Travel Into New World

Travel Into New World
119. The White Dove


__ADS_3

Kembali lagi kepada Putri Ririn dan yang lainnya sedang membicarakan masalah yang akan datang dengan membuat rencana pertahanan…….


“Aku punya satu pertayaan lagi……” ….Ucap Putri Ririn….


“Pertanyaan apa Putri Ririn ?.....” ….Ucap Asisten Dimas….


“Jika aku menjadi salah satu target kudeta, apa yang harus aku lakukan ?......” ….Ucap Putri Ririn….


“Jika anda dalam seperti itu lebih baik saya sarankan untuk menurunkan senjata dan menyerah adalah pilihan terbaik karena nilai anda yang berharga dalam keadaan hidup dibandingkan mati begitu saja tapi itu adalah pilihan terakhir dan tidak ada rencana lagi……” ….Ucap Asisten Dimas….


“Apa yang dikatakan Utusan Dimas ada benarnya dan lagi kalau bisaj ika itu terjadi, aku berharap anda langsung menuju ke kediaman utusan yang telah anda siapkan disini karena pasukan bantuan kami akan tiba saat pagi


harinya…..Apapun yang terjadi kalian harus beratahan selama itu dengan pasukan kami dan Ksatria Khusus……” ….Ucap Kapten Galih….


“Baiklah, aku setuju……” ….Ucap Putri Ririn….


“Letnan Andrian, apa kau bisa berangkat besok pagi dengan Ksatria Boses dan Avi ke Kota Venesia dilajut ke Mabes ?.....” ….Ucap Kapten Galih….


“Sesuai perintah anda Kapten tapi setidaknya Ksatria Boses dan Avi pergi ke LZ kita sekarang agar besok paginya kita berangkat…….” ….Ucap Letnan 1 Andrian….


“Baik, kami akan pergi……” ….Ucap Ksatria Boses….


“Kurasa pembicaraan kita sampai disini dulu, beberapa dari kita juga butuh istirahat yang panjang dan mempersiapkan rencana ini agar matang…….” ….Ucap Kepala Pelayan Astorius….


“Sebelum itu, apa bisa kalian tinggalkan aku dengan Komandan Galih sendiri ?.....” ….Ucap Putri Ririn….


“Tentu saja, tuan putri……” ….Ucap Kepala Pelayan Astorius….


“Semoga beruntung Kapten…..” ….Ucap Asisten Dimas dengan berbisik….


“Doakan saja……” ….Ucap Kapten Galih sebaliknya….


Setelah semuanya keluar dari ruangan itu hanya tersisa Putri Ririn dan Kapten Galih yang ada di ruangan aula…….


“Apa yang anda mau bicarakan, Putri Ririn ?......” ….Ucap Kapten Galih….


“Ini bukan pertemuan secara publik jadi bicara dengan biasa saja…..” ….Ucap Putri Ririn….


“Baik, Ririn……”….Ucap Kapten Galih….


“Saat kamu bertemu dengan ayahku, apa pendapatmu ?......” ….Ucap Putri Ririn….


“Menurutku, dia lebih sayang kepada putrinya daripada putranya lalu dia lebih mementingkan rakyatnya yang hidup dibawah kekaisaran dibandingkan dengan hidupnya sendiri sebagai seorang raja tapi dia tidak bisa membuat keputusan dengan cepat atau dia masih meragukan tentang keputusan yang dia buat…….”….Ucap Kapten Galih….


“Galih, mungkin saja kamu benar tapi dia tetap saja ayahku dan aku takut kehilangannya seperti kehilangan ibuku…….”….Ucap Putri Ririn….


“Rin, aku mengerti perasaanmu saat ini ditunjuk untuk memegang tampkekuasaan dengan tanggung jawab yang besar sekaligus mengkhawatirkan seseorang yang sangat berharga tidak ada nilainya tapi aku ingin kamu ingat bahwa aku selalu ada disampingmu dan menjadi sayap pelindungmu……Jika terjadi sesuatu aku siap untuk disalahkan…….”….Ucap Kapten Galih sambil memegang pipi Putri Ririn sebelah kiri dengan tangan kirinya dan tangan kanan memegang tangan Putri Ririn….


“Bodoh, apa kau tidak sayang dengan nyawamu ??!!!......” ….Ucap Putri Ririn….


“Kamu lebih penting dari apapun dan aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya……”….Ucap Kapten Galih….


“Terima kasih telah mencintai dan mendukungku……Galih……”….Ucap Putri Ririn….


“Aku berjanji untuk selalu ada di hadapanmu bahkan sampai kematian memisahkan kita berdua……”….Ucap Kapten Galih….


“Terima kasih banyak….”….Ucap Putri Ririn….


“Dari pada membicarakan hal itu, aku mempunyai sesuatu untukmu.......” ….Ucap Kapten Galih dan mengambil sesuatu dari kantongnya….


“Ehhhh…..”….Ucap Putri Ririn dengan terkejut….


“Apa kamu tahu bunga apa ini ?.....” ….Ucap Kapten Galih….

__ADS_1


“Itu bukankah bunga Éclair D’mour…….Bunga ajaib yang sangat jarang tumbuh dan harganya sangat mahal sekali tapi bisa tahu tentang keadaan seseorang yang ia cintai……”….Ucap Putri Ririn….


“Benar, itu untukmu dan satu lagi ada padaku……”….Ucap Kapten Galih….


“Rin, dengarkan aku baik - baik jika bunga ajaib ini sengaja aku beli untuk kita berdua dan aku ingin tahu tentang keadaan kita masing – masing walauterpisah jarak dan waktu…….”….Ucap Putri Ririn….


“Aku juga memikirkan hal sama…….Aku berjanji akan menjaga bunga ini baik – baik dan tentu saja akan memikirkanmu…….”….Ucap Kapten Galih….


“Aku juga sama…….Terima kasih sudah memikirkan perasaanku…….”….Ucap Putri Ririn….


Hari itu berganti menjadi malam dan diluar kediaman Putri Ririn, Letnan 1 Andrian bersama Sersan 1 Sultan dan Prajurit 1 Charen berkumpul sedangkan yang lainnya sudah beristirahat……


“Kita akan kemana tengah malam ini, Letnan ?......” ….Ucap Prajurti 1 Charen yang terbangun karena Letnan 1 Andrian….


“Kau tidak ikut bersama kami, tugasmu adalah melindungi Utusan Dimas,Kapten Galih, dan Putri Ririn......” ….Ucap Letnan 1 Andrian…..


“Tapi kalian pergi malam – malam seperti ini……” ….Ucap Prajurit 1 Charen….


“Kami tidak pergi berdua saja……Kami juga ada misi……” ….Ucap Letnan 1 Andrian…..


“Maaf, kami terlambat…….” ….Ucap Ksatria Boses….


“Kalian pergi bersama mereka ?.....” ….Ucap Prajurit 1 Charen….


“Ya, sekali lagi demi rencana yang telah dibuat akan aku jelaskan detailnya nanti……”….Ucap Letnan 1 Andrian…..


“Letnan, kita sudah siap tapi kita mau kemana ?……..” ….Ucap Sersan 1 Sultan….


“Kita berangkat ke LZ kemarin……” ….Ucap Letnan 1 Andrian…..


“Baik, Letnan….” ….Ucap Sersan 1 Sultan….


“Kalian naik ke mobil…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian kepada Ksatria Boses & Avi…..


“Aku menitipkan kepadamu untuk menjaga kediaman ini…….” ….Ucap Ksatria Boses sambil naik ke mobil….


“Ahhh……Baiklah…..”….Ucap Prajurit 1 Charen….


“Sampai jumpa lagi 2 hari lagi, Prajurit…..Semoga beruntung dan hati –hati…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Anda juga Letnan……”….Ucap Prajurit 1 Charen….


“Ya…..Kita berangkat, Sersan….”….Ucap Letnan 1 Andrian….


“Aye – aye….” ….Ucap Sersan 1 Sultan dan segera menginjak gas…..


Sedangkan di markas utama Bukit Avatra, Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel menunggu dengan cemas karena tidak ada kabar..……


“Apa tidak ada kabar dari mereka sampai saat ini ?.......” ….Ucap Jenderal Isekawa yang masih bangun di tengah malam sambil gelisah….


“Berpikir positif saja dulu……Mungkin mereka sengaja mematikan radio……..”….Ucap Duta Besar Rachel yang sedang duduk…..


“Permisi, Jenderal…..” ….Ucap Mayor Vipta yang masuk ruangan Jenderal Isekawa….


“Ada apa, Mayor Vipta ?......”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Ada pesan baru yang kita terima malam ini lalu dari laporan Letnan 1 Andrian…….” ….Ucap Mayor Vipta….


“Bukankah seingatku kita menugaskan Kapten Galih……”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Ya, Jenderal tapi saya rasa anda perlu baca pesan ini……..” …..Ucap Mayor Vipta sambil memberikan laporannya….


“Baiklah…….”….Ucap Jenderal Isekawa dan mengambil laporannya….

__ADS_1


“Jadi apa katanya ?.......” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Hmmm…..Begitu rupanya…..”….Ucap Jenderal Isekawa sambil membaca laporannya….


“Bisa jelaskan kepadaku ?.....” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Ahhh……Maafkan aku, Duta Besar akan aku jelaskan……disini tertulis bahwa Letnan Andrian akan kembali membawa surat dan dokumen perjanjian +2 ke Kota Venesia dahulu setelah itu ke Markas ini meminta untuk penjemputan pukul 05.00 dilokasi LZ kemarin tapi ada berita buruk sampai Kapten Galih tidak bisa kembali, beritanya akan disampaikan secara langsung oleh perwakilan utusan kekaisaran yaitu Ksatria Boses dan saya sendiri selaku wakil komandan Pegasus tertanda Letnan 1 Andrian……”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Apa yang dimaksud dengan +2 ?......” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Kita kedatangan tamu penting dari sana, Duta Besar Rachel…..”…..Ucap Mayor Vipta….


“Hal itu tidak menjadi masalah, masalahnya adalah aku penasaran dengan berita buruknya…….”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Apa terjadi sesuatu saat pertemuan dengan raja ?......” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Daripada memikirkan hal itu lebih baik kita menjemput mereka dulu…….Mayor…..”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Baik pak, penjemputan pukul 05.00 pagi di LZ…….Apa ada permintaan lain ?......” …..Ucap Mayor Vipta….


“Jemput mereka dengan dikawal 2 helikopter tempur dan penembak heli mereka lalu bawa pasukan kecil tapi elit bersenjata lengkap terdiri dari 6 orang tapi perintahkan mereka ke Kota Venesia dulu untuk menyelesaikan beberapa dokumen penting baru kesini……Awasi dengan ketat……”….Ucap Jenderal Isekawa kepada Mayor Vipta….


“Apa kita mengundang musuh ?......” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Dari laporannya sudah terlihat, antara mereka sedang dikejar musuh atau waktu….Pergi sekarang, Mayor….”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Sir, yes sir…...” …..Ucap Mayor Vipta….


“Sebenarnya apa yang terjadi di kekaisaran saat ini…….” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Apa mereka dalam bahaya ?....” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Aku sendiri tidak tahu tapi yang jelas kata “meminta penjemputan” artinya keadaan darurat kalau “membutuhkan penjemputan” artinya situasi normal dan terkendali yang jelas aku tidak suka keadaan ini…..”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Mau bagaimana lagi, sebaiknya kita menunggu mereka saja besok……Kalau begitu, aku beristirahat dulu……”….Ucap Duta Besar Rachel….


“Baiklah……Aku temui anda besok saat tamu kita datang……”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Tentu……..”….Ucap Duta Besar Rachel….


Kembali lagi kepada markas tersembunyi di kekaisaran, Sersan 1 Sultan yang baru pulang mengantar Letnan 1 Andrian, Ksatria Khusus Boses & Avi……..


“Aku pulang……”….Ucap Sersan 1 Sultan yang baru masuk ke markas persembunyian….


“Apa yang terjadi tengah malam seperti ini ?......” ….Ucap Letnan 2 Irhamna….


“Aku mengantar Letnan Andrian dan 2 orang ksatria khusus ke LZ menunggujemputan jam 5 pagi besok tapi itu tidak penting sepertinya telah terjadi keadaan darurat berlangsung…..” ….Ucap Sersan 1 Sultan….


“Keadaan seperti apa ?......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Aku tidak tahu tapi Letnan Andrian memberikan pesan ini kepada kalian berdua…….” ….Ucap Sersan 1 Sultan sambil memberikan pesan….


“Ini……” ….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Aku belum baca sepenuhnya kurasa keaadannya cukup kacau…..” …..Letnan 2 Irhamna…..


“Tukar……Aku ingin baca……” ….Ucap Sersan Mayor Wica yang memberikan pesannya….


“Ini baru permulaan………” ….Letnan 2 Irhamna….


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Bagaimana dengan Kapten Galih dan pasukan lainnya ?

__ADS_1


Tunggu..........Episode 120 ????????????


__ADS_2