Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 44 Keteguhan Hati part 2


__ADS_3

Kembali lagi kepada Mayor Vipta bersama dengan pasukan Kapten Galih....


Prajurit 1 Charen : “Siapa identitas asli Kapten Galih ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Sebelum masuk lagi menjadi tentara khusus, dulunya Kapten kalian adalah mantan agen pembunuh kelas elit dan mantan tentara bayaran di ranking nomor 1....” ....Melihat seluruh pasukan Kapten Galih....


Prajurit 1 Charen : “Pantas saja, ketika membunuh ada aura yang sangat kuat dan kental sekali.....”


Mayor Vipta : “Itu benar dan dia lebih tahu cara berpikir, bergerak bahkan sampai bertempur sekali pun lalu orang-orang di mantan organisasinya bilang bahwa Kapten kalian mempunyai kekuatan tanpa batas yang diluar nalar manusia bahkan diatas tingkatan level ancaman kita......”


Letnan 1 Andrian : “Bahkan juga dengan kecepatannya ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Benar, ketika pertempuran jarak dekat hanya dia yang bisa menggunakan kecepatannya yang mengerikan bahkan sampai saat ini masih belum ada orang yang mampu menandingi Kapten Galih makanya pihak swasta ketakutan tapi di sisi lain bila di pihak pemerintahan, dia akan menjadi senjata tempur yang terkuat untuk selamanya maka dari itu dia selalu diawasi oleh Jenderal Isekawa langsung.......”


Sersan Mayor Wica : “Ooohhh iya, Mayor....Aku menemukan ini disakunya....” ....Menunjukkan obatnya....


Mayor Vipta : “Jadi dia sudah berhenti meminumnya, ya.....” ....Melihat dan mengambil obatnya....


Sersan Mayor Wica : “Obat apa itu, Mayor ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Ini adalah obat penenang dicampur dengan obat stamina dengan dosis tinggi, selama Kapten Galih menjalankan misi secara berturut-turut. Dia hanya mengambil amunisi dan perlengkapan lain lalu langsung menuju misi berikutnya tanpa ada istirahat tetapi obat ini memiliki efek samping yang harus ditanggung penggunanya, yaitu kehilangan ingatan sementara bila diminum semua tapi akan memberikan kekuatan yang luar biasa.....”


Sersan 2 Wahyu : “Apa bisa diproduksi secara massal ?” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Setelah perang besar berakhir, kami melarang pembuatan dan penjualan obat ini lalu kami membakar obat ini bersama data-data penelitiannya karena akan memiliki dampak yang besar bagi kalangan orang-orang yang ingin memanfaatkannya.....”


Sersan Kepala Hikmal : “Kenapa Kapten Galih sampai minum obat itu ?....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Alasannya hanya ada 1 yaitu, demi melindungi kalian. Kalian sudah dianggap sebagai keluarganya, setiap kali ada misi yang tidak mungkin. Dia hanya ingin tidak melibatkan kalian kedalam tugasnya dan penderitaan Kapten Galih di medan perang membuat trauma yang membekas pada dirinya.....”


Sersan Mayor Wica : “Jahat sekali, Kapten tidak pernah bilang kepada kami atau bercerita.....”


Mayor Vipta : “Dia hanya tidak ingin membebani pikiran kalian selama bertempur. Dia yakin bahwa itu adalah pilihan yang terbaik dengan tanpa mengatakannya di depan kalian.....”

__ADS_1


Prajurit 1 Charen : “Berapa banyak rahasia lagi yang dia sembunyikan ?.....”


Mayor Vipta : “Untuk itu aku tidak tahu, dia memiliki banyak rahasia tapi dia selalu menceritakannya ke 1 orang yang dia cinta, yaitu mendiang calon istrinya Rianai. Bila kalian ingin mengetahui lebih banyak tentang Kapten Galih sebaiknya kalian rajin berkumpul bersama dia dan termasuk kalian juga Penyihir Nana, Dewi Rara, dan Elf Lulala." ....Melihat mereka....


Elf Lulala : “Kenapa dia berbuat sampai sejauh itu ?....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Untuk menjaga kalian tetap hidup lalu seorang ksatria hebat seperti dia membutuhkan keteguhan hati yang kuat dan pikiran yang jernih. Kapten Galih adalah orang spesial bukan hanya kalian saja yang beruntung bertemu dengannya aku juga sama seperti kalian.....”


Ksatria Boses : “Memang seperti itulah orang yang dibutuhkan dalam perang.....” ....Melihat pasukan Kapten Galih....


Mayor Vipta : “Benar tapi kadang-kadang Kapten Galih tidak bisa dihubungi, jarang pulang ke rumah, dan penuh dengan misteri seharusnya yang kalian khawatirkan adalah bagaimana jika dia tidak pernah kembali lagi menemui kalian semua.....”


Penyihir Nana : “Apa yang harus kami lakukan ?....” ....Melihat Mayor Vipta....


Setelah itu sambil pasukan Kapten Galih menangis mendengarkan penderitaan berat yang dialami oleh Kapten Galih seorang....


Mayor Vipta : “Ahhhahh.....Perhatian di tempat !!!!.....Berhenti menangis seperti anak kecil, kalian adalah tentara khusus !!!!.....Angkat kepala kalian dan berdiri tegak !!!!.....Akan kuberi tahu kalian yang harus kalian lakukan adalah menjadi kuat seperti dirinya, aku yakin suatu saat nanti, dia akan bangga terhadap kalian entah itu kapan atau dimana lalu jaga dia tetap aman dalam pengawasan kalian !!!!.....Mungkin dia terlihat kuat secara mental dan fisiknya tapi sebenarnya dia rapuh pada hatinya !!!!....Belajarlah dari penderitaan yang dia terima selama ini dan menjadi kuatlah kalian semua !!!!.....” ....Melihat pasukan Kapten Galih yang menangis dan mencoba untuk menguatkan....


Seluruh pasukan Kapten Galih : “Sir yes, sir !!!!.....” ....Sambil menghapus air mata....


Ksatria Ririn : “Seorang ksatria hebat, ya.....” ....Sambil melihat Kapten Galih yang terbaring di tempat tidur.....


Ksatria Ririn : “Dibandingkan denganku sepertinya aku akan kalah duluan jika menghadapimu.....”


Ksatria Ririn : “Kenapa tidak mengatakan kebenaran dan kejujuran meski secara fisik dan mental kamu sudah kamu korbankan tapi jangan sampai hatimu.....Aku sangat mohon padamu......”


Tidak lama kemudian, Kapten Galih sadar dan mendengar semua ucapan Ksatria Ririn.....


Kapten Galih : “Bila ingin melindungi keluarga akan aku lakukan apapun jalannya demi yang terbaik untuk mereka semua tanpa ada nyawa yang harus dikorbankan, cukup hanya aku saja yang dikorbankan.....” .....Melihat Ksatria Ririn dan mau bangun dari tempat tidur....


Ksatria Ririn : “Jangan bangun dulu karena tubuhmu masih lemah....Kenapa tidak bilang kepadaku ?.....” ....Melihat Kapten Galih yang mau bangun dari tempat tidur....


Kapten Galih : “Aku harus melindungi mereka, semua beban yang diberikan kepada mereka akan ku tanggung seumur hidupku dan lagi aku juga tidak merasa enak bila kalau diceritakan kepadamu sedangkan kamu harus fokus pada perdamaian kerajaan, bukan ?.....Aku takut nantinya aku hanya menjadi beban pikiranmu saja......Aku hanya khawatir”

__ADS_1


Ksatria Ririn : “Apa kamu tidak tahu betapa cemasnya aku ?....”


Kapten Galih : “Aku pingsan dihadapanmu, ya.....”


Ksatria Ririn : “Bukan hanya itu tapi sejak hari pertama kita bertemu sampai saat ini......” ....Sambil menangis....


Kapten Galih : “Maaf, aku tidak memikirkan perasaanmu......” .....Sambil memegang tangan Ririn....


Ksatria Ririn : “Tidak masalah kamu egois atau berbohong sebanyak mungkin aku tidak peduli tapi pikirkan tentang perasaanku....”


Kapten Galih : “Maaf kalau tidak mengatakan sebelumnya dengan jelas tapi ada baiknya jika dikubur dalam-dalam. Cukup hanya aku saja yang boleh tahu tentang seberat apa penderitaanku dan mereka tidak boleh tahu.....Itu adalah trauma di medan pertempuran dan aku tidak ingin orang-orang yang berada di pasukanku melemah sama sepertimu maka dari itu jadilah kuat bukan untuk diriku melainkan orang-orang yang mendukung dibelakangmu.....” ....Sambil menghapus air mata Ksatria Ririn....


Ksatria Ririn : “Baik, aku mengerti tentang masalah yang sebenarnya. Setidaknya kamu dapat menceritakan penderitaanmu sekarang juga.....Aku ingin mendengarkan semua tanpa pengecualian darimu.....”


Kapten Galih : “Baiklah, tetaplah disini aku akan mengatakan semuanya kepadamu....”


Ksatria Ririn : “Baiklah....”


Kembali lagi di luar barak....


Mayor Vipta : “Baik, kalau begitu aku juga ingin kembali ke kantor bila ada yang ingin ditanyakan lagi. Datang saja ke kantorku.....” .....Sambil berbalik pergi.....


Seluruh pasukan Kapten Galih : “Sir, yes sir....”


Sersan Mayor Wica : “Baiklah.....Kalian juga pergi dari sini, biarkan Kapten Galih beristirahat....” .....Melihat pasukan Kapten Galih....


Letnan 1 Andrian : “Baik, kalian semua pergi dari sini dan aku akan menceritakan semua yang terjadi saat tugas di dunia asal kita sambil minum lalu aku yang traktir....” ....Melihat pasukannya....


Seluruh pasukan Kapten Galih : “Baik, pak....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Bagaimana kelanjutan kisah Kapten Galih ?


Apa yang diceritakan kepada Ksatria Ririn oleh Kapten Galih ?

__ADS_1


Apa yang terjadi selanjutnya ?


Tunggu......Episode 45 ???


__ADS_2