
Masih kembali dalam pembicaraan yang berlanjut.....
Letnan 1 Andrian : “Apa mereka ada disana bersama kami ?......” ....Sambil menyetir....
Asisten Dimas : “Ya, disaat kalian dikejar oleh musuh di kota dan yang melindungi kalian dari balik layar adalah kami. Entah Kapten Galih merasakannya atau tidak karena dia adalah orang yang benar-benar waspada......”
Duta Besar Rachel : “Memangnya kenapa jika dia mengetahuinya ?.....”
Asisten Dimas : “Kami bisa benar-benar lenyap langsung dan lagi itu adalah perintah sekaligus permintaan Kapten Galih untuk tidak ikut campur dalam urusannya sendiri ada alasan kenapa dia tidak masuk daftar kami jadi dia disebut Komandan Zero julukan “Black Lone Wolf” karena segi tempur dan pengalamannya sudah diluar nalar manusia bahkan dia tahu apa rencana musuh dan memprediksikan apa yang akan terjadi selanjutnya dan tindakan apa yang harus diambil.........”
Letnan 1 Andrian : “Membaca hingga 2 sampai 3 langkah kedepan seperti bukan hal yang mustahil bagi Kapten Galih.......”
Duta Besar Rachel : “Begitu, jadi apa rencana selanjutnya ?.......”
Asisten Dimas : “Saya akan tetap disamping Duta Besar Rachel walaupun saya adalah Komadan Divisi sekalipun tapi sebagai Asisten juga Ajudan anda, saya harus membantu anda......”
Duta Besar Rachel : “Aku mengerti........”
Letnan 1 Andrian : “Bagaimana dengan komandan divisi lainnya ?.......”
Asisten Dimas : “Aku hampir lupa, aku yang pertama. Selanjutnya adalah Komandan Divisi 2 Crux julukan “Nona Peluru Tajam”, Komandan Divisi 3 Dion julukan”Jack The Ripper”, Komandan Divisi 4 Atania julukan “Silver Sword”, Komandan Divisi 5 Jilda julukan “The Doctor”, Komandan Divisi 6 Bimo “Danger Fatman”, Komandan Divisi 7 Raffi julukan “Harimau Hitam”, Komandan Divisi 8 Mitchel julukan “Cakar Naga Besi”, Komandan Divisi 9 Ralph julukan “Naga Langit”, Komandan Divisi 10 Shadow julukan “Night Raven”. Mereka semua adalah orang yang berbahaya dan kekuatannya sama seperti Kapten Galih bahkan bisa setara atau lebih.......”
Letnan 1 Andrian : “Wah......Semuanya berbahaya.....”
Asisten Dimas : “Apa rencana kita selanjutnya, Nona Rachel ?.......”
Duta Besar Rachel : “Sejujurnya aku sendiri belum memikirkan sampai sejauh itu tapi aku yakin kekaisaran sendiri juga sudah menyiapkan sesuatu tentang syarat-syarat perjanjian nanti makanya aku juga sudah menyiapkan daftar barang untuk dibawa kesini nanti aku menyerahkannya pada Mayor Vipta yang kita takutkan adalah bagaimana jika kita benar-benar berperang........”
Letnan 1 Andrian : “Saya rasa itu akan tetap terjadi karena melihat dari sifat putra mahkota pertama sendiri dan teman-temannya tidak ada celah bagi kita untuk bernegoisasi dengan mereka.......”
Duta Besar Rachel : “Itu benar yang ada dia malah menawan kami semua.....”
Asisten Dimas : “Pasti Kapten Galih tahu apa yang harus dilakukan mengenai masalah yang akan terjadi selanjutnya......” ....Sambil memasang kembali alat pengubah suara....
Duta Besar Rachel : “Aku harap juga begitu.......”
Letnan 1 Andrian : “Kita sudah sampai......” ....Menyetir sampai di depan barak VIP....
Asisten Dimas : “Terima kasih sudah mengantar kami.....” ....Sambil turun dari mobil....
Duta Besar Rachel : “Terima kasih, Letnan Andrian......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Sama-sama Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas....” ....Sambil melihat Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas turun dari mobil....
Setelah itu, Letnan 1 Andrian pergi dari ruang VIP bagi mereka berdua....
Duta Besar Rachel : “Ayo......Dimas, kita ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan......” ....Melihat Asisten Dimas....
__ADS_1
Asisten Dimas : “Benar, Nona Rachel ada banyak tugas yang harus diselesaikan mengenai syarat-syarat perjanjiannya.....”
Duta Besar Rachel : “Sangat banyak.....Kira-kira kapan hal ini berakhir ?.......”
Asisten Dimas : “Hanya iblis yang tahu begitulah kata Kapten Galih......”
Keesokan harinya, Ksatria Boses datang bersama beberapa ksatria khusus lainnya dan terjadi keributan di gerbang markas.......
Ksatria Boses : “Dimana aku bisa bertemu dengan seseorang yang pangkat tinggi ?.....” ....Menorobos masuk gerbang utama....
Prajurit Penjaga : “Tunggu sebentar.......Turun dari kudamu dulu, baru kita berbicara......” ....Melihat Ksatria Boses....
Ksatria Boses : “Aku ini pembawa pesan dari kekaisaran !!!!........”
Prajurit Penjaga 2 : “Turun dulu dari kudamu !!!.....”....Melihat Ksatria Boses....
Mayor Vipta : “Ada apa ribut-ribut di pagi hari begini ???!!!!......” ....Sambil berjalan dan melihat keributan di gerbang utama....
Prajurit Penjaga 3 : “Katanya dia adalah utusan dari kekaisaran, pak......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Jadi dia mengirim salah satu ksatria khususnya, ya......” ....Berbicara dalam hati....
Ksatria Boses : “Dimana aku bisa menemukannya ?......”
Mayor Vipta : “Aku yang mulai mengambil alih dari sini, kalian bisa pergi kembali ke pos kalian.....” ....Melihat prajurit jaga....
Prajurit Penjaga : “Baik, pak......”
Ksatria Boses : “Saya masih ingat anda saat bertemu dengan pemimpin tertinggi disini.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Ya......Kira-kira begitu.....”
Ksatria Boses : “Saya ingin memberikan surat ini lalu surat yang ini untuk Kapten Galih......”
Mayor Vipta : “Baiklah, aku sebagai perwakilan menerima kedua suratnya......”
Ksatria Boses : “Kalau begitu kami akan kembali.......”
Mayor Vipta : “Tunggu sebentar.......Kalian baru saja sampai sebagai tamu disini, kalian berhak mendapat pelayanan dari kami jika tidak itu tidak sopan sebagai tuan rumah bila tidak memberikan pelayanan......” ....Menahan semua kuda utusan....
Ksatria Boses : “Bahkan untuk seorang utusan mendapatkan pelayanan ?......”
Mayor Vipta : “Ya, memang seperti itu disini sebut saja sudah menjadi kewajiban dan kalian juga boleh untuk tinggal sementara waktu disini sebagai perwakilan kekaisaran sementara waktu.....”
Ksatria Boses : “Saya baru tahu tentang hal itu....” ....Sambil turun dari kuda....
Mayor Vipta : “Ajudan, cepat panggilkan Letnan 1 Andrian dan pasukannya untuk datang segera ke gerbang utama secepatnya sekalian panggilkan Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas ke ruangan Jenderal Isekawa setelah itu jemput aku lagi disini ke ruangan Jenderal......”
__ADS_1
Ajudan Mayor Vipta : “Baik, pak.....” ....Meninggalkan Mayor Vipta di gerbang utama....
Sementara itu di barak Letnan 1 Andrian dan pasukannya.....
Ajudan Mayor Vipta : “Letnan Andrian.....Letnan !!!!!....” ....Mengetuk barak perwira Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Ada apa ?.....” ....Melihat Ajudan Mayor Vipta....
Ajudan Mayor Vipta : “Anda diminta Mayor Vipta bersama pasukan untuk segera datang ke gerbang utama untuk menemui utusan kekaisaran sekarang.....”
Letnan 1 Andrian : “Yang benar saja.......” ....Langsung menekan tombol alarm barak pasukan....
Ajudan Mayor Vipta : “Kalau begitu saya permisi dulu......”
Letnan 1 Andrian : “Baiklah. Aku juga akan bersiap dan menemui kalian dalam 3 menit.....”
Setelah itu alarm barak pasukan berbunyi kencang saat pagi hari......
Letnan 2 Irhamna : “Bersiap !!!!......Persiapkan perlengkapan dan senjata kalian !!!!!....”
Sersan 1 Sultan : “Ada apa ????!!!!!......”
Sersan Kepala Hikmal : “Apa kita sedang diserang mungkin ???!!!!!......”
Letnan 2 Irhamna : “Entahlah......Siapkan kendaraan dan kita jemput Letnan Andrian.....”
Sersan Mayor Wica : “Apa yang terjadi ?......” ....Sambil berlari ke barak laki-laki bersama Prajurit 1 Charen dengan persenjataan lengkap....
Sersan 1 Sultan : “Kami tidak tahu.....”
Letnan 2 Irhamna : “Sudahlah.......Cepat !!!.......Cepat !!!!.....”
Tidak lama kemudian, pasukan Kapten Galih dan Letnan 1 Andrian bertemu dengan Mayor Vipta di gerbang utama.....
Letnan 1 Andrian : “Ada apa Mayor Vipta ?.....” ....Sambil turun dari mobil bersama pasukan Kapten Galih dan bersamaan datangnya dengan mobil jemputan Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Mereka adalah perwakilan utusan dari kekaisaran jadi aku ingin minta tolong padamu untuk mengurus mereka selama disini dan sekalian ajak saja ke kota........” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Baiklah, kurasa tugas kami akan bertambah.......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Kuserahkan pada kalian semua !!!!......” .....Sambil naik mobil jemputan ajudannya dan pergi ke kantor Jenderal.....
Letnan 1 Andrian : “Dasar, seenaknya saja sama seperti Kapten Galih........” ....Berbicara dalam hati....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Bagaimana kondisi Kapten Galih ?
__ADS_1
Bagaimana rencana perdamaiannya ?
Tunggu......Episode 79 ???????????????