
Setelah seluruh Ksatria Mawar Putih-Biru berkumpul semua di aula pertemua kerajaan kota Venezia, Ksatria Ririn menugaskan seluruh Ksatria Khusus yang tersisa untuk menugaskan kembali kebanyakan adalah wanita dan juga sebagai putri raja kekaisaran......
Komandan Ksatria Ririn : “Apa semua Ksatria sudah berkumpul ?......” ....Melihat Ksatria Boses....
Wakil Komandan Ksatria Boses : “Sedang dikumpulkan semua, tuan putri.....” ....Melihat Ksatria Ririn.....
Ksatria Avi : “Komandan, semuanya sudah dikumpulkan dan total ada 90 orang Ksatria Khusus dari 120 orang. Sisanya mengalami luka-luka berat dan ringan juga sudah diberi pertolongan lalu sedang istirahat.....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Komandan Ksatria Ririn : “Kita kumpulkan yang ada saja sisanya biarkan beristirahat kalau begitu kita mulai saja......”
Wakil Komandan Ksatria Boses : “Baik, Tuan Putri.....”
Ksatria Avi : “Semuanya diam, Komandan Ksatria sekaligus Tuan Putri ingin berbicara !!!!......” ....Berdiri di samping kanan pasukan....
Komandan Ksatria Ririn : “Aku berterima kasih kepada kalian semua yang telah menyempatkan waktu kalian di sini karena ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan sebagai Komandan Ksatria dan Tuan Putri. Saya telah berbicara dengan anggota pasukan terkuat Bukit Avatra dan komandan tertingginya untuk segera menjalankan gencatan senjata lalu membuat perdamaian dengan mereka bila kalian merasa ada yang keberatan dengan hal ini akibat dukungan dari pro-perang kekaisaran silakan berdiri dan pergi keluar dari ruangan ini.........Ini bukanlah lagi perintah tapi keinginan kalian semua sendiri berdasarkan kesadaran kalian sendiri !!!!.....” ....Melihat seluruh wajah Ksatria Khusus....
Beberapa menit kemudian di aula pertemuan terasa hening sampai menunggu beberapa ksatria pemberani menjawab......
Ksatria Avi : “Saya, Ksatria Khusus Mawar Putih-Biru Kekaisaran dibawah perintah Tuan Putri Ririn akan melaksanakan seluruh perintah yang diberikan kepada saya dengan membuang semua harga diri sampai kehormatan saya sebagai seorang ksatria demi kebaikan seluruh orang, bangsa, dan kekaisaran untuk ikut melaksanakan negoisasi perdamaian dengan pasukan Bukit Avatra. Saya akan mengikuti anda sampai saya mati atau tidak dibutuhkan lagi. Tuan putri.....” ....Sambil jongkok membungkuk di hadapan Ksatria Ririn....
Komandan Ksatria Ririn : “Jawaban yang bagus lalu bagaimana dengan yang lain ?.....”
Ksatria Khusus Mawar Putih-Biru 1 : “Tentu saja, Tuan Putri. Saya juga akan ikut karena saya berhutang nyawa kepada mereka karena telah mempertahankan kota ini !!!!.....” ....Sambil jongkok membungkuk di hadapan Ksatria Ririn....
Ksatria Khusus Mawar Putih-Biru 2 : “Saya juga !!!.....” ....Sambil jongkok membungkuk di hadapan Ksatria Ririn....
__ADS_1
Ksatria Khusus Mawar Putih-Biru 3 : “Dengan pedang suci ini, saya terikat janji Ksatria Khusus !!!!.....” ....Sambil jongkok membungkuk di hadapan Ksatria Ririn....
Wakil Komandan Ksatria Khusus Boses : “Kami semua sudah terikat janji yang anda buat sejak kecil dan tidak akan pernah melupakan janji itu, Tuan Putri....” ....Sambil jongkok membungkuk di hadapan Ksatria Ririn....
Komandan Ksatria Ririn : “Baiklah kalian semua dengarkan ini !!!!!.....Hal pertama yang akan kita bicarakan adalah pembagian tugas ksatria khusus yang berada dibawah perintah Ksatria Avi dengan 9 Ksatria Khusus lainnya akan tinggal di kota Bukit Avatra dan 60 orang Ksatria Khusus lainnya dibawah perintah saya beserta wakil komandan akan kembali ke ibukota lalu sisanya akan berjaga disini dibawah perintah bangsawan Venezia. Lalu hal ini harus segera dilaksanakan dengan waktu yang cepat dalam 6 hari karena pasukan Bukit Avatra akan mengirimkan perwakilan segera. Hal yang kedua adalah bersiap untuk kudeta besar-besaran tapi kalian semua masih dibawah perintahku dan wakil komandan karena kemungkinan kudeta sudah tidak bisa terhindarkan juga membantu lalu melindungi penduduk sipil yang akan mengungsi. Hal yang ketiga, ketika tidak mendengar kabar dari saya artinya saya sedang dalam masalah maka dari itu perintah langsung dari wakil komandan juga itu adalah perintah mutlak dari saya sendiri. Hal yang keempat, bila terjadi peperangan apa kalian siap dan bersedia untuk mengorbankan nyawa kalian sendiri ?.....”
Seluruh Ksatria Khusus : “Ya, Kami siap dan bersedia !!!!.....” ....Sambil jongkok membungkuk di hadapan Ksatria Ririn....
Komandan Ksatria Ririn : “Baiklah, berdiri dan angkat kepala kalian !!!!!.......Saya mengerti dan terima kasih atas pengorbanan kalian semua sebagai Tuan Putri dan Komandan Ksatria Khusus akan bertanggung jawab langsung kalau begitu segera jalankan rencana kita berangkat sekarang........”
Seluruh Ksatria Khusus : “Baik, Tuan Putri !!!!......” ....Sambil bangkit berdiri....
Beberapa jam kemudian, akhirnya pasukan Kapten Galih sampai di markas Bukit Avatra dan segera buru-buru menuju kantor Kapten Galih......
Letnan 1 Andrian : “Permisi, pak. Kami sudah disini......” ....Sambil mengetuk pintu ruangan kantor Kapten Galih....
Sersan Mayor Wica : “Terima kasih, Kapten.....” ....Sambil yang lainnya duduk....
Letnan 1 Andrian : “Memang ada hal penting apa Kapten yang ingin disampaikan ?.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Pertama, ini adalah untuk kalian semua lalu sudah tertulis nama-nama kalian berarti itu untuk kalian....” ....Membagikan sejumlah surat dengan nama masing-masing mereka dan dibagikan estafet....
Sersan 1 Sultan : “Apa ini Kapten ?” ....Melihat surat dengan namanya sendiri....
Kapten Galih : “Itu adalah surat perintah terakhir dariku dan jangan dibuka saat ini, besok, dan seterusnya sampai dimana ada kejadian aku tidak bisa kembali kehadapan kalian yang artinya aku “MIA” atau “KIA” pada saat bertugas......” ....((Missing In Action) (Killing In Action))....Sambil melihat ke arah seluruh pasukannya....
__ADS_1
Letnan 2 Irhamna : “Itu tidak mungkin terjadi !!!.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Di dunia ini, segalanya bisa terjadi entah kapan dan dimana karena aku sudah melihatnya sendiri, secara resmi bila aku tidak ada lagi maka kepemimpinan pasukan ini jatuh pada Letnan 1 Andrian dan Letnan 2 Irhamana. Kalian tidak perlu merasa takut lagi seperti dulu karena setiap dari kalian sudah kulatih sejak dulu harusnya kalian sudah tahu tindakan apa yang boleh kalian lakukan lalu pikirkan resikonya.....” ....Sambil minum teh....
Sersan Mayor Wica : “Apa alasan sebenarnya anda memberikan surat ini kepada kami ???!!!!!......” ....Melihat wajah Kapten Galih dengan kesal....
Kapten Galih : “Ahhh....Kalian tenang sedikit. Ada beberapa alasan, aku membuat surat ini. Beberapa kalian sudah tahu rumor entah dari petinggi militer atau bawahan kalian sendiri atau teman-teman seperjuangan lainnya. Ketika aku bertugas sendiri, aku tidak pernah memberikan kabar, keadaan, dan situasi yang terjadi sehingga membuat kalian panik setengah mati. Aku tahu akan hal itu karena dari wajah kalian, sikap kalian bahkan hal-hal lainnya tapi saat itu terjadi, aku ingin kalian bersiap untuk itu dan tidak menangisi juga mengkhawatirkanku......”
Prajurit 1 Charen : “Jangan bercanda !!!!......Memang sudah berapa lama anda di sisi kami sampai saat ini ?.......Maaf saja, kalau ucapanku dingin seperti anda sejak lama akan aku tarik semua perkataan itu !!!!......”
Kapten Galih : “Kalau begitu, apakah kalian siap saat ini juga dan detik ini ???!!!......Jangan pernah membicarakan omong kosong di hadapanku, tidak ada satu orang dari kita bahkan tentara dunia manapun siap untuk ini !!!!.....Apakah kalian pernah melihat dan merasakan kematian sesungguhnya di neraka dunia ini ???!!!.....Aaahhhhhh.......Maka dari itu aku akan bilang dari hari ini bahkan sampai kalian lupa anggota yang ada di ruangan ini akan mengingatkan lagi. Ini bukanlah lagi perintah tapi keinginanku sendiri dan aku baru bilang kepada kalian belum kepada orang yang kalian antar tadi, aku juga mempunyai permintaan kepada kalian dan ini salah satunya.....”
Letnan 1 Andrian : “Baiklah, kami mengerti....” ....Menundukkan kepalanya....
Sersan Mayor Wica : “Letnan Andrian !!!!......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Tolong, diamlah sebentar. Sersan Wica......Mari kita dengarkan dulu ucapan Kapten kita.....”
Sersan Mayor Wica : “Baiklah, Letnan......”.
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Perasaan apa yang ada di Kapten Galih ?
Bagaimana kalau perasaan itu sedang terjadi sekarang sehingga tidak tahu masa depan seperti apa ?
__ADS_1
Tunggu........Episode 53 ??????