Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 17 Operasi Valkyrie


__ADS_3

Jam 05.00


Setelah itu, Letnan Galih menggendong ksatria Ririn dan menaruh ke tempat tidurnya lalu Letnan Galih memakai peralatannya dan memeriksa senjatanya dan keluar dari kamar itu....


Letnan 2 Andrian : “Letnan, anda belum pulih total. Sebaiknya anda istirahat saja....” ....Melihat Letnan Galih...


Letnan 1 Galih : “Pasukan kita juga perlu istirahat begitu juga denganmu. Laporanmu Letnan....”


Letnan 2 Andrian : “Saya sudah membagi 3 tim berisikan 2 orang yang mempertahankan 3 gerbang lalu untuk sisanya berada disini. Laporan, banyak terjadi penampakan (Pengintai musuh/Pengintai bandit) di Gerbang Barat dan Gerbang Timur sementara di Gerbang Utara cukup terlindungi oleh jurang & sungai yang deras .....”


Letnan 1 Galih : “Bagus....Tarik penjagaan kita yang berada di seluruh gerbang.....Aku akan yang menjaga kalian....”


Letnan 2 Andrian : “Sir, yes sir. Senapan Sniper anda masih di kendaraan....”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih, Letnan. Aku akan ambil sendiri....” ....Pergi meninggalkan Letnan Andrian.....


Letnan 2 Andrian : “Kepada anggota pasukan yang berjaga di gerbang, segera mundur ke dalam.....aku ulangi segera mundur ke dalam ring segera....” .....Menghubungi lewat radio.....


Seluruh Pasukan penjaga 3 gerbang : “Baik....!!!” ....Membalas radio....


Kemudian Letnan Galih pergi keluar dari bangunan bangsawan itu dan pergi mengambil senapan Snipernya lalu bergegas pergi ke menara penjaga yang tinggi dan mampu melihat 4 gerbang sekaligus....Memasang teropong & silencer (peredam) pada moncong senapan jitunya lalu mengambil posisi untuk menembak....


Letnan 1 Galih : “05.30....” ....Melihat jam tangan....


Letnan 1 Galih : “Pasang teropong dan silencer (peredam) kemudian memasukkan magazin.....Mencari posisi musuh.....Lepaskan pengaman....Tarik pemicu.....” ....Bicara dalam hati sambil melakukan....


Letnan 1 Galih : “Tarik nafas.....Hembuskan....Kemudian tembak.....” .....Mencari musuh.....


Di tempat lain, Mayor Vipta membangunkan Jenderal Isekawa yang sedang tidur di kamarnya karena masalah darurat....


Mayor Vipta : “Jenderal....Jenderal bangun ada masalah penting selain tidur....”


Jenderal Isekawa : “Ada apa ?” ....Sambil bangun dari tempat tidurnya....


Mayor Vipta : “Ada laporan darurat dari Letnan Andrian bahwa Letnan Galih mengalami luka berat akibat menolong ksatria khusus yang mempertahankan Kota Venezia....


Jenderal Isekawa : “Apaa!!!.....Bagaimana kondisinya ?.....” .....Sambil memakai seragam tempurnya....


Mayor Vipta : “Belum diketahui tapi saya rasa mereka membutuhkan kita....”


Jenderal Isekawa : “Susun operasi untuk menolong mereka dengan “Operasi Valkyrie”. Saat ini kita mengandalkan kecepatan dan kekuatan, berapa jarak dari markas ini ke kota itu ?....”


Mayor Vipta : “Jaraknya 110 Km, pak....”


Jenderal Isekawa : “Yang kali ini berangkat adalah pasukan AD dibawah komando Kolonel Denis yaitu Pasukan Penyerang ke-4 dan suruh helikopter penyerang (4 AH-Cobra & 2 Apache) dan helikopter pengangkut (12 Huey & 8 Blackhawk) siaga bila mereka membutuhkan kita. Kita Siaga 2......Kita akan menunggu sinyal dari mereka.......”


Mayor Vipta : “Sir, yes sir.....”


Sementara itu, Letnan Galih yang terus menembak pengintai musuh dari subuh hingga sekarang. Menembak pengintai dari arah Barat dan Timur.....


Letnan 1 Galih : “Arah jam 9 di Timur, jarak 1000 meter, angin 2.5 knots,” ....Berbicara sendiri....Membidik....Tarik nafas.....Tembak....Dorr......


Letnan 1 Galih : “Confirm kill.....”


Kemudian yang berada di bangunan bangsawan, Ksatria Ririn bangun dari tempat tidur dan melihat Letnan Galih yang sudah tidak ada....

__ADS_1


Ksatria Ririn : “Dimana Galih ?.....” .....Sambil terkejut dan tidak melihat keberadaan Letnan Galih....


Lalu Ksatria Ririn keluar dari kamarnya dan melihat Letnan Andrian & Sersan Wica sedang berdebat argumen....


Sersan 1 Wica : “Kenapa dibiarkan pergi ?!!!.....” .....Melihat Letnan Andrian....


Letnan 2 Andrian : “Letnan sendiri yang memintaku dan kalian juga sudah tampak kelelahan lalu perintah itu langsung dari Letnan !!!!.....” ....Melihat Sersan Wica....


Sersan 1 Wica : “Dasar ceroboh.....Letnan adalah orang yang nekat !!!....”


Letnan 2 Andrian : “Ini adalah perintahnya langsung !!!!.....Langsung !!!!.....”


Ksatria Ririn : “Ada apa ini ?.....” ....Tiba-tiba datang dan melihat mereka berdua....


Sersan 1 Wica : “Jadi begini.....”


Letnan Andrian segera menutup mulut Sersan Wica dengan tangannya dan memberikan kode (menggeleng-gelengkan kepala) agar tidak untuk diberitahu dulu....


Letnan 2 Andrian : “Tidak apa-apa....” ....Melihat Ksatria Ririn.....


Sersan 1 Wica : “Benar, tidak terjadi apa-apa kalau begitu saya permisi dulu.....” .....Meninggalkan mereka berdua....


Letnan 2 Andrian : “Kami ingin bertemu dengan bangsawan disini beserta pengurus mansion ini semuanya, apa anda segera bisa mengaturnya ?....”


Ksatria Ririn : “Tentu, bisa. Kita akan bertemu di aula mansion ini....”


Letnan 2 Andrian : “Baiklah kalau begitu....”


Setelah itu, Letnan Andrian mengumpulkan pasukan Letnan Galih dan Ksatria Ririn mengumpulkan sebagian pengurus mansion tersebut dan bersamaan dengan bangsawan yang ternyata adalah gadis kecil. Singkatnya di aula tersebut berisikan....


2. Gadis bangsawan dengan nama \= Airin (gadis)


3. Ksatria mawar biru \= Ririn, Avi, Boses (gadis semua)


4. Kepala pelayan dengan nama \= Marika (tetua)


5. Pelayan campuran kucing persia \= Mia (gadis)


6. Pelayan campuran kelinci \= Momo (gadis)


7. Pelayan gadis kecil ular \= Medusa (gadis)


8. Penasihat bangsawan \= Yuri (gadis)


Sedangkan Nana, Rara, dan Lulala pergi ke serikat dagang untuk menjual sisik Wyvern yang telah dikumpulkan dari markas Bukit Avatra....


Kopral 1 Sultan : “Lihat ada manusia campuran.....” ....Melihat orang-orang aula....


Sersan 1 Wica : “Benar, pasti Letnan Galih bahagia....”


Letnan 2 Andrian : “Kalian semua diam....Aku mendengar kalian....”


Kemudian Bangsawan masuk beserta Penasihat dan Ksatria Mawar Biru....


Ksatria Ririn : “Ini adalah Bangsawan Airin meskipun dia masih kecil lalu ini adalah Penasihat Bangsawan, Yuri...”

__ADS_1


Letnan 2 Andrian : “Saya adalah wakil komandan di pasukan ini lalu kami berasal dari pasukan Bukit Avatra. Tujuan kami disini adalah mempertahan kota dan melindungi bangsawan yang ada disini...” ....Melihat Penasihat Yuri....


Penasihat Yuri : “Benarkah itu tapi kami akan diserang oleh siapa ?....”....Melihat Letnan Andrian....


Letnan 2 Andrian : “Menurut intel kami, para bandit dengan jumlah yang tidak diketahui. Kami disini akan memberikan pertahanan, sebaiknya mengurus strateginya sekarang....”


Penasihat Yuri : “Berapa banyak yang harus kami bayar ?.... ”


Letnan 2 Andrian : “Anda tidak perlu membayar kami sepeser pun dan kami tidak akan meminta apapun....”


Sementara itu di Serikat Dagang....


Penyihir Nana : “Berapa harga untuk sisiknya ?”


Serikat Dagang : “Ahhhh.....Untuk sisik sebagus dan sebanyak ini......Bagaimana dengan 10.000 koin perak dan 5.000 koin emas tapi saya membayar setengahnya dulu.... ”


Penyihir Nana : “Baik, akan kuberi potongan diskon 50 % dan sebagai gantinya, aku ingin menukar dengan informasi....”


Serikat Dagang : “Informasi tentang apa ?.....”


Kembali ke aula mansion yang sedang ada pertemuan....


Letnan 2 Adrian : “Untuk sementara, kami berjumlah 13 orang....”


Penasihat Yuri : “Aku menghitung 12 orang....” ....Menghitung jumlah pasukan Letnan Galih....


Letnan 2 Andrian : “Yang menghilang adalah komandan kami, dia sedang bertugas menjaga gerbang....”


Tidak lama kemudian bunyi Dor !!!.......Sebanyak 3 kali dengan selang 20 detik yang ternyata Letnan Galih melepaskan silencernya (peredam) hingga terdengar letupan keras menggema ke seluruh kota dan membuat seluruh warga kota terkejut....


5 menit sebelumnya....


Letnan 1 Galih : “Lebih baik melepaskan peredam karena sudah kepanasan dan lagian hari sudah menjelang pagi....”


Kembali ke mansion........


Ksatria Ririn : “Suara apa itu ?....Apa serangan musuh ?.....” ....Terkejut....


Letnan 2 Andrian : “Bukan tapi itu adalah suara raungan komandan kami....”


Penasihat Yuri : “Apa kalian bertempur menggunakan tongkat itu ?....”


Letnan 2 Andrian : “Benar dan saya mohon maaf. Kopral Sultan dan Prajurit Yuda cari & jemput komandan kita....”


Kopral 1 Sultan dan Prajurit 2 Yuda : “Baik, pak !!!!!....” ....Meninggalkan ruangan....


Penasihat Yuri : “Siapa komandan anda ?....”


Letnan 2 Andrian : “Sebaiknya anda nanti lihat sendiri....”


Bagaimana tentang cerita baru Letnan Galih ?


Apakah ancaman yang akan datang ?


Tunggu......Episode 18 Senjata Pamungkas Kedua Negeri

__ADS_1


__ADS_2