Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 76 Dangerous Meaning part 2


__ADS_3

Kemudian Letnan 1 Andrian dan Asisten Dimas sampai di restoran tempat dimana Mayor Vipta dan Duta Besar Rachel menunggu sejak lama.....


Letnan 1 Andrian : “Kita hampir sampai di tempat mereka dan lihat mereka berdua sudah menunggu kita kurasa kita terlambat sedikit.......” ....Melihat Duta Besar Rachel dan Mayor Vipta....


Asisten Dimas : “Hahaha.....Kurasa juga begitu......”


Mayor Vipta : “Darimana saja selama ini ?........”


Letnan 1 Andrian : “Maaf, Mayor. Kami hampir lupa karena terlalu lama dari yang diperkirakan.....”


Mayor Vipta : “Baiklah, tidak masalah. Tolong, antar mereka berdua kembali ke kamar mereka sekaligus tunjukkan ruangan mereka juga dan tempat penukaran uang. Aku tidak bisa mengantar karena masih ada urusan lain.....”


Letnan 1 Andrian : “Sir, yes sir....”


Mayor Vipta : “Silakan naik ke mobil ini, Rachel......”


Duta Besar Rachel : “Baik.....Terima kasih.....”


Mayor Vipta : “Tidak masalah. Hati-hati dijalan dan jangan berhenti sampai tiba di markas......”


Letnan 1 Andrian : “Baik, Mayor......”


Asisten Dimas : “Kalau begitu, kami pergi dulu. Mayor Vipta......”


Mayor Vipta : “Baiklah......”


Letnan 1 Andrian : “Sampai bertemu nanti, Mayor.....”


Mayor Vipta : “Tentu, kurasa sekarang aku akan ke ruang intel dan radio lalu menghadap laporan kepada Jenderal.......”


Setelah itu, Mayor Vipta sampai di ruangan intel dan radio.......


Mayor Vipta : “Sambungkan aku dengan Unit Pengintai dan Intel 1-2. Sekarang juga......”


Operator radio : “Baik, Mayor......”


Mayor Vipta : “Ini Wolfden.....Wolfden to Scorpion 1 and Scorpion 2......Wolfden to Fox 1 dan Fox 2......Anybody.....Do you hear me ?.......Over.....”


Seluruh Kapten : “Sir, check sir......”


Mayor Vipta : “Bagaimana dengan laporan kalian, ganti......”


Kapten Pengintai 1 : “Scorpion 1 to Wolfden, kami masih mengamati dari kejauhan tapi kemungkinan besar kami sudah menemukankannya, ganti......”


Mayor Vipta : “Baiklah tapi cari cara untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat, ganti.....Selanjutnya Wolfden to Scoprion 2 bagaimana dengan laporanmu ?......Ganti......”


Kapten Pengintai 2 : “Scorpion 2 to Wolfden, kami sudah memposisikan dan meletakannya secara visual dan 3D lalu saat malam hari penjagaannya berkurang dari biasanya, ganti......”


Mayor Vipta : “Baiklah......Wolfden to Fox 1 and 2......Over.....”


Kapten Intel 1 : “Fox 1 to Wolfden, belum ada tanda-tanda pergerakkan dari putra mahkota pertama tapi dia sendiri tengah mempersiapkan pasukannya sepertinya untuk kudeta, ganti......”

__ADS_1


Mayor Vipta : “Laporan diterima, tetap pantau terus pergerakkannya......Over......”


Kapten Intel 2 : “Fox 2 to Wolfden, di gedung senat kekaisaran situasinya semakin memanas dan cepat berubah-ubah. Over.......”


Mayor Vipta : “Baik, tetap pantau keadaan dan kondisinya, kita harus segera mengetahui rencana mereka sebelum mendahului kita lagi. Nanti malam, saya akan mengirimkan pasokan kebutuhan kalian dengan pesawat C-130 dan tandai lokasi kalian dengan laser juga pastikan tidak dekat-dekat dengan lokasi target......Over and out......”


Seluruh Kapten : “Sir, yes sir !!!!!!....Over and out.......” ....Menutup radio....


Mayor Vipta : “Selanjutnya hubungkan aku dengan radio milik Kapten Galih........”


Operator Radio : “Baik, Mayor......Terhubung......”


Mayor Vipta : “Wolfden to Wolf......Wolfden to Wolf.......” ....Memanggil Kapten Galih....


Kapten Galih : “Wolf to Wolfden.........Ada apa ?........”


Mayor Vipta : “Aku ingin membicarakan sesuatu sebenarnya ini juga pendapatku dan pendapat Rachel.......”


Kapten Galih : “Memangnya ada apa ?........”


Mayor Vipta : “Apa kau sedang sibuk ?......”


Kapten Galih : “Tidak, aku baru selesai latihan jadi katakan intinya......”


Mayor Vipta : “Jumlah pasukan kita masih kurang dalam melawan pasukan kekaisaran dan lagi kita membutuhkan kekuatan tempur yang lebih banyak dari sebelumnya. Aku ingin membawa pasukan Serigala Hitam kesini........”


Kapten Galih : “Sialan kau, jawabannya adalah tidak. Aku tidak ingin membawa keluargaku kesini dan ada resiko sendiri yang harus ditanggung olehku jadi aku menghindari hal-hal semacam itu......”


Kapten Galih : “Hah......Masalah itu aku juga memikirkannya tapi aku juga tidak ingin melihat mereka bertempur dan mati disini.......”


Mayor Vipta : “Aku mengerti dengan perasaan yang dilema sama sepertiku tapi ini adalah pilihan jalan darurat yang kita punya jika hal itu terjadi.....”


Kapten Galih : “Baiklah. Aku akan memikirkan jawabannya untuk melibatkan pasukanku dan setelah pulang nanti aku akan memberikan jawabannya......”


Mayor Vipta : “Terima kasih, Kapten......”


Kapten Galih : “Tanpa disuruh olehku pasti mereka akan datang sendiri untuk menuntut balas dendam terhadap jika seseorang membunuhku.......”


Mayor Vipta : “Aku yakin sekali terjadi banyak kekacauan dimana-mana tapi ini demi mempersiapkan dan menghentikan perang yang berkelanjutan ini untuk yang terakhir dan selama-lamanya.......”


Kapten Galih : “Mereka pasti akan datang. Aku jamin itu bahkan bukan hanya mereka saja........”


Mayor Vipta : “Apa maksudnya ?.......”


Kapten Galih : “Nanti kau sendiri juga mengerti apa yang kumaksud setelah melihat mereka semua......Over and out.......” ....Menutup radio....


Mayor Vipta : “Baiklah.....Baik......Over and out.......”


Operator Radio : “Terputus.....”


Mayor Vipta : “Dasar orang itu. Suruh beberapa orang menyiapkan perlengkapan dan kebutuhan bagi 4 unit di lokasi berbeda lalu angkut kargo penting itu dengan pesawat pengangkut dan suruh mereka memasang suar ditambah parasut, waktunya adalah tengah malam ini setelah itu hubungi lagi dengan Unit Pengintai dan Intel 1-2 suruh mereka bersiap menerima paketnya.......”

__ADS_1


Operator Radio : “Sir, yes sir !!!.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Selanjutnya apa yang kau lakukan, Kapten Galih......”


Kapten Galih : “Kau akan mengerti sendiri pada akhirnya, Mayor. Lalu untuk 10 komandan Serigala Hitamku baik disini dan disana adalah kemenangan ada selalu di tangan kami, jangan remehkan 10 komandan terkuat milikku, Putra Mahkota Pertama Ele.......”


Letnan 1 Andrian : “Apa menurut anda kita bisa menang, Nona Rachel ?......” ....Sambil menyetir mobil....


Duta Besar Rachel : “Letnan, jawabannya adalah aku tidak tahu tapi setidaknya masih ada harapan untuk kita dan mereka yang ikut perjanjian. Masih ada beberapa pertempuran yang harus dimenangkan lagi baik dari militer ataupun kami......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Asisten Dimas : “Bagaimana dengan perlengkapan dan persenjataan milik kami ?......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Kami akan mengantarkannya nanti malam ke kantor Duta Besar, saya harap saya tidak mengganggu malam ini.....”


Duta Besar Rachel : “Tidak masalah karena kami juga harus mempersiapkan semuanya......”


Asisten Dimas : “Tidak apa-apa tapi siapa “Kami” ????.......”


Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih sebelum pergi dari markas ini meninggal catatan di kantornya terpisah dari jurnal yang diambil oleh Mayor Vipta dan memberikan ke saya untuk mengaturnya tertulis bahwa “Berikan mereka senjata atau apalah untuk mempertahankan diri maksudku kepada Duta Besar Rachel dan Asistennya itu lalu aku menitipkan salamku pada mereka berdua. Catatan tambahan : jika kalian memberikan senjata kelas 2 kebawah, aku sendiri yang membunuh kalian sebagai hukumannya” seperti itulah kira-kira......”


Asisten Dimas : “Wahhhh......Benar-benar seperti Kapten kalian.......”


Letnan 1 Andrian : “Benar......”


Duta Besar Rachel : “Ini hanya rahasia diantara kita bertiga, apakah kalian pernah mendengar pasukan Serigala Hitam ?.....”


Asisten Dimas : “Saya pernah mendengarnya, jumlah pasukannya melebihi pasukan resmi sebuah negara bahkan dari segi tempur dan pengalaman juga sudah berbeda level ditambah 10 komandan terkuat tapi saya tidak tahu yang memimpin pasukan sebesar itu.......” ....Terkejut mendengar hal itu dan menyembunyikannya sambil berbicara dalam hari.... "Apa identitasku sudah ketahuan ?...."


Letnan 1 Andrian : “Yang saya tahu adalah rumornya bahwa mereka bekerja dari kegelapan untuk menjaga dan menstabilkan dunia itu dengan kita tapi saya tidak tahu pasukan seperti apa mereka.....”


Duta Besar Rachel : “Pemimpin pasukan itu adalah Kapten Galih.......”


Asisten Dimas dan Letnan 1 Andrian : “Apa ????!!!!......”


Duta Besar Rachel : “Aku kira juga itu sebatas rumor tapi setelah aku bertanya kepada Mayor Vipta memang benar dan tidak salah lagi. Pasukan itu yang akan membantu kita nanti bersama dengan pasukan Hantu ditambah 2 komandannya......”


Asisten Dimas : “Apa itu benar pasukan rahasia milik anggota Big Seven ?......”


Duta Besar Rachel : “Menurutmu apa Mayor Vipta akan berbohong bersama dengan Kapten Galih ?. Orang seperti mereka tidak akan segan-segan mengeluarkan seluruh kekuatan tempur apalagi kalau sudah membuat anggota Big Seven ketujuh naik pitam......”


Letnan 1 Andrian : “Apa anggota Big Seven diizinkan mempunyai pasukan seperti itu ?......”


Duta Besar Rachel : Big Seven mempunyai izin dan hak khusus yang tidak bisa diganggu oleh hukum biasa seandaikan diganggu, mereka tidak akan tinggal diam jika harga diri mereka diinjak-injak oleh kita apalagi melukai salah satu anggotanya bahkan membunuhnya bersamaan dengan anggota yang masih hidup itu anggap saja sudah tidak ada harapan lagi bagi kita. Memang saat ini, kekuatan tempur mereka yang kita butuhkan untuk berjaga-jaga jika kita berperang lagi dan kali ini targetnya bukan hanya kita tapi orang-orang pro-kedamaian juga maka dari sekarang kita harus pikirkan segalanya matang-matang......”


Asisten Dimas : “Benar.......”


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Apakah yang lain tahu tentang pasukan Serigala Hitam ?


Tunggu........Episode 77 ????????

__ADS_1


__ADS_2