
Masih kembali kepada rapat terjadi di ruang rapat.......
Letnan 1 Andrian : “Artinya AD akan mengamankan wilayah dan sekitar Kota Venesia sedangkan AU yang fokus akan menjemput kita dengan helikopter penjemput dan turun di markas cabang.....”
Mayor Vipta : “Kami sudah melakukan uji coba terbang dengan helikopter tempur dan pengangkut, jika helikopter terbang dari sini ke Ibukota Kekaisaran cukup untuk perjalanan bolak-balik tapi membutuhkan waktu lebih dari sehari sedangkan dari Kota Venesia bisa kurang dari sehari. Demi efisiensi waktu kami memutuskan untuk berkumpul di markas cabang yang sudah diamankan oleh AD jika sekalipun ada yang mengejar dari belakang. Ketika sudah dekat dengan wilayah Kota Venesia, AD dan AU akan memberikan bantuan untuk melindungi orang-orang yang ada di helikopter......”
Jenderal Isekawa : “Yang pergi untuk membebaskan sandera adalah Divisi Lintas Udara ke-24 dan 525, pasukan Penyerang ke-3 dan ke-4, unit Komando Udara, dan 8 jet tempur multifungsi. Sisanya tetap siaga dan menunggu perintah masing-masing. Apakah jelas ?.......”
Semua pemimpin pasukan : “Sir, yes sir !!!!!......”
Mayor Vipta : “Ketika membebaskan sandera ada kemungkinan mereka tidak ditempatkan di tempat yang sama maka dari itu yang memimpin operasi ini adalah Kolonel Denis, Kolonel Fauzan, dan Letnan Kolonel Jimbo. Sisanya dapat melindungi dan membantu pergerakan pasukan utama......”
Letnan Kolonel AU : “Pesawat pengangkut pasukan yang tersedia saat ini dan mengingat jarak dari markas pusat ke Ibukota Kekaisaran adalah A400M dan C-2 yang sudah datang beberapa waktu yang lalu termasuk helikopter tempur atau serang berupa Apache dan AH-Viper lalu helikopter pengangkut berupa Chinook, Black Hawk, Sea Hawk, Super Stallion, Super Puma, dan beberapa Bell. Untuk keadaan darurat dan multifungsi ada Caracal, Huey, dan Osprey......”
Jenderal Isekawa : “Laporan diterima......”
Kolonel AD : “Berbagai macam artileri darat dan roket, anti serangan udara, tank medium, lapis baja berat maupun ringan, MBT Leopard, Abrams M1A1, Type 80 dan Bradley. Semuanya siap......”
Jenderal Isekawa : “Baiklah......”
Kolonel Denis : “Pasukan infanteri khusus siap......”
Jenderal Isekawa : “Laporan diterima.....”
__ADS_1
Mayor Vipta : “Jika ada lagi yang ingin bertanya atau kurang bisa ditanyakan sekarang kalau tidak ada kita lanjut ke Operasi Red Dragon. Operasi ini adalah membunuh naga api yang membuat warga penduduk di sekitar harus di evakuasi sampai saat ini masih menjadi teror buruk bagi kita semua, operasi ini adalah cara kita memenggal kepala naga api itu untuk selamanya tanpa ada pengecualian. Seperti yang kita tahu secara bersama, satu-satunya orang yang pernah melawan naga api di ruangan ini adalah Kapten Galih bersama pasukannya jadi Kapten Galih akan menjelaskan di laporannya.......”
Kapten Galih : “Terima kasih, Mayor. Naga api tidak bisa dibunuh secara langsung karena kulit naga yang sangat keras dan menurut penduduk sekitar naga api sudah ada sejak 1.000 tahun yang lalu sebelum kita ada disini lalu banyak orang yang mencoba membunuhnya tapi tidak ada satupun prajurit atau petualang kembali. Saat kami mengevakuasi penduduk sekitar, tiba-tiba naga api itu datang dan menyerang penduduk dengan membabi buta. Kami menembakkan peluncur roket anti-tank dan memotong bagian lengannya dan kembali dengan hasil tersebut untuk diteliti......”
Mayor Vipta : “Seperti yang tertulis di laporan Kapten Galih dan hasil dari Dewan Parlemen bahwa naga api tidak mempan dengan serangan kaliber 50 lalu menimbulkan ricochet atau pantulan peluru. Hanya mempan dengan ledakan yang besar, seperti tembakan dari meriam tank atau rudal dari helikopter tempur lalu diperlukan banyak sumber daya untuk memenggal naga ini. Kita akan memutuskan akan menyerangnya seperti apa.....”
Letnan Kolonel AU : “Saat kami menguji dan bertemu dengan naga itu ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan bahwa kita tidak bisa melakukan pertempuran udara jarak dekat atau dogfight lalu bisa melayang seperti helikopter tempur dan memiliki kecerdasan diatas rata-rata kebanyakan hewan atau makhluk hidup lainnya.....”
Mayor Vipta : “Kami juga menerima laporan penelitian tentang ketebalan kulit naga itu setara dengan biji tungsten atau seperti tank terbang dan hanya bisa terkena panas 800°C baru mengenai bagian daging dan tulang tapi setelah mendengar hal itu kita tidak akan mundur kita akan serang dengan kekuatan penuh dari markas cabang dengan mengirim 3.000 pasukan. Kita paksa naga itu berada dari 25 meter dari tanah kemudian kita serang dengan apapun yang kita punya......”
Letnan Kolonel AD : “Ahhhhh.......Berbicara memang mudah......” ....Sambil senandung....
Jenderal Isekawa : “Baik, dengarkan.......Operasi ini hanya akan kita lakukan setelah Operasi Pegasus selesai jadi masih ada waktu mengenai cara membunuh naga ini dan berdoa saja agar tidak datang ke sini.......”
Kapten Galih : “Mengingat keterbatasan sumber daya dan durasi operasi yang tidak diketahui akan membuat kita siapa yang harus menjadi prioritas saat ini makanya kita akan adakan pemungutan suara untuk menjalankan operasi yang lebih penting agar tidak membuang sumber daya yang ada.....”
Jenderal Isekawa : “Silakan acungkan tangan kalian saja. Operasi Pegasus......”
Mayor Vipta : “Semuanya di dalam ruangan ini. Operasi Red Dragon......”
Letnan 1 Andrian : “Kapten ?.....” ....Melihat Kapten Galih yang berada disebelahnya....
Mayor Vipta : “Hanya Kapten Galih dan sebutkan alasannya.....”
__ADS_1
Kapten Galih : “Alasannya mudah, memang saya yang akan memimpin Operasi Pegasus tapi saat ada orang yang meminta bantuan saya juga akan pergi karena saya ada beberapa urusan yang belum selesai dengan naga itu. Saya tahu rasanya ketika meminta pertolongan tapi tidak ada satupun yang membantu dan saya mencegah pengalaman itu agar tidak terjadi disini, saya akan bekerja dan mencoba yang terbaik bagi orang lain, saya sendiri, dan kesatuan......”
Jenderal Isekawa : “Baiklah kalau begitu, kita prioritaskan untuk Operasi Pegasus dahulu setelah itu Operasi Red Dragon. Saya berharap orang-orang harus menunggu gilirannya........”
Mayor Vipta : “Posisi naga api untuk sekarang tidak diketahui jika kita masuk wilayah bangsawan lain dengan membawa banyak pasukan maka khawatir akan menimbulkan kecurigaan perang dengan kekaisaran dengan begitu kita akan dianggap menyatakan perang saat itu juga, bukan begitu Duta Besar Rachel ?......”
Duta Besar Rachel : “Yang jelas jika naga api ini berada di salah satu wilayah bangsawan apabila kita mengirim pasukan dengan jumlah besar, kita akan dianggap berperang dengan kekaisaran jadi kita tidak bisa melewati perbatasan wilayah bangsawan kekaisaran. Saat ini kita lebih mementingkan birokrasi dan diplomasi dahulu......” ....Duduk....
Jenderal Isekawa : “Apakah semua sudah jelas ?.......”
Seluruh pemimpin pasukan : “Jelas, pak......”
Jenderal Isekawa : “Tutup rapat ini Mayor Vipta.....”
Mayor Vipta : “Dengan resmi rapat operasi ini kita tutup dan segera mempersiapkan semuanya. Rapat bubar !!!.....” ....Berdiri....
Seluruh pemimpin pasukan : “Sir, yes sir !!!!!.......” ....Berdiri....
Apa lanjutan dari cerita ini ?
Apakah Kapten Galih berhasil melaksanakan misinya ?
Tunggu..........Episode 86 ?????????
__ADS_1