Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 19 Pertahanan Hati Venezia


__ADS_3

Sementara itu di markas Bukit Avatra, ruangan Jenderal telah menghadap Mayor Vipta dan Kolonel Denis yang menghadap ke Jenderal Isekawa....


Mayor Vipta : “Jenderal, saya dan Kolonel Denis ingin laporan.....”


Jenderal Isekawa : “Silakan Mayor dan Kolonel Denis duduk....” ....Sambil berdiri....


Kolonel Denis dan Mayor Vipta : “Terima kasih, Jenderal....” ....Sambil duduk....


Jenderal Isekawa : “Laporan Mayor dahulu setelah itu Kolonel....” ....Sambil duduk....


Mayor Vipta : “Saya ingin melaporkan bahwa saya masih belum menemukan Makhluk kelas S dan saya berencana untuk minta izin kepada anda untuk bergerak skala penuh bila ditemukan....”


Jenderal Isekawa : “Baiklah tapi akan kupikirkan dahulu karena mengingat situasi kita yang masih panas dan wilayahnya juga belum dipetakan sampai sejauh sana....Kolonel laporanmu....”


Kolonel Denis : “Pasukan Penyerang ke-4 siap diterjunkan dan sedang siaga 2 lalu siap diberangkat kapan saja....”


Jenderal Isekawa : “Bagus dan kita sudah menerima permintaan bantuan berkat Unit Pengintai ke-5 lalu kita akan menunggu kode dari Letnan Galih itu melalui Mayor Vipta dengan kode “Irene”. Mayor, tolong beritahu Letnan Galih. Untuk masalah naga itu adalah urusan nanti.....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal....”


Kolonel Denis : “Bagaimana keadaan Letnan Galih ?. Saya mendengar bahwa dia sedang terluka....”


Mayor Vipta : “Saat ini kondisinya, menurut Letnan 2 Andrian sudah membaik malahan dia langsung bertugas....”


Jenderal Isekawa : “Itu bagus, kita menunggu sinyal dari Unit Pengintai ke-5 dan hanya itu yang ingin kubicarakan dengan kalian...”


Mayor Vipta : “Pada saat “Operasi Valkyrie” dimulai akan dibunyikan alarm markas agar siap tempur....”


Kolonel Denis : “Saya juga setuju....”


Jenderal Isekawa : “Baiklah, segera lanjutkan pekerjaan kalian dan Mayor Vipta ikut bersama dengan Kolonel Denis dan Pasukan Penyerang ke-4 untuk menemui Letnan Galih secara langsung....”


Mayor Vipta dan Kolonel Denis : “Sir, yes sir...”


Setelah itu, Mayor Vipta dan Kolonel Denis pergi dari ruangan Jenderal sedangkan Letnan Galih sedang mencari Ksatria Ririn....


Letnan 1 Galih : “Rin.....” ....Melihat ksatria Ririn...


Ksatria Ririn : “Ada apa ?, Galih.....” ....Menatap Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Nanti malam bertemu denganku di Gerbang Selatan....”


Ksatria Ririn : “Baiklah, aku akan kesana dan bagaimana dengan lengan anda ?.....”


Letnan 1 Galih : “Masih sakit tapi tidak apa-apa kalau begitu aku permisi dulu.....”


Ksatria Ririn : “Baiklah....”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih....” .....Meninggalkan ksatria Ririn.....


Setelah itu Pasukan Letnan Galih dan Pasukan Khusus Kerajaan bersiap untuk pertahanan yang segera datang lalu Letnan Adrian membawa Unit 1 untuk ke Gerbang Selatan menjemput Letnan Galih di mansion.....


Letnan 2 Andrian : “Pak, aku ingin bertanya......” .....Sambil mengemudi.....


Letnan 1 Galih : “Bertanya tentang apa ?....” .....Duduk di sebelah pengemudi.....


Letnan 2 Andrian : “Berapa banyak pengintai musuh yang anda bunuh ?.....”

__ADS_1


Letnan 1 Galih : “Untuk itu di Gerbang Barat 6 orang pengintai dan 21 orang penjaga pengintai musuh dan Gerbang Timur 3 orang pengintai dan 20 orang penjaga pengintai musuh tapi tidak di Gerbang Selatan.....”


Letnan 2 Andrian : “Kenapa anda tidak membunuhnya ?”


Letnan 1 Galih : “Sebagai pancingan ke Gerbang Selatan lalu bukan hanya itu saja....”


Letnan 2 Andrian : “Sebagai pesan kematian dari anda, ya ?.....”


Letnan 1 Galih : “Benar dan aku mencium bau pengkhianat pada saat di aula mansion....”


Letnan 2 Andrian : “Memangnya ada apa ?....”


Letnan 1 Galih : “Yang pertama memang kita semua berkumpul di aula kecuali pelayan laki-lakinya yang sudah tua itu lalu bagaimana mereka bisa tahu bahwa kota ini kurang dijaga. Cepat atau lambat pengkhianatnya pasti akan ketemu....”


Letnan 2 Andrian : “Pesan anda pasti akan sampai dengan tujuannya adalah menyerang Gerbang Selatan....”


Letnan 1 Galih : “Benar.....”


Setelah itu Letnan Galih menghubungi Mayor Vipta lewat radio....


Letnan 1 Galih : “Cormorant 1.......Cormorant 1 to Wolfden.....Over...."


Mayor Vipta : “Wolfden here.......Cormorant 1 go head....”


Letnan 1 Galih : “Seorang gembala menjaga ternak-ternaknya dari beberapa serigala yang lapar dan gembala itu diberkahi sebuah kekuatan hebat.....Over....”


Mayor Vipta : “Sebuah berkah kekuatan dari Dewa Odin kepada tongkat gembala itu lalu lewat putrinya, ternak-ternaknya diberi jalan keselamatan bagi yang mendukungnya sebuah kuda troya irene.....Over....”


Letnan 1 Galih : “Roger....Over & Out....” ....Menutup radio....


Mayor Vipta : “Over & Out....” ....Menutup radio....


Letnan 1 Galih : “Mereka menunggu sinyal dari kita seandaikan kita sedang dilibas....”


Letnan 2 Andrian : “Aku mengerti.....


Letnan 1 Galih : “Bagaimana dengan 3 gadis itu ?”


Letnan 2 Andrian : “Mereka menyusul ke Gerbang Selatan tapi saya masih bingung bagaimana mempertahankan 1 gerbang dengan 11 orang....”


Letnan 1 Galih : “Yang terpenting, Letnan. Kita harus segera menyingkirkan penyihirnya untuk urusan itu serahkan padaku dan sihir jarak jauh pasti akan merepotkan bila Pintu Gerbang Selatan jebol, kita hadang dengan Unit 2, 3, dan 4 sambil menunggu bantuan....”


Letnan 2 Andrian : “Apa anda ingin kita menyerang duluan ?....”


Letnan 1 Galih : “Tidak malah sebaliknya biarkan mereka mendekat dulu setelah itu habisi dan beritahu yang lain untuk tidak menyalakan penerangan di Gerbang Selatan atau musuh akan mengetahui posisi kalian dimana...”


Letnan 2 Andrian : “Baik, pak...”


Setelah itu, Letnan Galih diturunkan di menara pengawas sedangkan Letnan Andrian bersama anggota pasukan yang lainnya memperkuat dan mempersiapkan pertahanan dan di tempat mansion kamar bangsawan.....


Kepala Pelayan Marika : “Apa orang itu sangat kuat dalam pertempuran ?” ....Sambil duduk....


Sersan 1 Wica : “Maksud anda Letnan Galih ?....” ....Sambil duduk...


Kepala Pelayan Marika : “Ya.....Seberapa besar kekuatan dia ?....”


Sersan 1 Wica : “Mampu mengalahkan naga api atau bahkan membunuh 1.000 orang dalam 1 malam dan dia sering dipanggil “Dewa Kematian” karena haus darah....”

__ADS_1


Penasihat Yuri : “Kurasa banyak orang yang menyukainya....” ....Sambil duduk....


Sersan 1 Wica : “Memang benar tapi bagi Letnan Galih, semuanya adil dalam perang dan cinta bahkan bagi sebagian orang itu adalah kewajiban.....”


Pelayan Medusa : “Aku sangat ingin sekali inti kehidupannya....” ....Berdiri....


Pelayan Mia : “Tidak boleh, kamu harus bersaing dengan yang lainnya....” ....Menepuk kepala medusa...


Pelayan Momo : “Benar lagi pula saingannya kelas berat semua....” ....Berdiri....


Sersan 1 Wica : “Bila ingin merebut hati Letnan Galih harus merebutnya secara adil dari kami....”


Pelayan Mia : “Kami ?....” ....Berdiri....


Sersan 1 Wica : “Sudah ada 5 orang yang bersaing....Hahahaha....Termasuk aku sendiri....”


Kemudian Ksatria Ririn bersama Ksatria Avi dan Boses pergi ke Gerbang Selatan untuk menemui Letnan Galih di menara pengawas.....


Ksatria Ririn : “Ada apa anda ingin menemui kami disini ?....” ....Melihat Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Ahhh.....Aku ingin kalian bertiga untuk tetap disini dan membantuku....” ....Melihat mereka bertiga....


Ksatria Boses : “Membantu hal apa ?” ....Menatap Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Musuh akan menyerang dari sini dan lagi jumlah kami hanya 11 orang pastinya nanti akan merepotkan....”


Ksatria Avi : “Kenapa anda bisa tahu ?....” ....Menatap Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Ini hanya pertaruhan, Gerbang ini satu-satunya tidak paling diincar sementara gerbang lainnya sudah diperkuat pertahanannya....”


Ksatria Ririn : “Anda ingin menggiring semua musuh ke sini ?....”


Letnan 1 Galih : “Tepat sekali....”


Ksatria Boses : “Bagaimana jika pintu Gerbang jebol ?.....”


Letnan 1 Galih : “Tenang saja kalian semua, lihat ke bawah....”


Ksatria Ririn : “Apa itu ?....” ....Melihat dari menara pengawas....


Letnan 1 Galih : “Itu adalah bahan peledak dan jika musuh sampai di tempat itu. Kami akan meledakkannya.....”


Ksatria Avi : “Apa itu sihir api ?....” ....Melihat ke bawah....


Letnan 1 Galih : “Semacam itulah.....”


Ksatria Ririn : “Apa anda sanggup menahan sendiri ?”


Letnan 1 Galih : “Aku sanggup karena itu berkat kamu....” ....Sambil memegang pinggang Ksatria Ririn lalu memeluknya dan menatap wajahnya...


Ksatria Ririn : “Baiklah.....Aku mengerti....” ....Tersipu malu dan menatap Letnan Galih.....


Sebuah momen yang tepat karena matahari sedang terbenam dan Ksatria Avi dan Boses hanya melihat saja dan terkejut.....


Bagaimanakah perjuangan Letnan Galih dalam mempertahankan Kota Venezia ?


Akankah perjalanan cinta semakin rumit atau mudah bagi dirinya sendiri ?

__ADS_1


Apakah pasukan Letnan Galih akan kewalahan ?


Tunggu......Episode 20 Cinta & Perang.....


__ADS_2