
Kemudian Letnan 1 Andrian menemui Ksatria Boses dan yang lainnya.........
Letnan 1 Andrian : “Maaf tapi kami harus pergi dulu mengantarkan Ksatria Ririn dan Boses kembali dan ini juga untuk membayar minuman disini. Aku titip kepadamu........” ....Melihat Penyihir Nana....
Penyihir Nana : “Tidak apa-apa, kita bisa lanjutkan nanti.......” .....Melihat Letnan 1 Andrian dan yang lainnya....
Letnan 1 Andrian : “Ayo, kita pergi Ksatria Boses......” .....Sambil berjalan pergi dari meja mereka.....
Ksatria Boses : “Baiklah......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Sersan Mayor Wica : “Kami pergi dulu dan aku titip juga Kapten Galih kepada kalian berdua termasuk Lulala. Ayo kita pergi, Sersan Sultan dan Prajurit Charen.....” ....Berdiri dari tempat duduknya.....
Dewi Rara : “Serahkan dan percayakan saja kepada kami......”
Sersan 1 Sultan : “Apa boleh buat.....” ....Berdiri dari tempat duduknya.....
Prajurit 1 Charen : “Baiklah memang tidak ada pilihan lain lagi.....” ....Berdiri dari tempat duduknya.....
Sersan Mayor Wica : “Baiklah, aku mengerti. Terima kasih, sampai jumpa lagi nanti......” ....Pergi dari tempat itu....
Setelah itu Kapten Galih sampai ke baraknya dan menemui Ksatria Ririn lagi.......
Kapten Galih : “Apa kamu baik-baik saja, Ririn ?........” .....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Tentu, aku baik-baik saja dari tadi. Memangnya ada apa sampai mengkhawatirkanmu ?.......” .....Melihat Kapten Galih yang tergesa-gesa.....
Kapten Galih : “Ahhhhh......Tidak ada hanya kebiasaan lama saja....”
Ksatria Ririn : “Hahahaha......Kamu memang lucu sekali.......”
Kapten Galih : “Baiklah, Akan aku tanya sekali lagi. Rin, Apa kamu yakin dan bersedia melakukan ini ?. Karena banyak yang akan terjadi setelah ini baik ataupun buruk terhadap dirimu sendiri bahkan menyangkut banyak orang yang ada di dunia ini.......” .....Sambil memegang tangannya.....
Ksatria Ririn : “Aku sangat yakin sekali dan semua ini atas dasar kemauanku sebagai putri mahkota kerajaan dan komandan ksatria khusus lalu aku juga menerima semua konsekuensinya terhadap diriku dan orang-orangku......”
Kapten Galih : “Jika seandaikan kamu takut atau terancam, ketahuilah bahwa markas ini akan membantumu begitu pula denganku jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan......” .....Menatap dalam matanya....
Ksatria Ririn : “Aku mengerti itu sejak aku pertama kali denganmu, sejak awal aku sudah tahu akan itu....” ....Menatap Kapten Galih....
Kapten Galih : “Ingat pemberianku untuk selalu berada di dekatmu......”
Ksatria Ririn : “Baik, aku akan selalu memakainya dan menjaganya...”
Tidak beberapa lama kemudian, Letnan 1 Andrian datang bertemu dengan Kapten Galih dan Ksatria Ririn yang sedang berpelukan......
Letnan 1 Andrian : “Ekhhhmmmmm. Permisi, pak tapi ada tugas yang menunggu.....” .....Melihat Kapten Galih dan Ksatria Ririn....
Kapten Galih : “Kauuu, ya ???......Benar, ada tugas yang harus dijalankan......” .....Sambil memberi kode ke Letnan 1 Andrian.....
Ksatria Ririn : “Hahahaha.......Baiklah, kurasa sudah saatnya.....”
Kapten Galih : “Bagaimana tentang persiapannya ?.....”
__ADS_1
Letnan 1 Andrian : “Semua sudah siap dan menunggu anda juga Ksatria Ririn......”
Kapten Galih : “Baiklah, aku mengerti......”
Letnan 1 Andrian : “Maaf mengganggu suasananya, saya harus menunggu di mobil saja......” .....Melihat Kapten Galih dan segera pergi dari situ.....
Kapten Galih : “Itu bagus.......Ayo, Ksatria Ririn.....” ....Sambil berjalan ke kendaraan....
Ksatria Ririn : “Baiklah, apa kamu tidak mau menggenggam tanganku ?......” ....Sambil berjalan ke kendaraan....
Kapten Galih : “Ahhh, bagaimana ya ????......Kurasa tidak sekarang tapi suatu saat nanti mungkin......” ....Wajah memerah....
Ksatria Ririn : “Aku mengerti dan aku memegang janjimu......”
Kapten Galih : “Tentu saja, aku juga akan selalu mengingat hal itu lebih dari dunia ini sekalipun.....”
Ksatria Ririn : “Itu harus sudah pasti.....”
Setelah itu, Kapten Galih dan Ksatria Ririn bertemu dengan pasukan Kapten Galih dan Ksatria Boses juga Mayor Vipta.....
Letnan 1 Andrian : “Semua naik ke kendaraan !!!!......” .....Melihat seluruh pasukannya....
Seluruh pasukan Kapten Galih : “Sir, yes sir !!!!.......”
Mayor Vipta : “Maaf saja kalau aku terlambat tapi sepertinya aku melewatkan bagian pentingnya atau mungkin belum......” ....Sambil berjalan ke arah Letnan 1 Andrian dan pasukan Kapten Galih....
Letnan 1 Andrian : “Mungkin ada beberapa tapi ada yang belum juga, pak......” ....Melihat Mayor Vipta.....
Mayor Vipta : “Baik, kami sudah selesai.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Sampai berapa pun jauh jaraknya dan lama waktunya kapanpun itu bila salah kamu sedang kesulitan aku akan selalu datang menyelamatkan dan menjemputmu....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Begitu pula denganku, aku berjanji.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Janji. Sekarang pergilah untuk membukakan jalan untuk dunia kita berdua.....”
Ksatria Ririn : “Benar, aku akan merindukanmu Kapten Galih. "Sang Pahlawan".....”
Kapten Galih : “aku juga, Ksatria Ririn. Putri Mahkota dan Komandan Ksatria Khusus “Mawar Putih”.....”
Ksatria Ririn : “Sampai jumpa lagi.....” .....Sambil naik ke kendaraan.....
Kapten Galih : “Sampai jumpa lagi.....” ....Sambil menutup pintunya....
Setelah itu Kapten Galih dan Mayor Vipta melihat yang lainnya berangkat......
Mayor Vipta : “Ayolah.......Jangan bersedih seperti itu jika memang takdir, aku yakin kalian berdua dipastikan akan bertemu kembali.......” .....Sambil melihat mata Kapten Galih....
Kapten Galih : “Siapa juga yang sedih.......Aku tidak sudi......” ....Tatapan dingin....
Mayor Vipta : “Kau tidak bisa berbohong dariku.....Ayolah.....Jangan seperti orang yang baru kenal saja dan aku bisa melihatnya dari matamu.....” ....Melihat rombongan pergi jauh dari markas....
__ADS_1
Kapten Galih : “Baiklah.....Baik.....Aku mengakuinya aku hanya sedikit mengkhawatirkan dia dan merindukan dia walaupun entah kapan bisa bertemu dia lagi.....”
Melihat rombongan pergi jauh dari markas.....
Mayor Vipta : “Sudah kuduga, kau pasti memberikan alat pelacaknya kan ?.....Yaaahhh.....Aku sudah bisa menebaknya......”
Kapten Galih : “Hanya untuk berjaga-jaga dan beberapa hal lainnya......”
Mayor Vipta : “Aku hanya mengikutimu juga. Ayo, kita juga pergi karena kita juga punya misi tersendiri.....” ....Sambil berbalik dan berjalan pergi....
Kapten Galih : “Misi seperti apa yang akan menunggu kita berdua ?......”
Mayor Vipta : “Jenderal sedang menunggu kita berdua dan hanya iblis yang tahu tentang itu.....”
Kapten Galih : “Begitu, ya.......Masih seperti dulu, semoga saja taringku tidak hilang......” ....Sambil berbalik dan berjalan pergi....
Mayor Vipta : “Tidak, tepatnya taring kita semua.....” ....Berjalan pergi....
Kemudian Mayor Vipta dan Kapten Galih sampai di ruang Jenderal Isekawa untuk membahas misi selanjutnya dan beberapa hal lainnya......
Mayor Vipta : “Jenderal, kami sudah disini......” ....Sambil mengetuk dan membuka pintu ruangan Jenderal....
Jenderal Isekawa : “Baiklah, kalau begitu kita langsung saja. Silakan kalian berdua duduk dan Mayor Vipta jelaskan pembicaraan kita tadi.....”
Kapten Galih : “Baik, aku hanya mengekor pada kalian.....” ....Sambil duduk....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal.....” ....Sambil duduk dan menunjukkan peta juga rencana....
Jenderal Isekawa : “Baiklah, silakan dimulai.....” ....Duduk di kursinya....
Mayor Vipta : “Seperti yang kita ketahui semua bahwa jumlah pasukan utama kekaisaran sudah diketahui tapi belum termasuk pasukan cadangan dan pasukan lainnya juga saat ini kekaisaran sedang terpecah belah akibat ada yang mendukung pro perdamaian dan pro perang dengan kita lalu rencana kita adalah berdamai dengan mereka walaupun begitu pasti pro perang dan Putra Mahkota Elle sedang merencanakan sesuatu yang lebih dalam dan jahat jauh dari pemikiran kita yaitu sebuah kudeta. Misi kita kali ini adalah melindungi delegasi perdamaian di kedua belah pihak tanpa sepengetahuan raja sekarang, putra mahkota, dan pro perang.....”
Jenderal Isekawa : “Sekarang jumlah pasukan kita ada 700.000 pasukan belum ditambah dengan Kolonel Fauzan yang akan datang dalam waktu minggu ini dengan jumlah 400.000 lebih bersama dengan delegasi perdamaian kita jadi intinya, misi solomu adalah....”
Kapten Galih : “Maaf saja, biar kutebak aku berpisah dari pasukanku dan memimpin sebuah pasukan delegasi sambil melindungi 2 kubu perdamaian dari ancaman apapun. Bukan begitu ?.....”
Mayor Vipta : “Bukan hanya itu saja masalah kita, anda juga akan dikirim bersama dengan pasukan anda ke ibukota kekaisaran dengan menyamar dan kami juga telah menyediakan tempat disana, anda sebagai duta besar perwakilan.....”
Jenderal Isekawa : “Masalahnya masih berlanjut. Saat ini, ancaman naga masih terus berlanjut dan hanya ada sedikit orang yang melihat itu pergi menjauh.....”
Kapten Galih : “Biar kutebak lagi, kalian juga ingin aku membunuh naga itu ?.....”
Mayor Vipta : “Itu benar”
Jenderal Isekawa : “Jadi bagaimana menurutmu, Kapten Galih ?”
Apa yang direncanakan Kapten Galih selanjutnya ?
Apa tantangan yang menantang berikutnya bagi Sang Pahlawan ?
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Tunggu.........Episode 49 ??????