
Kemudian Letnan Galih maju ke ring 1 membawa senapan serbu (SS-2) dan 2 pistol Dessert Eagle juga 2 buah pedang yang diberikan Kopral Sultan.....
Letnan 1 Galih : “Kalian semua mundur !!!!.....” ....Sambil menembak musuh.....
Serka Irhamna : “Mundur ke ring 2 !!!.....” .....Sambil menembak musuh.....
Seluruh pasukan : “Sir, yes sir.....” .....Menembak musuh....
Letnan 1 Galih : “Kalian semua mundurlah....”
Ksatria Ririn : “Apa ???....Bagaimana denganmu ???....”
Letnan 1 Galih : “Aku akan baik-baik saja....”
Ksatria Ririn : “Tidak, saya akan disini....”
Letnan 1 Galih : “Maafkan aku......Ksatria Boses dan Avi, tangkap ini !!!!....” .....Menarik dan melempar Ksatria Ririn ke arah belakang.......
Setelah itu Ksatria Boses dan Avi menangkap Ksatria Ririn lalu mundur ke Ring 2, sementara itu Letnan Galih maju bersama Dewi Kematian Rara.....
Letnan 1 Galih : “Ayo, maju kesini kalian semua !!!....”
Dewi Rara : “Sepertinya julukan “Dewa Kematian” bukan sekedar julukan saja !!!.....” .....Sambil membunuh......
Letnan 2 Andrian : “Lindungi bagian belakang, mereka berdua.....”
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir.....”
Ksatria Ririn : “Kenapa kami disuruh mundur ?....”
Letnan 2 Andrian : “Kalau dia bilang seperti itu, dia akan menunjukkan sisi aslinya....”
Ksatria Ririn : “Sisi asli ?.....”
Letnan 2 Andrian : “Lihat saja nanti....”
Karena peluru senapan serbu sudah habis kemudian Letnan Galih mengganti senjatannya ke 2 pistol DE yang ada di holster kanan & kirinya lalu menggunakan pistol itu setelah itu pelurunya juga ikut habis lalu mengganti ke 2 pedang yang diberikan Kopral Sultan.....
Ksatria Ririn : “Gerakkan yang sangat cepat.....”
Serka Irhamna : “Ohhhh iya, aku baru ingat. Bukankah Letnan Galih memiliki 1 julukan yang terseram bagi musuh-musuhnya.....”
Letnan 2 Andrian : “Benar kalau tidak salah “Sang Dewa Pedang Kematian”, karena teknik yang memakai 2 pedang dan mengandalkan kecepatan lalu mencari titik buta lawan....”
Elf Lulala : “Sepertinya, suamiku adalah orang hebat....”
Letnan 2 Andrian : “Benar, dia yang paling hebat diantara kami semua....”
Serka Irhamna : “Wooo..... Tembak musuh di bagian bekakang mereka berdua.....” .....Menembak musuh....
Letnan 2 Andrian : “Ambil peluncur granat dan peluncur roket !!!.....”
Sersan 1 Hikmal : “Baik.....” ....Mengambil peluncur granat dan peluncur roket....
Letnan 2 Andrian : “Tembak......Tembak semua !!!.....” ....Menembak peluncur granat....
__ADS_1
Jam 04.30....Sedangkan Sersan Wica dan Prajurit Charen ditugaskan untuk melindungi bangsawan.....
Prajurit 2 Charen : “Apa mereka akan baik-baik saja ?.....” ....Melihat ledakan di Gerbang Selatan....
Sersan 1 Wica : “Kuharap juga begitu....”
Kepala pelayan Marika : “Kita harus berharap dan berdoa kepada mereka yang sedang berjuang di luar sana.....” ....Duduk....
Sersan 1 Wica : “Benar dan lagi, Letnan Galih pasti sekarang menunjukkan sifat aslinya....” ....Duduk....
Pelayan Mia : “Sifat asli Galih ?....” ....Berdiri....
Sersan 1 Wica : “Letnan Galih memiliki banyak julukan tapi ada 1 julukan yang ditakuti musuh-musuhnya yaitu “Sang Dewa Pedang Kematian”..... “ ....Sambil berdiri dan melihat ledakan di Gerbang Selatan.....Sementara Letnan Galih sedang membantai musuh.....
Pelayan Momo : “Kenapa dia bisa dipanggil “Sang Dewa Pedang Kematian” ?....” ....Melihat Sersan Wica.....
Sersan 1 Wica : “Itu karena kekuatan tempur, bela diri, dan senjata yang sudah banyak dia kuasai terlebih saat menggunakan 2 pedang. Dia menciptakan tekniknya sendiri bahkan tidak bisa ditiru orang lain lalu dia berkekuatan setara 100.000.000 pasukan biasa atau setara 100.000 ksatria khusus dari kalian.....” ....Berbalik dan melihat mereka semua.....
Pelayan Medusa : “Bagaimana cara menang saat melawan dia ?....”
Sersan 1 Wica : “Tidak ada yang bisa menandingi dia bahkan orang-orang pembunuh bayaran ataupun kami karena Letnan Galih bisa membaca gerakan lawan bahkan dia memiliki kecerdasan yang luar biasa.....”
Bangsawan Airin : “Berarti dia, seorang ksatria hebat yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa....” .....Melihat Sersan Wica.....
Sersan 1 Wica : “Bisa dibilang seperti itu tapi dia adalah sosok yang nekat akibat penderitaan masa lalunya sampai sekarang. Di dunia kami, cerita dia sudah menjadi legenda lalu sampai saat ini juga masih belum ada yang berani melawan Letnan Galih.....”
Hari menjelang pagi. Sementara itu, Mayor Vipta menghubungi Letnan Galih melalui radio tapi tidak dijawab lalu menghubungi Letnan Andrian yang berada di ring 2....
Mayor Vipta : “X-ray........Cormorant 1....Cormorant 1.......Over.......” ....Menghubungi radio.....
Mayor Vipta : “Bagaimana situasi disana ?.......Ganti.....”
Letnan Andrian: “Buruk, pak. Letnan Galih sedang melawan musuh menggunakan teknik pedangnya dan kami hanya memiliki amunisi yang jumlahnya hampir habis lalu peledak kami juga sudah habis....Ganti.....”
Mayor Vipta : “Dimana posisi kalian ?.....Ganti.....”
Letnan Andrian : “Posisi kami berada di Selatan Kota Venezia.....Ganti.....”
Mayor Vipta : “Tandai posisi kalian dengan suar agar kami tahu.....Ganti....”
Letnan Andrian : “Roger......Over....”
Mayor Vipta : “Kami hampir sampai. Bertahan sampai kami tiba.....Over.....Out.....” ....Menutup radio.....
Kolonel Denis : “Jadi bagaimana situasinya ?.....” ....Duduk di helikopter....
Mayor Vipta : “Sangat buruk, amunisi yang semakin lama semakin menipis dan mencegah moral pasukan akan turun drastis. Letnan Galih maju sendiri ke medan perang.....”
Kolonel Denis : “Nekat seperti biasanya, ya....”
Mayor Vipta : “Ya, julukan “Sang Pedang Dewa Kematian” bukan hanya sekedar julukan....”
Kolonel Denis : “Benar......Pilot, berapa lama lagi kita sampai ?.....”
Pilot : “ETA 25 minute.....”
__ADS_1
Kolonel Denis : “Roger......”
Kemudian Letnan Andrian melapor kepada Letnan Galih yang sedang menebas musuh.....
Letnan 2 Andrian : “Letnan, bantuan akan segera tiba !!!!...Aku akan menembak suar.... ”
Letnan 1 Galih : “Aku sedang sibuk !!!!......”
Ksatria Ririn : “Hebatnya.....”
Letnan 2 Andrian : “Benar, sebuah senjata pamungkas dari dunia kami.....” ....Sambil menembak suar....
20 menit kemudian......Setelah itu Letnan Andrian menembakkan pistol suar sebanyak 3 kali untuk menandakan posisi....Bahkan untuk menurunkan moral pasukan musuh sampai memutar lagu “Rise of Valkyrie”
Kolonel Denis : “Putar stereo Rise of Valkyrie dan speaker yang dipasang di helikopter. Semua heli serang.....Serang kekuatan penuh !!!!.....All weapons free.....Engage”
Pilot heli tempur 1: “Hunter 1 engage.....”
Pilot heli tempur 2 : “Hunter 2 engage.....”
Pilot heli tempur 3 : “Hunter 3 engage.....”
Pilot heli tempur 4 : “Hunter 4 engage.....”
Kemudian helikopter penyerang dan pengangkut menyerang dengan rudal, misil, dan senapan berat.....
Kolonel Denis : “Hunter 2. Mereka punya pertahanan udara, singkirkan dia !!!!.....”
Pilot heli tempur 2 : “Hunter 2 copy.....” .....Menembak musuh....
Mayor Vipta : “Hunter 1. Bantu Unit Pengintai Ke-5 dari dalam....”
Pilot heli tempur 1 : “Hunter 1 copy....Cormorant 1...Clear the path....Ready to engage....10... 9....8....7....6....”
Letnan 1 Galih : “Ayo menyingkir dari sini.....” .....Menggendong Dewi Rara ala tuan putri....
Pilot heli tempur 1 : “5....4....3....2....1.....Engage.....Weapon free....” ....Sambil menembak senapan mesin berat.....
Ksatria Ririn : “Apa itu ?....Apa itu kuda besi terbang ?....” ....Melihat helikopter....
Letnan 1 Galih : “Bagi kalian, mungkin saja.....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Benda itu menginjak-injak semua.....Harapan, kehormatan, dan harga diri.....Benda yang tak tertandingi tiada duanya.....Menakutkan sekali.....”
Letnan 1 Galih : “Kekaisaran telah menginjak ekor griffon....Ini akan menjadi salah satu pembalasan....” ....Melihat helikopter....
Bagaimana kelanjutan lembar baru Letnan Galih ?....
Bagaimana tentang Letnan Galih yang dipanggil pulang oleh Presiden dan Dewan Anggota untuk memberikan laporan kepada negaranya ?
Apakah gadis-gadis yang mengikuti Letnan Galih akan ikut bersamanya ?
Apakah ada ancaman di dunia Letnan Galih ?
Tunggu.....Episode 22 Dunia Modern.....
__ADS_1