Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 93 The Plot Twist


__ADS_3

Kembali kepada Asisten Dimas yang sedang berbicara dengan Kapten Galih......


Asisten Dimas : “Bagaimana anda jika tidak kembali ?........” .....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Kembali atau tidak tetap jalankan sesuai rencana yang telah dibuat sebelumnya agar tidak keluar jalur, aku membutuhkan pengawas yaitu kau sendiri adalah satu-satunya orang yang bisa mengendalikan rencana ini dan jika aku tidak kembali pun kau harus percaya dalam misi ini karena ini adalah perintah langsung dariku.......” .....Melihat Asisten Dimas dengan tatapan keyakinannya....


Asisten Dimas : “Anda berniat menjadikan diri anda sebagai umpan untuk memancing putra mahkota pertama agar keluar dari sarangnya........”


Kapten Galih : “Benar, aku ingin mengakhiri ini untuk sekarang dan selama-lamanya.....”


Asisten Dimas : “Bagaimana jika tidak berhasil ?.......”


Kapten Galih : “Aku percaya padamu dan jika kita gagal masih ada kalian yang akan menyerang penuh tanpa diperintah oleh siapapun kalian mengerti seperti apa prosedurnya. Aku sangat menjamin itu tapi aku lebih suka pada rencana pertama......” ....Sambil berdiri dan melihat jendela kantornya sendiri....


Asisten Dimas : “Aku mengerti......”


Kapten Galih : “Masih ada beberapa hal lainnya lagi. Ingat rencana ini tidak ada boleh ada kata gagal karena itu bukan pilihan lalu aku ingin memberikan ini.......” ....Memberikan bungkusannya....


Asisten Dimas : “Baik tapi apa ini ?.....”


Kapten Galih : “Buka saja......”


Asisten Dimas : “Ini sebuah pedang katana......Seorang ksatria samurai sejati akan diakui jika diberikan pedang ini terlebih jiwanya akan menyatu bersama pedangnya......” ....Membuka bungkusnya dan melihat isinya....


Kapten Galih : “Tidak perlu dilebih-lebihkan seperti itu, aku memberikannya untukmu dari Kota Venesia saat aku memakainya tapi aku sudah punya pedang katana milikku. Aku sudah minta kepada pandai besi dwarf disini untuk melebur dan mengubahnya agar sama sepertiku tapi hanya bisa duplikat katana milikku.....”


Asisten Dimas : “Terima kasih komandan, aku akan menjaganya......”


Kapten Galih : “Mulai saat kita ke ibukota Kekaisaran, bawa pedang itu selalu bersamamu dan jika ada yang bertanya bilang saja kau membawanya dari balik gerbang agar tidak dicurigai oleh siapapun......”


Asisten Dimas : “Saya berjanji akan selalu membawanya tapi pedang katana milik anda......”


Kapten Galih : “Aku yakin kalau ilmu bela dirinya sudah sepertimu atau setara denganku pasti bisa melihat aura iblis yang ada di pedang itu......”


Asisten Dimas : “Kabarnya jika pemilik pedang tidak diakui oleh pedangnya maka tangan si pengguna akan putus makanya harus si pengguna memiliki tingkat bela diri setingkat kaisar yang bisa mengendalikannya lalu mental juga harus 4 kali lebih kuat yaitu anda sendiri......”


Kapten Galih : “Aku adalah ksatria kegelapan itu.....Shiratori adalah nama pedang itu julukan lain adalah pedang katana iblis sang pelahap jiwa kematian.....”


Asisten Dimas : “Saya rasa saya akan dicari oleh Duta Besar jika tidak kembali sekarang karena pekerjaan kami masih sangat banyak dan menyimpan pedang katana ini di barak saya......”


Kapten Galih : “Baiklah. Hati-hati dijalan.....” .....Melihat Asisten Dimas pergi dari kantornya....


Kapten Galih : “Aku juga akan mengandalkanmu sekali lagi. Sang pelahap jiwa.......” ....Melihat kearah pedang yang dipajang....


Keesokan harinya di pagi-pagi buta.......


Mayor Vipta : “Bagaimana persiapannya ?....” ....Melihat Ksatria Boses yang menyiapkan perlengkapan....


Ksatria Boses : “Semua susah siap.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Kamu akan berangkat sendiri ?.....”


Ksatria Boses : “Saya tidak ingin merepotkan ksatria lainnya terlebih itu sudah tugas saya sebagai wakil komandan.....” ....Sambil naik keatas kuda....

__ADS_1


Mayor Vipta : “Baiklah......”


Ksatria Boses : “Maaf kalau merepotkan kalian tapi tolong jaga mereka....”


Mayor Vipta : “Tentu, serahkan saja pada kami.....”


Kapten Galih : “Kurasa hampir saja aku terlambat datang......” ....Melihat Mayor Vipta dan Ksatria Boses....


Mayor Vipta : “Hampir sedikit lagi bahkan nyaris saja......”


Kapten Galih : “Hati-hati saat perjalanan dan jangan berhenti apapun yang terjadi......”


Ksatria Boses : “Kalau begitu, saya berangkat dulu.......”


Mayor Vipta : “Selamat jalan......” ....Melihat Ksatria Boses pergi dari markas....


Kapten Galih : “Jadi apa agenda hari ini ?.....”


Mayor Vipta : “Banyak.....Dari yang mudah sampai sulit sedangkan kau sendiri......”


Kapten Galih : “Mencuci kendaraan, mengambil amunisi tambahan, menyusun laporan lagi, membersihkan dan memeriksa senjataku dan pasukan belum ditambah dengan mereka bertiga termasuk Ksatria Khusus......”


Mayor Vipta : “Sepertinya tidak ada perwira tinggi yang bisa diandalkan lagi dan tampaknya aku bisa mengandalkan satu orang.....”


Kapten Galih : “Ahhhhh.......Sangat melelahkan......”


Mayor Vipta : “Berbicara tentang hal itu, senjata yang kau pesan akan datang 1 minggu lagi.....” ....Sambil berjalan kaki....


Kapten Galih : “Bagus, aku juga ingin minta tambahan senjata lagi dan ini daftarnya.......” ....Sambil berjalan kaki dan memberikan daftarnya....


Kapten Galih : “Nanti aku akan beritahu rencananya, kau bisa bertanya kepada orang pertama nanti mungkin tidak dalam waktu dekat.....”


Mayor Vipta : “Kalau sebanyak ini setidaknya paling cepat juga 2-3 bulan.......”


Kapten Galih : “Baiklah, aku akan menunggu lagipula tidak membutuhkannya sekarang ini tapi untuk nanti sekalian diberi tanda oleh namaku........”


Mayor Vipta : “Tapi untuk apa ini ?.......” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Nanti aku jelaskan.......”


Mayor Vipta : “Dasar sialan, jelas-jelas Divisi Logistik akan mengamuk kalau melihat ini !!!!......”


Kapten Galih : “Aku tidak dengar itu dan aku mau tidur dulu lalu itu urusanmu !!!!!.....” ....Sambil lari meninggalkan Mayor Vipta sendiri....


Setelah itu, siang harinya Letnan 1 Andrian datang ke barak Kapten Galih......


Letnan 1 Andrian : “Kapten !!!!.......Kapten !!!!........” .....Sambil menggedor pintu Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Ada apa ???!!!.......” .....Melihat Letnan 1 Andrian yang sudah didepan pintu baraknya....


Letnan 1 Andrian : “Apa yang kita lakukan hari ini ?......”


Kapten Galih : “Ini, lakukan semua yang ada di daftar ini selama beberapa hari kedepan......” ....Memberikan daftarnya....

__ADS_1


Letnan 1 Andrian : “Baik, Kapten.........Hormat.....”


Kapten Galih : “Pergilah, selesaikan dengan baik......” ....Melihat Letnan 1 Andrian pergi....


Sedangkan Mayor Vipta bertemu dengan Jenderal Isekawa, Duta Besar Rachel, dan Asisten Dimas di ruangan kantor Jenderal Isekawa........


Mayor Vipta : “Saya ingin laporan !!!.....”


Jenderal Isekawa : “Sambil duduk saja, Mayor.......”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal......” ....Sambil duduk....


Jenderal Isekawa : “Apa laporannya ?......”


Mayor Vipta : “Perwakilan utusan kekaisaran sudah berangkat tadi pagi-pagi buta dan laporan yang ditanda tangan lainnya oleh anda......”


Jenderal Isekawa : “Baiklah, aku nanti tanda tangan......”


Duta Besar Rachel : “Kenapa perwakilan utusan kekaisaran pergi pagi-pagi buta ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Bagaimana menjelaskannya kata dia karena tidak enak membangunkan ksatria lainnya lalu tanggung jawab sebagai wakil komandan ksatria khusus.......”


Jenderal Isekawa : “Begitu, ya......Tetap awasi dia dengan drone jika terjadi sesuatu kita akan melindunginya......”


Mayor Vipta : “Baik, pak.....Kalau begitu saya permisi dulu.......”


Jenderal Isekawa : “Lanjutkan pekerjaan lainnya seperti biasa.....”


Mayor Vipta : “Saya mengerti......”


Duta Besar Rachel : “Kalau kami sudah membuat dokumen pemindahan tahanan dan beberapa dokumen lainnya tapi aku masih membutuhkan izinmu untuk membawanya kesini lalu memperbanyak dokumen ini.....”


Jenderal Isekawa : “Tentu, aku juga akan segera menyelesaikannya......”


Asisten Dimas : “Ada apa Jenderal sepertinya anda terlihat sedang memikirkan sesuatu ?.....”


Jenderal Isekawa : “Entahlah tapi aku punya firasat buruk tentang sesuatu yang akan terjadi tapi aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya akan terjadi lebih baik aku mencoba skeptis saja......”


Duta Besar Rachel : “Jujur saja, akhir-akhir ini kita sering bekerja tanpa ada istirahat mungkin lebih baik kita istirahat dulu dan berhenti memikirkan pekerjaan lalu masih ada beberapa hari kedepan sebelum perwakilan utusan kekaisaran kembali kesini terlebih hampir semua pekerjaan dan rencana sudah rampung sampai saat ini......”


Jenderal Isekawa : “Mungkin ada benarnya........”


Setelah itu kembali ke Letnan 1 Andrian menemui pasukan Kapten Galih......


Letnan 1 Andrian : “Dengarkan baik-baik, saat ini Kapten Galih tidak bisa memberikan perintah tapi daftar tugas yang harus diselesaikan.......” .....Melihat ke arah bawahannya....


Seluruh anggota pasukan : “Baik, pak......”


Letnan 1 Andrian : “Sersan Wica dan Prajurit Charen menyelesaikan semua laporan yang ada di kantor Kapten Galih lalu serahkan kepadaku untuk dilaporkan ke komandan batalion lalu yang lain ada yang membersihkan kendaraan, mengambil amunisi tambahan dan menghitung jumlah semua amunisi, dan sisanya lanjutkan dengan pekerjaan harian. Itu saja untuk hari ini, segera kerjakan......”


Seluruh anggota pasukan : “Yes, sir......”


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan ceritanya ?


Tunggu.........Episode 94 ??????????


__ADS_2