
Letnan 1 Andrian memberikan perintah karena Kapten Galih yang masih kelelahan.....
Letnan 1 Andrian : “Sersan Wica, ajak Lulala dan Nana bersama kalian lalu ini kunci kantor Kapten Galih.....”
Sersan Mayor Wica : “Baik, Letnan......” ....Melihat Letnan 1 Andrian dan mengambil kunci kantornya....
Sementara itu, Mayor Vipta bertemu dengan Kapten Galih di baraknya.......
Mayor Vipta : “Kapten Galih !!!!!!........Kapten !!!!!!.......Ohhhhh......Ayolah buka pintunya, aku tahu kau di dalam sana......” ....Sambil menggedor pintu baraknya....
Kapten Galih : “Apa maumu kesini lagi ?........” ....Sambil membuka pintu dan melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Bisa kita bicara sebentar......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Masuklah.......”
Mayor Vipta : “Sial........Lihat barak perwira ini seperti ada yang berpesta kemarin malam dan sepertinya aku mengerti kenapa kau tidak tidur.......” ....Melihat barak Kapten Galih seperti kapal pecah....
Kapten Galih : “Mau minum sesuatu ?.......Nanti akan aku bereskan.....”
Mayor Vipta : “Tentu.........”
Kapten Galih : “Ada apa, ini masih pagi dan pergi ke sini.......” ....Sambil membuatkan minuman es coklat....
Mayor Vipta : “Apa kau masih tidur, ya ?........Ini sudah jam 1 siang......” ....Sambil duduk di sofanya....
Kapten Galih : “Benarkah ?........Ahhhh.........Begitu rupanya.......”
Mayor Vipta : “Apa yang sebenarnya kau rencanakan ?.......”
Kapten Galih : “Tidak ada. Hanya bertemu teman lama saja dan bukankah aku yang menanyakan pertanyaan itu kepadamu........” ....Memberikan es coklat....
Mayor Vipta : “Aishhhh........Perwira macam apa ini yang selalu menggelak berbagai alasan dan tidak terima kasih kepada atasannya.....”
Kapten Galih : “Sudah......Sudalah......Minum dulu.....”
Mayor Vipta : “Karena diberikan cokelat dingin, aku tidak masalah.......” ....Sambil minum es cokelat....
Kapten Galih : “Ada masalah apa hari ini ?.......”
Mayor Vipta : “Mengenai hal itu tidak datang dengan kabar baik.......”
Kapten Galih : “Baik, jadi jelaskan detailnya.....”
Mayor Vipta : “Lebih baik kau lihat sendiri......” ....Memberikan data dan foto dalam file....
Kapten Galih : “Terkutuklah yang melakukan ini.........” ....Melihat file yang diberikan Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Unit Pengintai lain yang menyerbu salah satu rumah persembunyian organisasi pembunuh kekaisaran dan tidak disangka memiliki fasilitas bawah tanah dan penjara yang cukup luas dan terhubung dekat dengan hutan wilayah putra mahkota pertama setelah dicek lagi ternyata bawah tanahnya sangat luas sampai ke wilayah kekaisaran juga.......”
Kapten Galih : “Jadi itu cara mereka bergerak tanpa diketahui oleh kekaisaran bahkan bangsawan yang lain.......”
Mayor Vipta : “Bisa saja dan mungkin ada bangsawan yang korup dibawah perintahnya terlebih membuat jaringan sebesar ini membutuhkan tangan kanan......”
Kapten Galih : “Korban ?.......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Berita ini baru datang pagi ini sekitar jam 10 lalu korbannya adalah perempuan semuanya ada 14 orang berdasarkan pakaian yang mereka pakai.....”
Kapten Galih : “Kematian karena ?......”
Mayor Vipta : “Ahhh.....Mungkin aku akan datang lagi kesini......”
__ADS_1
Kapten Galih : “Mayor !!!!.....”
Mayor Vipta : “Menurut medis, mereka diperkosa berulang kali dan disiksa secara bergantian lalu digilir secara bersamaan setelah itu dibunuh untuk proses identifikasi ke forensik lebih detail mengenali semua korban akan dibawa malam ini menggunakan pesawat Hercules ada lapangan luas dekat rumah persembunyian itu dan setelah identifikasi akan kami pulangkan ke keluarga masing-masing.......”
Kapten Galih : “Dasar binatang !!!!!!.......Aku akan lenyapkan semuanya dan kirim ke neraka !!!!!.......” .....Sambil menggebrak meja tamunya....
Mayor Vipta : “Tenang sedikit.......Aku mengerti perasaanmu tapi kita tidak boleh membawa emosi dalam militer lalu kecilkan suaramu......” ....Sambil memberikan minuman es cokelat milik kapten Galih....
Kapten Galih : “Siapa saja yang telah mengetahui informasi ini ?......”
Mayor Vipta : “Hanya beberapa petinggi sisanya aku menyuruh tutup mulut.....”
Kapten Galih : “Bagaimana dengan keluarga masing-masing korban nanti ?.....”
Mayor Vipta : “Masalah itu sudah urusan Jenderal dan Duta Besar yang akan bertanggung jawab atas semuanya lalu kau juga datang dengan misi tambahan baru......”
Kapten Galih : “Misi tambahan seperti apa ?......”
Mayor Vipta : “Misi ini super rahasia hanya yang mengetahui ini cuman Jenderal, Duta Besar, dan aki sendiri. Tugasmu adalah mencari tahu rumah persembunyian organisasi pembunuh di kekaisaran dan tentu mencari jalan bawah tanahnya dan meledakkan terowongannya....”
Kapten Galih : “Bukankah ada warga sipil yang berada diatasnya ?.....”
Mayor Vipta : “Bagian terowongan mereka dibuat dibawah lapisan batu keras jadi tidak akan ada masalah jika kau meledakkannya lalu aku sudah bertanya kepada ahlinya jadi tenang saja tidak akan ada masalah lagi......”
Kapten Galih : “Berapa banyak peledak yang harus aku bawa ?......”
Mayor Vipta : “Cukup 4 Kg bom C-4 sepanjang lorong terowongan yang disebar........”
Kapten Galih : “Berarti masing-masing 500 gram untuk menghancurkan penyangganya dan rumah persembunyiannya.....”
Mayor Vipta : “Itu lebih baik dari unit pengintai lain saat menemukan jalan bawah tanah......”
Mayor Vipta : “Mereka menggunakan 30 Kg dinamit dan serangan udara.......”
Kapten Galih : “Bukankah itu terlalu sedikit berlebihan ?.....”
Mayor Vipta : “Apa boleh buat karena sudah terjadi.....”
Kapten Galih : “Aku akan menghancurkannya.......” ....Minum es cokelat....
Mayor Vipta : “Dengar, aku mengerti tentang masa lalu kau tapi kita tidak boleh mengulanginya lagi disini dan tidak lagi......”
Kapten Galih : “Aku mengerti hal itu.......”
Mayor Vipta : “Ahhhh......Satu lagi, kau harus menemui komandan batalion bagaimana juga ada peraturan untuk rantai komandan.......”
Kapten Galih : “Baik......”
Mayor Vipta : “Kalau begitu, aku pergi dulu dan satu hal penting lagi. Dari ukuran penjara yang mereka gunakan setidaknya cukup untuk menampung 16 tahanan lagi kemungkinan masih hidup dan kita harus menemukannya segera........” ....Sambil berdiri....
Kapten Galih : “Aku akan mencari tahu informasi mengenai hal itu tapi jangan terlalu berharap banyak padaku kalau kau ingin informasi lebih harus seperti dulu lagi.......”
Mayor Vipta : “Aku menunggu infonya sedapat kau saja dan lebih baik jangan melanggar perintah saat-saat ini karena masih belum saatnya untuk mengamuk........”
Kapten Galih : “Aku akan mengingatnya dan sepertinya aku akan merepotkanmu lagi......”
Mayor Vipta : “Tidak masalah asalkan masalah yang kau ciptakan sendiri dapat kau tangani....” ....Sambil berjalan pergi dari barak Kapten Galih....
Kapten Galih : “Aku yang akan bertanggung jawab penuh !!!!......”
Sedangkan di kantor Kapten Galih, Sersan Mayor Wica dan Prajurit 1 Charen yang masih mengerjakan laporan bersama penyihir Nana dan elf Lulala.......
__ADS_1
Prajurit 1 Charen : “Hahhhhhh........Berapa banyak lagi laporan yang harus diketik lagi ?......” ....Sambil mengetik laporan Kapten Galih....
Sersan Mayor Wica : “Masih banyak setidaknya cukup untuk 1 minggu......” ....Sambil menyusun laporan....
Prajurit 1 Charen : “Jariku tidak biasa untuk pekerjaan kantor seperti ini......”
Sersan Mayor Wica : “Kau tidak perlu takut jarimu akan patah nantinya karena masih ada aku disini......”
Prajurit 1 Charen : “Tapi bagaimana pun juga masih ada yang aneh dari Kapten kita ?......” ....Melihat ke arah semuanya....
Sersan Mayor Wica : “Aneh bagaimana maksudnya ?.......”
Penyihir Nana : “Bagi kami, tidak ada yang aneh......”
Elf Lulala : “Justru aku merasa beruntung bertemu dengannya.......”
Prajurit 1 Charen : “Bukan itu maksudku hanya saja, aku merasa ada hal yang masih di tutup-tutupi olehnya.....”
Sersan Mayor Wica : “Dia tidak akan menutupi semua masalahnya jika kita bilang dengan jujur dan yang lainnya adalah bagian misteriusnya yang kita tidak bisa mengerti apakah dia akan bilang ke kita dengan jujur......”
Penyihir Nana : “Maaf, kalau pertanyaan ini menyimpang dari sebelumnya tapi saya penasaran dengan tunangannya.......”
Sersan Mayor Wica : “Ahhh......Sama sepertiku, dia adalah dokter tapi dia yang paling hebat dari dokter lain karena dia tidak tunduk terhadap siapapun terlebih sifat dia sangat mirip dengan Kapten Galih mengenai detail pertemuan mereka berdua, kami tidak pernah diceritakan itulah Kapten Galih yang selalu menutup diri.......”
Elf Lulala : “Apa karena dia penyebab tunangannya tewas saat itu ?......”
Prajurit 1 Charen : “Atau mungkin dia terlalu bodoh untuk menceritakannya......”
Sersan Mayor Wica : “Tidak tapi untuk melindungi kita dari dirinya sendiri, diluar sana Kapten Galih memiliki banyak musuh tapi dia tidak ingin kami ikut campur dalam urusannya maka dari itu Kapten Galih selalu bekerja sendiri dan tidak ada yang boleh mengusik keluarganya........”
Penyihir Nana : “Artinya dia melarikan diri dari dirinya sendiri dan menyibukkan diri dengan pekerjaannya......”
Sersan Mayor Wica : “itu yang dipikirkan banyak orang tapi di mataku dia adalah yang terbaik karena tidak banyak orang yang tahu mengenai identitas dia.......”
Prajurit 1 Charen : “Kurasa aku yang termuda di pasukan ini jadi aku belum mengetahui tentang diri dia.......”
Sersan Mayor Wica : “Cukup hormati dan menghargai dia saja dan dia akan melakukan hal yang sama lalu jika kalian dalam masalah dan membutuhkan bantuan, aku yakin orang yang pertama melakukan itu adalah dia meskipun melanggar perintah atasannya.....”
Prajurit 1 Charen : “Itu aneh.....” ....Bingung....
Sersan Mayor Wica : “Tentang apa ?......”
Prajurit 1 Charen : “Bukan itu maksudku tapi lihat ini......Kemari.......”
Setelah itu, Sersan Mayor Wica mendekati meja komputer Kapten Galih........
Sersan Mayor Wica : “Ada apa ?.....” ....Sambil berjalan ke meja komputer....
Prajurit 1 Charen : “Aku menemukan file tersembunyi dan dilindungi oleh kata sandi....”
Sersan Mayor Wica : “Tertera di filenya “Rencana Taktis Kekaisan” bahkan aku tidak tahu apa itu mungkin saja rencana yang kita akan lakukan saat ke ibukota kekaisaran nanti dan lagi karena file ini tersembunyi bahkan menggunakan password juga itu artinya tidak boleh ada yang tahu tentang hal ini......” ....Melihat ke monitor komputer Kapten Galih....
Prajurit 1 Charen : “Mungkin saja......”
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Apakah rencana Kapten Galih akan ketahuan ?
Bagaimana kelanjutannya ?
Tunggu......Episode 95 ??????
__ADS_1