Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 31 Laporan Sang Pahlawan part 2


__ADS_3

Kemudian kembali kepada Letnan Galih yang memberikan laporannya kepada Dewan dan Ksatria Ririn berdiskusi dengan Duta Besar Rachel........


Ksatria Ririn : “Memang benar setengah nama ini memiliki latar bangsawan......” .....Melihat Duta besar Rachel.....


Asisten Dimas : “Sebagai pertukaran tawanan dengan warga sipil kami, kami berjanji akan mengembalikan setengah tawanan kembali ke dunia kalian dan sebagai gantinya kami ingin semua warga sipil kami kembali setelah itu kami akan mengembalikan setengahnya lagi.....” ....Melihat Ksatria Ririn.....


Duta besar Rachel : “Jadi, bagaimana menurut anda ?.....” .....Berdiri dan menjabat tangannya....


Ksatria Ririn : “Saya setuju” .....Berdiri dan membalas kembali jabat tangannya.....


Duta besar Rachel : “Baiklah kalau begitu. Asisten Dimas, tolong persiapkan semua dokumennya....” .....Sambil melihat asisten Dimas.....


Asisten Dimas : “Baik, bu dengan segera....” ....Melihat Duta besar Rachel.....


Duta besar Rachel : “Tolong asisten Dimas menyalakan siaran langsung Letnan Galih di layar itu.....”


Asisten Dimas : “Kita sudah tersambung dengan siarannya......” ....Menyalakan layar besar dan audio di ruangan itu.....


Letnan 2 Andrian : “Kenapa anda bisa tahu tentang Letnan Galih ?” .....Melihat Duta besar Rachel.....


Duta besar Rachel : “Itu karena dulu saya adalah teman kecilnya meskipun tidak lama hanya 3 bulan setelah itu dia masuk militer......” ....Melihat tamu-tamunya di ruangan itu....


Ksatria Ririn : “Apakah Letnan Galih orang yang sangat penting disini ?” .....Melihat Duta besar Rachel.....


Duta besar Rachel : “Disini dia sudah dianggap sebagai pahlawan karena menyelamatkan warga sipil, sepertinya anda menyukainya. Apakah saya benar ?” ....Melihat Ksatria Ririn....


Ksatria Ririn : “Tidak......Tidak.....Itu tidak mungkin terjadi......” .....Sambil tersipu malu....


Duta besar Rachel : “Mata saya bisa melihat kebohongan seseorang dan dulunya dia adalah sosok yang dingin, tidak peduli orang lain, cuek, suka banyak menyimpan rahasia......Itulah Letnan Galih sampai sekarang. Saya juga tahu bahwa kalian sedang dalam bahaya tapi selama disisinya, kalian akan pasti baik-baik saja......” .....Melihat reaksi Ksatria Ririn......


Prajurit 1 Charen : “Tapi bagaimana anda bisa tahu kami sedang memiliki ancaman ?” .....Melihat Duta besar Rachel....


Duta besar Rachel : “Ahhhhh.....Tidak perlu terlalu formal di ruangan ini karena obrolan yang tadi sudah berakhir.....”


Prajurit 1 Charen : “Yes, ma’am....”


Duta besar Rachel : “Baik, itu karena Letnan Galih pertama kalinya mengirim surat kepada saya beserta laporannya yang asli secara rahasia kepada saya.......”


Ksatria Ririn : “Tapi apakah dia akan baik-baik saja disana ?” ....Sambil melihat layar....


Duta besar Rachel : “Percayalah pada hatimu dan hatinya bukan khawatir pada dirinya, kalian pasti akan dipertemukan kembali tapi ada 1 rahasia lain yang dimiliki dirinya.....Dia selalu menyembunyikan banyak rahasia, kadang-kadang tidak pulang, kadang-kadang tidak bisa dihubungi, kadang-kadang menghilang yang mesti kalian khawatirkan adalah bagaimana dia hilang selamanya dan tidak pernah kembali lagi........” .....Sambil melihat layar.....


Sedangkan di Gedung Dewan Parlemen, Letnan Galih dan tamunya harus masih menjawab pertanyaan dari anggota dewan.....

__ADS_1


Anggota Izmi : “Baiklah, pertanyaan untuk anda Lulala. Apa itu telinga asli anda ?......” ....Melihat telinga Lulala....


Elf Lulala : “Ya memang benar ini telinga asli saya......” ....Sambil menunjukkan telinganya.....


Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut dan penonton yang menonton live stream itu juga......Bahkan orang-orang di internet membicarakannya “Sepertinya dewi baru saja turun dari langit”


Ketua dewan : “Harap tenang sedikit.......”.....Sambil memukul palu sidang.....


Anggota Izmi : “Baik, apa benar hanya anda seorang yang berhasil diselamatkan oleh Letnan Galih ?”


Elf Lulala : “Itu benar dan Letnan Galih beserta pasukannya sudah bertempur mencoba mengalahkan naga itu......”


Anggota Izmi : “Saya mengerti kalau begitu. Ketua dewan, saya sudah selesai bertanya.....”


Ketua Dewan : “Baik untuk selanjutnya adalah Rara, silakan naik ke podium......”


Anggota Izmi : “Melihat pakaian yang serba hitam sepertinya sedang bersedih, kesempatan yang bagus untuk bertanya dengan sejujurnya” .....Berbicara dalam hati.....


Dewi Rara : “Baik......” ....Sambil berjalan menuju podium.....


Anggota Izmi : “Apakah anda sedang bersedih ????!!!!!......Apa yang terjadi disana ???!!!!!......Apa yang dilakukan Letnan Galih dan pasukannya ?????!!!!!!.......Silakan dijawab agar kami mengetahui semuanya !!!!!!.......”


Dewi Rara : “Apakah anda bodoh ?????!!!!!!!......” .....Kemudian bunyi keras pada microfon podium dan audio di ruangan....


Anggota Izmi : “Hah......Apa ?????......”


Anggota Izmi : “Apa gadis kecil ?.....”


Letnan 1 Galih : “Gawat......” ....Kemudian berlari menuju podium....


Dewi Rara : “Apakah kalian tidak mempunyai aka.....” ....Dihentikan oleh Letnan Galih dan diambil alih oleh Nana....


Letnan 1 Galih : “Maaf ketua dan anggota parlemen tapi percaya atau tidak Rara adalah orang yang paling tertua disini.......”


Anggota Izmi : “Hah.......Baik, memang berapa umurnya ?”


Dewi Rara: “1.525 tahun......”


Anggota Izmi : “Apa ???......1.525 tahun !!!!......”


Kemudian semua orang yang berada di ruangan itu dan penonton terkejut.......Orang- orang di internet “Apakah dewa sudah turun ?”


Anggota Izmi : “Lalu bagaimana dengan Lulala ?....”

__ADS_1


Elf Lulala : “350 tahun.....”


Anggota Izmi : “Apa ???!!!......350 tahun.....Lalu bagaimana dengan Nana ?.....”


Penyihir Nana : “Saya 17 tahun.......Di dunia sana manusia hidup sampai umur 70 tahun, elf sampai 500-1.000 tahun bahkan ada yang lebih dari itu dan Dewa adalah memiliki tubuh yang pendek akibat reinkarnasi seseorang menjadi dewa dan umurnya bisa lebih dari 2.000 tahun......”


Anggota Izmi : “Huhh.....Baiklah saya mengerti.....Saya sudah selesai ketua dewan....”


Setelah itu tiba-tiba Letnan Galih mengambil alih podium.....


Letnan 1 Galih : “Izin berbicara ketua......”


Ketua Dewan : Diizinkan.....”


Letnan 1 Galih : “Apa yang dibicarakan Rara memang benar.....Apa salahnya kami bertahan hidup demi menyelamatkan diri kami sendiri, kami juga bertempur untuk menyelamatkan orang banyak bukan untuk membunuh.....Masih ada hari lain untuk hidup, memangnya siapa yang melindungi kalian jika tidak ada kami sebagai prajurit ????......Kalian hanya duduk dibelakang meja sedangkan kami memegang senjata melihat tubuh dan darah dimana-mana.....tidak tahu bagaimana rasanya menjadi kami......Selalu bertempur terus demi negara dan bangsa sampai kami tidak dihargai lagi.....Sebenarnya mau kalian apa ????!!!!!!......Gaji kami kecil tidak seperti kalian dan disuruh untuk mempertaruhkan nyawa kami sendiri......Kalian semua hanya mengerti politik tidak tahu rasanya menjadi militer di garis depan.......Terima kasih ketua......”


Ketua Dewan : “Ya, Baik sidang laporan Letnan Galih resmi saya tutup.....” ....Sambil ketuk palu sidang......


Kemudian di markas ruang strategi Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta melihat siaran langsung beserta tentara yang lainnya sedang di ruangan itu juga......


Jenderal Isekawa : “Pidato yang bagus......” .....Melihat siaran langsung.....


Mayor Vipta : “Benar, Jenderal.......” ....Melihat siaran langsung.....


Jenderal Isekawa : “Semuanya......Mari berikan tepuk tangan untuk Letnan Galih......” .....Sambil berdiri dan tepuk tangan di ruangan itu......


Tentara yang diruangan itu : “Sir, yes sir !!!!!.....” .....Berdiri dan tepuk tangan.....


Sedangkan di tempat lain, Gedung duta besar......


Duta besar Rachel : “Sebuah pidato yang bagus.....Mewakili militer saat ini tapi saya rasa ini adalah perpisahan....”


Letnan 2 Andrian : “Benar, anda tidak salah lagi karena kami harus menjemput Letnan Galih......”


Duta besar Rachel : “Baiklah kalau begitu, saya senang berbicara dengan anda perwakilan negeri seberang.....” ....Berdiri dan menjabat tangannya.....


Ksatria Ririn : “Benar, saya juga.....” .....Berdiri dan membalas balik jabat tangan.....


Duta besar Rachel : “Dimas, tolong antar mereka ke bawah......”


Asisten Dimas : “Baik, bu......”


Bagaimana kisah kelanjutan Letnan Galih ?

__ADS_1


Bagaimana dengan ancaman yang mengancam saat ini ?


Tunggu.......Episode 32 Ancaman Liburan


__ADS_2