
Kemudian Asisten Dimas mengantarkan Letnan Andrian dan tamu VIPnya menuju bus mereka......
Letnan 2 Andrian : “Baik, terima kasih atas pengantarannya....”
Asisten Dimas : “Sama-sama dan saya ada perlu dengan anda secara pribadi. Apakah anda masih memiliki waktu luang ?......”
Letnan 2 Andrian : “Ya, tentu.....Prajurit Charen antar mereka sampai bus, aku ada urusan.....”
Prajurit 1 Charen : “Baik, Letnan.......”
Setelah itu Letnan Andrian dan Asisten Dimas pergi mencari tempat yang sepi untuk berbicara secara pribadi sedangkan Prajurit Charen dan yang lainnya menunggu didalam bus.......
Letnan 2 Andrian : “Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan ?.....” ....Melihat Asisten Dimas....
Asisten Dimas : “Bagaimana tentang kabar Letnan Galih ?........” ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Seperti yang kamu lihat sendiri saat ini, sangat sehat sekali. Memangnya ada apa ?”
Asisten Dimas : “Saya ingin hanya menyampaikan pesan kepada Letnan Galih bahwa saya akan dikirim ke dunia seberang dan bergabung dengan pasukan kalian semua sebagai wakil perwakilan duta besar......”
Letnan 2 Andrian : “Sudah kuduga jawabanmu akan seperti itu.....”
Asisten Dimas : “Memangnya ada apa ?.....”
Letnan 2 Andrian : "Sebenarnya Letnan Galih juga sudah memikirkan lalu menduga tentang itu dan dia bilang memang benar hanya ada 2 cara, yaitu perang atau perdamaian tapi Letnan Galih juga sudah ada kemungkinan untuk kudeta dari pihak sana untuk pihak perwakilan yang baru tadi......”
Asisten Dimas : “Apa yang harus kami persiapkan ?.....”
Letnan 2 Andrian : “Sebenarnya tidak ada hanya saja persiapkan mental dan fisik disana.....Jangan sampai terkejut melihat dunia sana lalu beberapa dari kami sudah menjalin hubungan, salah satunya Letnan Galih dengan perwakilan yang baru ditemui tadi......” .....Sambil melihat Ksatria Ririn di dalam bus.....
Asisten Dimas : “Yang benar ????!!!!!......Bohong kan ????.....” .....Sambil melihat Ksatria Ririn di dalam bus.....
Letnan 2 Andrian : “Jangan keras-keras......Sebenarnya masih baru cinta tepuk sebelah tangan.”
Asisten Dimas : “Begitu, ya......Kalau begitu, silakan anda pergi menjemput Letnan Galih karena sudah terlambat.....”
Letnan 2 Andrian : “Benar juga, aku permisi dulu.....” .....Berjalan pergi dan meninggalkan Asisten Dimas.....
Asisten Dimas : “Baiklah, Letnan. Sampai jumpa diseberang sana.....” ....Melihat Letnan Andrian.....
Setelah itu Letnan Andrian pergi menuju bus menemui rombongan dan supir bus agar segera berangkat menuju Gedung Parlemen......
Prajurit 1 Charen : “Apa urusan anda sudah selesai, Letnan ?”
Letnan 2 Andrian : “Sudah dan supir kita berangkat sekarang karena sudah terlambat......” .....Melihat Prajurit Charen dan supir bus....
Supir bus : “Baik, Letnan.....”
Kemudian Letnan Andrian dan rombongannya pergi menjemput Letnan Galih. Sementara itu di markas ruang komando dan strategi.......
__ADS_1
Mayor Vipta : “Jenderal, anda mendapatkan panggilan.....” .....Melihat Jenderal Isekawa.....
Jenderal Isekawa : “Panggilan dari siapa ?....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Panggilan dari Panglima Tinggi......”
Jenderal Isekawa : “Tampilkan di layar.....” ....Berdiri dari kursinya....
Mayor Vipta : “Baik, jenderal. Sudah tersambung.....” ....Sambil berdiri....
Presiden : “Halo, Jenderal. Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu ?.....” ....Duduk di kursi presiden....
Jenderal Isekawa : “Sangat baik sekali, Panglima. Ada apa Panglima menghubungi saya ?......”
Presiden : “Saya sudah mengerti situasi saat ini dan pasti anda sedang bertugas mengawasi mereka bukan ?....”
Jenderal Isekawa : “Benar, Panglima. Saat ini saya masih mengawasi mereka....”
Presiden : “Itu bagus, sayangnya saya mempunyai berita buruk. Menurut badan intelijen kita bahwa para kelas tentara bayaran juga akan ikut merebut tamu kita dan mereka dibayar secara diam-diam oleh salah satu negara yang ingin merebut mereka juga. Saya ingin kamu bersiaga penuh dan waspada.....”
Jenderal Isekawa : “Baik, Panglima. Saya menerima info anda dan sudah mencatatnya, selanjutnya apa perintah anda ?.”
Presiden : “Ini adalah perintah dariku, bunuh semua yang ingin mencoba dan merebut tamu kita. Tembak di tempat, kuulangi sekali lagi tembak di tempat lalu sisanya biarkan saya yang mengurus bagian politiknya karena Dewan Keamanan PBB sudah mengizinkan kita untuk membiarkan kita memiliki gerbang itu tapi dengan satu syarat.....”
Jenderal Isekawa : “Kita harus melindungi mereka dan tidak boleh sampai direbut oleh negara lain ataupun tentara bayaran, bukan begitu Panglima ?.....”
Presiden : “Itu benar dan untuk mata-mata musuh serahkan kepadaku juga tolong beritahu kepada Letnan Galih beserta pasukannya untuk persiapan kenaikan 1 pangkat setelah masalah ini selesai kalau begitu, selamat bertugas Jenderal.....” ....Setalah itu menutup panggilan....
Sedangkan ditempat lain, Gedung Duta Besar Rachel. Asisten Dimas menemui Duta Besar Rachel kembali di ruangan yang sama.....
Asisten Dimas : “Bu, mereka sudah berangkat.....”
Duta Besar Rachel : “Baiklah, cepat hubungi Jenderal Isekawa yang sedang berada disini......”
Asisten Dimas : “Yes, ma’am. Sudah tersambung.....”
Kembali lagi di ruang komando dan strategi dengan disaat yang bersamaan.....
Jenderal Isekawa : “Mayor, beritahu kepada semua pasukan kita di lapangan kita siaga penuh dan bagi bahaya yang mengancam nyawa diizinkan untuk menembak di tempat segera.....Hancurkan segera. ASAP (As Speed As Possible).....” .....Sambil duduk dan melihat monitor.....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal dan ada seseorang yang menghubungi anda.....”
Jenderal Isekawa : “Apakah dari Letnan Galih ?.......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Sepertinya dari Duta Besar Rachel, pak.....”
Jenderal Isekawa : “Tampilkan di layar.....”
Mayor Vipta : “Aye-aye, sir. Menampilkan di layar dan terhubung.....”
__ADS_1
Duta Besar Rachel : “Selamat siang, Jenderal.” ....Duduk di kursinya....
Jenderal Isekawa : “Selamat siang juga Duta Besar Rachel, ada apa anda menghubungi saya ?......” ....Duduk di kursinya....
Duta Besar Rachel : “Perwakilan dunia di seberang sana sudah setuju dengan pertukaran tawanan dengan syarat dan saya akan mengirimkan wakil saya ke dalam pasukan Letnan Galih untuk menjalankan rencana......”
Jenderal Isekawa : “Baiklah, saya mengerti nanti akan diatur oleh Mayor Vipta.”
Duta Besar Rachel : “Ada apa Jenderal ?.....Sepertinya anda sedang sibuk......”
Jenderal Isekawa : “Musuh kita sedang menambah kekuatan dan kami sedang siaga penuh.....”
Duta Besar Rachel : “Aku mengerti situasinya dan sampai jumpa lagi Jenderal.....”
Jenderal Isekawa : “Benar, sampai juga lagi” ....Menutup panggilan....
Setelah itu Jenderal Isekawa menutup panggilan dari Duta Besar Rachel dan mempersiapkan semuanya.....
Jenderal Isekawa : “Bagaimana persiapannya ?, Mayor Vipta.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Semuanya siap siaga dan status sudah naik ke Siaga 3” ....Melihat monitornya....
Jenderal Isekawa : “Apa ada cara untuk menghubungi Letnan Galih ?”
Mayor Vipta : “Maafkan saya, Jenderal tapi kita memang tidak bisa menghubungi Letnan Galih karena bila dihubungi akan menunjukkan posisi mereka lalu Letnan Galih juga sudah tahu itu makanya dia tidak bisa menghubungi kita......” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Baiklah, kerja bagus lalu tetap pantau terus pergerakkan musuh dan Letnan Galih.....”
Mayor Vipta : “Sir, yes sir.....”
Sedangkan di Gedung Duta Besar Rachel.......
Duta Besar Rachel : “Ahhhhh......Sebentar lagi kita akan sibuk lagi......” ....Duduk dan meminum tehnya....
Asisten Dimas : “Benar, bu dan menurut laporan bahwa sistem pemerintahannya juga berbeda .....” ....Sambil duduk di kursi....
Duta Besar Rachel : “Itu sepenuhnya benar yang menurut laporan Letnan Galih kepada kita. Bagaimana dengan dokumennya ?.....”
Asisten Dimas : “Sedang dikerjakan, anda bisa beristirahat dulu....”
Duta Besar Rachel : “Pada saat penting dan genting seperti ini rasanya tidak mungkin. Bagaimana tentang persiapanmu sendiri yang akan berangkat kesana dahulu ?”
Asisten Dimas : “Saya siap bila dikirim kesana bersama pasukan Letnan Galih lalu saya juga merasa lebih tenang dan aman bila ikut dengan mereka lalu saya juga sudah mengenal Letnan Galih seperti apa orangnya.... “
Duta Besar Rachel : “Yaaahh.....Baiklah, mau bagaimana lagi. Kuharap kau baik-baik saja Letnan Galih.....” ....Sambil melihat kearah Jendela diruangan itu....
Bagaimana Kelanjutan dari kisah Letnan Galih ?
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Apakah Letnan Galih berhasil melindungi mereka semua ?
Tunggu........Episode 33 Ancaman Liburan part 2