Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 68 Rapat Penting


__ADS_3

Kembali kepada Jenderal Isekawa, Mayor Vipta, Duta Besar Rachel, Asisten Dimas, Letnan Andrian yang sedang rapat di ruangan Jenderal......


Jenderal Isekawa : “Bagus. Kalau begitu, apa masih ada pertanyaan yang ingin ditanyakan ?.....” ....Melihat ke arah semuanya.....


Duta Besar Rachel : “Ya. Kalau kudetanya seandaikan terjadi dan kami terjebak bagaimana dengan solusinya, Mayor ?......”


Mayor Vipta : “Yahhh......Sebenarnya ini ide dari Kapten Galih sendiri karena dia lebih berpikir panjang tentang seperti ini tapi akan saya jawab bahwa jika ini terjadi saat kudeta, anda akan dilindungi oleh Ksatria Khusus yang dibawah pimpinan putri kekaisaran sebelum pasukan kami tiba dan anda hanya perlu bertahan sampai kami tiba bersama Asisten Dimas lalu untuk berjaga-jaga juga saat kediaman anda sebagai perwakilan kita telah diatur, kami akan meletakkan senjata api tersembunyi di kediaman anda dan detailnya akan kami berikan kepada Asisten Dimas......”


Duta Besar Rachel : “Begitu, baik. Aku setuju untuk memberikan izin menembak. Lalu bagaimana dengan warga sipil kita yang ditangkap dan ditawan ?......”


Mayor Vipta : “Untuk itu.......” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Tidak apa-apa, Mayor. Beritahukan tentang mereka......” ....Sambil minum teh....


Mayor Vipta : “Baik, pak. Sebenarnya informasi yang kami kumpulkan saat ini belum pasti karena masih terlalu samar-samar dan belum ada cukup bukti kuat lainnya ditambah berdasarkan laporan Kapten Galih saat ini didalam juga tertulis kemungkinan seluruh tawanan yang kita cari berada di wilayah putra mahkota pertama bukan berada di wilayah kekaisaran. Mengingat seluruh tindakan-tindakan licik yang dilakukan oleh putra mahkota pertama maka dari itu saya mengirim 2 unit ke wilayah putra mahkota pertama tapi kami juga tidak akan bertindak gegabah.....” ....Menjelaskan lagi secara lebih rinci dan detail....


Asisten Dimas : “Maaf, kalau sebelumnya saya menyela tapi apa maksudnya dengan tindakan gegabah.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Jika digabungkan total pasukan kekaisaran dengan kita masih kalah jauh ditambah lagi pasukan putra mahkota pertama ada 600.000 pasukan dan kami masih belum tahu berapa jumlah pasukan pembunuh seluruhnya tapi menurut perkiraan kami bersama Kapten Galih ada sekitar 500.000 pasukan jika ditotalkan ada 1.600.000 pasukan dibandingkan kita baru kurang lebih 1.400.000 pasukan termasuk pasukan tambahan. Jadi Unit Pengintai ke-1 dan Unit Intel ke-1 akan mengawasi terus pergerakan putra mahkota pertama beserta pasukannya bersamaan memberi info kita tentang seluruh tawanan kita......”


Duta Besar Rachel : “Aku mengerti.....”


Jenderal Isekawa : “Makanya maksud dari saya memanggil dan menunggu anda disini untuk membahas itu jika skenario terburuk terjadi dan jelaskan operasi rencana kita pada Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas.....”


Mayor Vipta : “Jika skenario terjadi, kami akan melakukan “Operasi Trisula” termasuk melawan naga dan menyelamatkan para VIP dan tawanan kita. Total estimasi jumlah pasukan yang dikerahkan adalah 30.000 pasukan terbagi menjadi tiga pasukan besar, Pasukan pertama akan menyelamatkan para VIP termasuk yang mendukung pro-perdamaian dan evakuasi seluruh warga lalu pergi dari sana secepat mungkin menggunakan helikopter yang sebanyak kita punya. Pasukan kedua, akan menyelamatkan para tahana jika lokasinya sudah diketahui bersamaan dengan penyerangan pasukan pertama yang akan diterjunkan melalui udara, mengingat situasi yang cepat memanas setelah kita menyelamat VIP dan lainnya lalu lanjut dengan kita semua pergi menggunakan helikopter ke Kota Venezia anggap saja, kami sudah berdiskusi dan tanda tangan dengan bangsawan yang memimpin termasuk wakil bangsawan itu juga adalah putri kekaisaran dan Kapten Galih sebagai saksi lalu kota itu adalah markas cabang kita disini dan disitulah kita tempat berkumpul. Kota itu akan djaga dan diamankan oleh regu darat sebanyak 50.000 pasukan.....”

__ADS_1


Duta Besar Rachel : “Lalu bagaimana dengan pasukan ketiga ?......”


Mayor Vipta : “Yahhh......Untuk itu pasukan ketiga akan membantu Kapten Galih dalam melawan naga akibat kita tidak bisa mengirimkan banyak-banyak bantuan udara sebagai imbas pasukan udara yang kita gunakan pada pasukan pertama dan pasukan kedua gantinya saya mengatur artileri berat dan lapis baja untuk membantu tapi sepertinya pasukan ketiga ini akan terlambat karena kita juga mengacak-acak kekaisaran......”


Duta Besar Rachel : “Bolehkah saya tahu anda menerima semua usulan ini darimana ?......”


Mayor Vipta : “Sebenarnya atau lebih tepatnya dari buku ini. Ya, ini jurnal milik dari Kapten Galih jadi tolong semua yang ada disini untuk merahasiakannya lalu saya melihat dan mengambilnya dari meja kantornya tanpa diketahui dia.....” ....Menunjukkan jurnal Kapten Galih....


Jenderal Isekawa : “Mayor, perbuatanmu itu melanggar hak privasi seseorang.....”


Mayor Vipta : “Saya mengerti dan mengakui kesalahan saya tapi memang jurnal ini khusus dibuat dari pemikiran dia sendiri lalu saya rasa dia juga ikut mempertimbangkan segala tindakan yang akan dilakukan bisa diasumsikan bahwa jurnal ini juga tidak boleh jatuh ke tangan musuh dan kunci dari strategi ini........”


Jenderal Isekawa : “Baiklah, untuk kali ini saja. Aku pura-pura tidak melihat yang apa kamu lakukan.....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal.....”


Mayor Vipta : “Untuk “Operasi Trisula” ini akan saya beritahu nanti jika rencana ini sudah matang karena perlu dipikir-pikir kembali tentang berbagai kejadian kedepan kita selanjutnya tapi secara garis besar dan kasarnya seperti ini kira-kira ditambah apakah pasukan yang kita terjunkan itu sudah cukup atau kurang.....”


Asisten Dimas : “Saya menyimpulkan artinya bahwa operasi ini seperti tembak dan lari ?......”


Mayor Vipta : “Itu benar, karena situasi politik di kekaisaran dan kita sama-sama sedang terpecah menjadi 2 jadi menurut saya. Tidak, sebenarnya menurut Kapten Galih juga ini salah satu jalan yang tebaik dan kesempatan ini tidak datang 2 kali ditambah peluang menang yang besar jika musuh kebingungan dan kaget saat itu juga kita bisa memanfaatkan situasi itu tapi yang perlu digaris bawah adalah cara mereka komunikasi dengan pasukan lain harus segera diatasi begitu yang tertulis di jurnal ini. Jadi sebagai sistem jaga-jaga, unit yang menjaga garis belakang akan mengurus itu sementara pasukan yang sudah disebut tadi akan menjadi garis depan sembari kita kabur dengan helikopter......”


Duta Besar Rachel : “Baiklah, saya tidak keberatan untuk masalah itu. Akhirnya saya menjadi paham tentang situasi dan kondisi disini.......”


Jenderal Isekawa : “Bagaimana dengan kondisi semua unit yang kamu tugaskan, Mayor ?.......”

__ADS_1


Mayor Vipta : “Setelah rapat ini berakhir, saya akan menghubungi semua unit untuk mengatur ulang persediaan dan menanyakan tentang itu dan kemarin, mereka sudah di posisi masing-masing.....”


Duta Besar Rachel : “Ahhhh.......Saya hampir lupa, bagaimana dengan sistem pemerintahan ?......” ....Sambil minum teh dan mendengar penjelasan Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Berdasarkan laporan Kapten Galih itu bahwa pemegang kekuasaan tertinggi ada pada Raja Kekaisaran tapi untuk mengendalikan wilayah-wilayah atau kota-kota kecil lainnya diperlukan bangsawan selaku seperti gubernur atau walikota sedangkan kalau dilihat lagi kebawah seperti desa -desa kecil dipimpin oleh kepala desa atau sesepuh di desa itu. Raja memang mempunyai kekuasaan tertinggi tapi dukungan kepada raja adalah senatnya lalu dukungan senat bisa mencapai 50 % sedangkan para bangsawan 30 % lalu ditambah dengan Raja sendiri 20 % kalau dilihat lagi ini seperti segitiga dan disebut sebagai titah raja.”


Asisten Dimas : “Jabatan sebagai bangsawan maksudnya seperti apa ?....”


Mayor Vipta : “Ini agak mirip seperti di Benua Eropa di dunia kita tapi ada perbedaan yang jauh berbeda di dunia ini. Para bangsawan terdiri dari beberapa kasta atau gelar, yaitu Viscount, Duke, Marquis, Count, Earl, Knight, Baron, Baronet lalu kalau diurutkan seperti piramida akan seperti ini......” ....Menunjukan grafik piramida....


Duta Besar Rachel : “Berarti dukungan paling tinggi ada pada gelar Viscount dan yang terendah ada pada gelar Baron lalu gelar Baronet ?......” ....Melihat piramida kepempimpinan....


Mayor Vipta : “Benar tapi orang yang menyandang gelar Viscount jatuh kepada Jenderal pasukan, menantu raja, dan kontribusinya paling tinggi terhadap kerajaan kekaisaran. Lalu dibawahnya ada Duke yang seperti gurbernur atau walikota dan kita kebawah lagi adalah Count yang mengatur kebanyakan adalah yang menjalankan semua sistem dari berbagai bidang lalu selanjutnya adalah Earl, bisa dibilang adalah orang yang membantu Duke lalu turun ke Baron yang sepertinya dianggap masih lebih baik dari Baronet karena kekuasaannya juga setingkat sebagai kepala desa tapi sesepuh desa sebagai penasihat dan dukungan kepada warga desa. Baronet adalah gelar paling rendah bahkan sampai tidak masuk dalam piramida ini dan kekuasaannya sama seperti rakyat tapi hanya diberi gelar tanpa kekuasaan apapun ditambah harus wajib dalam urusan militer......”


Jenderal Isekawa : “Ada 1 gelar yang terlewat, Mayor........”


Mayor Vipta : “Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Kapten Galih sekali lagi dan tertulis di jurnal ini juga bahwa ada beberapa kondisi tertentu jika pengangkatan gelar. Contoh adalah sebenarnya Knight adalah ksatria tapi dia adalah putra dari salah satu bangsawan yang masuk kedalam militer dan masuk ke prajurit reguler serta tergantung kekuatannya sendiri dan contoh lainnya adalah ada yang disebut sebagai Archduke diantara gelar Duke dengan Marquis jika ada salah satu anggota keluarga yang dinikahkan jadi contoh-contoh tersebut bisa dibilang ada kejadian-kejadian tertentu. Kalau masih bingung, kenapa gelar Knight ada diatas Baron ?. Jawabannya adalah karena jika kejadian tertentu tersebut ada kejadian menyangkut militer mereka dan tempat berperangnya di wilayah Baron maka pemegang kekuasaan itu adalah Knight. Selanjutnya ada Grand duke diantara Viscount dengan Duke lalu tugasnya sama seperti Count tapi jabatan serta kekuasaan lebih tinggi....”


Asisten Dimas : “Apakah posisi gelar Baron bisa diatas Knight ?.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Bisa tapi jika situasinya bukan perang tapi sebagai patroli di wilayah itu saja. Kembali ke topik, jadi siapakah orang-orang yang bermain di senat kekaisaran ?. Jawabannya adalah di gelar Marquis dan Count yang berada di bidang ahli politik tidak dengan sebagai pemegang wilayah, maksudnya adalah orang-orang yang benar tidak ingin di jalur sebagai pemegang sebuah wilayah.....”


Apakah rapat ini akan terus berlanjut ?


Bagaimana kelanjutan ceritanya ?

__ADS_1


Tunggu.......Episode 69 ????????


__ADS_2