Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 29 Dunia Diseberang Gerbang Part 3


__ADS_3

Kemudian Letnan Galih dan rombongannya pergi dari Pusat Pembelanjaan menuju Gedung Dewan karena kehadiran Letnan Galih beserta rombongannya sudah ditunggu......


Letnan 1 Galih : “Supir, segera pergi ke gedung dewan dengan cepat dan tidak perlu berhenti lagi.....” ....Sambil berbisik.....


Supir bus : “Baik, Letnan.....” ....Memberi kode....


Dewi Rara : “Sepertinya buru-buru sekali.....” ....Duduk disebelah Penyihir Nana.....


Penyihir Nana : “Ada apa, Letnan Galih ?.....” .....Duduk disebelah Dewi Rara.....


Letnan 1 Galih : “Sebenarnya kita sudah terlambat untuk datang maka dari itu kehadiran kita sudah ditunggu oleh para dewan.....” ....Sambil duduk di kursi bus....


Letnan 2 Andrian : “Menurut anda, pertanyaan apa yang mereka tanyakan kepada anda ?.....” ....Duduk diseberang bangku Letnan Galih......


Letnan 1 Galih : “Mungkin tentang laporan pengamatanku dan laporan kejadian yang ada di dunia sana lagipula aku tidak bisa menceritakan semua dengan jujur apa yang terjadi bukan.....”


Prajurit 1 Charen : “Jadi bagaimana laporan anda dan apa sebenarnya tugas kami ?.....” .....Duduk dibelakang Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Ini hanya diantara kita bertiga saja, yang pertama laporan asli yang kulaporkan saat di dunia sana sudah di sensor atau disunting lalu menyangkut tugas kalian berdua adalah mengantarkan ksatria dan putri itu pergi ke Gedung Duta Besar......”


Prajurit 1 Charen : “Kenapa harus ke gedung duta besar ?.....”


Letnan 1 Galih : “Tujuan sebenarnya adalah mengantarkan mereka berdua ke gedung duta besar mengingat kita memiliki tawanan mereka juga aku dan yang lainnya sebagai pengalih perhatian di gedung dewan.....” ....Sambil melihat Ksatria Ririn dan Boses....


Letnan 2 Andrian : “Itu artinya memancing musuh untuk melihat situasi dan misi ini adalah sebenarnya rahasia.....”


Letnan 1 Galih : “Itu benar sekali, itu mengapa alasan kalian tidak akan turun di gedung parlemen bersama denganku.....”


Prajurit 1 Charen : “Berarti prioritas kita yang sekarang adalah VVIP kita......”


Letnan 1 Galih : “Benar, bila aku menjadi musuh, aku akan menyerang kalian sehabis memberikan laporan dari gedung dewan. Untuk mengatasi hal tersebut kita akan tetap bersiaga selama mereka masih ada disini.......”


Letnan 2 Andrian : “Berarti ada kemungkinan kita akan berpindah kendaraan ?......”


Letnan 1 Galih : “Mungkin saja tapi ini situasi yang mendadak tiba-tiba, kita tidak tahu kapan dan dimananya. Lalu aku ingin kalian bersiaga penuh saat ini.....”


Sedangkan di tempat lain Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta sudah sampai di ruang komando strategi untuk membahas hal ini.....


Mayor Vipta : “Jenderal, semua sudah siap.....” ....Sambil berdiri.....


Jenderal Isekawa : “Bagus.....Bagaimana pasukan Kolonel Fauzan ?......” ....Sambil duduk....

__ADS_1


Mayor Vipta : “Untuk itu, kita sudah terhubung live videocam dengan Kolonel Fauzan dan ruang komando ini.....”


Jenderal Isekawa : “Sambungkan.....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal......” ....Sambil menghubungi Kolonel Fauzan.....


Jenderal Isekawa : “Bagaimana kondisi disana Kolonel Fauzan ?.....” .....Melihat monitor besar didepan....


Kolonel Fauzan : “Kami sudah membuat radius jangkauan sepanjang 2 KM dan menetapkan parimeter antara pasukan saya dan lokasi sasaran VIP sejauh 1.500 meter lalu belum ada tanda-tanda musuh sampai saat ini, Jenderal....” ....Berdiri....


Jenderal Isekawa : “Baiklah sampai saat itu tiba biarkan musuh mendekat ke lokasi sasaran tamu VIP kita dan biarkan mereka baku tembak lalu tunggu sampai kuperintahkan dengan kode “Greenlight”.....”


Kolonel Fauzan : “Kenapa kita membiarkan musuh baku tembak, Jenderal ?. Saya tidak mengerti.....”


Jenderal Isekawa : “Tenang saja karena sudah ada Letnan Galih yang menjaga tamu VIP kita.....”


Kolonel Fauzan : “Saya mengerti maksud anda dan saya akan menunggu perintah anda.....”


Jenderal Isekawa : “Baiklah.....Silakan Mayor......” ....Sambil berdiri....


Mayor Vipta : “Kolonel, kita akan mengawasi kalian semua dari atas dan posisi musuh menggunakan drone lalu kami juga menyediakan bantuan udara seandainya terdesak untuk itu jangan menembak atau maju ke lokasi sasaran VIP tanpa diperintahkan. Anda beserta pasukan anda hanya boleh melihat garis depan tanpa maju dan menghancurkan garis belakang musuh secara diam-diam sementara musuh sibuk di garis depan melawan Letnan Galih lalu menghabisi musuh yang sedang menjaga parimeter. Apa anda mengerti, Kolonel ?.....”


Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta : “Hormat kesatuan !!!!.....” .....Mayor Vipta memutuskan sambungan dengan Kolonel Fauzan.....


Jenderal Isekawa : “Perhatian di tempat semua anggota yang ada disini !!!!......”


Mayor Vipta dan anggota ditempat : “Sir, yes sir !!!!!......” ....Sambil berdiri....


Jenderal Isekawa : “Apapun yang terjadi saat ini dan di ruangan ini hanya kita yang boleh tahu lalu sisanya adalah rahasia......!!!!!! Kita akan melindungi negara kita dan tamu VVIP dari ancaman luar ataupun domestik karena itulah tugas kita sebagai tentara !!!!!! Lindungi teman-teman kita yang saat ini bertugas di lapangan apapun resiko dan konsekuensinya aku yang bertanggung jawab nanti.....!!!!!......”


Mayor Vipta dan anggota ditempat : “Hoooorahhhh.......Sir, yes sir.....” ....Berdiri....


Mayor Vipta : “Kembali bertugas......!!!!!”


Anggota ruang komando : “Sir, yes sir......”


Mayor Vipta : “Jenderal, ada hal yang saya ingin tanyakan.......”


Jenderal Isekawa : “Aku sudah tahu itu.....Kenapa harus membiarkan musuh baku tembak duluan, kan ?.....” ....Sambil duduk....


Mayor Vipta : “Benar, Jenderal.....”

__ADS_1


Jenderal Isekawa : “Itu juga demi meminimalisir korban jiwa dari pasukan kita dan kebaikan untuk Letnan Galih......”


Mayor Vipta : “Jangan-jangan surat anda yang diberikan kepada Letnan Galih......” ....Sambil mengingat mengambil surat dari Jenderal untuk Letnan Galih....


Jenderal Isekawa : “Benar sekali, isi surat itu adalah tempat yang saat ini kita awasi dan jauh dari warga sipil tapi tidak lepas dari pengawasan kita dan tempat itu adalah villa milikku secara pribadi jadi tenang saja.....Tunggu sampai ikan memakan umpannnya....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal....”


Jenderal Isekawa : “Bagaimana status tamu VVIP kita ?....”


Mayor Vipta : “Aaaahhhh....Saat ini sedang menuju gedung parlemen dan masih belum ada pergerakan dari musuh.....” ....Menampilkan kamera pengawas drone....


Jenderal Isekawa : “Baguslah kalau begitu.....Awasi mereka dan pasukan kita......"


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal.....”


Sementara itu ditempat Letnan Galih dan rombongannya sedang menuju gedung parlemen......


Letnan 2 Andrian : “Tidak ada mengenai tentang perintah selanjutnya ?.....”


Letnan 1 Galih : “Aku baru ingat ada surat dari Jenderal......” .....Mengambil surat....


Prajurit 1 Charen : “Surat apa itu ?” ....Melihat surat.....


Letnan 1 Galih : “Letnan Andrian bacakan suratnya.....” ....Memberikan suratnya kepada Letnan Andrian.....


Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan....Isinya adalah bahwa kita diperintahkan untuk berkumpul di tempat ini sebagai tempat berkumpul tapi istilah “tempat berkumpul” diberikan huruf tebal dan garis bawah.....”


Letnan 1 Galih : “Benar. Untuk tempat itu adalah villa pemandian air panas pribadi Jenderal yang jauh dari warga sipil lalu untuk tulisan itu aku yakin sekali sebagai tempat penyerbuan dan tujuannya adalah memancing seluruh musuh mengambil kesempatan itu.....”


Prajurit 1 Charen : “Bagaimana anda tahu ?.....”


Letnan 1 Galih : “Karena aku sudah membacanya sejak sedang menyeberang kesini tapi itu tidak penting, masalahnya sekarang hanya kita bertiga yang boleh tahu tentang ini dan cara kita melindungi mereka untuk ancaman yang sesungguhnya......”


Bagaimana kelanjutan dari Letnan Galih ?


Berhasilkah Letnan Galih dan timnya melindungi mereka ?


Bagaimana tentang pertanyaan dewan parlemen ?


Tunggu.......Episode 30 Laporan Sang Pahlawan.....

__ADS_1


__ADS_2