
Sedangkan di sisi lain, wilayah Kekaisaran di kediaman Putri Ririn bersama Kepala Pelayannya……
“Haahh…..Lelahnya……Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang…..” ….Ucap Ksatria Ririn….
“Terima kasih atas kerja kerasnya dan apa anda tidak lupa dengan janji mereka bukan ?....” ….Ucap Kepala Pelayan kepada Ksatria Ririn sambil melihatnya….
“Tentu saja lalu bagaimana persiapannya ?.....” ….Ucap Ksatria Ririn….
“Siap untuk dijalankan…..” ….Ucap Kepala Pelayannya….
“Lalu bagaimana dengan acara yang nanti akan diadakan dan persiapanmu sendiri ?......” ….Ucap tanya Ksatria Ririn kepada Kepala Pelayannya….
“Untuk acara utamanya tidak perlu anda khawatirkan lagi dan persiapan saya juga sudah sangat matang…..” ….Ucap Kepala Pelayan….
“Hati-hati……Jangan remehkan dia karena dia sangat kuat……” ….Ucap Ksatria Ririn….
“Saya terima peringatannya dari anda…..” ….Ucap Kepala Pelayan….
“Satu hal lagi, apa ada pergerakkan dari kakakku ?......” ….Ucap Ksatria Ririn…..
“Saya menerima info dari anggota bayangan kegelapan bahwa kakak anda sedang bersiap melakukan pergerakkan yang belum diketahui rencananya dan sebaiknya mulai hari ini anda menjaga jarak dengannya…..” ….Ucap Kepala Pelayan dan memberikan informasi….
“Ada apa ?.....” ….Ucap Ksatria Ririn sambil menerima informasi….
“Anda sudah menjadi targetnya termasuk beberapa orang di Bukit Avatra terlebih lagi itu adalah Komandan Galih…..” ….Ucap Kepala Pelayan….
“Aku ingin melihat permainan dia dulu…." .…Ucap Ksatria Ririn…
“Haruskah saya mengirim bebebrapa orang dari “Bayangan Kegelapan” untuk mengurusnya ?....” .…Ucap Kepala Pelayan….
“Nanti dulu, aku ingin membaca gerakannya terlebih lagi jika kita ketahuan maka akan menimbulkan konflik dengan Bukit Avatra, kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi tapi aku juga tidak akan membiarkan dia begitu saja…..” ….Ucap Ksatria Ririn melihat Kepala Pelayan….
“Apa yang anda mau lakukan ?......”….Ucap Kepala Pelayan….
“Untuk sementara kita hanya bisa mengawasinya dan jika dia berbuat sesuatu segera hentikan tanpa diketahui dan meninggalkan barang bukti……” ….Ucap Ksatria Ririn….
“Baiklah……..Akan saya penuhi permintaan anda……” ….Ucap Kepala Pelayannya….
“Suruh berapa anggota untuk melindungi bangsawan yang pro-kedamaian termasuk ayahku walau dia seperti itu dan kirim beberapa menuju Kota Venesia untuk melindungi bangsawan juga bekerja samalah dengan pelayan disana untuk mencari informasi agar tidak salah paham.….” ….Ucap Ksatria Ririn dengan tegas kepada Kepala Pelayan….
“Baiklah………Putri Ririn…….Saya akan melaksanakan perintah anda….”….Ucap Kepala Pelayan….
“Pergilah…..” ….Ucap Ksatria Ririn….
“Baik…..Saya permisi dulu…..” ….Ucap Kepala Pelayan dan meninggalkan Putri Ririn sendiri di ruangannya….
“Galih, aku harap kamu baik-baik saja dan tidak ada terjadi masalah padamu……” ….Ucap Ksatria Ririn sambil memegang surat dari Kapten Galih dan melihat ke arah luar ruangannya….
Kembali lagi kepada pasukan Kapten Galih dengan bersama yang lainnya…..
“Apa kau masih ada waktu luang ?....” ….Ucap Kapten Galih….
“Ya, pak……Ada apa ?.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Lihat kondisi mereka semua juga kita juga harus bersiap tentang mulai senjata, perlengkapan, peralatan, dan yang terpenting medis kalau bisa kita bawa ekstra untuk jaga-jaga biar sisanya disini yang aku selesaikan lalu berikan ini kepada Divisi Logistik……” ….Ucap Kapten Galih dan memberikan sebuah dokumen….
“Baik, Kapten…….Kalau begitu saya permisi dulu…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian dan pergi meninggalkan Kapten Galih….
“Ya……” ….Ucap Kapten Galih….
Sedangkan di tempat yang lain, barak pasukan Kapten Galih……..
“Kita akan mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan nanti…..Periksa senjata, peralatan dan perlengkapan yang akan kalian gunakan termasuk medis yang akan dibawa……” ….Ucap Letnan 2 Irhamna yang sedang memeriksa senjatanya bersama yang lain….
“Baik…..” ….Ucap seluruh anggota pasukan….
__ADS_1
“Letnan, aku akan membutuhkan tas medis cadangan dan suplai tambahan lain…….” ….Ucap Sersan Mayor Wica yang memeriksa tas medisnya….
“Lulala dan Nana bisa tolong ambilkan di Divisi Logistik ikuti saja Sersan Mayor Wica.…” ….Ucap Letnan 2 Irhamna….
“Kami akan ikut….” ….Ucap Elf Lulala….
“Terima kasih….” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Apa kalian ingin mecoba memegang senjata kami ?......” ….Ucap Sersan 1 Sultan kepada Ksatria Khusus lain yang melihat.….
“Apa boleh ?.....”….Ucap Ksatria Khusus yang ada disitu….
“Tentu saja, kemarilah……” ….Ucap Sersan 1 Sultan….
“Sepertinya kalian melakukan yang seharusnya dilakukan tanpa menunggu untuk diperintahkan…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian yang berjalan kearah mereka….
“Letnan……” ….Ucap Prajurit 1 Charen….
“Lanjutkan, aku membawa instruksi dari Kapten Galih untuk bersiap atas segala kemungkinan yang terjadi dan kalian diminta untuk membawa ekstra untuk berjaga-jaga…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Berarti kami boleh membawa lebih dari yang dianjurkan ?.....” ….Ucap Letnan 2 Irhamna….
“Ya, kalian semua sudah mendapatkan izin penuh dan selama misi tidak ada yang boleh bolak-balik pergi naik helikopter…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Apa kita akan tinggal disana ?......” ….Ucap Sersan 1 Sultan….
“Karena durasi misi yang tidak bisa ditebak, bawa saja barang-barang yang dibutuhkan nanti termasuk menyiapkan kejutan yang tidak diundang…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Sir, yes sir…..”….Ucap seluruh anggota pasukan….
“Sekalian periksa senapan mesin di kendaraan nanti setelah kalian membereskan yang ada disini karena aku akan ke Divisi Logistik.….” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Baik……”….Ucap seluruh anggota pasukan….
Setelah itu Mayor Vipta menemui Kapten Galih yang ada di kantornya sedang mengurung diri…..
“Jika kau mencari Kapten Galih dia sedang tidur di baraknya……..” ….Ucap Kapten Galih dengan sarkasnya….
“Ayolahh……Aku hanya sedang bercanda……” ….Ucap Mayor Vipta....
“Jadi ada urusan apa ?.....” ….Ucap Kapten Galih yang masih di depan komputernya….
“Menurut informasi yang ada di Kota Venesia, Ksatria Boses sudah melewatinya dan sedang langsung menuju kesini…..” ….Ucap Mayor Vipta yang melihat pekerjaan Kapten Galih….
“Berarti dalam beberapa hari lagi kita bisa melaksanakan misinya ?.....” ….Ucap Kapten Galih….
“Kira-kira begitu tapi Ksatria Khusus tidak ada yang ikut bersamamu malahan mereka akan tetap tinggal disini sebagai perwakilan…..” ….Ucap Mayor Vipta….
“Baiklah aku menerimanya lalu apa hanya itu ?......” ….Ucap Kapten Galih….
“Jenderal sedang sibuk melapor kepada Presiden, Menhan, dan PM sedangkan Duta Besar Rachel bersama Asisten Dimas sedang menyiapkan semuanya untuk pertukaran nanti……” ….Ucap Mayor Vipta….
“Pada akhirnya kalian semua mengikuti dasar rencana yang telah aku buat sedemikian rupa…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Ya……Pada akhirnya tapi ada 1 pertanyaan yang ingin aku tanyakan ?.....” ….Ucap Mayor Vipta….
“Pertanyaan apa ?.......” ….Ucap Kapten Galih….
“Apa kau akan meninggalkan kami demi saat itu jika perang di dunia ini tidak selesai ?......” ….Ucap Mayor Vipta….
Seketika ruangan kantor Kapten Galih menjadi hening tidak ada suara……
“Kurasa kau mendengar pembicaraan kami, ya…….” ….Ucap Kapten Galih sambil berdiri dan melihat Mayor Vipta….
“Ya…..Pada malam itu saat dia datang ke kantormu untuk mengakui semua dan aku tidak sengaja lewat….” ….Ucap Kapten Galih….
__ADS_1
“Kurasa sudah saatnya aku memberitahukan padamu….” ….Ucap Kapten Galih….
“Jelaskan kepadaku apa yang mau kau lakukan !!!!!!......Dasar bodoh !!!!...” ….Ucap Mayor Vipta dan memukul Kapten Galih sampai tersungkur….
“Tenang sedikit…..Saat tiba disini saat malam itu apa kau tidak memikirkan bagaimana jika perang ini ini berakhir dengan mulus malah menimbulkan banyak kebencian…….” ….Ucap Kapten Galih sambil berdiri dan membersihkan darah yang ada di bibirnya meski memiliki memar di bagian pipi kanannya akibat pukulan dari Mayor Vipta….
“Tidak….” ….Ucap Mayor Vipta….
“Jika perang ini tidak berakhir kemudian berlanjut secara terus menerus kedepannya maka banyak pihak yang dirugikan termasuk kita, perang yang ada disini adalah perang yang tidak bisa diakhiri begitu saja berbeda dengan dunia kita……” ….Ucap Kapten Galih yang masih sempoyongan….
“Tapi apa maksudmu dengan malam itu ?.....” ….Ucap Mayor Vipta….
“Intinya adalah Pangeran Ele saat ini sedang tersudut dan dia pasti akan melakukan hal-hal gila jika kita tidak segera mengangkat Putri Ririn menjadi Putri Mahkota sekarang menggantikan ayahnya maka terjadi perang saudara lalu Pangeran Ele juga akan keluar dari Ibukota Kekaisaran dan membangun semunya dari awal kemudian membuat pertahanan terbaik……” ….Ucap Kapten Galih….
“Pertahanan terbaik maksudmu adalah menyerang kita semua……” ….Ucap Mayor Vipta….
“Benar tapi yang tidak dia sadari ada jeda waktu antara dia pergi nanti dan aku memanfaatkan itu sebagai membuat titik lemah dia dan kalian yang akan menyerangnya……” ….Ucap Kapten Galih….
“Tapi ada yang harus dibayar bukan ?.....”
“Disitulah aku mengajukan diriku karena tidak mungkin aku menyeret kalian semua sampai saat itu tiba…..”….Ucap Kapten Galih….
“Kau akan meninggalkan kami semua seperti hari dimana kau menghilang……Aku benar-benar tidak menyangka ini !!!.….” ….Ucap Mayor Vipta dengan tegas….
“Benar tapi kali ini aku tidak kembali….”….Ucap Kapten Galih….
“Apa maksudmu ?......” ….Ucap Mayor Vipta….
“Aku akan melawan semua pasukannya sendirian tanpa kalian…..”….Ucap Kapten Galih….
“Apa kau sudah gila ??!!.......Kau bisa mati disana…..”….Ucap Mayor Vipta….
“Lalu apa saranmu untuk memenangkan perang ini ?.......Terkadang perang tidak hanya menggunakan otot tapi juga membutuhkan logika, insting, pengalaman, dan otak….. ” ….Ucap Kapten Galih….
“Aku tidak punya untuk saat ini….”….Ucap Mayor Vipta….
“Dengar, jika saatnya tiba kalian semua akan melanjutkan rencana yang telah aku buat lalu sampaikan permintaan maafku pada semuanya dan kau akan mengerti pada akhirnya......" ….Ucap Kapten Galih….
"Baiklah jika itu maumu…..” ….Ucap Mayor Vipta….
“Rahasiakan ini dari yang lain kecuali dari Asisten Dimas dan Letnan 1 Andrian, mereka berdua sudah tahu apa yang aku lakukan lalu kau adalah orang terakhir yang aku bisa beritahukan setiap dari kalian memegang sebuah peranan kunci yang berbeda…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Baik, aku akan rahasiakan ini sampai waktunya benar-benar tiba sebagai teman dan keluarga tapi aku tidak bisa janji akan bilang hal ini kepada Jenderal sebagai Mayor……Apa kau sudah tahu konsekuensinya ?......” ….Ucap Mayor Vipta dengan mata yang masih tidak percaya….
“Ya, minimal dikeluarkan dari militer lagi secara permanen dan maksimal dihukum mati karena melanggar beberapa peraturan lainnya……” ….Ucap Kapten Galih….
“Bila waktunya tiba aku hanya bisa memberikan waktu paling lama 1 bulan untuk misi ini tapi setelah itu aku akan membocorkan semua bukan karena aku membencimu tapi agar kau tidak dicap sebagai pengkhianat diantara kami dan semoga saja dapat mengurangi masa hukumanmu……” ….Ucap Mayor Vipta….
“Terima kasih banyak……”….Ucap Kapten Galih….
“Aku tidak akan memaafkanmu jika kau kembali dalam kantong mayat, aku sendiri yang akan membunuhmu…….Aku akan mecoba membujuk Jenderal untuk mengaktifkan kembali “Wolf Brigade” dengan alasan ada musuh yang diluar bayangan kita semua dan persenjataan yang kau minta waktu itu akan aku coba dipercepat tapi jangan berharap banayak……Apa itu cukup ?....” ….Ucap Mayor Vipta….
“Lebih dari cukup…..Sebelum kau pergi, kau adalah kunci perak, Asisten Dimas adalah kunci emas, dan Letnan 1 Andrian adalah kunci perunggu. Kalian adalah ketiga kunci yang aku punya saat itu, aku harap kalian bisa menyatu satu sama lain nanti……” ….Ucap Kapten Galih dan melihat Mayor Vipta yang beranjak keluar dari kantornya….
“Aku mengerti……..Tapi setidaknya jangan mati dulu sampai saat itu tiba…….Bodoh….” ….Ucap Mayor Vipta….
“Baik…..Baiklah…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Aku akan mencoba sebaik mungkin yang bisa aku lakukan…..” ….Ucap Mayor Vipta sambil meninggalkan Kapten Galih sendirian….
Apa rencana Kapten Galih sebenarnya ????
Apakah Mayor Vipta akan mengikuti rencana Kapten Galih ????
Bagaimana dengan anggota yang lain ????
__ADS_1
Tunggu..........Episode 105 ??????????????