
Kemudian setelah mereka makan dan minum bersama lalu berkumpul membentuk lingkaran di sekitar api unggun......
Ksatria Khusus 1 : “Saya ingin tahu tentang tunangan Kapten Galih ?......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Dia mempunyai pekerjaan seperti Sersan Mayor Wica di bidang medis dan menurut kabar yang beredar, waktu itu dia berada di garis belakang bersama relawan yang lain ketika hal itu terjadi setelah itu dia menghilang......” ....Melihat Ksatria Khusus 1....
Sersan Mayor Wica : “Kami memiliki beberapa rahasia yang hanya diketahui oleh beberapa orang lalu prajurit muda seperti Prajurit Charen dan lainnya masih belum pantas untuk mengetahuinya sekarang karena terlalu cepat.......”
Penyihir Nana : “Apa prajurit lain mengetahui tentang hal ini ?.......”
Sersan Mayor Wica : “Tentu tidak, mereka hanya percaya dengan rumor dan berita yang menyebar saat ini tapi prajurit senior seperti kami paling tahu kebenaran tentang Kapten Galih.......”
Dewi Rara : “Itu berarti dia adalah orang yang misterius.......”
Letnan 1 Andrian : “Sangat misterius, dingin, tidak banyak bicara, tidak banyak mengeluh, dan sebagainya tapi dari itu semua bagi kami. Dialah alasan kami sekarang ini berada disini.......”
Sersan Mayor Wica : “Mungkin beberapa dari kalian bingung kenapa prajurit senior diantara kalian hanya ada aku dan Letnan Andrian yang tahu masalah ini......”
Tanpa disadari oleh semua orang, Kapten Galih dan Asisten Dimas sudah melihat dan mendengar mereka dari kejauhan......
Asisten Dimas : “Pak, anda tidak apa-apa ?......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Kurasa sudah saatnya aku menceritakan semua tentang hal itu......”
Asisten Dimas : “Apa anda yakin ?.....”
Kapten Galih : “Aku sangat yakin sekali dan lagi aku takut tidak mempunyai waktu lagi tapi setelah itu sisanya kuserahkan kepada kalian semua lalu selesaikan sampai tuntas.......”
Asisten Dimas : “Baik, pak. Sesuai dengan keinginan anda......”
Kapten Galih : “Ayo temui mereka semua dan jelaskan sejujurnya......”
Asisten Dimas : “Saya setuju, pak. Tidak ada rahasia lagi yang harus ditutup-tutupi lagi.......”
Secara tiba-tiba, Kapten Galih dan Asisten Dimas datang menemui pasukan dan yang lainnya lalu membuat terkejut semuanya......
Kapten Galih : “Ohhhhh.......Jadi kalian sedang membicarakanku lagi......” ....Sambil duduk disebelah Sersan Mayor Wica....
Letnan 1 Andrian : “Kapten ???!!!......”
Kapten Galih : “Tidak apa-apa jadi santai saja......”
Sersan Mayor Wica : “Bukan seperti itu, Kapten.....”
Kapten Galih : “Tidak masalah, Sersan Wica. Aku akan menceritakan semuanya dari awal......”
Letnan 1 Andrian : “Kapten.....”
Ksatria Khusus 1 : “Bersiap untuk mendengar dan menghafal hal ini.....” ....Melihat Ksatria Khusus lainnya dan memberikan kode....
Ksatria Khusus lainnya : “Baik.....” ....Membalas kode....
Kapten Galih : “Rianai dan aku pada awalnya kami tidak saling mengenal satu sama lain tapi aku bertemu dengannya pertama kali di bandara dan tanpa kami sadari orang tuaku dan Rianai menjodohkanku dengannya. Kami menolak satu sama lain tapi semakin lama semakin banyak hari yang kami lewati bersama kami akhirnya mengenal satu sama lain, saat itu aku masih dalam akademi militer bintara dan kami melewati semua masalah satu sama lain termasuk menceritakan semua beban yang ada di pundak kami lalu kami setuju untuk bertunangan sampai orang tua Rianai meninggal lalu yang keluargaku setuju untuk mengurus Rianai juga karena sudah dianggap anak sendiri......”
__ADS_1
Penyihir Nana : “Sampai perang itu terjadi.....”
Kapten Galih : “Ya, sampai perang besar terjadi akibatnya kami kekurangan tenaga medis di garis belakang dan kami memanggil hampir semua tenaga medis sipil termasuk relawan untuk membantu kami lalu tanpa peringatan tidak sengaja kami melewatkan beberapa pesawat pengebom dan mereka mulai mengebom bagian garis belakang kami. Menurut kabar, kita kehilangan 5.000 orang pada malam itu tapi sebenarnya kita kehilangan 16.520 orang termasuk dia dan orang tuaku......”
Sersan 1 Sultan : “Sampai anda membawa 20.000 pasukan dari garis depan untuk membantu......”
Kapten Galih : “Satu-satunya orang yang selamat pada malam itu adalah adikku dan Rianai melindunginya saat pengeboman terjadi lalu aku mengirimkan adikku keluar negeri berkat bantuan Mayor Vipta setelah perang selesai, aku menentang keras dengan menyebar berita bahwa kita kehilangan 5.000 orang lalu aku dipanggil oleh pengadilan militer bahwa aku diturunkan pangkat tadinya Mayor menjadi Sersan dan dikeluarkan dari militer setelah itu aku menghilang dari negara ini sampai Mayor Vipta memanggilku pulang untuk melatih pasukan baru.....”
Prajurit 1 Charen : “Itu alasannya anda tidak kembali lagi.......”
Kapten Galih : “Yang tersisa dari Rianai adalah liontin yang aku berikan pada Komandan Ksatria Ririn dan hanya cincin ini, aku sangat merindukannya setiap hari, setiap malam, setiap minggu, setiap bulan hanya berat kalau melupakan saat kejadian itu.......”
Sersan Mayor Wica : “Kapten, kalau anda tidak ingin melanjutkan ceritanya tidak apa-apa.....”
Kapten Galih : “Mereka wajib tahu tentang hal ini, perasaan saat itu aku sangat bersalah dan seakan-akan aku yang membunuh dia dan hanya prajurit senior yang mengetahui hal ini. Aku membunuh setidaknya hampir 1.500 musuh sendirian dan mereka menyebutnya “Galih Blood’s Moon”.......”
Dewi Rara : “Baguslah......”
Kapten Galih : “Aku membalaskan dendamku untuk mereka semua dan aku tidak melupakan kejadian itu pandangan orang-orang terhadapku adalah sebagai iblis, monster, dan sebagainya lalu sisanya kuserahkan pada Mayor Vipta untuk mengurus semuanya.....”
Elf Lulala : “Kenapa tidak melupakannya ?......”
Kapten Galih : “Sulit untuk melupakan semua tentang perjalanan dan semua kenangan itu. Aku tidak bisa maju sampai saat ini.......”
Letnan 1 Andrian : “Kap.....”
Kapten Galih : “Sifat, suara, senyuman, wajah, dan rambut hitam panjang yang aku kenal kini sudah tidak ada lagi......”
Sersan Mayor Wica : “Kapten.....”
Letnan 1 Andrian : “Baik, kapten.....”
Seketika semua orang yang berada di tempat itu menjadi terdiam dan merasa tidak enak pada Kapten Galih yang harus menceritakan semua lalu Mayor Vipta datang menyusul......
Mayor Vipta : “Ada apa ini ?.....” ....Melihat semua orang yang ada disitu menjadi terdiam....
Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih menceritakan semua tentang tunangannya dan lainnya.....”
Mayor Vipta : “Kalian ini memang suka membuat masalah, ya ?......”
Sersan Mayor Wica : “Aku akan bicara padanya.....”
Mayor Vipta : “Aku serahkan padamu....”
Sersan Mayor Wica : “Baik, Mayor.....” ....Meninggalkan yang lain....
Mayor Vipta : “Jadi dia berbicara tentang apa ?......”
Kemudian Asisten Dimas menceritakan semuanya kepada Mayor Vipta.....
Mayor Vipta : “Jadi begitu........Akhirnya dia mengakui semuanya pasti berat bagi dirinya untuk memaksa mengingat semua kenangan dan kejadian itu.....” ....Melihat ke arah semuanya....
Sersan 1 Sultan : “Semuanya ???......” ....Melihat Mayor Vipta....
__ADS_1
Mayor Vipta : “Bukan hanya dia dipanggil oleh pengadilan militer tapi aku juga dan sejak saat itu aku hanya diturunkan pangkat dari Letnan Kolonel dan sampai sekarang menjadi Mayor sedangkan Jenderal Isekawa waktu itu masih Mayor Jenderal hingga menjadi sekarang kemudian seiringnya waktu semua berubah.......”
Prajurit 1 Charen : “Berubah ???......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Ada alasan tersendiri tujuan dibentuknya pasukan “Spesial Task Alpha One”. Salah satunya adalah meringankan beban Kapten Galih tapi tujuan itu sudah dibelokkan oleh Kapten kalian sendiri yang tahu ini hanya aku, Letnan Andrian, Sersan Wica, dan Jenderal sendiri.....”
Sersan 1 Sultan : “Apa maksudnya ?....”
Mayor Vipta : “Lebih baik jelaskan saja, Letnan Andrian......” ....Sambil makan....
Letnan 1 Andrian : “Sudah saatnya aku bongkar rahasia milik kami. Pasukan ini sebenarnya didirikan oleh Mayor Vipta untuk membantu Kapten Galih di lapangan dengan berbagai kemampuan tempur dan karakter yang berbeda-beda, awalnya aku sendiri secara sukarela mengikuti Kapten Galih pergi kemanapun setelah itu Sersan Mayor Wica oleh Mayor Vipta dan dimasukkan ke dalam pasukan ini kemudian kalian semua secara berurutan. Atas perintah Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta lalu dibawah komando Kapten Galih berharap pasukan ini menjadi pasukan yang elit dan spesial......”
Mayor Vipta : “Elit dan spesial artinya adalah kalian membantu tugas Kapten Galih baik di lapangan atau di kantor dan berharap bisa meringankan beban tanggung jawab Kapten Galih tapi hal ini sudah keluar dari jalur sejak lama......”
Letnan 1 Andrian : “Itulah kenapa Kapten Galih menjalankan misi dengan tingkat SSS+ sendirian tanpa kita atau bantuan lain......”
Mayor Vipta : “Untuk melindungi kalian dari semua ancaman yang ada dan menghindari kejadian yang sama terulang lagi walaupun harus kehilangan nyawa sekalipun bagi dia tidak masalah......”
Prajurit 1 Charen : “Jadi itu alasannya......”
Mayor Vipta : “Kapten Galih menganggap kalian masih terlalu dini menjalankan misi kelas SS sekalipun itu untuk sekelas prajurit senior di pasukan ini, yaitu Letnan Andrian dan Sersan Wica. Kalian masih terlalu muda untuk mengetahui hal ini jadi kami memutuskan untuk merahasiakannya dari kalian semua sampai Kapten Galih yang harus menceritakan sendiri......”
Penyihir Nana : “Berarti tadi bukan salah kami ?.......”
Mayor Vipta : “Bukan dan bukan berarti tidak ada yang salah disini. Kami mengenal baik Kapten Galih jauh dari kalian sebelumnya lalu demi melindungi kalian semua dengan alasan tertentu, bagi dia sudah biasa keluar masuk neraka lalu yang menjadi pedang dan perisai kalian selama ini adalah dia.......”
Letnan 1 Andrian : “Tanggung jawab, penyesalan, dan beban membuat semua tetap aman adalah bagian dari tugas dia maka dari itu kita hadir untuknya mengurangi hal tersebut......”
Mayor Vipta : “Dia tahu semua resiko dan konsekuensi yang akan terjadi tapi dia tidak peduli untuk melindungi kalian tetap aman......”
Ksatria Khusus 1 : “Kenapa hanya Sersan Wica yang bisa berbicara dengan Kapten Galih ?.....”
Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian saling melihat........
Letnan 1 Andrian : “Masih belum saatnya kalian mengetahui hanya waktu yang bisa menjawab biarkan Sersan Mayor Wica juga bisa berbicara kepada kalian tentang rahasianya sendiri......”
Ksatria Khusus 1 : “Baiklah kalau begitu......”
Mayor Vipta : “Aku tidak tahu alasan kalian ingin mengetahui kehidupan Kapten Galih sedalam itu tapi jika kalian bermacam-macam dengannya kami duluan yang akan membunuh kalian.....”
Ksatria Khusus 1 : “Aku mengerti......”
Letnan 1 Andrian : “Pasti atas dasar perintah Komandan Ririn sekaligus putri ketiga kekaisaran lalu mencari tahu informasi tentang Kapten Galih dan memerintahkan kepada Wakil Komandan Ksatria Khusus Ksatria Boses tapi karena dia kembali ke kekaisaran untuk melapor lagi jadi dia menyuruh kalian......”
Ksatria Khusus 1 : “Bagaimana kau tahu ?......” ....Terkejut mendengarnya....
Semua pasukan Kapten Galih : “Apa ???!!!......”....Terkejut mendengarnya....
Letnan 1 Andrian : “Jangan salah sangka dulu, aku salah satu orang terdekat Kapten jadi aku tahu hal-hal yang mencurigakan di sekitarnya jadi apa alasan kalian ?......”
Mayor Vipta : “Komandan Galih sangat menyukai Komandan Ksatria Khusus kalian tapi sayang Ksatria Ririn masih belum memberikan jawaban alias masih bertepuk sebelah tangan......”
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Bagaimana kelanjutan cerita tentang Kapten Galih ?
Tunggu...................Episode 98 ?????????????