Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 102 The Responbility


__ADS_3

Setelah itu Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian meninggalkan kamar Bangsawan Lugia……


“Bagaimana menurutmu ?......” ....Ucap Mayor Vipta....


“Kurasa dia dapat dipercaya tapi jika dia bermain-main dengan kita, aku tidak akan segan-segan lagi…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Itu kuserahkan saja padamu……” ....Ucap Mayor Vipta....


“Tapi yang tidak kumengerti adalah apa maksud perkataanmu tadi…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Selama disini, kita semua sudah terpengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitar Kapten Galih tanpa sadar yang ditakutkan adalah keraguan itu muncul dari Kapten Galih sendiri. Tidak banyak orang yang tahu ini tapi waktu dia mengamuk saat itu tidak ada yang bisa menghentikannya termasuk Jenderal sendiri bahkan aku ataupun anggota yang paling lama di bawah perintahnya kecuali seseorang yang mengenal baik luar-dalam sendiri seperti tunangannya……” ....Ucap Mayor Vipta....


“Maksud anda, kita harus melindungi orang-orang yang ada di sekitar Kapten Galih ?……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Tepat sekali, itu adalah misi sebenarnya dari tim Task Alpha One…..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Aku mengerti…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Singkirkan semua ancaman yang ada di sekeliling Kapten Galih dan lindungi apa yang berharga miliknya……Ini bukan permintaan tapi perintah……..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Baik, Mayor…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Aku juga punya 1 permintaan kepadamu nanti…..” ....Ucap Mayor Vipta....


“Dengan senang hati, aku akan menerimanya……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Sampai jumpa lagi nanti…..” ....Ucap Mayor Vipta....


Kembali kepada Kapten Galih bersama yang lain sedang membeli bunga Éclair D’Mour…….


“Berapa harga untuk 1 pasang bunga ini ?.......” ....Ucap Kapten Galih....


“Harganya adalah 50 koin emas untuk 1 pasang……” ....Ucap pedagang yang menjual bunga....


“Harga seperti itu terlalu mahal !!!!......” ....Ucap Dewi Rara....


“Sudah kubilang bahwa harganya sangat mahal…..” ....Ucap Penyihir Nana....


“Lihat baik-baik dengan mata kepalamu……” .... Ucap Kapten Galih sambil menunjukkan identitasnya....


“Jangan-jangan……..Anda, ksatria yang melawan naga api dan ksatria terkuat yang ada disini ?.....” ....Ucap pedagang....


“Itu benar……” ....Ucap Kapten Galih....


“Maafkan saya…….Saya akan memberikan anda diskon jika anda membeli lebih dari 3 pasang…..” ....Ucap pedagang....


“Baiklah, aku ingin membeli sekitar 40 pasang. Bagaimana ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“40 pasang ???!!!.......” ....Ucap Pedagang....

__ADS_1


“Ada apa ?.....” ....Ucap Kapten Galih....


“Baru kali ini ada pembeli yang membeli bunga spesial ini sebanyak itu…..” ....Ucap pedagang....


“Berapa semuanya ?....” ....Ucap Kapten Galih sambil mengeluarkan kantong emas dari tasnya....


Pedagang : “Semua menjadi 200 koin emas……” ....Ucap pedagang....


“Ini dan tolong antar ke markas dengan alamat ini…..” ....Sambil melempar koin emas dan sepucuk kertas....


“Baiklah dengan senang hati…..” ....Ucap pedagang....


Setelah itu, Kapten Galih dan yang lain berjalan-jalan di kota karena tidak banyak tugas yang harus dilakukan lagi……


“Apakah kalian ada barang yang ingin dibeli ?.....” ....Ucap Kapten Galih....


“Ada…..” ....Ucap Dewi Rara dan yang lainnya....


“Barang apa yang ingin kalian beli ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“Aku ingin membeli pakaian itu……” ....Ucap Dewi Rara....


“Aku ingin membeli makanan itu….” ....Ucap Penyihir Nana....


"Kami akan berjalan-jalan di sekitar sini...."....Ucap para Ksatria Khusus....


“Lulala……..Lulala…….Lulala…….Apa kau mendengarku ?......” ....Ucap Kapten Galih yang sedang melihat Elf Lulala terdiam dan memegang pundaknya untuk menyadarkan....


“Heh…….Ada apa ?.....” ....Ucap Elf Lulala dan terkejut....


“Aku bilang kalian bebas membeli barang yang kalian suka……” ....Ucap Kapten Galih....


“Baiklah……Aku menyukai kalung ini…….” ....Ucap Elf Lulala....


“Aku akan membelinya…..” ....Ucap Kapten Galih....


“Tapi harganya mahal…..” ....Ucap Elf Lulala....


“Tidak masalah…..” ....Ucap Kapten Galih dan mengeluarkan 30 koin emas....


“Terima kasih……” ....Ucap Pedagang....


“Apa tidak apa-apa ?.....” ....Ucap Elf Lulala....


“Lihatlah mereka……Mereka juga sama sepertimu jadi jika kamu membutuhkan atau menyukainya maka kamu boleh membelinya…..” ....Ucap Kapten Galih sambil berlutut dan melihat yang lain berbelanja....


“Terima kasih banyak…….” ....Ucap Elf Lulala....


“Sama-sama dan ayo kita lihat yang lain………” ....Ucap Kapten Galih....

__ADS_1


"Ya, tentu saja....."....Ucap Elf Lulala....


Sedangkan di kantor Jenderal Isekawa bersama dengan Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas…..


“Aku berharap surat itu agar dibalas secepat mungkin dan kita bisa bertindak…..” ....Ucap Jenderal Isekawa....


“Aku juga berharap seperti itu kurasa dia sedang mempersiapkan semuanya…..” ....Ucap Duta Besar Rachel....


“Saat waktu itu, aku kehilangan istri dan belum mempunyai anak lalu datanglah Mayor Vipta dan Kapten Galih sebagai putra angkatku sampai sekarang aku tidak menyangka akan sejauah ini…….” ....Ucap Jenderal Isekawa....


“Lalu masalahnya ?......” ....Ucap Duta Besar Rachel....


“Anak ini selalu mengikuti perintahku dan selalu patuh tapi yang satu lagi, dia tidak menunggu perintah dan bergerak sendiri lalu tanpa aturan……” ....Ucap Jenderal Isekawa....


“Benar-benar berbanding jauh……” ....Ucap Duta Besar Rachel....


“Walau aku seorang Jenderal tapi aku juga berhak untuk takut kehilangan mereka berdua atau salah satunya……” ....Ucap Jenderal Isekawa sambil merenung....


“Maaf menyela, mereka berdua adalah prajurit yang lebih dari ksatria manapun tanpa memandang waktu dan jarak……” ....Ucap Asisten Dimas....


“Yang dikatakan oleh asistenku ada benarnya…….Kenapa kau tidak melepaskannya dan mereka juga sudah dewasa…..” ....Ucap Duta Besar Rachel....


“Mungkin ada benarnya, kurasa aku terlalu mengkhawatirkan mereka berdua……” ....


Ucap Jenderal Isekawa....


“Karena kita sudah sejauh ini dalam rencana kita terhadap kekaisaran yang baru maka kita harus menyingkirkan segala ketakutan dan keraguan yang ada lalu mulai untuk mengumpulkan keberanian yang kita punya untuk maju dan melawan daripada hanya duduk dan menonton…….” ....Ucap Asisten Dimas....


“Anda tenang saja, mereka berdua bisa menjaga diri mereka masing-masing ditambah lagi aliansi sekutu kita semakin bertambah…..” ....Ucap Duta Besar Rachel....


“Secara politik kau yang mengurusnya tapi secara militer aku yang mengurusnya belum terhitung kalau aku yang bertanggung jawab atas semua pasukan yang ada disini betapa mengerikannya itu…..” ....Ucap Jenderal Isekawa....


“Anda sudah membuat rencana ini matang-matang dengan petinggi militer lainnya dan setalah itu mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi di masa depan….” ....Ucap Asisten Dimas....


“Berbicara tentang itu, apa hanya aku yang bisa melihat Mayor Vipta dan Kapten Galih membaca rencana ini ?....” ....Ucap Duta Besar Rachel....


“Tidak, tapi mereka diberi kelebihan karena mereka berdua adalah yang bisa memprediksikan rencana perang yang kita buat kemarin lalu satu-satunya orang yang bisa merasakan ada perubahan di rencana itu hanya Kapten Galih seorang lalu yang lain beranggapan bahwa Kapten Galih adalah Prajurit atau Ksatria elit dengan kemampuan diatas rata-rata sama saja dengan mesin pembunuh……." ....Ucap Jenderal Isekawa....


"Jika begitu untuk apa selama ini reputasinya yang dia bangun sendiri untuk menunjukkan taringnya....."....Ucap Duta Besar Rachel....


"Maaf, kalau sebelumnya ini tidak sopan. Saya rasa Jenderal terlalu meremehkan mereka dan terlalu memanjakannya itu yang membuat menjadi kelemahan anda dan lagi selama ini, mereka yang ada disamping anda tidak menginginkan apapun hanya 1 permintaan mereka agar keluarga yang ada saat ini adalah tidak terpecah belah oleh situasi dan keadaan sekarang terutama bagi Kapten Galih sekarang ini lalu diluar sana banyak yang ingin bertemu dengannya karena sebagai balas budi karena bantuannya pada saat dia menghilang beberapa tahun yang lalu....." ....Ucap Asisten Dimas sambil menunjukkan raut wajah yang tidak senang....


"Baiklah, baik.....Kau tidak perlu menceramahiku juga...."....Ucap Jenderal Isekawa....


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Mampukah Kapten Galih, Letnan 1 Andrian, dan Mayor Vipta mengatasi semua masalah ?


Tunggu..........Episode 103 ?????????????

__ADS_1


__ADS_2