
Setelah itu, Putri Ririn menemui Kapten Galih yang duduk di bangku taman kediamannya sambil melihat bintang yang bersinar di malam itu……
“Sepertinya anda senang sekali sendiri…….” ....Ucap Putri Ririn sambil melihat Kapten Galih yang duduk di bangku tamannya....
“Tidak perlu formal begitu…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Yahhh…..Bagaimanapun juga anda adalah tetap tamu penting kami…….” ....Ucap Putri Ririn yang duduk disebelahnya....
“Jadi bagaimana dengan besok ?.......” ....Ucap Kapten Galih....
“Besok kita akan menemui Raja Kekaisaran dan ingin sekali bertemu dengan salah satu perwakilan dari Bukit Avatra….” ....Ucap Putri Ririn....
“Besok ya….”....Ucap Kapten Galih....
“Apa lukamu sudah sembuh waktu di Kota Venesia ?.....”....Ucap Putri Ririn....
“Sudah sepenuhnya….”....Ucap Kapten Galih....
“Kenapa kamu suka melihat langit malam ?.....” ....Ucap Putri Ririn sambil ikut melihat langit malam yang penuh dengan bintang bersama Kapten Galih.....
“Untuk mengingatkanku kepada siapa kita berjuang dan tujuan kita untuk hidup demi hari esoknya ditambah sebagai pengingat bahwa ada seseorang yang spesial yang selalu mengawasimu dalam setiap keputusanmu……..” ....Ucap Kapten Galih....
“Apa maksudnya ?......”....Ucap Putri Ririn....
“Jika kamu tidak bisa mempercayai teman-temanmu, ikutilah kata hatimu sendiri yang menurutmu benar dalam setiap keputusan yang kamu ambil……”....Ucap Kapten Galih....
“Begitu, rupanya……..”....Ucap Putri Ririn....
“Aku punya sebuah pertanyaan kepada kamu tapi kamu mungkin tidak mau menjawabnya……”....Ucap Kapten Galih....
“Pertanyaan tentang apa ?......”....Ucap Putri Ririn....
“Bagaimana jika suatu saat nanti ada yang membunuh kakak pertamamu ?.....”....Ucap Kapten Galih....
“Jika itu terjadi, itu akan menjadi sebuah hukuman bagi dia dan tentu semuanya akan menjadi normal kembali tapi jika bisa aku ingin menggantikan orang yang membunuh kakakku sendiri agar kembalinya hukuman yang lama jika dia benar-benar di cap sebagai pengkhianat negeri ini, sebagai calon pemimpin kekaisaran…….Aku harus memberikan contoh kepada yang lain dan kalau bisa aku ingin menjadi yang pertama mengurus kakakku……”....Ucap Putri Ririn....
“Begitu rupanya aku jadi semakin yakin……”....Ucap Kapten Galih....
“Yakin tentang apa ?.....”....Ucap Putri Ririn....
“Tidak apa-apa hanya saja aku sendiri sebagai kakak harus melindungi adik yang lemah dan masih rentan kalau tidak aku gagal menjadi seorang kakak…..”....Ucap Kapten Galih....
“Seharusnya begitu tapi kakakku yang pertama selalu suka mengedepankan egonya dan terlalu berambisi dalam menguasai sesuatu lalu kakak keduaku, dia lebih senang bekerja di balik layar demi dunia yang damai tanpa perang sama sepertiku……”....Ucap Putri Ririn....
“Kurasa kamu dan kakak keduamu sangat mirip sekali tentang tujuan dan pandangan akan dunia yang tanpa perang…..”....Ucap Kapten Galih....
“Beberapa bangsawan juga ada yang mengatakan hal yang sama sepertimu…….”....Ucap Putri Ririn....
__ADS_1
“Tandanya mereka sudah mengakuimu sebagai Putri Kekaisaran….”....Ucap Kapten Galih....
“Jujur saja, rasanya aku merasa belum pantas diangkat sebagai Putri Kekaisaran dan tanggung jawabnya lebih besar dari tugas yang aku pernah jalani…….”....Ucap Putri Ririn....
“Secara perlahan, kamu akan siap akan hal itu tapi kita harus menyingkirkan masalah yang sekarang sedang terjadi…….”....Ucap Kapten Galih....
“Kamu benar, Apa anda ingin mendengar sebuah ramalan di negeri ini ?.....”....Ucap Putri Ririn....
“Aahhhhh…..Tentang sosok yang bangkit demi melawan kegelapan……”....Ucap Kapten Galih....
“Darimana kamu mendengarnya ?.......”....Ucap Putri Ririn....
“Yang lain sudah menceritakan tentang ramalan itu……”....Ucap Kapten Galih....
“Bagaimana menurutmu ?.......”....Ucap Putri Ririn....
“Menurutku ramalan itu sudah menjadi legenda kalian, sebuah cerita yang akan diteruskan dari generasi ke generasi dan mungkin saja itu sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu jauh sebelum datangnya masa kita yang sekarang dan yang aku pikirkan dalam ramalan itu bahwa sosok yang dimaksud menjadi pemimpin hebat dalam membangun negeri ini dan dia akan memimpin dengan bijak dan penuh tanggung jawab hanya itu yang dapat aku simpulkan dari ramalan itu…….”....Ucap Kapten Galih....
“Hanya kamu seorang yang membuat kesimpulan semacam itu, tidak banyak orang yang berani membuat kesimpulan seperti itu……”....Ucap Putri Ririn....
“Benarkah seperti itu ?......”....Ucap Kapten Galih....
“Mungkin saja…….Bila aku bertanya tentang sesuatu hal yang mungkin saja kamu tidak mau jawab, apa itu akan mengganggumu ?……”....Ucap Putri Ririn....
“Tidak sama sekali, jadi apa pertanyaannya ?......”....Ucap Kapten Galih....
“Aku akan kembali ke dunia asalku dan melepas jabatan sebagai Komandan Pasukan lalu tidak akan pernah kembali lagi……”....Ucap Kapten Galih....
“Apa maksudmu ?.......”....Ucap Putri Ririn....
“Ahhh…..Kurasa aku terlalu berlebihan, aku memang mencintaimu Ririn tapi apa kamu pernah memikirkan jika suatu saat gerbangnya akan tertutup untuk selamanya…..”....Ucap Kapten Galih....
“Aku…..”....Ucap Putri Ririn....
“Tidak apa-apa Rin, jika itu terjadi aku akan memilih bersamamu disini selamanya dan membantumu dalam membangun negeri ini…..”....Ucap Kapten Galih....
“Terima kasih banyak telah memilihku…….” ....Ucap Putri Ririn sambil memeluk Kapten Galih dan menangis di pundaknya....
“Hmmm……Sama-sama dan aku juga selalu mencintaimu Rin…..Menangislah sepuasmu…..” .....Ucap Kapten Galih sambil menenangkan Putri Ririn....
Kemudian malam hari tiba, Letnan 1 Andrian bersama pasukan lain mengambil suplai yang akan diterjunkan termasuk perlengkapan dan peralatan…….
“Letnan, mereka harusnya sudah menerjunkan di sekitar sini……..” ....Ucap Sersan 1 Sultan....
“Aku juga akan mendengarnya jika mereka menjatuhkannya dari ketinggian 3.000 kaki……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Apa sudah diterjunkan ?......” ....Ucap Sersan 1 Sultan....
__ADS_1
“Berikan radionya……” ....Ucap Letnan 1 Andrian sambil mengambil radio dari Sersan 1 Sultan....
Lalu Letnan 1 Andrian menghubungi pilot pesawat melalui radio untuk mengetahui lokasinya…..
“Hawk 1,Our location mark by laser…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Pegasus 2, Roger…..ETA 2 minute……We drop the package near you…..Watch above you…….” ....Ucap Pilot pesawat....
“Hawk 1, Roger and out…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
Setelah itu, pilot pesawat dan krunya menjatuhkan suplai yang dipesan oleh Kapten Galih dan diterima oleh Letnan 1 Andrian…..
“Pegasus 2, kami sudah mengatarkan paket kalian lalu panggil kami jika ada keperluan yang lain……”....Ucap Pilot pesawat....
“Hawk 1, Kami menerima paketnya…..Terima kasih…….”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Berhati-hati Letnan dan semoga beruntung……..”....Ucap Pilot pesawat....
“Roger, copy dan Out…..”....Ucap Letnan 1 Andrian....
Lalu Letnan 1 Andrian mengumpulkan pasukannya dan membuat rencana lagi…….
“Baik, kita tidak bisa membawa semua perlengkapan hari ini jadi kita akan membawaperlengkapan khusus untuk kediaman Duta Besar Rachel dan suplai untuk kita seperti MRE, amunisi, dan medis sisanya kita tinggalkan disini dan kita akan kamuflasekan dengan hutan yang ada di sekitar sini………” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Kenapa kita meninggalkan beberapa perlengkapan ?.......” ....Ucap Letnan Pengintai ke-4.....
“Kita tidak meninggalkannya tapi menyembunyikan untuk diambil besok malamnya lagi karenatidak mungkin kita membawa semua ini terlebih kita hanya punya waktu 3 jam untuk membereskan ini sebelum matahari muncul dan melihat kita tapi kita akan tetap membawa kendaraan untuk masuk kedalam sana……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Apa ada pertanyaan lain ?......” ....Letnan 2 Irhamna....
“No, sir…..” ....Ucap oleh yang lain....
“Ayo, kita kerjakan…….”....Ucap Letnan 1 Andrian....
Kemudian di pagi harinya, Letnan 1 Andrian memanggil Kapten Galih melalui radio…….
“Kapten, kami akan mengatarkan paketnya kepadamu…...” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Jangan ,langsung bawa dan segera pasang di kediaman Duta Besar bawa pasukan kita dan pengintai ke-4 utnuk membantu sisanya seperti biasa kecuali Sersan Mayor Wica yang kita tugaskan untuk mencari informasi dan kirim Sersan Sultan kesini dengan kendaraaan kita……” ....Ucap Kapten Galih....
“Sir, yes sir…” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
Setelah itu, Letnan 1 Andrian mengatur ulang kekuatan pasukan dan langsung berangkat menuju kediaman Duta Besar yang ada di kekaisaran sedangkan di tempat lain…….
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Bagaimana dengan rencana Kapten Galih bersama pasukan yang lain ?
__ADS_1
Tunggu..........Episode 115 ?????????.............