
Kembali lagi kepada Kapten Galih, Mayor Vipta, dan Jenderal Isekawa......
Kapten Galih : “Menurutku, para delegasi perdamaian yang harus jadi tujuan utama kita tapi bagaimana bila seseorang butuh bantuan untuk melawan naga tersebut sedangkan saya sedang melaksanakan misi pengawalan, bukan begitu kira-kira ?.......” ....Minum teh....
Mayor Vipta : “Bahkan mungkin saja saat terjadi kudeta di kekaisaran, kita yang harus membereskannya......” ....Melihat Kapten Galih dan Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Jadi apa pilihan anda, Kapten ?.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Bagaimana lagi, saya tidak memiliki pilihan lain lagi bukan ?. Jadi saya yang lakukan semuanya sendiri jadi jangan bawa pasukan saya terlebih dahulu. Saya akan mewakili dulu sebagai duta perdamaian bersama pasukan saya setelah itu saya mengambil misi sendiri kemudian yang terakhir adalah mencari cara untuk membunuh naganya.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Ya, untuk sekarang hanya ini pilihan terbaiknya.......”
Kapten Galih : “Berapa rasio kemungkinan kita menang dengan musuh ?” ....Melihat wajah mereka berdua....
Mayor Vipta : “Kalau itu......”
Jenderal Isekawa : “Tidak apa-apa, beritahu saja.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Rasio menang melawan kekaisaran 96 % sedangkan melawan naga tidak lebih dari 3 % tapi data ini hanya berdasarkan hipotesaku saja....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Bagiku itu cukup asal tidak dibawah 0 %. Baiklah saya akan menerimanya seluruh pekerjaan itu jika beberapa syarat terpenuhi.....”
Jenderal Isekawa : “Baiklah, saya menerima syaratnya dan saya juga yang akan bertanggung jawab penuh atas semua seluruh pergerakan anda, Kapten tapi apa syaratnya ?......”
Kapten Galih : “Yang pertama adalah kenaikan gaji bagi saya dan seluruh pasukan saya. Kedua, saat melakukan misi solo atau misi lain yang berkaitan dengan saya. Jangan beritahukan detail misinya dan tingkat kelasnya baik itu ke pasukan saya ataupun orang lain juga jangan mencoba-coba melibatkan pasukan saya. Ketiga, saya membutuhkan pedang itu.....Sisanya kalian berdua tahu sendiri......”
Jenderal Isekawa : “Mayor, apakah semuanya sudah kau catat ?.....” ....Sambil meminum tehnnya....
Mayor Vipta : “Sudah, Jenderal......”
Jenderal Isekawa : “Baik, tapi tolong diingat Kapten Galih. Ini adalah misi berbahaya bahkan melebihi tingkat S, salah sedikit saja dapat membuat kita menerima dampaknya.....”
Kapten Galih : “Tentu saja, aku mengingatnya dan di ruangan manapun. Kita bertiga yang ada di ruangan ini adalah “Suara 3 Dewa” lalu untuk strategi juga rencananya kuserahkan pada kalian berdua, sisanya adalah aku sendiri......” ....Sambil berdiri dan berbalik menuju pintu keluar....
Mayor Vipta : “Benar sekali, tuan “Black Agate Sword Mastered”.......”
Kapten Galih : “Kalau begitu, aku permisi duluan karena aku harus mengerjakan laporanku dan jangan lupa dengan pedangku.....” ....Sambil membuka pintu....
Mayor Vipta : “Baiklah, aku mengerti dan anggap saja sudah selesai......”
__ADS_1
Kapten Galih : “Sampai jumpa nanti.....” ....Sambil menutup pintunya kembali....
Setelah itu, Mayor Vipta berbicara dengan Jenderal Isekawa......
Mayor Vipta : “Huhhh.....Tatapan dingin seperti biasanya. Apa anda yakin mau melakukan dan menerima konsekuensinya, Jenderal ?” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Saya yakin dan siap menerima seluruh konsekuensinya lagipula presiden juga sudah memerintahkan bahwa dunia baru ini dibawah tanggung jawab petinggi militer dan duta besar sebagai politik maupun keamanan.....” ....Berdiri dan melihat ke arah luar Jendela ruangannya....
Mayor Vipta : “Saya harap Kapten Galih mampu melaksanakan tugas-tugasnya.....” ....Sambil minum tehnya....
Jenderal Isekawa : “Benar, karena Kapten Galih adalah kunci dari semua permasalahan kita selama ini dan dialah harapan terakhir juga satu-satunya. Dia juga senjata rahasia milik kita karena informasi tentang dia juga dirahasiakan oleh kita termasuk keberadaannya. Hanya dialah yang mampu menyelesaikan tugas ini, kartu AS kita adalah dia. Jangan sampai terburu-buru mengeluarkannya.”
Mayor Vipta : “Termasuk kunci kebahagiaan dia sendiri dan keluarga barunya ?.....”
Jenderal Isekawa : “Ya, itu juga termasuk dan mari kita sudahi pembicaraan ini, sekarang kita fokus membuat rencana dulu.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal....."
Sedangkan di tempat lain, perjalanan pasukan Kapten Galih mengantarkan Ksatria Ririn dan Boses kembali ke Venezia......
Sersan 1 Sultan : “Pak, apa anda pernah mendengar kejadian besar di laut sebelum perang besar terjadi ?......” ....Sambil menyetir....
Letnan 1 Andrian : “Tentu saja, itu terjadi 6 tahun yang lalu sebelum perang besar terjadi kalau berdasarkan waktu sekarang sudah 16 tahun yang lalu setelah perang besar terjadi, bukan begitu ?.....” ....Sambil membaca peta buatan Kapten Galih....
Letnan 1 Andrian : “Benar, memangnya ada apa ?.....”
Sersan 1 Sultan : “Aku masih penasaran siapa yang berani melawan mereka waktu itu. Menurut rumor yang beredar katanya ada semacam kapal perang misterius yang menghabisi semuanya.....”
Letnan 1 Andrian : “Aku juga masih penasaran dengan itu.....” ....Melihat ke luar jendela....
Sersan Mayor Wica : “Aku tahu siapa pemimpin kapal misterius itu.....” ....Melihat Sersan 1 Sultan....
Sersan 1 Sultan : “Sungguh ????........Siapa orangnya, Sersan Mayor ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Tentu saja, tidak lain dan tidak bukan adalah Kapten kita. Kapten Galih......”
Letnan 1 Andrian, Sersan 1 Sultan, Prajurit 1 Charen : “Apa......Apa ?????!!!!!!.......” .....Terkejut mendengarnya.....
Letnan 1 Andrian : “Apa itu sungguhan ?......” ....Melihat Sersan Mayor Wica
__ADS_1
....
Prajurit 1 Charen : “Tidak mungkin.......”
Sersan Mayor Wica : “Benar, saat itu aku masih berada di kantor telegram Angkatan Laut dan Kapten Galih waktu itu adalah Letkol yang jadi pemimpin kapal misterius itu......”
Ksatria Ririn : “Anu.....Permisi, bisa dijelaskan kepada kami apa yang kalian bicarakan ?.....” ....Melihat mereka semua membicarakan sesuatu....
Letnan 1 Andrian : “Benar juga, maaf.....Maaf. Jadi 16 tahun sebelum sekarang di dunia kami di lautannya, Pada saat itu ada kelompok bajak laut dengan armada yang begitu banyak sampai militer kami kewalahan dan pada suatu ketika, ada kapal perang misterius dengan nomor lambung 55 yang melawan lalu menghabisi seluruh perompak itu tanpa meninggalkan bekas sedikitpun bahkan hanya sedikit orang yang bisa melihat itu karena kapal itu datang dan pergi seperti angin juga diselimuti kabut tebal dengan bendera dewa kematian.....Tidak kusangka itu adalah Kapten Galih......” ....Melihat Ksatria Ririn....
Sersan Mayor Wica : “Tapi dia berhasil menyelesaikan sendiri dengan 1 kapal perang kalau orang biasa sekalipun perlu 120 kapal itupun kalau beruntung, Kapten Galih menghabisi lebih dari 130 kapal dan 20 kapal lainnya menyerahkan diri kepada kami karena takut di laut sudah tidak aman.....”
Ksatria Boses : “Tapi apa itu kapal perang ?......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Akan aku jelaskan, seperti kapal kayu milik kalian yang berada di air tapi terbuat dari besi dan dilengkapi oleh banyak senjata serta ukurannya lebih besar seperti yang kalian sebut gajah besi atau tank dan kuda terbang atau helikopter. Semacam itulah......”
Ksatria Boses : “Begitu, yaaa....”
Sersan 1 Sultan : “Tapi ngomong-ngomong Sersan Mayor, bagaimana anda bisa tahu ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Ahhhhhh......Benar juga....”
Sersan Mayor : “Itu karena kadang-kadang kapal itu mengirim telegram rahasia ke markas dan kebetulan yang memegang telegram itu adalah aku ditambah setiap kali di akhir telegram itu ada tulisan “Ghost 55” dan yang menerima pesan itu adalah Mayor Vipta kemudian diberikan kepada Jenderal Isekawa.....”
Prajurit 1 Charen : “Apa anda masih ingat pesan itu ?.....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Tentu saja. “HQ, half ship enemy ship has been destroyed and we will continue to finish him all until the end. We still hide and fight like ghost and shadow. Ghost 55.”. Setelah itu durasi telegram selanjutnya tidak menentu, kadang-kadang 3 hari, 2 minggu, 3 minggu bahkan 1 bulan.....” ....Melihat Prajurit 1 Charen....
Letnan 1 Andrian : “Apa ada yang menjelaskan situasi dan kondisi mereka ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Berkat modifikasi besar-besaran kapal itu kembali secara utuh dengan selamat tanpa ada lecet sekalipun dan kapal itu sampai sekarang masih tidak diketahui keberadaannya alias disembunyikan walaupun mereka kembali selamat tapi persenjataan mereka benar-benar kosong dan mengerikan.....”
Ksatria Ririn : “Apa maksudnya dengan “Kosong dan Mengerikan” itu ?.....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Di kapal itu dan saat itu juga, Letkol Galih setuju melanjutkan perang gerilya bersama dengan awak kapalnya lalu tidak mengisi ulang persediaan makanan, air, dan bahan bakar. Memang benar mereka kembali dengan senjata kosong tapi yang mengerikan adalah bagian haluan kapalnya rusak parah hampir mengenai bagian meriam setelah menembak peluru terakhir, Letkol Galih memerintahkan untuk menaikkan kecepatan kapal dan menabrak kapal dia dengan perompak sampai lambung kapal perompak robek dan menyebabkan kebocoran. Tidak sampai disitu, dia juga menembak perompak yang selamat di air dengan senapan mesin sampai habis setelah itu baru mereka pulang......”
Bagaimana kisah selanjutnya bagi Kapten Galih ?
Apakah akan terjadi hal yang baru terhadap dia beserta keluarga barunya ?
__ADS_1
Apakah rencana yang akan disiapkan ?
Tunggu.........Episode 50 ???????