
Saat sebelum sampai di Desa Amara, Letnan Galih menghubungi seluruh anggota dan mengingatkan menggunakan radio lalu Letnan Galih mempelajari bahasa yang digunakan oleh dunia ini......
Letnan 1 Galih : “Kepada seluruh unit, ini Letnan Galih. Saya hanya mengingatkan untuk tetap siaga dan waspada lalu ROE (Rules Of Engange) itu saja, ganti & keluar....” .....Lewat radio.....
Seluruh anggota : “Sir, yes sir.....” .....Lewat radio.....
Kemudian Pasukan Letnan Galih sampai di Desa Amara, desa pertama yang dikunjungi Letnan Galih dan semua pasukan turun dari kendaraan kecuali gunner yang sudah ditugaskan. Terlihat Kepala Desa Amara (manusia biasa) yang menyambut Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Halo, kami datang dengan damai dan kami hanya numpang lewat dan ingin bertemu dengan Kepala Desa Amara....”
Kepala Desa Amara : “Halo, saya adalah kepala desa disini. Ada yang saya bisa bantu, tuan??? Ahh..?”
Letnan 1 Galih : “Panggil saya, Galih saja. Kami disini untuk berkenalan, kami datang dari Bukit Avatra untuk melihat kondisi sekitar lalu panggil warga anda untuk keluar. Kami tidak akan menyakiti atau melukai kalian....” ....Melihat kondisi sekitar desa yang sepi....
Kepala Desa Amara : “Ya, ampun. Maafkan saya, karena saya pikir anda adalah tentara Kerajaan Mizucia.....”
Letnan 1 Galih : “Tidak, kami bukan tentara kerajaan...”
Kepala Desa Amara : “Warga penduduk.....Kalian boleh keluar semua....!!!!”
Dengan cepat, Letnan Galih memerintahkan seluruh anggotanya menurunkan senjata karena akan membuat penduduk takut.....
Letnan 1 Galih : “Kepada seluruh anggota, turunkan senjata kalian karena membuat ketakutan....”
Seluruh anggota pasukan : “Baik, pak....”
Kemudian Letnan Galih bertanya ke Kepala Desa Amara, tentang apa yang terjadi karena warga penduduk ketakutan. Sementara itu, sisa anggota pasukan Letnan Galih berkenalan dengan seluruh warga penduduk Desa Amara....
Letnan 1 Galih : “Kepala desa, Apa yang terjadi ?”
Kepala Desa Amara : “Ini terjadi karena yang selamat dari penyerangan ke Bukit Avatra menjadi bandit kemudian merampas harta benda di desa-desa sekitar....” .....Sambil menatap wajah Letnan.....
Letnan 1 Galih : “Kepala Desa, kalau anda dan penduduk desa tidak keberatan untuk pindah dari sini dengan dibantu oleh sebagian pasukan saya ke Bukit Avatra karena tempat yang aman untuk saat ini, tentu saja anda ataupun penduduk desa boleh membawa harta yang tersisa untuk dibawa juga....”
Kepala Desa Amara : “Apa ??? Benarkah itu ??? Saya sebagai Kepala Desa Amara dengan senang hati mengucapkan terima kasih banyak kepada, anda dan pasukan anda....”
Letnan 1 Galih : “Kepada seluruh unit, dengarkan ini. Kita akan membagi sebagian pasukan kita untuk mengawal penduduk desa ke markas kita dan yang pergi mengawal adalah Unit 3 & 4 lalu untuk komando kuserahkan kepada Letnan 2 Andrian yang akan ikut bersama Unit 3 & 4, ganti dan keluar....” .....Lewat radio.....
Seluruh anggota pasukan : “Ayee....Sir....” .....Membalas lewat radio.....
Letnan 2 Andrian : “Kenapa kita harus mengawal penduduk Desa Amara kembali ke markas ?, pak....”
Letnan 1 Galih : “Letnan Andrian, ancaman level 2 (penjahat kelas atas) dan lagi saya ingin melihat ke desa selanjutnya. Saya yang akan bertanggung jawab penuh, Letnan. Tenang saja.....”
__ADS_1
Letnan 2 Andrian : “Baik, saya mengerti.....” ....Membalas lewat radio....
Kemudian Letnan Galih mengucapkan selamat tinggal kepada Kepala Desa Amara dan seluruh Penduduk Desa Amara kemudian mengucapkan “Terima Kasih Banyak” kepada Letnan Galih yang akan pergi dengan Unit 1 & 2 ke desa berikutnya. Sedangkan Unit 3 & 4 akan membantu dan mengawal Penduduk Desa Amara ke markas di Bukit Avatra yang dipimpin oleh Letnan 2 Andrian lalu saat ditengah perjalanan menuju Desa Codex, Letnan Galih menghubungi Mayor Vipta dengan radio tentang apa yang terjadi....
Letnan 1 Galih : “Cormorant 1....Cormorant 1 to Wolfden, over.....” ....Lewat radio....
Mayor Vipta : “Wolfden here.....Cormorant 1 go head.....over.....” .....Membalas lewat radio....
Letnan 1 Galih : “Lapor, Mayor. Aku ingin melapor bahwa kami sampai di Desa Amara dan berangkat menuju Desa Codex dengan sebagian pasukan karena sebagian pasukan lagi mengawal penduduk kembali ke markas dengan sandi “Cormorant 2”, ganti....”
Mayor Vipta : “Begitu yaa....Sebagian pasukan ya....Apa sebagian pasukan ?!!!.....Hei, Letnan.....Apa maksudmu ?!!!,ganti...”
Letnan 1 Galih : “Saat di desa kami menemui ancaman level makanya dari itu aku yang memutuskan dan akan bertanggung jawab lalu tolong lapor pada Jenderal untuk membangun pemukiman sementara sambil membangun pemukiman yang permanen, ganti....”
Mayor Vipta : “Baik, aku akan laporan dulu kepada Jenderal, dasar merepotkan orang saja. Wolfden....Over & out...”
Letnan 1 Galih : “Baik, terima kasih banyak....Cormorant 1, over & out....”
Sementara itu di markas, Mayor Vipta segera menemui Jenderal Isekawa dan melaporkan laporan dari Letnan Galih...
Jenderal Isekawa : “Jadi begitu, ya....” ....Sambil duduk di ruangannya....
Mayor Vipta : “Benar, Jenderal....” ....Sambil berdiri.....
Jenderal Isekawa : “Ini, laporan yang sangat bagus karena kita bisa sekalian belajar dari mereka....”
Jenderal Isekawa : “Baiklah kalau begitu, Mayor segera perintahkan pasukan untuk membangun rumah permanen dan siapkan bangunan sementara untuk mereka tinggal....”
Mayor Vipta : “Siap, pak....” ....Segera keluar ruangan....
Jenderal Isekawa : “Sepertinya kamu sudah menjadi dewasa, Letnan Galih.....” .....Memandang & melihat seluruh markas dari jendela ruangan Jenderal......Berbicara diri sendiri....
Sementara itu, Letnan Galih yang pergi ke Desa Codex....Akan membangun hubungan yang sama seperti yang dilakukan oleh Letnan Galih pada Desa Amara....
Kopral 1 Sultan : “Kenapa anda tidak meninggalkan mereka saja lalu kita sedang menjalankan misi,pak.....” ....Sambil mengemudi....
Letnan 1 Galih : “Ancaman level 2 dan lagi kita tidak bisa membiarkan mereka melawan musuh yang bersenjata lalu lebih aman kalau mereka bersama kita.....”
Kopral 1 Sultan : “Apakah sepenting itu ?, pak...”
Letnan 1 Galih : “Ya...Kurasa begitu...Semakin banyak semakin bagus dan lagi kita mengurangi jumlah musuh lalu kemudian membangun aliansi bersama kita....”
Kopral 1 Sultan : “Hidup adalah pilihan.....Bukankah seperti itu, Letnan....”
__ADS_1
Letnan 1 Galih : “Benar, sekali kopral....”
Setelah itu, Letnan Galih bersama dengan Unit 1 & 2 sampai di Desa Codex dengan strategi yang sama kepada Desa Amara....
Letnan 1 Galih : “Hai, anak-anak.....Bolehkah saya bertanya dimana kepala desa kalian ?”
Kemudian anak-anak itu lari menuju desa.....Tidak lama kemudian penduduk desa datang ke arah Letnan Galih dengan membawa senjata sementara pasukan Letnan Galih sudah membidik dan bersiap menembak.....
Letnan 1 Galih : “Tahan tembakan kalian....” ....Melalui radio....
Sebagian anggota pasukan : “Baik, pak....” ....Membalas lewat radio.....
Letnan 1 Galih : “Hai.....Bisa bertemu dengan Kepala Desanya ?....” .....Sambil mengangkat tangan.....
Kepala Desa Codex : “Halo, tuan.....Saya adalah Kepala Desa Codex...Apa tujuan tuan datang kesini ?...”
Letnan 1 Galih : “Kami disini ingin berkenalan dengan anda beserta penduduk Desa Codex....”
Kepala Desa Codex : “Apa kalian dari tentara Kerajaan Mizucia atau bandit ?.....” ....Sambil menodongkan senjata
Letnan 1 Galih : “Kami bukan dari tentara kerajaan atau bandit tapi kami adalah pasukan dari Bukit Avatra. Kami datang untuk berkenalan dan membantu di desa ini.....”
Kepala Desa Codex : “Ohhh, maafkan kami sebesar-besarnya karena telah menodongkan anda dengan senjata sederhana milik kami....Turunkan senjata kalian semua !!!.....” .....Sambil menurunkan senjata.....
Letnan 1 Galih : “Tidak apa-apa, lagipula kami dari Desa Amara. Nama saya, Galih....” ....Sambil menurunkan tangan.....
Kepala Desa Codex : “Baiklah, tuan Galih. Ada yang saya bisa bantu ?...”
Letnan 1 Galih : “Apa situasi disini sama dengan Desa Amara ? Lalu saya ingin tahu, apakah didepan sana masih ada desa lagi ?...”
Kepala Desa Codex : “Yaa.....Keadaan disini sama dengan di Desa Amara tapi kami berhasil menahan serangan dari bandit dan didepan sana masih ada 1 desa lagi yaitu Desa Elf yang berada di tengah hutan lebat....”
Letnan 1 Galih : “Terima kasih, Kepala Desa Codex.....”
Kepala Desa Codex : “Sama-sama, tuan Galih.....”
Letnan 1 Galih : “Cihhh....Bandit lagi......Bandit lagi.....Seharusnya aku membunuh mereka semua....” ....Pergi dari Kepala Desa Codex dan berbicara sendiri.....
Bagaimanakah kelanjutan dari petualangan Letnan Galih ?
Tentang apa ancaman yang akan datang ?
Akankan Letnan Galih bertemu dengan teman-teman barunya ?
__ADS_1
Lembaran baru apa yang akan diceritakan oleh Letnan Galih ?
Tunggu.......Episode 12 Ancaman & Teman.....