Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 107 Operasi Pegasus


__ADS_3

Kemudian Mayor Vipta bertemu dengan Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel termasuk dengan Asisten Dimas yang sedang makan malam bersama dengan beberapa petinggi dari pasukan dengan warga lokal……


“Jenderal, kita punya masalah……” ….Ucap Mayor Vipta kepada Jenderal Isekawa dengan berbisik….


“Masalah apa ?......” ….Ucap Jenderal Isekawa yang sedang duduk makan malam….


“Salah satu utusan yang membawa surat telah kembali tapi saat ini kondisi agak sedikit mengkhawatirkan karena sedang dirawat intensif oleh pasukan Kapten Galih…..” ….Ucap Mayor Vipta yang berdiri dibelakang Jenderal….


“Dari pihak kita ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Tidak ada sama sekali hanya dari perjalanan yang dia tempuh kami rasa dia tidak beristirahat sama sekali dalam mengantarkan surat penting ini…..” ….Ucap Mayor Vipta….


“Apakah suratnya masih aman ?....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Ada pada saya, Jenderal…..”….Ucap Mayor Vipta….


“Kita bicarakan di ruanganku sekalian panggilkan Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas tanpa diketahui yang lain, kalau begitu aku duluan……”….Ucap Jenderal Isekawa sambil pergi dari meja makannya….


“Baik, pak……” ….Ucap Mayor Vipta….


Setelah itu, Mayor Vipta menuju meja makan Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas berbisik kepada mereka beruda lalu menuju kantor Jenderal Isekawa......


“Ada masalah apa yang sedang terjadi ?......” ….Ucap Duta Besar Rachel sambil duduk bersama dengan Asisten Dimas….


“Beberapa jam yang lalu Kapten Galih menerima salah satu utusan yang membawa pesan dari Kekaisaran yang sekarang ini masih dirawat secara intensif oleh pasukan Kapten Galih dan sekarang ini kondisi mulai membaik tapi untuk berjaga-jaga kami tidak bilang kepada petinggi yang lain…..” ….Ucap Mayor Vipta sambil berdiri di hadapan 3 orang itu….


“Bagimana dengan pesannya ?.....” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Ada disini….”….Ucap Mayor Vipta….


“Bacakan Mayor Vipta….” ….Ucap Mayor Vipta….


“Baik, pak…… Isinya adalah “Kepada Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel setelah pertemuan terakhir bersama kalian, saya telah mempersiapkan rencana negoisasi dan perdamaian untuk kekaisaran yang baru lalu untuk bertukar tahanan perang berdasarkan informasi dari Komandan Galih. Kami tidak dapat menemukan tahanan perang di wilayah kami tapi kami mendapatkan informasi bahwa banyak tahanan dari kalian ada di wilayah pangeran pertama dengan jumlah lebih dari 2.000 orang dan kami belum dapat mengetahui nama-nama tahanan tersebut, kami sendiri tidak tidak bisa bergerak semudah itu akan tetapi kami sudah menempatkan beberapa anggota kami disana secepatnya kami ingin kalian segera datang untuk membantu kami dan kami berharap bisa menyerahkan tahanan kami sebagai kerja sama dari pihak kami dan pihak kalian………Kami juga telah memenuhi permintaan kalian untuk sisanya kami serahkan kepada kalian, maafkan saya karena hanya bisa membantu sampai saat ini dan keadaan di Kekaisaran saat ini sangat mengerikan dan ada dampaknya dengan 2 faksi yang berbeda pendapat yaitu Pro-perang dan Pro-kedamaian tapi saya sudah mengumpulkan beberapa bangsawan yang punya suara kuat untuk mendukung kita……Hanya ini yang bisa saya sampaikan sejauh ini detailnya akan saya jelaskan ketika kita bertemu nanti…….Salam Putri Kekaisaran III Ririn van Dragnea……..” Seperti itu isinya…….”….Ucap Mayor Vipta….


“Bagaimana menurut kalian ?......” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Karena dia sudah bergerak sejauh ini, kita akan mengantarkan tawanan saat perjalanan kedua atau ketiga tapi mereka akan diturunkan di kota Venesia dulu baru ke Ibukota Kekaisaran…..” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Aku setuju…….Untuk menghindari resiko bahwa rencana ini akan ketahuan oleh pihak Pro-perang dan pangeran pertama……” ….Ucap Mayor Vipta….


“Sepertinya aku juga merasakan kudeta akan segera terjadi……” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Kita tidak punya pilihan lagi selain menerima tawaran itu dan membebaskan yang dikudeta….” ….Ucap Duta Besar Rachel….

__ADS_1


“Saya sendiri harus melihat langsung orang seperti apa yang kita hadapi……” ….Ucap Asisten Dimas….


“Benar…..Dia juga sudah bilang bahwa pergerakannya saat ini sedang diawasi oleh seseorang kemungkinan besar itu orang-orang dari Pro-perang dan pangeran pertama……” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Kapan pasukan akan siap, Mayor ???......” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Gugus tugas pasukan yang akan diterjunkan bersama Kapten Galih telah siap……”….Ucap Mayor Vipta….


“2 hari lagi berangkatkan mereka…..”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Sebenarnya ada permintaan dari Kapten Galih untuk memberangkatkan pasukan kurang dari 36 jam lagi dan sekarang tersisa kurang dari 32 jam lagi….”….Ucap Mayor Vipta….


“Apa ada alasannya ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Katanya dia ingin melihat lokasi pengamanan dan beberapa lokasi untuk diadakan pertemuan dan dia tidak akan pulang sampai pengamanan selesai…….”….Ucap Mayor Vipta….


“Baiklah aku menyetujuinya dan kumpulkan semuanya di landasan besok jam 8 pagi lalu bawa Penyihir Nana, Elf Lulala, dan Dewi Rara termasuk semua Perwakilan Utusan Kekaisaran semakin cepat kita bergerak semakin cepat kita mengubah arah situasi ini…..”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Tapi dia juga menginginkan sesuatu tentang mengaktifkan kembali Satuan “Wolf Brigade” untuk misi selanjutnya…..”….Ucap Mayor Vipta….


“Bukankah dia yang menutup satuan itu sejak perang berakhir, kenapa sekarang minta diaktifkan lagi ?....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Saya juga tidak tahu mungkin ada alasan tersendiri……”….Ucap Mayor Vipta….


“Hmmm…..Aku akan memikirkan jawabannya sementara itu dulu yang kita kerjakan besok dan samakan laporan informasi yang ada di surat itu kepada tim lapangan lalu konfirmasi ulang agar tidak ada yang terlewat satupun……”….Ucap Jenderal Isekawa….


Setelah itu Mayor Vipta meninggalkan Jenderal Isekawa bersama Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas……


“Aku penasaran dengan satuan “Wolf Brigade” seperti apa ?......” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Wolf Brigade adalah satuan pemburu yang mengincar orang-orang penting di kedudukannya bahkan hampir tidak bisa disentuh oleh orang-orang pemerintah dan militer dengan satuan ini tidak ada yang bisa lolos karena tugas mereka adalah membunuh langsung di tempat tanpa perintah secara langsung maupun tidak langsung terkadang targetnya bukan hanya orang penting tapi seperti panglima perang maupun mafia pengedar obat-obatan terlarang bahkan di beberapa tugasnya sudah harus menjalankan tugas sabotase secara individu itulah yang membuat satuan ini dihilangkan keberadaanya di mata dunia maupun pasukan khusus elit manapun dan mereka hanya bekerja kepada 1 orang yang mereka anggap layak sebagai seorang idealis pemimpin………..”….Ucap Jenderal Isekawa sambil berdiri dan melihat jendela kantor ruangannya….


“Biar kutebak dan itu Kapten Galih…..” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Kau benar…..”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Tapi kenapa sampai ditutup ?....” ….Ucap Asisten Dimas….


“Setelah perang itu, kami pikir dunia sudah kembali menjadi tenang dan kami menutup semuanya lalu menghapuskan bukti-bukti segala macam operasi yang ada bahkan orang-orang pemerintah yang ada saat ini bahkan mereka masih ada hanya sedang sembunyi………”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Kenapa harus minta persetujuan dulu ke anda ?......” ….Ucap Asisten Dimas….


“Wolf Brigade dulu didirikan oleh 10 orang dengan visi & misi yang sama dari orang-orang militer dunia tapi 9 dari 10 orang tersebut sudah meninggal dalam perang dan usia yang tersisa hanya tinggal aku dan kepala operasinya adalah Kapten Galih bila digabungan meraka hanya tim kecil ditambah dengan kedudukan dan kekuasaan yang kami punya menjadi tidak terkalahkan bahkan lawannya presiden sekalipun……….”….Ucap Jenderal Isekawa….

__ADS_1


“Jadi begitu rupanya…….” ….Ucap Asisten Dimas….


“Jika dia ingin mengaktifkan kembali satuan itu artinya perang seperti waktu itu akan segera terjadi cepat atau lambat entah berapa banyak korban jiwanya yang jelas cara mereka bertempur lebih gila yang dibanyangkan pasukan khusus terbaik dari yang terbaik bahkan bisa membuat mental di pasukan ini langsung ingin pulang ke rumah.…..” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Bagimana dengan jawabanmu ?.......” ….Ucap Duta Besar Rachel….


“Jujur, aku sendiri masih memerlukan waktu untuk menjawab pertanyaan itu……..”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Tidak perlu terburu-buru menjawabnya……”….Ucap Duta Besar Rachel….


“Aku rasa telepon di kantor ini mulai berdering dari Presiden dan Menteri Pertahanan…….”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Kita berdua yang akan bertanggung jawab nanti………”….Ucap Duta Besar Rachel….


“Apanya yang liburan di dunia ini ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Nikmati saja, Jenderal…..”….Ucap Asisten Dimas….


“Kalau begitu, kami juga akan bersiap dulu…….”….Ucap Duta Besar Rachel sambil meninggalkan Jenderal sendiri….


“Baiklah…..” ….Ucap Jenderal Isekawa….


Kemudian besok harinya, Jenderal Isekawa bersama yang lain berkumpul di landasan untuk diberangkatkan menggunakan helikopter menuju ibukota Kekaisaran…..


“Tadi malam, kita menerima surat dari utusan kekaisaran yang mengundangkan kita secara rahasia untuk bernegosiasi tentang perdamaian yang akan datang dan sekali lagi mereka meminta bantuan kita dengan jawaban yang putus asa maka dari itu kita akan mengirimkan Satuan Tugas ini langsung menuju Ibukota Kekaisaran untuk memenangkan perang yang tidak ada habisnya demi rakyat yang ada disini dan untuk kita…….Semoga Tuhan selalu bersama kalian dan Semoga sukses…..Kembalilah ke sini dengan selamat…..Dengan ini aku menyatakan Operasi Pegasus Dimulai !!!!.......” ….Ucap Jenderal Isekawa dengan tegas dan memberi hormatnya….


“Hormat gerak !!!.......Tegak gerak !!!......” ….Ucap Kapten Galih dan memberi penghormatan….


“Pergilah kalian semua dan hati-hati dengan semua musuh yang ada….” ….Ucap pesan Jenderal Isekkawa….


“Balik kanan gerak !!!.......Semuanya masuk menuju helikopter !!!......” ….Ucap Kapten Galih….


“Kompi pertama……..Maju jalan !!!.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian….


“Kompi kedua…..Maju jalan !!!.....” ….Ucap Komandan Pengintai ke-4….


“Kompi ketiga…..Maju jalan !!!....” ….Ucap Komandan Artileri Ringan….


“Kompi keempat…..Maju jalan !!!.....” ….Ucap Komandan Medis….


Setelah itu hanya bunyi 5 Helikopter Chinnok dan 2 Helikopter Apache sebagai pengawal yang meninggalkan markas menuju Ibukota sementara di markas menjadi sepi seketika dan yang lainnya belum pernah ke ibukota sama sekali menjadi tegang selama perjalanan…..


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

__ADS_1


Bagaimana dengan Kapten Galih yang memimpin pasukannya ?


Tunggu.........Episode ??????.............


__ADS_2