia tapi aku juga tidak setuju kalau tidak melihat kalian berdua bahagia seperti pada halusinasimu di anime.....”


Kapten Galih : “Kamu mungkin benar tapi tidak semuanya harus berakhir bahagia terkadang harus berakhir menyedihkan walaupun itu sakit. Kalian akan belajar untuk menerimanya termasuk bagi dia sendiri......”


Mayor Vipta : “Apa kau sendiri yakin ingin melibatku tentang hal ini ?....”


Kapten Galih : “Aku sudah sangat yakin sekali dan aku membutuhkan bantuanmu nanti tapi aku juga punya permintaan lain kepadamu......”


Mayor Vipta : “Permintaan apa itu ???.....”


Kapten Galih : “Aku ingin kamu melindungi dia dan pasukanku apapun yang terjadi dan konsekuensinya termasuk hal-hal lainnya.....”


Mayor Vipta : “Astaga......Seperti bukan dirimu saja. Aku mengerti itu tapi aku tidak bisa janji kedepannya seperti apa karena aku bukan sepertimu.......”


Kapten Galih : “Baiklah, aku menerima itu.....” .....Sambil minum tehnya.....


Mayor Vipta : “Aku kesini juga untuk memberitahu bahwa pesananmu akan tiba paling cepat besok lalu untuk apa itu ?.....”


Kapten Galih : “Akan kuberi tahu, ada kemungkinan benda itu bisa beresonansi dengan sihir yang ada disini dan butuh sedikit penyesuaian dibandingkan dengan benda ini.....”


Mayor Vipta : “Benda biasa seperti itu memang tidak bisa tapi berapa lama kira-kira ?.....” ....Minum teh....


Kapten Galih : “Paling cepat kira-kira aku berlatih lagi butuh semingguan ini....”


Mayor Vipta : “Aku sudah tidak sabar melihatnya, baiklah. Kurasa aku sudah memberikan infomasi ini sekarang aku harus kembali melapor ke kantor Jenderal, bagaimana denganmu ?.....” .....Sambil berdiri.....


Kapten Galih : “Baiklah. Kurasa untuk sementara ini aku ada di sini sambil menunggu pesananku datang jadi selamat malam dan hati-hati di jalan....” .....Melihat Mayor Vipta pergi menjauh.....


Mayor Vipta : “Baiklah, Kau juga. Kapten.....(tapi perjanjian itu juga cukup menyakitkan bagiku sebagai seorang teman sejati selama ini dan tolonglah kembali pada kami dengan selamat (berbicara dalam hatinya))” ....Sambil berjalan pergi dan melihat surat yang diberikannya tapi tidak membuka isi surat itu.....


Apa yang dimaksud Kapten Galih "benda itu" ???


Apa rencana berikutnya ????


Apakah ketakutan Kapten Galih akan terjadi ???


Tunggu.............Episode 55 ???????

__ADS_1


__ADS_2