Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 101 Bangsawan Lugia


__ADS_3

Kembali lagi kepada Kapten Galih dan yang lainnya.....


“Jadi dimana kita bisa mendapatkan bunganya ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“Tidak banyak pedagang disini yang menjual bunga langka seperti yang kau inginkan…..” ....Ucap Penyihir Nana....


“Kenapa ????.......” ....Ucap Kapten Galih....


“Karena bunga itu sangat spesial bagi benar-benar membutuhkannya……” ....Ucap Elf Nana....


“Aku akan membelinya walaupun dengan harga yang tinggi sekalipun…..” ....Ucap Kapten Galih....


“Kelihatannya kau membeli bunga itu untuk orang yang sangat spesial dan kami….” ....Ucap Dewi Rara....


“Sebagai militer, tidak bukan……….Sebagai ksatria aku harus mempersiapkan segala sesuatu yang akan terjadi demi orang yang tidak bisa memegang senjata atau mengendalikan sihir seperti kalian lalu demi melindungi orang-orang yang ada disekitarku saat ini…….." .....Ucap Kapten Galih membalas Dewi Rara....


“Kita sudah sampai, di depan sana…..” ....Ucap Penyihir Nana....


“Baiklah…..” ....Ucap Kapten Galih....


Sementara itu, dibalik gerbang anggota pasukan Kapten Galih yang sampai di rumah (Balik gerbang)…….


“Apakah akan baik-baik saja jika kita meninggalkan Letnan Andrian dan Kapten Galih dibalik gerbang ?.....” ....Ucap Sersan 1 Sultan....


“Kurasa mereka akan baik-baik saja dengan Mayor Vipta…….” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Memangnya kenapa ?....” ....Ucap Prajurit 1 Charen....


“Sebelum kalian bergabung dengan kami, mereka bertiga dijuluki Trio Monster Asia Tenggara…..”....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Apa ????!!!!........” ....Ucap semua anggota pasukan yang terkejut mendengarnya....


Bagaimana bisa orang seperti dia dijuluki monster dengan sikapnya itu ???……” ....Ucap Prajurit 1 Charen....


“Waktu itu, tim Delta terdesak dari berbagai sisi dan tidak ada bala bantuan sama sekali dari militer lain setelah itu Mayor Vipta, Kapten Galih, dan Letnan Andrian dari tim Alpha membantu dengan menghabisi dari garis belakang musuh sampai ke garis depan pertempuran lalu tim Delta ditarik mundur…….” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Selanjutnya apa yang terjadi Sersan Mayor ?.....” ....Ucap Letnan 2 Irhamna.....


“Jadi mereka kembali ke markas dengan luka ringan tapi medan pertempurannya menjadi mimpi buruk bagi setiap prajurit yang dikirim kesana……” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Selanjutnya ?” ....Ucap Kopral 2 Eben....


“Jumlah musuh 300 orang dan tim Delta hanya 12 orang tapi jumlah musuh bisa dikalahkan dengan 3 orang dari tim Alpha, Apa menurutmu yang akan terjadi ?.....” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Dengan 3 orang tapi sekelas monster berarti mereka melenyapkan semuanya ?....” ....Ucap Letnan 2 Irhamna....

__ADS_1


“Mereka tidak menyisakan sama sekali…….Benar-benar Trio Monster……” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Mengerikan……” ....Ucap Kopral 2 Eben....


Sersan Mayor Wica : “Karena kita sudah kembali ke rumah kurasa aku akan berpisah disini dengan kalian……” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Hati-hati Sersan Mayor……”....Ucap Sersan Kepala Hikmal....


“Sampai jumpa 3 hari lagi…..” ....Ucap Sersan Mayor Wica....


“Karena tidak ada instruksi dan mandat lagi kurasa sebagai Letnan 2, aku bisa memperbolehkan kalian pulang ke rumah masing-masing lalu sampai jumpa beberapa hari kedepan….” ....Ucap Letnan 2 Irhamna....


“Sir, yes sir…….” ....Jawaban balas dari semua anggota Kapten Galih....


Kembali lagi kepada Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian yang sampai di barak rumah sakit dan berbicara dengan bangsawan Lugia…….


“Sepertinya anda tahu akan kedatangan kami….” ....Ucap Mayor Vipta....


“Tentu saja, karena bau kalian sudah tercium sejak kalian sampai….” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Dasar tidak sopan……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Tidak apa-apa, Letnan. Maksudnya bangsawan Lugia adalah ucapannya metafora dari sebenarnya dia sudah menunggu kita sejak awal…….” ....Ucap Mayor Vipta....


“Aku terkesan dengan cara anda melihat kami bagaimana anda bisa menebak kami ?......” ....Ucap Mayor Vipta....


“Saat pembicaraan yang terakhir aku sangat yakin kau pasti akan datang lagi tapi aku tidak memikirkan bahwa kau akan membawa tamu……” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Tahan sedikit Letnan Andrian….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Dengarkan aku baik-baik, sampai saat ini aku masih bisa menahan Letnan 1 Andrian tapi sekali lagi anda tidak bisa diajak berkerjasama aku akan melepaskannya dan membiarkan dia yang akan menghabisi anda……” ....Ucap Mayor Vipta....


“Maafkan aku, aku mengerti selajutnya tapi apa yang kalian inginkan dariku ?....” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Langsung saja pada intinya, silakan Letnan Andrian yang akan menjelaskannya ?.....” ....Ucap Mayor Vipta....


“Kami menemukan sumber daya yang tidak diketahui bahkan tidak dikelola oleh anda jadi kami akan mengolahnya tapi silakan jika ingin anda pergi dari tanah wilayah kekuasaan anda….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Terserah kalian saja tapi aku yakin rakyatku akan bergabung bersama kalian dibandingkan harus dikendalikan oleh kekaisaran saat ini…..” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Kami sudah akan mengerti hal itu tapi ada satu lagi yang belum aku katakan bahwa kami akan berperang dengan kekaisaran yang lama yang dipimpin oleh putra mahkota pertama Ele dan kami memutuskan beraliansi dengan kekaisaran yang baru yang dipimpin oleh putri mahkota ketiga sekaligus komadan Ksatria Khusus Ririn…….” ....Ucap Mayor Vipta....


“Jadi begitu, ya ? perangnya sudah tidak bisa dihindari lagi oleh karena itu akan memilih dibawah tanggung jawab putri Ririn karena aku adalah salah satu orang yang terjadinya aliansi itu……” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Ahhhhh…….Aku lupa mengatakan bahwa berarti kami memiliki ijin untuk masuk ke dalam wilayah anda…..” ....Ucap Mayor Vipta....

__ADS_1


“Ya,tentu saja….” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Asal anda tahu saja orang yang dibelakangku ini adalah bawahan dari orang ingin anda temui selama ini dan kisahnya disini sudah menyebar di beberapa kerajaan kalian dan tentu saja, dia akan menjadi orang yang diincar di dunia ini…..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Kau sejak kapan ?....” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Bukan aku atau bawahan dia yang melakukannya tapi rakyat kalian sendiri. Anda harus tahu perbedaannya bahwa kami bekerja dengan semua yang kami punya demi melindungi orang banyak sedangkan kalian bekerja demi melindungi orang lain tapi kalian hanya menginginkan hadiahnya saja yang kalian pedulikan jangan salahkan kami jika rakyat kalian menderita……..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Begitu, ya………Kami sudah kalah sejak awal……..” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Kami tidak memiliki pikiran licik dari awal dan kami sudah terbuka dengan jujur itu yang menjadi kekuatan kami dibadingkan dengan militer kami yang anda lawan dan saya juga sudah menilai tampaknya anda layak untuk menjadi Jenderal disamping sisi Putri Ririn termasuk orang yang pantas bertemu dengan Kapten Galih…….” .....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Berbicara soal dia, bagaimana kabarnya dia ?....” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Dia menolak untuk pulang demi seseorang yang dia perjuangkan itulah dirinya meski tampak bodoh tapi kami sangat menyukainya karena dia menjadi dirinya sendiri dibandingkan menjadi orang lain seperti kalian…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Aku mengerti jadinya……” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Kami sudah setuju bahwa anda akan menjadi Jenderal Putri Ririn tapi jangan besar kepala dulu karena baru hanya kami berdua belum meminta persetujuan yang lain dan itu saja yang kami ingin bicarakan dengan anda…..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Sisanya kami serahkan kepada anda…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Baiklah, jika itu keinginan kalian……” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Aku minta 1 bantuanmu lagi anggap saja sebagai kepercayaan kami kepadamu…..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Apa itu ?......” ....Ucap Bangsawan Lugia....


“Jika saatnya sudah tiba, aku ingin kau untuk membantu Kapten Galih karena sebagai ksatria juga dia memiliki penilaian dan keraguannya sendiri……” ....Ucap Mayor Vipta....


“Maksud anda, Mayor ?.....”....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Aku sudah mengenal Kapten Galih sejak dulu jauh sebelum kalian mengenal dia dan lagi semakin lama kedepannya akan menjadi sulit lalu kembali lagi ke penentuan terhadap Kapten Galih sendiri……… “Tidak ada kemenangan tanpa ada pengorbanan yang sia-sia”, begitulah katanya……” ....Ucap Mayor Vipta....


“Aku mengerti……..”....Ucap Bangsawan Lugia....


“Kami akan kembali nanti tergantung jawaban yang kau berikan kepada Kapten Galih….” ....Ucap Mayor Vipta....


Bangsawan“Baiklah” ....Ucap Bangsawan Lugia....


Apa yang akan terjadi sebelumnya ?


Apa yang terjadi terhadap Kapten Galih ?


Tunggu...........Episode 102 ???????????

__ADS_1


__ADS_2