
Pada saat itu, Jenderal Isekawa mempersiapkan garis pertahanan untuk maju 2 KM dengan strategi yang masih sama tapi kali ini lebih siap untuk menggempur musuh.....
Jenderal Isekawa : “Semua pasukan maju 2 KM ke Utara lalu pasang ranjau darat dan membuat parit pertahanan lagi dan pasang tanda bahwa itu ladang ranjau lalu persiapkan garis pertahanan dengan kamuflase....!!!!”
Para tentara : “Baik, pak...!!!”
Letnan 1 Galih : “Ini GSR55. Apa kau mendengar aku, Mayor....” ......Lewat radio.....
Mayor Vipta : “Aku mendengarmu, Letnan. Ada apa ?” .......Membalas lewat radio.....
Letnan 1 Galih : “Aku izin pergi ke garis belakang untuk mengambil amunisi lagi karena amunisi di senjataku habis....”
Mayor Vipta : “Baik tapi cepat.....”
Letnan 1 Galih : “Ayeee sir......”
Sementara itu sedangkan di posisi pasukan musuh yang dipimpin oleh Bangsawan Lugia yang harus kehilangan 10.000 pasukan dan beberapa bangsawan lain di tenda perang untuk memutuskan untuk melanjutkan ke penyerangan ke-2 di Bukit Avatra (Nama bukit Pasukan yang berada datang dari gerbang itu).....
Bangsawan 1 : “Sial....kita sudah kehilangan 10.000 pasukan dengan sia-sia...!!!!” ....Sambil duduk....
Bangsawan 2 : “Aku akan menyerang......Berikan aku, 40.000 pasukan....!!!!” ....Sambil berdiri....
Bangsawan 3 : “Benar....persiapkan serangan kedua...” .....Sambil duduk...
Bangsawan Lugia : “Baiklah....Segera persiapkan serangan kedua lagipula jumlah pasukan musuh hanya 12.000.....!!!!” ...Sambil duduk....
Bangsawan 4 : “Biar aku yang memimpin pasukan paling depan...!!!” .....Bersemangat....
Bangsawan 5 : “Tidak, biar aku saja kau tidak akan kuat.....” .....Berdiri.....
Bangsawan 6 : “Tidak, aku saja....Kau terlalu lemah...” .....Berdiri.....
Bangsawan Lugia : “Lakukan serangan kedua besok siang....!!!!” .....Sambil duduk....
Bangsawan lain : “Baik.....” .....Berdiri....
Pukul 08.00.....Pasukan musuh menyerang ke pasukan Jenderal Isekawa dengan kekuatan 40.000 pasukan menyerang lagi.....
Komandan Infanteri : “Lapor, pak......Musuh menyerang dengan jarak 8 KM....” ....Lewat radio....
Jenderal Isekawa : “Kepada seluruh pasukan bersiap menembak, biarkan musuh terkena ranjau darat lalu hujani dengan peluru....” ....Lewat radio....
Seluruh Pasukan : “Baik....Pak!!!!”
Kemudian secara tidak sengaja hampir setengah pasukan musuh menginjak ranjau darat yang telah dipasang sebelumnya dan sudah diberi tanda bahaya.....
Bangsawan 1 : “Ahhhhh....Tidak.....”......Kabooomm......Ranjau darat meledak....
Bangsawan 2 : “Tidak pasukanku......” .....Kaboommmm....
Barisan pasukan musuh kemudian menjadi berantakan dan Jenderal Isekawa memerintahkan untuk menembak termasuk Letnan Galih....
__ADS_1
Jenderal Isekawa : “Tembak...!!!”
Para pasukan : “Baik...!!!” ........Menembak ke arah musuh....
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta beritahu kepada artileri medan & mortir untuk menembakkan proyektilnya bersamaan dengan Divisi tank....”
Mayor Vipta : “Siap pak.....Kepada seluruh Divisi tank & artileri tembakan proyektil segera untuk membantu infanteri.....” .....Lewat radio....
Komandan tank : “Siap pak....” .... Membalas balik....
Komandan artileri : “Siap pak...” .....Membalas balik....
Tidak lama kemudian........Fire in hole.......Dorrrrrr......Dorrrrr.......Bang......Bang.........Proyektil ditembakkan dan 40.000 pasukan yang dikirim tewas bersamaan dengan setengah bangsawan lainnya.....Sementara di pos musuh sedang bingung......Musuh macam apa yang mereka hadapi......
Bangsawan 1 : “Kita sudah kehilangan setengah pasukan dan setengah bangsawan...!!!” .....Wajah pucat....
Bangsawan Lugia : “Bantuan pasukan 100.000 pasukan dari Kerajaan Mizucia akan datang...”
Bangsawan 2 : “Tidak mungkin, kita hanya dijadikan tumbal oleh musuh seperti itu....” ....Sambil ketakutan......
Bangsawan Lugia : “Sial.....Tenang saja aku punya rencana untuk menyerang mereka, malam ini akan ada gerhana bulan, kita akan menyerang dengan semua pasukan sekaligus dari balik bukit Avatra....” ....Sambil berdiri....
Bangsawan 2 : “Jumlah pasukan kita tinggal 50.000 pasukan lagi...” .....Sambil duduk....
Bangsawan 1 : “Baiklah, kita serang dengan kekuatan penuh...” ....Sambil duduk....
Pukul 13.00 dunia itu.....Kemudian Letnan Galih kembali ke ACM untuk membahas strategi selajutnya, sementarap pasukan lain ada yang berjaga, beristirahat, dan mengisi ulang peluru....
Mayor Vipta : “Saya rasa sudah pak....”
Letnan 1 Galih : “Saya rasa musuh belum menyerah pak...”
Jenderal Isekawa : “Kenapa bisa begitu Letnan ?”
Mayor Vipta : “Apa alasanmu Letnan ?”
Letnan 1 Galih : “Alasannya adalah yang pertama, baju jirah yang mereka gunakan sama saat kejadian 3 hari yang lalu juga tidak mampu melawan peledak & peluru kita. Yang kedua, dari gerakan mereka menyerang....seharusnya penyerangan kedua tidak terjadi dan lagian kenapa harus repot-repot menyerang 2 kali, kalau mereka mau adalah mengirim seluruh pasukan saat penyerangan pertama...”
Mayor Vipta : “Maksudmu adalah mereka ingin menguji kekuatan kita ?” .....Menebak maksud tersebut.....
Letnan 1 Galih : “Benar.....Saya yakin akan ada serangan ke-3, serangan penghabisan......”
Jenderal Isekawa : “Saya menebak bahwa serangan yang terakhir adalah serangan penghabisan dengan cara mengirimkan seluruh pasukan...”
Letnan 1 Galih : “Benar sekali Jenderal, saya yakin...musuh kali ini akan menyerang dari belakang kita. Mengingat karena musuh sudah menyerang 2 kali dari depan.....”
Mayor Vipta : “Apakah kamu yakin ?”
Letnan 1 Galih : “Saya tidak yakin tapi saya percaya itu bila saya menjadi komandan musuh, saya juga akan melakukan hal yang sama...” ......Melihat ke arah Mayor......
Jenderal Isekawa : “Baiklah, kupercayakan padamu...” .....Melihat ke arah Letnan kemudian ke arah Mayor.....
__ADS_1
Mayor Vipta : “Baiklah...baik....”
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta, segera pindahkan pasukan ke bagian belakang kita dan membuat pertahanan yang sama dan kali ini dengan tambahan kawat berduri juga bersiap menggunakan pistol suar & perlengkapan malam. Lalu Letnan Galih, ambil pistol suar ini untuk menandakan cahaya musuh, jaga bagian belakang. Kuserahkan kepadamu.....”
Menyerahkan pistol suar kepada Letnan Galih....
Mayor Vipta & Letnan 1 Galih : “Sir, yes sir....”
Setelah itu Mayor Vipta mengkoordinasikan seluruh gerakan pasukan untuk fokus ke bagian belakang yang akan dipimpin oleh Letnan Galih yang menembakkan suar dan menandakan musuh....Sementara Letnan Galih bergegas ke bagian belakang....
Pukul 20.00 dunia sana, pasukan musuh sudah bergerak....
Komandan tentara musuh : “Perhatikan langkah kaki kalian....jangan berisik....” ....Sambil naik kuda....
Tentara musuh : “Baik..” ....Berjalan dan menjawab dengan pelan....
Tidak lama kemudian, pistol suar pertama ditembakkan oleh Letnan Galih....kemudian kedua dan ketiga suar ikut ditembakkan....
Letnan 1 Galih : “Tembak....”....Menembak random....
Jenderal Isekawa : “Tembak proyektil..!!!!”
Sementara di pasukan musuh yang sedang kebingungan melihat cahaya apa itu.......
Tentara musuh 1 : “Cahaya apa itu ??...”
Bangsawan Lugia : “Cepat berpencar.....pasukan panah tembakan panah......pasukan berkuda dan infanteri maju kedepan.....cepat.....cepat....!!” ......Sambil naik kuda.....
Tidak lama kemudian hujan peluru dan proyektil pun datang.....
Bangsawan Lugia : “Apa ini ????!!!”
Bangsawan Lugia : “Kenapa kami dihadapkan pasukan seperti ini ??...”
Bangsawan Lugia : “Apakah ini “HUKUMAN LANGIT”..???”.......Sambil berlutut....
Bangsawan Lugia : “Aku akan menyerah.........Ahhhhhhhhhh”
Kemudian proyektil datang dan mengenai Bangsawan Lugia, sisa dari pasukan kebanyakan tewas dan sisanya melarikan diri.....Keesokan harinya....Letnan Galih dan Mayor Vipta diperintahkan oleh Jenderal untuk berpatroli ke medan perang...
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta dan Letnan Galih. Kunyatakan bahwa “Operasi Kilat 1 Selesai”segera laksanakan “Operasi Kilat 2” dan aku punya tugas untuk kalian berdua....”
Mayor Vipta dan Letnan Galih : “Apa itu Jenderal ?”
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta segera kirim unit intel ke lokasi musuh dengan senjata lengkap lalu kalian berdua kutugaskan untuk melihat sisa medan perang...”
Mayor Vipta dan Letnan Galih : “Siap....Jenderal..”
Setelah itu, Mayor Vipta mengirimkan unit intel ke lokasi musuh dan kemudian Letnan Galih dan Mayor Vipta keluar dari ACM untuk ke pergi ke sisa medan perang. Sementara Jenderal yang mengambil alih komando....
Bagimana kisah Letnan 1 Galih ??? Akankah ia membukakan hatinya disini???
__ADS_1
Tunggu.....Episode 8 Dunia itu & Unit Pengintai ke-5