Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 64 Kekaisaran


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain markas ada kekaisaran yang sedang memutuskan jawaban terbaik untuk kerajaan dan negeri sendiri......


Ksatria Ririn : “Permisi, ayah......” ....Sambil berjalan menemui ayahnya yang sedang duduk di singgasana sendiri....


Raja Malto : “Ohhh.....Putriku Ririn rupanya.......Ada apa ?.....” ....Duduk di singgasananya dan pusing berpikir....


Ksatria Ririn : “Ayah, kita tidak bisa seperti ini terus menghadapi pendatang baru (Pasukan Bukit Avatra) dan sudah ada beberapa perwakilan yang ingin mengajukan perdamaian dari bangsawan jika kita setuju. Kita akan diperintahkan segera mengirim utusan kesana secepatnya.....” ....Melihat ayahnya....


Raja Malto : “Aku mengerti tentang itu tapi suatu saat kamu akan mengerti duduk di posisi ini dan membuat keputusan sulit.....” ....Melihat putrinya....


Ksatria Ririn : “Maksud ayah ?......”


Raja Malto : “Aku menyerahkan kepadamu untuk urusan itu dan sepertinya putri kecilku sudah tumbuh dewasa menjadi Komandan Ksatria Khusus yang dia inginkan sendiri dan sebagai penghubung kita dengan mereka......”


Ksatria Ririn : “Ada apa sampai ayah berbicara seperti itu ?......”


Raja Malto : “Aku sudah membuat keputusan yang salah tentang kita akan melawan mereka dan banyak menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.....”


Ksatria Ririn : “Tapi aku belum siap memegang tanggung jawab yang itu karena tanggung jawab yang begitu besar......”


Raja Malto : “Maka dari itu, aku menginginkan kamu untuk siap selama beberapa bulan kedepan menjalankan tugas-tugas kerajaan sebagai hubungan kita dengan mereka......”


Ksatria Ririn : “Baiklah, ayahanda......”


Raja Malto : “Pergilah sekarang, Komandan Ksatria Khusus. Sekarang semuanya ada di tanganmu.....”


Ksatria Ririn : “Baik, Raja Kekaisaran.....” ....Sambil berjalan pergi....


Raja Malto : “Maaf, ayahmu ini sungguh bodoh dalam menjalankan tugas kerajaan sebagai Raja kurasa aku tidak sanggup menerima beban ini dan sudah saatnya juga aku turun takhta karena mengambil keputusan yang salah. Maafkan aku, sisanya kuserahkan padamu......” ....Berbicara dalam hatinya dan melihat Ksatria Ririn pergi.....


Sedangkan di tempat Kapten Galih berada bersama Dewi Rara dan Penyihir Nana.........


Kapten Galih : “Aku kembali.......” ....Melihat mereka berdua....


Dewi Rara : “Sangat lama sekali......” ....Melihat Kapten Galih kembali....


Kapten Galih : “Selalu periksa 2 kali dari pada ada seseorang yang mengancammu......”


Dewi Rara : “Aku tidak mengerti itu......”


Kapten Galih : “Sepertinya kalian berdua belum makan......” ....Melihat kemasan MRE yang masih utuh....


Penyihir Nana : “Benar, karena aku tidak tahu cara mengolahnya.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Maaf.....Aku lupa belum mengajari kalian.....Sini biar aku saja yang masak......” ....Kepada mereka berdua....


Penyihir Nana : “Ahhhh......Tidak masalah.......Ini........” ....Sambil memberikan bungkusan MREnya termasuk punya Dewi Rara.....


Kapten Galih : “Makan saja ini dulu sementara sebagai gantinya.......” ....Memberikan makanan lain selagi makanan utama dimasak....


Dewi Rara dan Penyihir Nana : “Terima kasih.....” ....Mengambil makanannya....


Dewi Rara : “Ini apa ?.......”


Kapten Galih : “Bagaimana ya menjelaskannya ?.....Itu adalah makanan ringan sebelum makanan utama yang aku masak selesai, kira-kira seperti itu.......”

__ADS_1


Penyihir Nana : “Enak.....Rasanya seperti dibalik gerbang.......”


Dewi Rara : “Benar, manis.....”


Kapten Galih : “Tentu saja dan bila kalian ingin mandi atau minum, ambil saja dari tangki itu......”


Dewi Rara : “Memangnya isinya apa ?.....”


Kapten Galih : “Air tapi setelah kuperiksa di dekat sini juga ada sungai kecil yang bersih jadi silakan saja kalian menggunakannya.....”


Penyihir Nana : “Baiklah.....”


Kapten Galih : “Ahhh......Sepertinya sudah matang......Ini dan hati-hati panas....” ....Memberikan makanan utamanya....


Dewi Rara : “Baiklah......”


Penyihir Nana : “Sama seperti tadi ini sangat enak.....” ....Sambil mencoba rasa makanannya....


Dewi Rara : “Rasanya lebih enak dari yang sebelumnya......”


Kapten Galih : “Ya dan makan dengan tenang lalu kurasa harusnya selama seminggu tidak akan bosan karena kita memiliki banyak rasa yang berbeda......” ....Sambil makan....


Dewi Rara : “Tidak sabar mencobanya......”


Kapten Galih : “Tidak boleh, ini untuk nanti dan kita tidak makan semua ini sekaligus tapi kau.....Dasar perut karet....”


Dewi Rara : “Hah....Memangnya ada apa denganmu ?. Dasar pelit.....”


Kapten Galih : “Aku tidak menyangka bahwa seorang Dewi Kematian makan sebanyak ini dan lagi ini adalah persediaan selama beberapa hari kedepan jadi tidak boleh kau makan lagi atau kubunuh kau.....”


Kapten Galih : “Awas kau.....” ....Wajah kesal....


Penyihir Nana : “Sudah....Sudah.....”


Kapten Galih : “Besok kita latihan tentang apa ?......”


Penyihir Nana : “Besok belajar mengendalikan auramu lalu sihir kemudian mengeluarkan sihirnya setelah itu latihan berpedangmu dilanjut lagi keesokan harinya tapi kemudian latih tanding denganku dan Dewi Rara.....Kurasa waktunya cukup selama beberapa hari kedepan, untuk latih tanding kurasa hari terakhir......”


Kapten Galih : “Baiklah, aku setuju untuk mengikuti. Mohon arahannya, guru......”


Dewi Rara : “Baik.....Baik......”


Kapten Galih : “Bukan kau !!!!......”


Penyihir Nana : “Baiklah, mohon bantuannya juga selama beberapa hari kedepan.....”


Kembali lagi kepada Kekaisaran, Ksatria Ririn mempersiapkan utusan untuk pergi ke Bukit Avatra.......


Ksatria Ririn : “Semua utusan berkumpul !!!!......”


Ksatria Boses : “Ada apa ?.....” ....Melihat Ksatria


Ririn....


Ksatria Ririn : “Kita jalankan rencana kita......”

__ADS_1


Ksatria Khusus 1 : “Lapor......Semua utusan sudah berkumpul.....”


Ksatria Ririn : “Baik......Kita akan menjalankan rencana kita dan raja sudah setuju lalu kita jalankan sesuai rencana yang sudah dibuat, utusan yang dipilih akan pergi ke Bukit Avatra dan memberikan surat ini kepada kepemimpinannya ditambah kita juga menyetujuinya kemudian lakukan ini secara diam-diam. Pergilah sampaikan salamku kepada mereka !!!!......”


Seluruh Ksatria Utusan : “Baik, Komandan Ksatria !!!......”


Ksatria Boses : “Semua ksatria utusan naik ke kuda !!!!.....”


Seluruh Ksatria Utusan : “Baik !!!!.....”


Ksatria Ririn : “Aku menitipkan suratnya kepadamu dan ini adalah surat untuk dia, kamu tahu maksudnya, kan ?......” ....Sambil memberikan 2 surat yang berbeda....


Ksatria Boses : “Baik, Komandan. Aku mengerti maksud anda. Kita berangkat !!!!......” ....Sambil berjalan pergi....


Seluruh Ksatria Utusan : “Baik !!!!.....”


Ksatria Ririn : “Sampaikan suratku padanya, aku mempercayaimu Ksatria Boses......” ....Melihat seluruh Ksatria Utusan pergi dari kerajaan....


Ksatria Khusus 2 : “Selajutnya apa rencana anda ?, Komandan......” ....Melihat komandan ksatria....


Ksatria Ririn : “Baik, untuk itu.......”


Tiba-tiba Putra Mahkota Ele datang ke kerajaan tanpa memberitahu untuk bertemu dengan Raja Malto......


Putra Mahkota Ele : “Wah.....Wah.....Tak disangka bahwa adikku ada disini setelah lama mempertahankan Kota Venesia.......” ....Sambil turun dari kereta kerajaan kekaisaran....


Ksatria Ririn : “Kau juga terlihat sama seperti sebelumnya, masih arogan, egois, mementingkan diri sendiri dan masih banyak lagi. Aku mengetahui semua.....” ....Melihat kakaknya....


Putra Mahkota Ele : “Hati-hati kalau berbicara adik karena pedang ini bisa menebas apapun......”


Ksatria Ririn : “Oohhh.....Buktikan kalau begitu......”


Putra Mahkota : “Hahahaha.......Hebatnya adikku yang manis ini tapi tetap saja rasanya tidak enak membunuh Komandan Ksatria Khusus apalagi itu adalah adikku sendiri......”


Ksatria Ririn : “Jangan remehkan aku dan aku juga tidak akan ragu-ragu untuk membunuhmu juga lalu jangan pikir bahwa aku takut......”


Putra Mahkota Ele : “Hahahaha.......Memang adikku yang terbaik sampai jumpa lagi nanti karena aku juga ada urusan......” ....Sambil berjalan pergi....


Ksatria Ririn : “Cihhh......Dasar seenaknya saja......” ....Melihat kakaknya yang sombong....


Ksatria Khusus 1 : “Komandan ?.....” ....Melihat Komandan kehilangan fokus....


Ksatria Ririn : “Maaf.....Aku hampir lupa ada kalian berdua disini. Rencananya adalah kalian akan mengumpulkan seluruh bangsawan yang pro-kedamaian di kediamanku tanpa membuat keributan dan lakukan secara diam-diam tapi aku akan datang setelah dari gedung senat. Aku ke gedung senat ingin melihat kakak keduaku dan kondisi yang ada disana. Aku juga minta tolong pada kalian berdua cari tahu apa yang dilakukan kakak pertamaku disini....”


Ksatria Khusus 2 : “Baiklah, komandan akan kami jalankan perintah anda.....”


Ksatria Ririn : “Berhati-hatilah......”


Ksatria khusus 1 : “Baik.....”


Apa yang dilakukan Putra Mahkota Ele di kerajaan ?


Apa tindakan selanjutnya pada masing-masing pihak ?


Apakah akan menimbulkan kekacauan yang terjadi pada petinggi kerajaan ?

__ADS_1


Tunggu.......Episode 65 ???????


__ADS_2