
Sedangkan itu Letnan 1 Andrian bertemu dengan Sersan Mayor Wica dan yang lainnya di Divisi Logistik……
“Kalian ada disini rupanya…….” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Letnan, sedang apa disini ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Aku mau memberikan dokumen tambahan kepada Divisi Logistik dan kita akan mengambil beberapa suplai tambahan…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian dan melihat semuanya membawa perlengkapan medis….
“Letnan dan Sersan Mayor, kalau begitu kami duluan dulu….” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Baiklah….” ….Ucap Letnan 1 Andrian melihat Prajurit 1 Charen dan yang lainnya kembali….
“Letakkan saja dekat di tas perlengkapanku biar aku sendiri yang mengatur semuanya…..” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Baiklah…….Sersan Mayor…..” ….Ucap Prajurit 1 Charen….
“Bisakah kita berbicara dengan secara empat mata saja ?.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Tentu saja,Letnan…..”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Dengar baik-baik, rahasiakan ini dari orang lain termasuk yang lainnya karena mereka tidak boleh tahu tentang hal ini…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Apa yang anda mau bicarakan ?.......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Kapten kita sedang merencanakan sesuatu dibalik kita semua tanpa kita disari disini…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Maksud anda adalah ???......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Kapten Galih mempunyai rencana terhadap perang yang akan datang tapi tidak tahu kapan akan terjadi dan dia meminta kita untuk merahasiakan ini dari orang lain termasuk anggota lain…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Tapi apakah itu akan terjadi ?..…” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Aku sendiri tidak tahu tapi karena Kapten yang bilang langsung aku sangat percaya kepada omongannya dan lagi dia adalah orang yang serius tidak mungkin bohong apa yang akan terjadi selajutnya…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Baiklah, saya akan mempercayakannya lalu apa yang ingin kita lakukan ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Dia meminta untuk mengikuti segala rencananya dan selalu mendukung keputusan yang telah dibuat oleh Asisten Dimas atau Mayor Vipta……”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Baik, saya mengerti yang Kapten lalukan…..”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Apa kau masih tidak mengerti juga bahwa Kapten Galih berbicara seperti itu seolah-olah dia akan meninggalkan kita selamanya ?......” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Mungkin itu hanya firasat Letnan saja karena anda terlalu memikirnya dan akhir-akhir ini anda sudah bekerja dengan sangat keras dan lupa untuk beristirahat……”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Mungkin saja itu firasatku tapi aku ingin lebih memastikannya lagi….”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Baik……Baik…….Saya akan mencoba yang bisa lakukan untuk dapat informasi darinya tapi jika ini bukan masalah terkait dengan hal ini, saya keluar dari obrolan ini dan memberitahukan semuanya kepada Kapten Galih langsung……..”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Baiklah, cukup adil bagiku untuk dilaksanakan……”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Kalau begitu saya permisi dulu harus membereskan pekerjaan saya yang belum selesai……”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Ya, lanjutkan…..”….Ucap Letnan 1 Andrian….
Setelah itu, Kapten Galih datang menemui Letnan 2 Irhamna dan melihat anggotanya bersama dengan Ksatria Khusus bersama gadis-gadis pengikut Kapten Galih lainnya…….
“Bagaimana dengan persiapannya ?........” ....Ucap Kapten Galih....
“Kapten, persiapannya hampir siap dan kami juga telah diberikan suplai tambahan tapi apa benar kita membutuhkannya ?......”....Ucap Letnan 2 Irhamna....
“Hanya sebagai jaga-jaga saja dan terlebih kita tidak bisa bolak-balik kesini dan beberapa dari kita juga akan menyiapkan rencana pengamanan nanti di kediaman Duta Besar……” ....Ucap Kapten Galih....
“Seperti itu rupanya…..” ....Ucap Letnan 2 Irhamna....
__ADS_1
“Satu hal lagi, barang-barang yang dibutuhkan akan berangkat bersama kita tapi jika tidak terlalu diprioritaskan akan diletakkan dalam kendaraan kita yang akan diangkut oleh pesawat pengangkut dan diterjunkan saat malam hari lalu jangan lupa membawa Night Vision bilang pada semuanya akan hal ini lalu jangan ada yang sampai tertinggal……” ....Ucap Kapten Galih....
“Baik, Kapten Galih….” ....Ucap Letnan 2 Irhamna....
“Kaptennnnn……….” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Sekarang ada apa ?......” ….Ucap Kapten Galih….
“Anda baik-baik saja ?.......Kenapa wajah anda ada yang memar ?.....”
“Tidak apa-apa…..”….Ucap Kapten Galih….
“Kapten, jangan pernah membohongi seorang paramedis…….”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Nanti saja…….Baiklah…..Semuanya berkumpul !!!!.........” ….Ucap Kapten Galih….
“Baik, Kapten……”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Kapten, untungnya aku tidak datang terlambat….” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Baiklah….Dengarkan aku baik-baik dalam 48 jam kedepan kalian tidak boleh meninggalkan wilayah ini jika kalian akan meninggalkan wilayah ini harap membawa alat komunikasi dan kita akan melaksanakan misi langsung di Ibukota jadi tetap siaga dan selalu siap bertempur di segala situasi…….Letnan Andrian, silakan beri pengarahan misi……”….Ucap Kapten Galih….
“Baik, Kapten……….Misi kali ini adalah membuat kontak pertama dengan Putri Kekaisaran Ririn yang telah bersiap mengajukan negoisasi dengan kita lalu dilanjutkan dengan mengamankan kediaman Duta Besar bersama Asisten Dimas tapi Asisten Dimas akan pergi bersama kita mulai besok jadi dia akan ikut bersama kita sebagai agen khusus bersamaan Kapten Galih sendiri sebagai perwakilan sementara sedangkan tim lain akan yang akan ikut ataupun sudah diterjunkan di dalam ibukota akan membersihkan jalur yang akan kita lewati tapi kami tidak tahu bahaya macam apa yang menunggu didalam sana tetaplah waspada dan jangan menembak kecuali kalian diperintah atau keadaan terdesak……..Apa kalian paham ???!!!......” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Sir,yes sir !!!!…..”….Ucap seluruh pasukannya….
“Target yang kita lindungi dari pihak kita adalah Duta Besar Rachel, Asisten Dimas, dan aku sendiri lalu dari pihak Kekaisaran dari Putri Ririn dan Bangsawan yang ikut pro-kedamaian meski jumlahnya belum diketahui itulah mengapa kita akan membuat kontak juga……..Apa ada pertanyaan ?......” ….Ucap Kapten Galih….
“Bagaimana jika kita akan kembali ?......” ….Ucap Sersan 1 Sultan….
“Tim Pengintai ke-4, 5, dan 6 tidak akan pulang ke markas ini kecuali ada hal-hal tertentu tapi ada helikopter dari Ibukota menuju Kota Venesia mengingat bahan bakar tidak cukup ketika kembali maka dari itu Mayor Vipta dan Jenderal Isekawa sedang membuat rencana tentang markas cabang disana……”….Ucap Kapten Galih….
“Bagaimana dengan kekuatan tempur musuh ?.....” ….Ucap Letnan 2 Irhamna….
“Kekuatan tempur musuh diperkirakan ada sekitar 200.000 sampai 350.000 maka jangan menyerang langsung dan sekali lagi jangan ada yang menembak warga sipil karena itu sudah termasuk bagian dari misi kita untuk mencari informasi yang ada mengenai situasi yang tidak jelas……..”….Ucap Kapten Galih….
“Perlengkapan lain akan dikirim dengan cara diterjunkan saat malam hari dan gunakan laser untuk menandai posisi kalian jangan terlalu dekat dengan kekaisaran dan jangan terlalu jauh dari posisi tim yang lain…..Apa semuanya jelas ?........” ….Ucap Kapten Galih….
“Sir, yes sir…….”….Ucap seluruh pasukannya….
“Detailnya akan diberikan ketika akan berangkat nanti olehku dan Mayor Vipta saat berangkat di landasan nanti dan Letnan Andrian bubarkan tanpa penghormatan…….”….Ucap Kapten Galih….
“Baik, Kapten….”….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Kalian masih ada waktu jadi siapkan diri kalian masing-masing dan tidak ada tugas dariku lagi jadi silakan gunakan waktu kalian sebaik mungkin disini lalu termasuk Ksatria Khusus disini dan yang lainnya juga mereka masih bagian dari tanggung jawb kita sisanya kuserahkan kepada kalian….Itu saja dariku…..”….Ucap Kapten Galih….
“Tanpa penghormatan balik kanan……Bubar…..Jalan……”….Ucap Letnan 1 Andrian dengan tegas….
Setelah itu saat malam hari tiba dan Kapten Galih hanya duduk sendiri dekat api unggun buatannya di lapangan markas walaupun dinginnya malam itu sidikit menusuk tulang lalu Sersan Mayor Wica datang membawa tas medisnya dan makan malam…..
“Apa yang anda lakukan sendiri disini ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica yang sedang melihat Kapten Galih duduk sendiri….
“Hmmmm…….AHHH……Rupanya itu kau, Sersan Mayor…..” ….Melihat Sersan Mayor Wica dan ucap Kapten Galih….
“Hanya aku satu-satunya…..” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Dimana yang lainnya ?.....” ….Ucap Kapten Galih….
“Mereka sedang makan malam bersama dan kebutulan penduduk yang kita selamatkan waktu itu ingin balas budi termasuk Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel bersama yang lain juga…….” ….Ucap Sersan Mayor Wica dan duduk di sampingnya dan membuka tas medisnya….
“Begitu, ya……..Semua orang juga membutuhkan waktu sendiri termasuk aku jika kau menanyakan alasannya…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Perlihatkan wajahmu…..Kau bukan anak kecil lagi……” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
__ADS_1
“Ahhh….Ehhh…..Baik….ini……”….Ucap Kapten Galih….
“Sebenarnya apa yang terjadi oleh anda…….”….Ucap Sersan Mayor Wica sambil mengobati wajah Kapten Galih….
“Haruskah aku beri tahu semua ?.......” ….Ucap Kapten Galih….
“Tentu saja karena saya adalah paramedis satu-satunya di tim ini……”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Baiklah, jika tidak kuberitahu sekalipun kau akan memaksakan terus untuk menanyakannya…….”….Ucap Kapten Galih….
“Lalu apa yang terjadi ?.......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Mayor Vipta dan aku hanya berbeda pendapat setelah itu dia memukul karena rencana yang aku buat terlalu gila untuk dilaksanakan olehku sendiri…….”….Ucap Kapten Galih….
“Jadi apa rencana itu ?......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Jika ini yang kau cari tahu aku tidak bisa memberitahukannya sekarang pasti Letnan Andrian yang bilang hal ini padamu bukan ?.......” ….Ucap Kapten Galih….
“Tentu saja saat sore tadi dan sudah selesai…..”….Ucap Sersan Mayor Wica sambil membereskan tas medisnya….
“Sudah kuduga akan terjadi dan yang bisa kukatakan adalah jika waktunya telah tiba kalian hanya perlu mengikuti rencana yang sudah ada dan jangan sedih jika misinya gagal……”….Ucap Kapten Galih….
“Apa maksudmu ?......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Buka apa-apa…….Kau akan mengerti nanti…..”….Ucap Kapten Galih….
“Apakah anda tidak pernah memikirkan perasaan kami atau aku sekalipun ?......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Apa maksudmu ?.........” ….Ucap Kapten Galih….
“jika kau ingin kejujuran akan aku berikan………..Kapten Galih aku sebenarnya suka padamu sejak tunanganmu meninggal dan ketika aku melihatmu sedang sedih hatiku sangat hancur………”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Maafkan aku…….Aku tidak menyangka kau juga menyukaiku…..”….Ucap Kapten Galih dan melihat Sersan Mayor Wica memeluk tangan kirinya….
“Tidak……Maafkan aku yang sudah mencintaimu dalam diam dan tidak bilang kepada tunanganmu yang sudah meninggal……”….Ucap Sersan Mayor Wica sambil memeluk tangan kiri Kapten Galih….
“Kenapa kau tidak bilang sejak lama ?......” ….Ucap Kapten Galih….
“Karena waktu itu aku takut kau akan membenciku dan waktu itu adalah waktu yang tidak tepat lalu mendengar kau pergi tanpa jejak aku berusaha untuk masuk ke pasukan khusus ini lewat bantuan Mayor Vipta……….”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Begitu ya……..”….Ucap Kapten Galih….
“Kau lebih menyukai Putri Ririn atau aku ?......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Pertanyaan itu……”….Ucap Kapten Galih….
“Katakan dengan jujur dan aku tidak akan membencimu sekalipun……”….Ucap Sersan Mayor Wica dengan nada memaksa….
“Jujur saja aku lebih mencintai dia……….Jadi jangan pernah bosan untuk membenciku……Maafkan aku……”….Ucap Kapten Galih….
“Tidak apa-apa setidaknya kau sudah jujur terhadapku…..”….Ucap Sersan Mayor Wica sambil menangis….
“Maaf ya……..Menangislah disini tanpa diketahui siapapun dan keluarkan semua perasaan yang ada di hatimu…..”….Ucap Kapten Galih….
“Bodoh……Kau memang bodoh……”….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Maafkan aku karena tidak bisa mencintaimu dan terima kasih telah mencintaiku sampai saat ini lalu jangan pernah bosan untuk membenciku…….Maafkan aku karena tidak bisa mengerti apa yang kau rasakan sendiri ataupun yang lain…….”….Ucap Kapten Galih yang menahan rasa sesak di hati yang diucapkannya….
“Aku turut bahagia dalam kebahagianmu, Kapten……..” ….Ucap Sersan Mayor Wica yang masih menangis….
“Terima kasih banyak dan aku doakan semoga mendapatkan pasangan yang lebih baik daripada aku…….Maafkan aku yang tidak punya perasaan ini…..” ….Ucap Kapten Galih sambil mengelus kepala Sersan Mayor Wica….
Apa yang akan terjadi selanjutnya ????
__ADS_1
Bagaimana dengan perasaan Kapten Galih sendiri ????
Tunggu.......Episode 106 ??????????..........