Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 16 Lembaran Baru & Valkyrie


__ADS_3

Setelah itu, Sersan 1 Wica melihat kondisi Letnan Galih sedangkan yang lain membantu sebagian ksatria....


Sersan 1 Wica : “Pak, ini harus segera dijahit....”


Letnan 1 Galih : “Bagaimana ksatria yang terluka ?....”


Sersan 1 Wica : “Stabil dan kenapa anda juga nekat sekali ?.....”


Kemudian Ksatria Ririn datang dan mendengar pembicaraan Sersan Wica dan Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Aku nekat karena dia mirip Rianai....”


Sersan 1 Wica : “Apa anda menyukainya ?....”


Letnan 1 Galih : “Benar. Aku menyukainya....Ahhhh....Tidak tapi aku mencintainya....”


Ksatria Ririn : “Maaf, Galih. Apakah luka anda sudah lebih baik ?....”


Letnan 1 Galih : “Ya....Tentu....Ada apa ?....”


Ksatria Ririn : “Saya ingin membahas perjalanan kita bersama dengan pasukan saya....” ....Datang tiba-tiba sambil malu....


Letnan 1 Galih : “Seluruh anggota pasukan berkumpul segera di Unit 1 dan angkut yang terluka di Unit 1...” .....Lewat radio.....


Seluruh anggota pasukan : “Baik.....” ....Membalas lewat radio....


Ksatria Ririn : “Perkenalkan semua, nama saya Ririn dan ini Boses lalu itu Avi....”


Seluruh anggota pasukan : “Salam kenal.....”


Letnan 1 Galih : “Kita akan mengikuti mereka karena mempunyai tujuan yang sama setelah sampai disana kita akan menemui bangsawan....”


Letnan 2 Andrian : “Tapi lengan anda terluka.....” ....Melihat kondisi Letnan...


.


Letnan 1 Galih : “Tidak apa-apa....” ....Kesakitan....


Ksatria Ririn : “Disana, saya berjanji yang akan merawat anda....” ....Melihat tangan Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Kami harus segera bertemu dengan bangsawan karena dia yang lebih kami utamakan....”


Ksatria Ririn : “Baiklah kalau begitu....Saya beserta pasukan saya yang akan memandu anda sampai di Kota Venezia dengan cepat....”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih....”


Kemudian bersama-sama Letnan Galih pergi ke Kota Venezia bersama dengan ksatria mawar biru.....Saat sesampainya disana, warga kota kaget dengan hadirnya pasukan Letnan 1 Galih....


Kopral 1 Sultan : “Sepertinya, mereka terkejut dengan kehadiran kita. Bukan begitu, Letnan ?....”


Kopral 1 Sultan : “Letnan.....Letnan ?....Sialan” ....Melihat Letnan yang kehabisan darah....


Kopral 1 Sultan : “GSR55 down......Lt down....Need medical now !!!!....”....Lewat radio....


Sersan 1 Wica berlari ke Unit 1.......


Sersan 1 Wica : “Ada apa dengan Letnan ?” ....Mengecek kondisi Letnan....


Kopral 1 Sultan : “Tiba-tiba pingsan 5-10 menit lalu.”


Sersan 1 Wica : “Kita harus menstabilkan dulu....”


Kopral 1 Sultan : “Serka Irhamna....Tolong ambilkan tandu....”

__ADS_1


Serka Irhamna : “Baik.....”


Ksatria Ririn : “Apa yang terjadi ?....”


Sersan 1 Wica : “Kita harus memindahkannya dari sini dan fokus untuk menutup lukanya....”


Penyihir Nana : “Aku sudah kehabisan sihir....”


Elf Lulala : “Begitu juga dengan aku...”


Ksatria Ririn : “Pindahkan saja ke kamarku.....”


Sersan 1 Wica : “Baik....Letnan Andrian ambil alih komando !!!....” ....Lewat radio....


Letnan 2 Andrian : “Yes, ma’am...” ....Membalas radio....


Setelah itu, Letnan Galih ditandu oleh Kopral Sultan dan Serka Irhamna menuju kamar Ririn dan dibaringkan disana.....


Sersan 1 Wica : “Kalian semua keluar dari ruangan ini, kecuali Ririn....”


Semua orang yang ada diruangan : “Baik....”


Sersan 1 Wica : “Letnan, apa anda mendengarku ?.....”


Letnan 1 Galih : “Jangan pergi dariku lagi.....” ....Menjawab dengan pelan dan memegang tangan Ririn....(Halusinasi).....


Sersan 1 Wica : “Kamu harus jadi membagi darahmu dengannya kalau tidak, Galih diambang kematian...”


Ksatria Ririn : “Baik...”


Kemudian Sersan Wica mengambil darah Ksatria Ririn dan Sersan Wica menjahit luka Letnan Galih. Sementara itu Letnan Andrian mengambil alih komando......


Kopral 1 Wahyu : “Apa Letnan akan selamat ?.....”


Letnan 2 Andrian : “Hentikan kalian berdua......Berpikir yang positif bahwa tujuan kita disini adalah mempertahankan kota & melindungi VIP....”


Seluruh anggota pasukan : “Baik...Pak...”


Letnan 2 Andrian : “Disini ada 4 Gerbang.....Serka Irhamna dan Prajurit Yuda amankan Gerbang Barat, Sersan Hikmal dan Kopral Rivandi amankan Gerbang Timur, Sersan Ken dan Kopral Gusti amankan Gerbang Selatan dan sisanya disini mengamankan kendaraan & VIP lalu bergantian jaga....”


Kopral 1 Sultan : “Bagaimana dengan Gerbang Utara ?.....”


Letnan 2 Adrian : “Gerbang Utara tidak perlu dijaga karena punya jurang yang dalam dan dibawahnya ada sungai deras...Lanjutkan tugas kalian.....” ....Melihat ke arah pasukan....


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir....”


Kembali ke Sersan Wica dan Ksatria Ririn yang sedang merawat Letnan Galih....


Sersan 1 Wica : “Huft......Untuk sekarang kondisinya stabil......”


Ksatria Ririn : “Maaf kalau saya boleh bertanya...”


Sersan 1 Wica : “Ingin bertanya tentang apa ?.....”


Ksatria Ririn : “Siapa yang dimaksud dengan dia ?.....Maaf, saya tidak sengaja mendengarkan pembicaraan anda....”


Sersan 1 Wica : “Yang dimaksud Letnan adalah Letnan dulunya mempunyai kekasih tapi dia sudah tewas akibat perang lalu Letnan Galih yang berada di garis depan kemudian mundur ke barisan belakang, Letnan belum sempat mengucapkan “Selamat Tinggal” padanya....”


Ksatria Ririn : “Apakah itu yang membuat Galih senekat itu ?” ....Sambil memegang tangan kanan Letnan....


Sersan 1 Wica : “Benar, selama ini bagi Galih harus menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin ia bisa tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.....” ....Menjahit bagian terakhir....


Ksatria Ririn : “Sikapnya menjadi seperti ini sejak kehilangan dia ?......”

__ADS_1


Sersan 1 Wica : “Itu adalah rahasia Galih dan biarkan Galih sendiri yang menceritakan kepadamu tentang hatinya....” ....Memperban tangan sebelah kiri yang terluka.....


Sementara itu Letnan Andrian memanggil Mayor Vipta lewat radio.....


Letnan 2 Andrian : “Cormorant 2....Cormorant 2 to wolfden....Over.....”


Mayor Vipta : “Wolfden.....Cormorant 2 go head....Over.....” ....Membalas radio.....


Letnan 2 Andrian : “Mayor, aku ingin laporan......Ganti......”


Mayor Vipta : “Tumben sekali.....Dimana Letnan Galih ?..Ganti...”


Letnan 2 Andrian : “Dia pengalami pendarahan hebat di lengannya akibat serangan serigala sambil kita melindungi ksatria mawar biru....Ganti.....”


Mayor Vipta : “Apaaa !!!!!.....Bagaimana keadannya ?!!!....Ganti.....”


Letnan 2 Andrian : “Keadaannya saat ini masih belum diketahui.....Ganti....”


Mayor Vipta : “Perlu kukirim medicvac (Heli medis)....?....Ganti....”


Letnan 2 Andrian : “Kurasa tidak perlu dan kita masih tidak tahu keberadaan musuh diluar sana....Ganti....”


Mayor Vipta : “Baik, bila kalian membutuhkan bantuan, kalian tinggal bilang saja kepadaku. Tentang hal ini tidak akan kulaporkan pada Jenderal karena secara langsung akan mengirimkan pasukan secara besar-besaran.....Ganti dan keluar...."


Letnan 2 Andrian : “Terima kasih, Mayor.....Ganti dan keluar....” ....Menutup radio....


Sedangkan Letnan Galih yang masih pingsan sedang bermimpi Rianai......


Rianai : “Darling....Darling....Bangunlah.....”


Letnan 1 Galih : “Dimana aku ?.....Apa aku sudah mati ?....” ....Sambil membuka matanya......


Rianai : “Kamu sedang berada di duniaku dan kamu belum mati....”


Letnan 1 Galih : “Kenapa aku belum mati ?.....” ....Sambi berdiri.....


Rianai : “Darling, masa depan dan takdirmu masih berlanjut. Jika kamu mati sekarang akan banyak orang yang bersedih terutama gadis-gadis yang telah kamu selamatkan....”


Letnan 1 Galih : “Apa maksudmu tentang “Mencari Kunci Kebahagiaan” ?....”


Rianai : “Darling, kamu akan segera mengetahuinya dan kuharap kamu membuka lembaran baru dan kunci kebahagiaanmu di dunia sana....”


Letnan 1 Galih : “Apakah dia orangnya ?” ....Melihat visi yang dilihat Rianai....


Rianai : “Waktuku sudah habis.....Kamu akan segera tahu ketika pada saatnya....” ....Melihat Galih....


Letnan 1 Galih : “Kapan ?!!!!.....” ....Menatap Rianai....


Rianai : “Pada waktu yang tepat dan jangan lupa untuk mengunjungiku...”


Letnan 1 Galih : “Tentu saja.....” ....Perlahan memudar.....


Setelah itu, keesokkan harinya Letnan Galih terbangun dari tidurnya dan melihat Ririn yang tidur di bangku sebelah tempat tidur Letnan dan memegang tangan kanan Letnan Galih......"Aku mengerti, Terima Kasih Nai....."


Letnan 1 Galih : "Terima kasih, Rin. Sekarang adalah giliranku...."....Sambil mengelus rambutnya...


Bagaimana tentang Lembaran Baru yang akan dibuka oleh Letnan Galih ?


Apakah Kunci Kebahagiaan dari Letnan Galih ?


Apa tantangan selanjutnya yang akan terjadi oleh Letnan Galih ?


Tunggu.......Episode 17 Operasi Valkyrie......

__ADS_1


__ADS_2