
Kembali lagi kepada Kapten Galih dan Asisten Dimas yang datang menemui Raja Malto bersama yang lainnya di Kekaisaran…….
“Raja Kekaisaran, hamba datang melapor…….” ….Ucap Putri Ririn sambil berlutut dihadapan raja….
“Siapa mereka semua ?.......” ….Ucap Raja Malto yang duduk di kursi singgasananya….
“Mereka adalah tamu kehormatan dari Bukit Avatra termasuk Dewi Kematian Rara dan Penyihir Nana lalu ini adalah Komandan Galih, salah satu komadan pasukan yang ada di Bukit Avatra dan komandan pasukan yang sedang dibicarakan oleh orang – orang saat ini….Lalu ini adalah Perwakilan dari Bukit Avatra, Dimas sedangkan yang lainnya adalah pasukan Komandan Galih……” ….Ucap Putri Ririn sambil berdiri….
“Begitu rupanya…..Tapi dengan siapa saya bicara ?.....” ….Ucap Raja Malto….
“Saya rasa saya orangnya lalu Komandan Galih sendiri adalah penasihat kami……” ….Ucap Asisten Dimas….
“Aku rasa aku bisa menebak kedatangan kalian kesini.....Apa yang kalian inginkan setelah memenangkan perang ini ?....” ….Ucap Raja Malto….
“Anda benar. Kami ingin membuat Perjanjian Damai dengan anda dan membangun ulang kembali ekonomi akibat perang lalu akan kami kembalikan semua tawanan perang……” ….Ucap Asisten Dimas….
“Bukan penawaran yang buruk tapi ada syaratnya…….”….Ucap Raja Malto….
“Yang pertama kembalikan semua tahanan kami dan termasuk tahanan yang sudah tewas kepada kami lalu gencatan senjata secara besar - besaran lalu yang terakhir berikan kami Putra Mahkota Pertama Ele kepada kami…….”….Ucap Asisten Dimas….
“Aku menolaknya…..”….Ucap Raja Malto….
“Apa ?????.......” ….Ucap Putri Ririn yang terkejut mendengarnya….
“Maksud saya adalah saya akan menerima semuanya tapi saya tidak bisa memberikan putraku kepada kalian begitu saja……”….Ucap Raja Malto….
“Baiklah, untuk ini saya juga akan setuju…..”….Ucap Asisten Dimas….
“Baik, kita mulai membuat izin resmi sampai membuat Perjanjiannya disini secara langsung tanpa harus nanti dikirim ke Kota Venesia lagi…..”….Ucap Raja Malto….
“Kami akan menerimanya……”….Ucap Asisten Dimas….
“Kalau boleh saya bertanya, orang yang ada di belakang anda siapa ?.....” ….Ucap Raja Malto….
“Ohhh……Orang yang ada di belakang saya mungkin lebih baik bisa memperkenalkan dirinya sendiri…….”….Ucap Asisten Dimas….
“Tentu, silakan saja…..”….Ucap Raja Malto….
“Perkenalkan sekali lagi Raja Kekaisaran, saya adalah Komandan Galih sekaligus menjadi penasihat dan salah satu ahli taktik perang di pasukan ini lalu tunangan dari Putri Ririn yaitu anak ketiga kekaisaran…….” ….Ucap Kapten Galih….
“Begitu rupanya….Ehhh……..” ….Ucap Raja Malto….
“APA MAKSUDNYA ??????!!!!!!!.........” ….Ucap semua orang yang ada di dalam ruangan itu termasuk Raja sendiri yang terkejut mendengarnya…..
“Komandan kurasa itu terlalu…….” ….Ucap Putri Ririn….
“Tidak apa-apa kan…….Lagipula aku sudah berjanji untuk selalu ada untukmu……My Queen..…” ....Ucap Kapten Galih kepada Putri Ririn....
“Tapi tetap saja…..” ....Ucap Putri Ririn dengan tersipu malu....
“Ekhmmmm……Bukannya aku bermaksud waktu kalian berdua tapi bisa jelaskan hubungan kalian kepadaku……” ....Ucap Raja Malto kepada Kapten Galih....
“Kapten…….” ….Ucap Letnan 1 Andrian kepada Kapten Galih….
“Tidak apa-apa…..Aku yang akan bertanggung jawab penuh nanti……..” ....Ucap Kapten Galih kepada Letnan 1 Andrian....
“Bisa dijelaskan, Komandan Galih ???.........” ….Ucap Raja Malto….
“Sebenarnya saya dan putri anda sudah menjalin hubungan selama beberapa waktu belakangan ini dan saya mencintainya…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Ohhhhh……Tanpa meminta izinku jadi kau sudah……”….Ucap Raja Malto….
__ADS_1
“Jika yang anda maksud melakukan hal itu kami belum pernah tapi setidaknya sesuai dugaan saya, anda masuk dalam perangkap milik saya……” ....Ucap Kapten Galih....
“Apa maksudnya ?.......”….Ucap Raja Malto….
“Menurut saya pribadi, anda memang mencintai anak-anak anda tapi anak perempuan yang anda punya adalah tidak tergantikan dibandingkan anak - anak anda yang lain, bukan begitu ?......” ....Ucap Kapten Galih....
“Segera kosongkan ruangan !!!!.....”….Ucap Raja Malto….
“Tapi bagaimana dengan anda sendiri ?.....” ....Ucap penjaga raja....
“Aku tidak apa - apa lagipula mereka tidak akan menyerang aku karena ada kalian diluar sana……”….Ucap Raja Malto….
“Baiklah….Sesuai permintaan raja…….Segera kosongkan ruangan…….”....Ucap penjaga raja....
Setelah itu, tersisa rombongan Kapten Galih dan pihak dari Kekaisaran itu sendiri yang ada di dalam ruangan itu…….
“Maafkan aku, karena aku harus mengosongkan ruangan ini…….” ....Ucap Raja Malto....
“Tidak masalah…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Dia dengan santainya berbicara seperti itu di depan raja…….” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Suatu hari jika kau ada di posisi Kapten Galih aku berani jamin kau akan melakukan hal yang sama jika situasinya sudah terdesak sekalipun…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Kira – kira begitu…..” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Kalian berdua…..Kecilkan suara kalian……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Baik…..” ....Ucap Letnan Andrian dan Prajurit Charen....
“Apa masksud anda tentang putriku, Komandan Galih ?......” ....Ucap Raja Malto....
“Dari tadi saat berbicara dengan Perwakilan Dimas anda begitu kaku dan tidak bisa santai tentang Putra Mahkota Pertama padahal tujuan kami datang kesini untuk melihat anda bukan demi membahas atau membuat perjanjian dengan kami kecuali kalau memang anda bukan mencintai Putra pertama dan kedua tapi anda lebih mementingkan putri ketiga, bukan ?.......” ....Ucap Kapten Galih....
“Mudah saja sebenarnya anda ingin menunjuk Putri Ririn sebagai Putri Mahkota sebagai alih dari Putra Mahkota pertama tapi karena Putri Ririn belum siap untuk memimpin kekaisaran karena beban dan tanggung jawab yang berat dalam menjalakan Kekaisan ini…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Sepertinya rencana rahasia miliku terbongkar di depan putriku dan yang lebih parah dibuka oleh perwakilan dari negara lain…..”....Ucap Raja Malto....
“Apa maksudnya ayah ?......”….Ucap Putri Ririn….
“Apa anda punya penjelasan tentang ini ?.....”....Ucap Kapten Galih....
“Baiklah akan aku jelaskan memang benar aku akan mencopot Putra Mahkota Pertama sebagai penggantiku dan menunjuk Putri Ririn sebagai Putri Mahkota Kekaisaran karena Putra Pertamaku sudah gagal menjadi seorang pemimpin tapi tidak sebagai anakku…….”....Ucap Raja Malto....
“Jika perhitungan saya benar, harusnya anda memilih anak kedua anda daripada anak ketiga, kenapa ?.....”....Ucap Kapten Galih....
“Anak keduaku lebih memilih dijalan politik atau sebagai Perdana Menteri di Kekaisaran, hal itulah yang membuatku memilih anak ketigaku sebagai calon pemimpin baru di Kekaisaran……..”....Ucap Raja Malto....
“Apa anda puas dengan jawabannya, Putri Ririn ?......”....Ucap Kapten Galih kepada Putri Ririn....
“Jadi selama ini ?......”….Ucap Putri Ririn kepada ayahnya….
“Ya, aku ingin kamu untuk menggantikan Ele dan menjatuhkannya dari kursi tirani……”....Ucap Raja Malto kepada putrinya....
“Tapi……”….Ucap Putri Ririn sambil melihat Kapten Galih….
“Perasaanku dan ucapanku tadi tidak akan pernah berubah, Putri Ririn……Apapun keputusan anda, saya selalu ada di belakang anda.... ”....Ucap Kapten Galih kepada Putri Ririn....
“Baiklah……Kita urus masalah itu nanti sekarang ada yang lebih penting……”....Ucap Raja Malto....
“Maafkan saya, kalau saya lancang yang mulia……..”....Ucap Kapten Galih....
__ADS_1
“Tidak apa-apa anda ada benarnya memang aku ingin menjatuhkan anak pertamaku sendiri karena dia sudah menebarkan teror kemana – mana termasuk kepada kalian juga……”....Ucap Raja Malto....
“Anda sudah mempunyai niat dan tekad tapi anda membutuhkan orang luar seperti kami untuk menjatuhkannya……”....Ucap Kapten Galih....
“Ya itu benar tapi anggap saja begini, kedatangan kalian hari ini sebenarnya membuat aliansi denganku termasuk perjanjian damai tapi aku juga ingin kalian berpura – pura tidak suka mengenai hal ini……..”....Ucap Raja Malto....
“Kalau begitu, saya serahkan kembali kepada Perwakilan Dimas……”....Ucap Kapten Galih....
“Saya ???......Kalau begitu akan kami anggap bahwa anda setuju dengan membuat kesepakatan rahasia dengan kami tapi anda juga menolak Perjanjian damai dan Aliansi dari kami…….”....Ucap Asisten Dimas....
“Soal yang itu aku akan menyerahkan kepada Putri Ririn sedangkan aku sendiri akan tetap disini agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi yang lain…..”....Ucap Raja Malto....
“Kami akan menerimanya tapi ada masalah lain lagi……”....Ucap Asisten Dimas....
“Masalah tentang apa ?.....”....Ucap Raja Malto....
“Paling terburuk adalah jika anda ketahuan bekerja sama dengan kami anda akan di hukum mati dan yang minimalnya anda akan di kudeta oleh Putra Mahkota Pertama…….”....Ucap Asisten Dimas....
“Kalau untuk masalah itu aku sudah siap dari lama jika situasi itu terjadi aku ingin putriku yang mengambil alih tanggung jawabku di Kekaisaran……”....Ucap Raja Malto....
“Ayah……”….Ucap Putri Ririn….
“Tidak apa-apa, di sekitarmu banyak orang yang akan melindungimu……Kamu sebaiknya berterima kasih kepada mereka terutama kepada Komandan Galih”....Ucap Raja Malto....
“Kapan kita bisa bertemu dengan anda lagi ?.......”....Ucap Asisten Dimas....
“Bagimana kalau dalam 2 hari lagi lalu termasuk soal menjalankan rencana rahasia milikku ?.....”....Ucap Raja Malto....
“Sebagai komandan pasukan perwakilan, saya setuju untuk menjalankan rencana anda dalam 2 hari dan kalau bisa mengundang Putra Mahkota Pertama……”....Ucap Kapten Galih....
“Tentu……Terima kasih atas bantuan kalian semua…….” ....Ucap Raja Malto....
“Sudah tugas kami…..”....Ucap Kapten Galih....
“Baiklah, kalau begitu pertemuan ini sudah selesai !!!!!!......”....Ucap Raja Malto sambil berdiri dari kursinya....
“Baik sesuai kemauan anda !!!!!!......”....Ucap Kapten Galih....
“Kenapa mereka berdua sama – sama teriak ?......” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Karena kita tidak tahu apakah ada mata – mata disini yang sedang mendengar ucapan kita dari balik pintu itu terlebih ada putrinya disini untuk membuat itu senyata mungkin itu yang dimaksud mereka berdua…….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Begitu……..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
Kemudian Putri Ririn bersama Rombongan Perwakilan Kapten Galih kembali ke kediaman Putri Ririn diantar oleh Ksatria Boses dan Ksatria Khusus lainnya tapi saat sebelum diantar keluar ruangan, Kapten Galih dan Raja Malto berbicara sedikit sebelum Kapten Galih keluar untuk menyusul yang lain…..
“Apa kamu benar – benar mencintai anakku ?......” ....Ucap Raja Malto....
“Saya sangat mencintainya bahkan rela mati demi dirinya dan saya harap hal ini hanya kita berdua saja yang tahu…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Baiklah, rahasiamu aman bersamaku Komandan Galih dan tolong lindungi dia……” ....Ucap Raja Malto....
“Itu sudah menjadi tugas saya dan kita berdua sama – sama tahu kita memainkan permainan yang paling berbahaya yang orang lain belum mengerti…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Kalau begitu, Komandan Galih aku Raja Malto Raja Kekaisaran ke-14 memberikanmu izin untuk menikahi putriku…..” ....Ucap Raja Malto....
“Terima kasih banyak, saya akan menjaga putri anda sepanjang hidup saya karena ini adalah janji saya……..Janji lama seorang ksatria penyediri....” ....Ucap Kapten Galih dan meninggalkan ruang tahta kekaisaran....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ???
Bagaimana kelanjutan dari Kapten Galih ???
__ADS_1
Tunggu.......Episode 118 ???????????