
Kemudian Mayor Vipta dan Jenderal Isekawa yang mempimpin operasi untuk mengeleminasi semua musuh yang sudah dibahas dan direncanakan.......
Mayor Vipta : “Bagaimana situasinya ?......” ....Melihat dari kamera lapangan....
Kapten Pengintai 1 : “Mereka dalam perjalanan menuju kesini, pak......” ....Melalui radio....
Mayor Vipta : “Baiklah, tunggu sinyal dari kami........”
Kapten Pengintai 1 : “Roger......”
Beberapa lama kemudian akhirnya yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba dan memulai operasinya.......
Jenderal Isekawa : “Lampu hijau.....Greenlight, Mayor Vipta......” ....Melihat layar monitor dan Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Semua pasukan lampu hijau diulangi lampu hijau......Eksekusi segera......" ....Radio....
Kapten Pengintai 1 : “Sir, yes sir........”
Sedangkan disaat yang bersamaan, pasukan yang berada di lapangan......
Sersan Pengintai 1 : “Pak, bagaimana dengan warga sipil ?......”
Kapten Pengintai 1 : “Mereka akan sadar jika sudah memulai operasinya jadi jangan khawatirkan. Fokus pada saat ini juga dan pilih targetmu sendiri......”
Sersan Pengintai 1 : “Baik, pak.....”
Kapten Pengintai 1 : “Sekarang.....Semua unit weapons free....Tembak sekarang !!!!.....” ....Sambil membidik dan menembak....
Setelah itu dalam 1 malam seluruh pasukan pembunuh dihabisi oleh pasukan Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta......
Kapten Pengintai 1 : Pak, kami sudah mengeleminasi semua musuh dan tidak ada korban di pihak kita. Mohon, meminta arahan untuk perintah selanjutnya......”
Jenderal Isekawa : “Cari tentang lokasi tawanan yang disandera oleh mereka dan info penting lainnya lalu bakar sisanya jika tidak penting dan bersihkan tempat itu......”
Kapten Pengintai 1 : Baik, Jenderal.......”
Mayor Vipta : “Jenderal, akhirnya semua selesai hanya untuk malam ini......” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Benar, Mayor tapi ini bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari semua masalah yang akan datang secara tiba-tiba dan kita harus siap untuk mengantisipasi dalam hal itu.....” ....Melihat Mayor Vipta.....
Mayor Vipta : “Saya mengerti maksud anda dan sekarang sudah hampir menjelang subuh sebaiknya anda beristirahat dan serahkan sisanya kepada saya termasuk keberangkatan Kapten Galih pagi ini.....”
Jenderal Isekawa : “Baiklah, sisanya kuserahkan padamu dan saya akan beristirahat dulu lalu titipkan salam pada Kapten Galih.......” ....Sambil berjalan pergi....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Saya mengerti.....”
Keesokan paginya, Mayor Galih Bertemu dengan Kapten Galih dan yang lainnya yang sedang bersiap-siap....
Mayor Vipta : “Pagi sekali bahkan sekarang masih jam 4 pagi.....”
Kapten Galih : “Biar kutebak, bagaimana operasinya tadi malam ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Kami sudah melakukan apa yang kami lakukan dan berjalan lancar kalau sekarang sedang dibersihkan di lapangan.....” ....Melihat Kapten Galih yang sedang menunggu....
Kapten Galih : “Bagus, lalu barang-barang yang kuminta ?.....”
Mayor Vipta : “Ini......Semua yang kau minta ada disini dan Jenderal menitipkan salam padamu....” ....Sambil memberikan kunci kendaraan....
Kapten Galih : “Baik, terima kasih dan aku juga titip salam kembali.....” ....Mengambil kunci dan memasukkan senjata dan perlengkapan lainnya....
Mayor Vipta : “Baiklah, pergilah dari sini sebelum seseorang melihat kalian....”
Kapten Galih : “Nana dan Rara, kita berangkat sekarang......” ....Melihat Dewi Rara dan Penyihir Nana....
__ADS_1
Penyihir Nana dan Dewi Rara : “Baik.....” ....Naik ke kendaraan mobil lapis baja....
Kapten Galih : “Aku titip semua yang ada disini padamu.....” ....Sambil masuk ke kendaraan....
Mayor Vipta : “Aku mengerti......”
Kapten Galih : “Baik.....”
Mayor Vipta : “Selamat jalan.........Baiklah, kurasa aku juga akan beristirahat dulu di ruanganku mungkin tidur beberapa jam saja akan membantu......” ....Melihat Kapten Galih pergi dan berbicara kepada diri sendiri....
Setelah beberapa jam kepergian Kapten Galih dari markas, tiba-tiba Mayor Vipta dibuat terkejut oleh kedatangan Kolonel Fauzan yang membawa banyak persenjataan dan pasukan dari negeri seberangnya yang sudah direncanakan tapi tanpa pemberitahuan sebelumnya........
Ajudan Mayor Vipta : “Mayor Vipta......Mayor !!!!!.......” ....Sambil berlari ke barak Mayor Vipta dan membuka pintu baraknya....
Mayor Vipta : “Ada apa memangnya ??!!!!!......Apa tidak bisa mengetuk pintu ?????!!!!!..... ” ....Terbangun dari tidurnya....
Ajudan Mayor Vipta : “Maaf, Mayor tapi Kolonel Fauzan beserta pasukan tambahan dan persenjataan lainnya sudah tiba dari balik gerbang !!!!......” ....Melihat Mayor Vipta yang terbangun dari ranjangnya....
Mayor Vipta : “Apa ????!!!!.....Apa yang terjadi sebenarnya ?......Bukankah seharusnya mereka datang masih beberapa hari lagi bersama Duta Besar dan asistennya ?.....” ....Sambil terkejut dan melihat ajudannya....
Ajudan Mayor Vipta : “Saya juga tidak tahu.....”
Mayor Vipta : “Sekarang dimana mereka semua ?......”
Ajudan Mayor Vipta : “Mereka sedang di lapangan utama, pak.....”
Mayor Vipta : “Antar aku bertemu dengan Kolonel Fauzan segera......”
Ajudan Mayor Vipta : “Baik, pak.....Silakan ikuti saya.....”
Kemudian Mayor Vipta bertemu dengan Kolonel Fauzan untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.......
Mayor Vipta : “Apa yang sebenarnya terjadi Kolonel Fauzan ?.....” ....Melihat Kolonel Fauzan....
Mayor Vipta : “Bukankah sudah dijadwalkan akan datang kesini beberapa hari lagi ?........”
Kolonel Fauzan : “Yahhh......Ini adalah permintaan dari Duta Besar Rachel ke Dewan lalu ke Menhan jadinya pengiriman personel dan persenjataan lebih cepat dari yang dijadwalkan lalu mereka juga mengirimkan beban kepada kita......”
Mayor Vipta : “Beban apa ?.....”
Kolonel Fauzan : “Seperti mereka contohnya......” ....Menunjukkan orang beberapa ahli dari bidangnya....
Mayor Vipta : “Seperti mereka !!!.......Memangnya apa yang dipikirkan oleh Duta Besar, Apa kita sedang tur tamasya sampai pengirim berbagai ahli dan bidang kesini.....Ini adalah masih zona perang.....” ....Sambil melihat orang-orang itu....
Kolonel Fauzan : “Walaupun kamu sendiri marah padaku tapi aku sendiri bisa apa lalu ini ada surat untuk Jenderal dan Duta Besar akan datang besok......”
Mayor Vipta : “Apa ??!!!......Mendadak sekali.....Aku harus bilang apa pada Jenderal.....”
Kolonel Fauzan : “Kurasa tinggal berikan surat itu dan bilang Duta Besar akan datang.....” ....Memberikan surat ke Mayor Vipta dari Duta Besar Rachel....
Mayor Vipta : “Seseorang bunuh aku sekarang juga........” ....Mengambil suratnya....
Kolonel Fauzan : “Tidak apa-apa, Mayor. Kami juga baru sampai, apakah tidak ada pemandu atau sebagainya ?.....”
Mayor Vipta : “Kalau tempat barak kalian, cari saja yang kosong karena 1 barak menampung 4 orang kecuali perwira, tamu khusus, dan warga disini lalu untuk pemandu. Kalian tanyakan saja yang sudah lama tinggal disini pasti mereka tahu.....”
Kolonel Fauzan : “Judes seperti biasanya tapi terima kasih Mayor......”
Mayor Vipta : “Sudahlah, kurasa aku kembali tidur dan tidak melihat kalian datang.....” ....Sambil kembali ke baraknya yang diantar oleh ajudan Mayor Vipta....
Kolonel Faizan : “Hahahahaha......Santai saja, Mayor.....”
Mayor Vipta : “Coba saja kalau ada si bodoh itu masih disini.....”
__ADS_1
Sedangkan di kendaraan Kapten Galih yang menuju hutan bersama Dewi kematian Rara dan Penyihir Nana.......
Penyihir Nana : “Apakah anda yakin mau latihan di hutan itu ?......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Harusnya tidak menjadi masalah kan ?. Demi menambah ilmu dan pengalaman disana....” ....Sambil menyetir....
Penyihir Nana : “Begitu, ya......”
Dewi Rara : “Lalu bagaimana dengan dia ?......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Tenang, dia juga sudah ada yang bisa menjaganya.....”
Dewi Rara : Lalu pertanyaan terakhir dariku, kenapa kau mau berlatih sihir padahal secara fisik dan persenjataan jauh lebih unggul ?......"
Kapten Galih : “Baik. Dahulu sekali, ada orang yang ingin kulindungi terus sampai akhir hayatku tapi sayangnya, aku terlambat dan aku tidak bisa menyelamatkannya karena itu aku merasa gagal dan bersalah dan alasan itu juga untuk mempelajari hal-hal baru disini untuk menjadi lebih kuat agar bisa melindungi pasukanku dan orang-orang yang lebih lemah dariku......”
Dewi Rara : “Aku jadi mengerti kenapa kau menginginkan sekali kekuatan tapi itu saja tidak akan cukup benar, bukan ?......”
Kapten Galih : “Benar, tidak akan pernah cukup......”
Penyihir Nana : “Baik, akan lebih baik kukatakan disini daripada nanti.....”
Kapten Galih : “Mengatakan tentang apa ?......”
Penyihir Nana : “Anda masih ingat kalau sihir ada beberapa macam jenisnya ?....”
Kapten Galih : “Tentu, aku masih ingat memangnya ada apa ?.....”
Penyihir Nana : “Yahhh.....Intinya adalah kalau setiap sihir memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda dan tingkat yang tertinggi itu adalah tingkat 8 yang artinya setara dengan Raja Iblis/Pahlawan/Penyihir Agung lalu setiap tingkatnya ada beberapa jenis pemakaian, contohnya tingkat 1 yang digunakan untuk keperluan sehari-hari lalu penyihir tingkat bawah, menengah, dan atas jika lebih dari itu adalah Penyihir Agung tapi masalahnya adalah jika sihirnya semakin tinggi si penyihir itu akan diincar oleh banyak orang entah itu baik atau jahat karena memiliki sihir khusus.....”
Kapten Galih : “Aku sudah mendengar Pahlawan dan Raja Iblis tapi aku belum pernah mendengar Sihir Khusus atau Penyihir Agung.....”
Dewi Rara : “Wajar saja kalau kau tidak mendengarnya, bagi beberapa orang dia disebut sebagai pembawa bencana bahkan bisa sampai diatasku dari segi sihir dan dia ikut bersama Pahlawan untuk membantu melawan Raja Iblis lalu identitas dia tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya sama seperti Pahlawan tapi ada 1 hal yang jelas dikatakan bahwa dia adalah seorang wanita......”
Kapten Galih : “Begitu.....”
Penyihir Nana : “Hebat sekali. Kau bisa mengetahuinya sampai detailnya bahkan aku tidak tahu kalau dia seorang wanita, jadi informasi darimana ?.....”
Dewi Rara : “Itu informasi yang tersebar di kalangan dunia kematian dan dunia Raja Iblis sebelum dia mati dan sesudahnya ras iblis sudah tidak ada disini lagi.....”
Kapten Galih : “Apa maksudnya dengan “Sihir Khususnya” ?.....” ....Melihat Penyihir Nana....
Penyihir Nana : “Seperti yang kukatakan sebelumnya menjadi penyihir harus bisa menguasai beberapa sihir dan tingkat kalau lebih dari itu kau menjadi Penyihir Agung dan di dunia sudah tidak lagi hanya ada beberapa penyihir tingkat atas sedangkan aku sendiri adalah penyihir tingkat menengah sedangkan Rara adalah penyihir tingkat atas tpi dia jarang menggunakannya karena jumlah tenaga yang dibutuhkan dan dikeluarkan itu berbeda.....”
Dewi Rara : “Ya, seperti itu kira-kiranya tapi kalau kau diatas itu kau bisa membuat sihir sendiri yang seperti dilakukan oleh Penyihir Agung. Maksud dari sihir khususnya adalah dia bisa mendatangkan bencana ke dunia ini dalam 1 sihir apapun itu jenis sihirnya, itu sihir tingkat 8 yang dibilang Nana juga benar semakin tinggi sihirnya semakin diincar oleh orang banyak entah baik atau jahat sekalipun. Bagian yang tidak menyenangkan menjadi Penyihir Agung dahulu kala adalah kau akan menjadi aib di dunia ini dan tidak diterima oleh beberapa kalangan tapi yang memberikan dorongan harapan pada Penyihir Agung adalah kalangan orang yang hidup di desa dan orang-orang yang hidup dengan layak....”
Penyihir Nana : “Tidak kusangka, kau bahkan tahu sampai itu juga.....” ....Melihat Dewi Rara....
Kapten Galih : “Aku mengerti sekarang......”
Dewi Rara : “Tentu saja tapi jangan terkejut bahwa sebelum aku reinkarnasi seperti sekarang aku pernah bertemu dengannya sekali sebelum dia berangkat ke kastil Raja Iblis.....”
Penyihir Nana : “Bagaimana tentang rupanya ?.....”
Dewi Rara : “Jelas dia seorang wanita cantik dengan ahli sihir sebab itu legenda tentangnya pada zaman sekarang ini menjadi ada 2 yaitu Pembawa Bencana Besar atau Penyihir Penyelamat Dunia karena setiap kerajaan dahulu selalu membahas hal itu sehingga legenda itu menjadi ada 2 lalu diserahkan kembali ke masing-masing rakyat agar menjadi penentu.....”
Apa yang sebenarnya dipikirkan Kapten Galih ?
Bagaimana tentang pelatihan Kapten Galih di dunia baru ?
Kenapa bala bantuan datang lebih cepat dari yang dijadwalkan ?
Tunggu......Episode 62 ????????
__ADS_1