
Hari menjadi malam, banyak kunang-kunang menyelimuti. Kemudian Letnan Galih bersiap dengan senjata dan perlengkapannya sedangkan di sisi lain Ksatria Ririn dan Ksatria Boses bersiap untuk mandi di pemandian umum wanita bersama Lulala yang berjaga di kantor jaga......
Ksatria Ririn : “Lulala, Galih menyuruhku untuk bilang padamu mengantarkan kami ke pemandian umum. Apa kamu bisa mengantarkan kami ?......” ....Melihat Lulala.....
Elf Lulala : “Tentu saja, tunggu sebentar........Silakan ikuti aku karena aku juga ingin mandi.....” ....Sambil keluar dari mejanya.....
Ksatria Ririn : “Baik, terima kasih.....”
Elf Lulala : “Sama-sama......” ....Sambil tersenyum ke arah Ksatria Ririn....
Setelah itu Lulala mengantarkan kedua ksatria itu pergi ke pemandian umum khusus wanita........
Elf Lulala : “Kita sudah sampai dan disini kita akan mandi lalu letakkan pakaian kalian di keranjang sebelah sana kemudian baru masuk.....”
Ksatria Ririn : “Baik.....”
Kemudian mereka bertiga melepaskan seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam pemadian umum khusus wanita.....
Elf Lulala : “Sebelum berendam, kita harus mandi dulu....”
Ksatria Boses : “Kenapa harus mandi bukankah didalam kita akan mandi ?....” ....Bingung....
Elf Lulala : “Untuk membersihkan badan kalian dulu....."
Ksatria Ririn : “Sudah ikuti saja.....” ....Melihat ksatria Boses....
Ksatria Boses : “Baiklah.....”
Setelah itu mereka bertiga mandi dahulu dan masuk ke pemandian air panasnya lalu bertemu Penyihir Nana dan Dewi Rara.....
Elf Lulala : “Kalian juga disini tapi sejak kapan ?.....” ....Melihat mereka berdua....
Dewi Rara : “Mungkin tidak terlalu lama sebelum kalian dan masuklah ke air ini sekarang.....” ....Melihat mereka bertiga telanjang....
Elf lulala : “Mari berendam.....”
Ksatria Ririn : “Baiklah.....”
Kemudian mereka bertiga masuk ke pemandian air panas tapi tidak berselang lama Sersan Wica datang untuk berendam di air panas.....
Sersan 1 Wica : “Ahhhh.....Ternyata kalian semua disini rupanya.....” ....Sambil masuk ke kolam untuk berendam.....
Penyihir Nana : “Anda juga datang kesini.....Bukannya anda diperintah untuk istirahat (cuti) selama Galih pergi besok ?......” ....Melihat Sersan Wica....
Sersan 1 Wica : “Ahhh.....Maksudnya adalah kami tetap disini tapi tidak menerima tugas apapun kecuali yang diperintahkan ke seberang sana....”
Ksatria Ririn : “Anu.....Ahhh.....”
Dewi Rara : “Katakan saja lagipula disini hanya ada kita dan tidak ada dia....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Sersan 1 Wica : “Dia yang Rara maksud adalah Galih.....” ....Melihat Rara....
Dewi Rara : “Tentu memangnya siapa lagi......Jadi apa yang kamu ingin bicarakan ?.....”
__ADS_1
Ksatria Ririn : “Ehmmmm.......” ....Wajah memerah....
Sersan 1 Wica : “Tenang saja, saya akan menjawab pertanyaan anda walaupun mungkin dengan jawaban yang kurang memuaskan....”
Sedangkan di barak Letnan Galih yang sudah menyiapkan persiapan untuk besok dan mempersiapkan jiwa dan mentalnya....
Letnan 1 Galih : “Enaknya, harus apa ya ?....Haaachimmm.....Sepertinya ada seseorang yang membicarakanku” ....Berbicara diri sendiri dan bersin.....
Letnan 1 Galih : “Aku tahu. Mandi di air panas khusus laki-laki yang sudah selesai dibangun.....Kurasa sedang ramai...”
Letnan 1 Galih : “Waahhh......Ternyata sepi....Tidak masalah, ini lebih bagus dari yang kuperkirakan....Akhirnya ada waktu sendiri.....” ....Melihat kolam pemandian....
Letnan 1 Galih : “Enaknya berendam di air panas.....” ....Sambil berendam....
Letnan 1 Galih : “"Sejak kapan Galih masuk militer ?” Tunggu sebentar suara itu sepertinya aku kenal....Aku akan mendengarkan saja...."
Sementara disebelahnya adalah pemandian umum khusus wanita meskipun tidak terlihat tapi masih bisa mendengar suara.....Para wanita tidak sadar kalau pemandian umum khusus laki-laki sudah selesai dibangun dan siap dipakai.....
Ksatria Ririn : “Sejak kapan Galih masuk militer ? dan mengingat kemampuan tempur yang luar biasanya ?.....” ....Melihat Sersan Wica.....
Sersan 1 Wica : “Sejak umur 8 tahun Letnan Galih sudah menjalani pendidikan di militer dan bergabung dengan satuan khusus mirip seperti anda, awalnya dia hanya orang yang tidak bisa apa-apa dan dijauhi semua orang lalu pimpinan kami atau biasa disebut Jenderal di markas ini merawatnya dan menjadikan keluarga lalu mulai dari situ akibat keluarga Letnan Galih sudah tewas akibat peperangan. Letnan Galih dikirim ke luar negeri kalau disini mungkin disebut keluar dari wilayah kekuasaan, kemudian dia belajar banyak selama diluar mungkin mendapatkan wanita barunya.....” ....Sambil melihat bintang....
Ksatria Ririn : “Apaaa.....Wanita baru.....”
Sersan 1 Wica : “Maaf....Maaf hanya bercanda.....Kembali lagi ke pembicaraan....Letnan Galih memiliki kekuatan tempur dan kecerdasan yang luar biasa karena dia keliling seluruh dunia bahkan menciptakan aura yang sangat menyeramkan ketika melawannya dan membuat mental musuh turun lalu dia diberi banyak julukan oleh pasukan kami maupun pasukan musuh mungkin kalian sudah mendengarnya di Kota Venezia lalu salah satunya adalah “Dewa Kematian”. Luka Letnan Galih sangat banyak ditubuhnya karena dia selalu berlatih dan tidak mau kalah dari musuh-musuhnya justru dia harus membuat musuh-musuhnya takut kepada dia.....”
Penyihir Nana : “Lalu bagaimana dengan pertemuan dia dengan wanita dia ?....”
Ksatria Boses : “Bagaimana anda bisa tahu tentang pertemuan itu ?.....”
Sersan 1 Wica : “Ahhh......Itu......”
Kemudian Letnan Galih memotong pembicaraan Sersan Wica.....
Letnan 1 Galih : “Karena yang memberitahukan mereka adalah aku !!!!.....Terlebih saat kami bertemu didekat rumahku dan aku baru pulang setelah melapor dari markas” ....Berbicara dari sebelah....
Setelah itu para wanita menjadi terkejut.....
Sersan 1 Wica : “Aaahhh......Apa Letnan mendengarkannya sejak tadi ?......” ....Berbicara dari sebelah....
Letnan 1 Galih : “Yaaa.....Kira-kira begitu.....Kalian ini, ya.....Harusnya sebelum berbicara melihat ada orangnya atau tidak....”
Sersan 1 Wica : “Maafkan saya kalau saya menceritakannya.....”
Letnan 1 Galih : “Tidak apa-apa tapi berjanjilah untuk tidak bilang pada siapapun lagi.....”
Sersan 1 Wica : “Baik, Letnan....Maafkan aku....”
Letnan 1 Galih : “Bukan kau tapi dia.....Mana jawabanmu ?.....”
Ksatria Ririn : “Aku berjanji......”
Letnan 1 Galih : “Baiklah, kurasa sudah waktunya aku keluar dari sini.....Maaf kalau sudah mengganggu waktu kalian......Meskipun tidak bisa melihat kalian tapi aku masih bisa mendengar kalian” ....Bunyi air tanda keluar dari kolam air panas.....
__ADS_1
Lalu Letnan Galih keluar dari pemandian sedangkan para wanita langsung merasa dengan suasana yang canggung.....
Sersan 1 Wica : “Haahh....Lain kali lebih baik jangan berbicara sembarangan lagi.....” ....Melihat ke arah mereka semua....
Ksatria Ririn : “Baiklah......” ....Kaget....
Sersan 1 Wica : “Tenang saja, kalian semua walaupun dia orang seperti itu tapi sifat aslinya dia sangat baik, setia, toleransi, bertanggung jawab dan masih banyak lagi....
Ksatria Ririn : “Aku mengerti......” .....Sambil tersenyum....
Setelah kejadian itu, para wanita gadis kembali ke kamar mereka masing-masing lalu terlihat semua orang yang akan ikut ke seberang sana menjadi gugup dan bahkan memikirkan apa yang akan terjadi....
Ksatria Boses : “Apa yang anda khawatirkan, komandan ?....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Aku hanya khawatir apa yang akan terjadi besok.....” ....Melihat jendela kamarnya....
Ksatria Boses : “Tenang saja, komandan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan saya selalu berada disamping anda.....”
Ksatria Ririn : “Terima kasih.....”
Sedangkan ditempat lain, Letnan Galih sedang memasukkan peluru ke dalam magazin.....
Letnan 1 Galih : “Haahhh.....Aku penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.....Apa yang akan terjadi padaku ?.....Apa yang akan terjadi di masa depan ?......” ....Sambil mengisi peluru ke magazin....
Kemudian hari berganti menjadi pagi dan saatnya laporan kepada Dewan Parlemen lalu melindungi mereka semua....
Letnan 1 Galih : “Apa kalian berdua sudah siap ?. Aku tidak tahu apa yang akan menanti kita dibalik sana....” ....Melihat Letnan Andrian dan Prajurit Charen....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Sir, yes sir......We’re ready.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Bagus, apa kalian juga siap ?....” ....Melihat ke gadis-gadis....
Para tamu : “Kami siap.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Yosh, bagus.....Semua naik ke kendaraan....”
Mayor Vipta : “Jangan lupa membuka surat dari Jenderal dan kami akan menyusulmu nanti....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Baik, kalau begitu aku pergi dulu” ....Sambil naik ke kendaraan....
Mayor Vipta : “Hati-hati dijalan !!!....”
Letnan 1 Galih : “Kopral Sultan ayo jalan.....Aku tahu itu dan aku tidak tuli !!!!.....” ....Berbicara kepada Mayor Vipta sambil kendaraan jalan....
Kopral 1 Sultan : “Baik, Letnan....”
Bagaimana tentang pendapat mereka tentang dunia Letnan Galih ?
Apakah yang akan terjadi selanjutnya ?
Apakah Letnan Galih berhasil mengawal dan melindungi mereka semua ?
Tunggu........Episode 27 Dunia Diseberang Gerbang.....
__ADS_1